Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Laut Merah


Setelah pertemuan dengan organisasi jiwa cahaya Martin bersama dengan Zen dan Kyoshi pergi ke pulau bunga persik. Sementara di pulau obat yang tidak tahu kenapa mereka juga mendapatkan serangan dari organisasi kegelapan jiwa.


Izam bersama dengan yang lain yang merasakan kalau ada musuh yang datang, tidak lama kemudian mereka merasakan musuh kekacau di pulau obat terjadi. Izam yang merasa resah keluar dan melihat apa Bunga baik-baik saja. “Kurasa mereka juga sudah siap untuk menyerang,”kata tuan Firman.


“Karena sudah waktunya, mau bagaimana lagi,”kata Koto. “Kita pergi sekarang ke kediaman Koto karena disana hanya ada Fira, takutnya mereka juga mendapatkan serangan dari organisasi kegelapan jiwa,”kata Koto.


“Apa maksud kamu  kediaman Koto bisa diserang oleh Organisasi kegelapan jiwa,”kata Roki. Yang mulai resah karena kakeknya ada di vila. “Tuan,”cuap Surya yang masuk.


“Saya mendapatkan pesan dari Yamato, kalao vila dan kediaman kita juga mendapatkan serangan musuh termasuk di dipulau yang tidak penghuni,”kata Surya.


“Kita pergi sekarang,”kata Roki. “Kita juga harus pergi,”kata Tuan Firman.


Semua yang ada di dalam ruangan segera pergi ke tempat asal mereka karena dengan bersamaan mereka mendapat  serangan dari organisasi kegelapan jiwa. Satu jam telah berlalu mereka yang sudah pergi ke kediaman masing-masing sedagkan Izam yang masih di pulau obat membantu Bunga melawan musuh yang datang.


“Kenapa kamu tetap disini?,”ucap Bunga yang sedang bertarung dengan musuh.”Untuk membantu kamu, mustahil kalau aku tinggal kamu sendirian dengan musuh yang datang,”kata Izam.


“Apa kamu ingin meninggalkan orang kamu lagi,”kata Bunga dengan tajam.”Kamu tidak usah khawatir karena aku sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Mereka semua akan baik-baik saja,”kata Izam yang mendapat serangan dari belakang. Tapi dia bisa mengindar dengan baik san mambantu Bunga yang juga mendapat serangan dari jauh.


“Awas,”kata Izam yang manarik Bunga dengan cepat sebelum anak panah mengenai Bunga. Tidak setelah anak panah datang Izam mengeluarkan pistol yang sudah dimodifikasi untuk membunuh musuh dari jauh.


“Kalian tidak apa-apa,”ucap Putra.”Bagaimana persiapannya,”kata Bunga.


“Semua sudah pada posisi,”kata Bunga. “Lakukan,”kata Bunga.”Kita mundur,”ucap Bunga kepada Izam. Mereka semua anggota pulau obat mundur dan formasi pelindung, formasi ilusi dan formasi racun sudah diaktifkan untuk menghalau musuh yang datang.


~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~


Di pulau Bunga persik Martin dan kedua orang yang bersamanya telah sampai dan melihat Morgan yang sedang bertarung dengan pimpinan aliansi organisasi kegelapan jiwa dengan para monster abadi yang tidak tahu dari mana mereka datang.


Martin yang tidak lama datang juga mendapat serangan setelahsalah satu dari mereka mengenali kalai Martin sudah ada didepan mata mereka.”Martin anak dunia alam semesta ada disini?,”ucap musuh yang melihat.


Martin yang menghela nafas sambil berkata,”Aku ingin menyantai tapi kenapa mereka sangat heboh melihatku.”


“Mungkin ada dari mereka yang menyukai kamu,”kata Zen.”Tidak mungkin, aku sudha memilih orang yang aku sukai, Kyoshi kamu pergi ketempat kakakku sekarang,”kat Martin. Kyoshi segera pergi ke tempat Morgan yang mendapatkan serangan tiga orang pemimpin.


“Sial kenapa mereka datang begitu banyak hanya untuk membunuhku,”ucap Morgan yang kesal. Tidak lama kemudian Kyoshi datang dengan mengalahkan salah satu pimpinan dan mendekati Morgan yang sedang berhadapan dengan pimpinan yang lain.


“Kenapa kamu bisa ada disini?,”kata Morgan yang menoleh sebentar dan langsung membunuh musuh kecil yang datang menjabut nyawa.


“Dia ada disebelah sana bersama dengan Zen menghadapi musuh yang datang karena dia baru saja datang,”kata Kyoshi.


“Kenapa kamu tidak membantu dia, dia baru saja sembuh dari racun,”kata Morgan yang mendorong Kyoshi sampai dihadapan musuh.


“Kamu ingin aku mati mendorongku,”kata Kyoshi yang marah kepada Morgan.”Itu kamu yang terlalu lemah,”ucap Morgan.”Apa lemah, kamu saja yang tidak bisa menjaga adik kamu, bukan itu kamu yang lemah,”kata Kyoshi yang membunuh pimpinan yang tersisa untuk meluapkan amarahnya.


Morgan yang juga kesal membunuh pimpinan yang ada di depannya dengan satu tebasan pedang karena terlalu marah. Kemudian mereka berdua tidak saling bertatapan tapi mengeluarkan amarh mereka dengan membantai musuh yang datang mendekat. Martin dan Zen yang melihat dari jauh berpikir satu sama lain.”Mereka sedang apa?,”kata Martin.


“Mungkin sedang memarahi orang lain karena kesal,”kata Zen.”Mereka akur ya,”kat Martin yang  melihat sampai pimpinan dari kelompok datang di hadapan Martin yang sedang melihat Morgan dengan Kyoshi.


“Kurasa kamu sedang menikmati pemandangan disebelah sana. Tapi tidak lama lagi kamu akan mati, aku beri kamu waktu menatapnya sampai ajal kamu datang,”kata pimpinan kelompok.


Martin hanya terdiam yang kemudian ada anak panah yang datang dari belakang pimpinan kelompok tersebut. Tapi di halau oleh Monster abadi yang dia kendalikan. “Kamu hebat juga bisa mengendalikan monster abadi alam semesta. Siapa kamu?,”kata Martin yang ada disamping peimpin kelompok tanpa dia sadari.


“Untuk apa kamu ingin tahu, jika kamu melawan. Kamu juga akan sama dengan mereka yang terlah memberikan anak panah ini,”kata pimpinan kelompok dengan meremas gengaman tanganannya.


“Siapa yang mati belum pasti, itu monster yang kamu kendalikan atau mereka yang memberikan anak panah. Iya tidak,”kata Martin yang percaya diri. Tidak lama kemudian pimpinan kelompok merasakan kalau ada sesuatu yang terjadi dengan monster yang dia suruh untuk membunuh orang yang memberikan anak panah.”Kenapa dengan wajah pucat kamu, apa monster yang kamu kendalikan sudah terputus kontak dengan kmau,”kata Martin dengan santai.


“Tapi aku tidak ingin lama-lama kamu disini, sebaiknya kamu pergi dulu menyusul rekan kamu ya,”kata Martin yang dengan cepat menusukkan belati dari samping dengan formasi pengambil jiwa saat dia sedang berbincang dengan musuh. Semua musuh yang ada didekatnay juga terkena imbas dari formasi yang digunakan oleh Martin.


“Kamu terlalu berlebihan dalam menggunakan formasi,”kata Zen yang ada di dekatnya yang tidak terkena dampak dari formasi yang digunakan oleh Martin.”Iyakah, aku sudah mengendalikannya dengan santai baik agar tidak terlalu luas, masak masih kurang,”kata Martin sambil berikir.


Zen hanya menatap dengan tatapan lesu melihat sikap yang diberikan oleh Martin.”Kamu masih menatap mereka yang sedang membantai musuh,”kata Zen.


“Tidak juga hanya saja. Aku melihat yang ada diatas mereka,”kata Martin. Zen melihat ke atas dimana Martin melihat.”Bukan itu lubang hisam bukan, tapi bagaimana mereka bisa membukanya sementara jiwa kalian belum diambil,”kata Zen.


“Ada beberapa cara untuk membuka lubang hitam tanpa menggunakan jiwa kami berdua, yaitu jiwa yang sudha mati karena pertarungan ini,”kata Martin.


“Formasi yang kamu maksud?,”kat Zen ke inti masalah.”Tepat sekali, dengan formasi yang sudah dipasang mereka bisa menggunakan jiwa yang sudah mati untuk membuka lubang hitan kedua dunia,”kata Martin.


“Tapi kenapa mereka sangat tergesa-gesa ingin membuka lubang hitam, apa yang mereka inginkan. Bisakah terjadi,”kata Zen dengan bingung.


“Itu tidak tahu, tapi kita harus menghancurkan formasi agar lubang hitam tidak terbuka,”kata Martin.


“Bagaimana caranya,”kata Zen.