Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 11


Izam yang menuggu bersama Roki sambil mencicipi kue yang ingin dibeli oleh Roki. Menuggu dia sampai dia melihat keaarah lain. Izam yang penasaran karena bisa merasa tenang tanpa ada pengawasan siapa-siapa. “Bos lama tidak bertemu,”ucap Mizuki dari belakang bersama dengan Terko.


Izam yang merasa tidak asing dengan suara itu menoleh belakang dimana dia terkejut melihat sosok wajah yang tidak asing ada didepan dia sekarang. Tanpa berkata apa-apa dia berdiri dan berjalan kearah mereka berdua. Roki yang melihat hanya menikmati pemandangan itu sambil memilih kue yang mana dia akan beli untuk kakeknya.


“Bagaimana kalian bisa..?,”ucap Izam. “Bos kita bisa sambil duduk untuk membicarakannya,”Kata Mizuki. “Itu benar,”kata Terko.


“Ini kayaknya enak,”ucap Terko yang langsung duduk dan mencoba kuenya.


“Lama tidak bertemu, bagaimana dengan kondisi kalian berdua,”kata Roki. “Kami baik. Apa kamu sudah mendapatkan kabar tentang Rendi dan kedua orang itu,”kata Mizuki.


“Siapa yang kalian maksud Rendi, Teri dan Tera,”kata Roki. “Itu benar,”kata Terko.


“Bukannya kalian selalu bersama mereka bertiga. Kenapa kalian bertanya kepadaku,”ucap Roki.


“Apa kamu tidak tahu setelah Martin menghilang mereka juga menghilang tidak hanya itu saja Reli yang juga anggota dari preman selatan juga menghilang bersamaan dengan Morgan,”kata Terko.


Roki hanya memikirkan satu hal yang menyebut Morgan.”Tadi kamu bilang Morgan,”kata Roki.’”Itu benar,”kata Terko.


“Beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengan Morgan tapi aku tidak melihat Reli,”kata Roki.”Apa,”ucap Mizuki yang terkejut.”Kamu bertemu dengan Morgan. Apa dia bersama dengan Martin,”kata Mizuki.


“Tidak dia bersama dengan Kyoshi,”kata Roki dengan santai.”Tunggu dulu dari pada kalian membicarakan orang lain. Bukannya kalian harus khawatir dengan bos kalian yang ada di samping kalian berdua. Karena dia melihat kalian dengan tatapan bingung dengan wajah sedih dan bahagia,”kata Roki.


Izam yang merasa bingung dengan mereka bertiga seperti ada sesuatu yang disembunyikan membuat Izma hanya mengamati mereka. Sampai Roki berkata kalau aku melihat mereka dengan tatapan sedih dan bahagai.


“Kalian lanjutkan saja aku bisa menuggu,”kata Izam.”Menuggu apa?,”kata Roki.


“Aku tahu kamu dalam kesulitan karena masalah yang kamu hadapi. Tapi bagaimana kamu bisa terjebak dan masuk ke dalam Organisasi kegelapan jiwa,”kata Roki yang tajam kepada Izam. Setelah dia berbicara dengan Mizuki dan Terko.


Mereka berdua yang menatap kearah tuannya juga ingin tahu apa yang terjadi.”Kenapa bos berubah awalnya kalian semua tenang tapi saat mereka masuk anda tidak bisa membedakan keinginan anda yang dulu dengan keingian yang tidak bisa anda miliki,”ucap Terko.


“Tuan dan bos yang selalu aku lindungi tidak seperti anda yang sekarang bisa masuk ke dalam jebakan lawan,”kata Mizuki. Izam yang mendapatkan serangan dari mereka bertiga hanya bisa terdiam tanpa berkata.


“Kenapa kamu diam saja, kita disini butuh penjelasan dari kamu,”kata Roki. Izam yang menghela nafas sampai hatinya tenang dia baru berkata,” Aku tahu kalau aku salah. Aku yang menyebabkan mereka bertiga meninggal dan dia juag pergi karena aku. Tapi aku tidak bisa melepaskan perjanjian itu. Jika itu dibatalkan semua yang aku miliki akan hancur termasuk kalian bertiga dan Martin bersama keluarganya.”


Izam yang berkata dengan penuh penyesalan.”Untuk apa kamu khawatir dengan orang lain. Apa kamu tidak perduli dengan dirimu sendiri dan rekan yang mempercayai kamu,”ucap Martin yang berjalan bersama dengan Morgan.


Mereka semua melihat kebelakang Izam dan terkejut dengan wajah yang datang di belakang mereka.


“Martin,”ucap Roki yang berdiri. Roki yang ingin menghampirinya dihentikan oleh Morgan yang ada didepannya.”Kenapa?,”ucap Roki.


“Untuk sekarang kita bahas saja siapa musuh kita. Yang lain menuggu,”kata Martin yang maish berdiri.


“Apa yang kamu maksudkan,”kata Roki.”Aku tidak paham,”kata Izam.


“Yang dia katakan adalah kau tidak usah khawatir dengan orang yang ada disekitar kamu. Jika kamu terus dalam organisasi itu akan menghambat rencana kami yang sudah kami siapkan,”kata Morgan. Martin dan Morgan langsung berjalan meninggalkan mereka semua. Tapi Roki menghalangi mereka berdua dihentikan oleh Koto dan Kyoshi yang datang.


“Biarkan mereka berdua pergi,”kata Kyoshi.


“Kenapa, aku tidak boleh bertemu dengan dia atau bicara dengan Martin. Apa alasan kalian menghentikanku untuk bicara dengan Martin,”kata Roki yang mengeluarkan auranya.


“Karena kondisinya tidak baik untuk kita saling berbicara. Bukan aku sudah bilang kalau aku di awasi, dan mereka adalah Organisasi Kegelapan Jiwa dan para tentara. Jika kalian mendekatiku kalian juga akan mendapatkan masalah, termasuk kamu Roki. Bukannya kamu ingin balas dendam terhadapa paman kamu dan organisasi yang telah membunuh kedua orang tua kamu. Ini adalah salah satunya untuk kita mencari jalan kita sendiri,”kata Martin.


Roki hanya menatap Martin dan Morgan yang menjauh. Sampai Fira datang melihat Koto dan Kyoshi menghadang Roki.


“Kalian sedang apa?Termasuk kamu Kyoshi jangan pernah dekat dengan Roki. Apa kamu mengerti,”kata Fira dari belakang.


“Siapa juga yang mau menggoda,”kata Kyoshi yang berjalan melewatinya. “Kalian bisa tidak jangan membahas percintaan yang terlarang,”kata Koto.


“Apa yang kamu maksudkan?,”kata Roki yang melirik kearah Koto.”Begini Roki sini biar aku bisikan kepada kamu kenapanya,”kata Koto yang mendekat.


“Sebenarnya Fira cemburu dengan Kyoshi karena pesta acara ulang tahun kamu membela dia waktu itu. Fira menganggap Kyoshi adalah saingan untuk mendapatkan hati kamu,”kata Koto yang berbisik yang kemudian dia tersenyum. Sedangkan Roki hanya tersipu malu mendengar perkataan Koto kalau Fira menyukainya dan tidak ingin diambil oleh orang lain.


Tapi Fira yang melihat Koto juga merasa ada yang aneh dengan sikapnya sampai Roki malu seperti itu. Fira menghentikan Koto yang berjalan disampingnya.”Apa yang kamu bicarakan dengan dia, sampai dia malu seperti itu?,”kata Fira.


“Kamu tidak usah cemburu. Dia hanya mengatakan kalau... kamu suka denganku,”kata Roki yang malu-malu. Fira yang mendengarnya juga alu dengan kata yang diucapkan oleh Roki yang tiba-tiba melepaskan tangan Koto.


Sedangkan Izam dan kedua orang yang bersamanya hanya bisa melihat wajah mereka berdua yang sama-sama tersipu malu. Sampai Fira pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa dan Roki kembali duduk dan mencoba tenang.


“Sampai mana kita bicara tadi,”kata Roki yang mengalihkan suasana yang ada. Mereka bertiga hanya tersenyum melihat Roki yang malu seperti itu sampai Izam berkata.”Siapa wanita tadi cantik juga,”kata Izam.


Roki melihat ke arah Izam dengan tajam.”Untuk apa kamu ingin tahu,”kata Roki yang kemudian berubah ekspresi.


“Aku hanya bertanya saja kenapa kamu menganggapnya serius,”kata Izam. “Kita bahas yang lain saja bagaimana,”kata Mizuki.


“Bagiamana bos apa yang ingin kamu lakukan setelah Martin datang dan berkata seperti itu tadi. Dia tidak masalah jika mereka datang dan menghancurkan wilayah mereka,”kata Mizuki.


“Apa anda akan diam saja terus sampai semua orang yang ada disekitar anda tewas,”kata Terko. Izam kembali terdiam dan merenungkan apa yang mereka katakan.”Aku akan memikirkannya. Tapi aku harus kembali ke mereka sekarang. Jika mereka menyuruh orang lain datang kita dalam bahaya,”kata Izam yang berdiri.


“Untuk apa kamu takut mereka yang datang mencari kamu sudah tewas sebelum sampai ke tempat ini,”kata Roki yang tersenyum. Izam yang melihat Roki hanya bisa terdiam dan tersenyum kepadanya.”Terima kasih kamu mau membantuku dan mempertemukan mereka berdua. Aku tidak tahu kalau mereka masih hidup,”kata Izam yang bahagia.