Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 5


Di tempat lain di tengah pesta Roki yang mengajak Fra untuk berdansa untuk pertama kalinya mereka bersentuh tangan dengan tatapan malu dan bahagia karena bisa memandang satu sama lain mereka berdua berdansa. Dengan iringan lagu yang merdu dengan tarian yang sedada dan indah dan anggun mereka menikmati alunan musik yang dimainkan. Mata mereka yang saling menatap satu sama lain. Sampai alunan musik berhenti mereka melepaskan pegangan meraka.


“Terima kasih telah menerima tawaran saya untuk berdansa,”ucap Roki dengan sopan sambil melihat kearah mata Fira. Fira hanya tersenyum malu yang kemudiaan dia melihat ke arah Roki.”Sama-sama. Aku juga merasa terhormat bisa berdansa dengan anda tuan Roki,”kata Fira.


Tatapan mereka yang saling berbicara sampai orang ketiga yang mengganggu suasana romantis mereka berdua.”Kalian berdua sangat hebat berdansa,”kata Kyoshi sambil bertepuk tangan berjalan ke arah mereka berdua.


Tapi tatapan yang mereka berikan tatapan tajam dan dingin.”Untuk apa kamu datang ke sini?,”kata Roki.”Kamu mengganggu saja tidak ada kerjaan apa, pergi sana,”kata Fira. Kyoshi yang mendapatakan kata yang menusuk dari mereka berdua langsung pergi dari pesta dengan menundukan kepalanya.


“Apa kita terlalu keras kepada dia,”kata Roki yang merasa bersalah.”Untuk apa kamu perdulikan dia lebih baik dia tidak mengganggu kita bukan,”ucap Fira yang merasa kalau ada saingan berebut hati Roki.


Waktu berjalan cepat sampai acara berakhir mereka berdua saling bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lain. Sampai ayah dan kakek mereka hanya melihat perkembangan mereka berdua yang sangat cepat berkembang.


“Mereka berdua sangat cocok,”kata Yamato di belakang kedua tuan besar.”Itu benar hanya saja kita tidak bisa memaksa mereka untuk menikah,”kata kakek.”Apa yang anda katakan benar, biarkan saja mereka saling mengenal satu sama lain. Sampai mereka sadar kalau mereka saling menyukai,”kata Firman.


Yamato dari belakang hanya menggelengkan kepalanya,”Tuan besar kalian berdua apa tidak malu berkata seperti itu.” Mereka berdua langsung menoleh ke arah Yamato.”Kamu bisa saja,”ucap mereka berdua sambil memegang bahu Yamato. Yamato yang merasa bersalah berkata seperti itu hanya menundukan kepalanya dan berkata,”Saya minta maaf telah tidak sopan berkata seperti itu.”


Lalu keduanya melepaskan pegangannya dan berjalan menuju kursi untuk saling berbincang satu sama lain. Sedangkan Yamato hanya bisa menghela nafas setelah keduanya meninggalkan dia sendiri.


Malam yang indah mereka saling berkenalan satu sama lain sampai angin berhembus datang. Roki melihat kearah jam tangan yang dia pakai. Waktu yang sudah menunjukan tengah malam harus mengakhiri pembicaraan mereka. Semua tamu yang datang juga sudha sebagian kembali hanya orang di lantai dua yang masih ada.


Roki dan Fira berjalan kearah kakek dan Firman.”Apa kalian sudah selesai berbincang-bincangnya,”kata Kakek.”Sudah,”ucap Roki. Kakek yang berdiri dan Roki yang membungkukan tubuhnya berkata,”Terima kasih atas undangan tuan Firman dan terimas kasih atas permintaan sederhana saya. Saya dan kakek saya harus undur diri karena sudah malam.”


Firman bangun dari tempat dia duduk,”Aku juga terima kasih karena kalian berdua mau datang ke acara ulang tahun putra saya.” Setelah Roki berpamitan mereka berjalan keluar yang di temani oleh Fira dan Firman bersama dengan putranya. Sampai di depan mobil kami saling mengatakan selamat malam.


Di perjalan menuju vila sampai kakek Roki berkata,”Kenapa kamu tidak menikah dengan putri Fira saja. Kakek merestui kalian berdua.” Roki yang terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh kakek membuat dia bertanya kepada kakek,”Kenapa kakek berkata seperti itu?.”


“Karena kakek menyukai Fira dia baik dan latar keluarga yang baik dan kamu juga menyukainya bukan,”kata kakek.”Dari mana kakek tahu kalau aku suka dengan dia,”ucap Roki yang menyembunyikan perasaannya.


“Jangan pernah berbohong dengan kakek. Aku tahu dari sikapa yang kamu berikan kepada Fira dan tatapan mata kalian berdua juga saling menyukai,”kata Kakek.


Roki yang ingin menjawab mengurungkannya setelah melihat ada keaneh dengan jalan yang di lewati.”Yamato ada apa?,”ucap Roki melihat ke depan.”Maaf tuan saya rasa kita sedang di ikuti oleh orang lain,”kata Yamato.


“Di ikuti siapa yang berani mengikuti kita di negara I ini,”ucap Roki. “Saya juga tidak tahu tuan tapi saya mengubah alur perjalanan pulang kita agar tetap aman,”kata Yamato.


“Apa mereka masih mengikuti kita,”kata Roki.”Untuk sekarang sudah aman tuan. Kita bisa kembali ke hotel Prima,”kata Yamato dengan santai.


Mereka bertiga yang sudah sampai hotel dengan selamat pergi ke kamar hotel untuk beristirahat di tengah malam Roki menghubugi Derek dan Jima untuk mendapatkan infomasi apa saja yang mereka temukan. Satu jam telah berlalu dan Roki sudah mendapatkan apa yang dia inginkan tapi masih satu hal yang masih belum dia selidiki bencana dunia yang sangat dirahasiakan oleh dunia.


“Tuan kenapa anda masih diluar teras apa terjadi sesuatu,”kata Yamato. Roki menoleh kebelakang dan melihat ke arah Yamato yang melihat dia.”Tidak ada hanya ingin tahu bagaimana perkembangan informasi yang dicari dan keadaan pulau,”kata Roki dengan santai.


“Usaha dan bisnis yang anda jelankan sudah sampai internasional dengan nama dan identitas kedua anda. Tapi saya merasa cepat atau lambat tuan harus memberitahukan kepada dunia siapa anda bukan,”kata Yamato.


“Apa yang kamu katakan memang benar, tapi kita harus menuggu lebih sedikit lagi sampai perusahaan paman sampai di ujung sana agar kita bisa menghancurkannya perlahan dengan cepat,”kata Roki sambil tersenyum dingin.


“Anda memang kenjam untuk mereka yang sudah merebut apa yang sudah menjadi milik anda tuan,”kata Yamato.


Malam yang panjang dan melelahkan setelah pembicaraan Roki pergi untuk istirahat. Tapi di alam lautan jiwa Roki masih mempelajari buku kuno yang dia dapatkan dengan menerapkan berbagai kemampuan termasuk dalam startegi penjualan dan pemasaran berkomunikasi dengan lawan bicara.”Tidak aku sangka bisa mempelajari buku kuno yang bisa aku gunakan dalam dunia bisnis,”ucap Roki.


Satu jam sudah berlalu di lautan jiwa Roki kembali dengan menutup mata sampai dia merasakan hawa keberadaan musuh didekat mereka. Roki berpura-pura tidak menyadarinya dengan menutup mata sampai musuh mendekat dan ingin membunuh Roki dengan pedang.


Tapi rencana yang mereka buat gagal karena Roki dengan cepat menghindar dan balik menyerang dengan satu jurus untuk menghabisi mereka berdua yang datang diam-diam. Dengan senyum licik Roki melihat mayat yang tergeletak,”Kalian jangan berharap bisa hidup setelah datang menemuiku.”


Tidak lama Roki berkata seperti itu Yamato datang  dengan tergesa-gesa. Tapi yang dia lihat adalah mayah bergeletaj dilantai dengan darah yang ada disekiarnya.”Tuan anda tidak apa-apa?,”ucap Yamato yang khawatir.


“Aku baik saja, tolong ya bereskan semua ini,”kata Roki yang mengelap tangannya yang penuh dengan darah. Yamato yang membersihkan mayat dan lantai sampai selesai. “Apa kamu tahu siapa mereka Yamato,”kata Roki.


“Dari pakaian dan tanda di tangan mereka pasti darai Organisasi Kegelapan jiwa tuan,”kata Yamato.”Tidak aku sangka mereka sampai disini,”kata Roki yang masih tenang.”Kamu boleh kembali istirahat,”ucap Roki yang juga ingin istirahat.