Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Titik Kesalahpamahan


Hari yang indah saat mereka bertiga bisa bersama-sama. Waktu terus berjalan mereka masih bermain dan menjalankan semua rencana dengan baik tanpa ada perselisihan yang akan terjadi. Hingga waktu kelulusan tiba,”Sudah tiga tahun kita bersama, tidak kita sangka kita akan lulus.” Mereka berdua hanya tersenyum melihat Roki.


Hingga Martin mendapatkan pesan dari seseorang yang memberitahukan kalau Teri dan Tera mengalami kecelakaan. Martin yang mendapatkan pesan mencoba tenang sampai dia membuka dan memutar video yang dikirimkan oleh temannya.


Sementara Izam yang juga mendapatkan pesan singkat dan video kalau Terko diserang oleh sekelompok preman. Awalnya Izam tidak ingin menuduh Martin yang sudah menyerang Terko apa lagi mereka sedang melakukan rencana bersama. Tapi setelah Izam mendapatkan pesan dari Erik yang memberitahukan kalau Terko mengalami kecelakaan setelah penyerangan preman dan nyawanya dalam keadaan kritis.


Roki yang melihat mereka ada sikap dan perilaku yang berbeda dari mereka berdua. “Apa kalian baik-baik saja,”kata Roki yang mengkhawatirkan mereka berdua. Marin yang melihat Roki tahu apa yang dia pikirkan,”Aku baik-baik saja kamu tidak usah khawatir.”


“Apa yang dikatakan Martin itu benar kami baik-baik saja,”kata Izam yang menyembunyikan perasaannya sebenarnya. “Kalian berdua jangan bohong aku tahu kalau kalian sedang mengalami masalah. Apa yang sebenarnya terjadi, agar tidak ada kesalahpahaman lagi diantara kalian berdua,”kata Roki dengan tegas.


“Kita cari tempat lain saja untuk membahasnya,”kata Izam yang berjalan masuk ke gedung. Mereka berdua mengikuti Izam masuk ke gedung dan berjalan menuju kelas yang kosong barulah mereka saling berkata.”Jadi siapa duluan yang akan menjelaskan,”kata Roki menatap mereka berdua.


“Aku mendapatkan kabar dari temanku kalau Tera dan Teri mengalami kecelakaan yang membuat kedua temanku tewas dalam kebakaran mobi. Setelah aku melihat video yang diberikan oleh temanku di situ ada anak buah Izam yang melakukan sabotase mobil dan tidak hanya itu saja di dalam video yang dikirimkan kepadaku mereka juga sempat berselisih dengan teman kamu Terko. Aku tidak tahu apa yang membuat perselisihan itu yang menyebabkan kedua temanku tewas dalam kecelakaan mobil,”kata Martin menjelaskan.


“Aku juga mendapatkan kabat kalau Terko mengalami kecelakaan mobil yang membuat dia masuk ke rumah sakit dan dalam keadaan kritis. Tapi anehnya dia dikejar oleh preman selatan,”kata Izam dengan tajam kepada Martin.


Roki menghela nafas,”Kalian bisa tenang dulu.”


“Bagaimana kita bisa tenang,”ucap mereka serentak.”Aku tahu kalau kalian sedang berduka, apa kalian tidak sadar mungkin saja ada orang dibalik ini semua yang telah merencanakan musibah ini,”kata Roki yang mencoba agar tidak ada perpecahan diantara keduanya.


“Kita tunggu Terko siuman mungkin kita bisa mendapatkan kabar yang pasti dari apa yang kalian dapatkan,”ucap Roki. Tiba-tiba ponsel Izam berbunyi yang memberitahukan kalau Terko sudah tidak diselamatkan lagi. Dengan wajah menahan perasaan karena temannya sudah tidak ada,”Itu mustahil.”


“Apa maksud kamu, bukannya kamu bilang kalau dia dalam masa kritis pasti akan bangun bukan,”ucap Roki.”Dia sudah tidak ada saat sedang melakukan operasi penyelamatan,”kata Izam dengan suara pelan.


“Sekarang tidak ada bukti. Bagaimana kita bisa melanjutkan kepercayaan ini,”kata Izam yang berjalan keluar ruangan.


“Tunggu dulu,pasti ada caranya kenapa kamu tidak menjelaskan apa-apa Martin,”kata Roki yang menahan Izam agar tidak pergi. Martin yang masih terdiam tidak bisa berkata apa-apa.”Lepaskan saja dia, jika memang ini keputusannya,”ucap Martin.


“Apa maksud kamu Martin,”kata Roki. Izam yang melepaskan tangan Roki dengan senyum dia berkata,”Mungkin ini adalah jawabannya.”


Izam berjalan meninggalkan mereka berdua. Roki yang tidak bisa menahan Izam hanya terdiam dan melihat kearah Martin. “Kenapa kamu tidak menjelaskan kalau itu bukan kamu,”kata Roki yang berjalan kearahnya.


“Apa yang harus dijelaskan, kamu juga sudah tahukan tidak ada bukti. Semua bukti sudah tewas semua. Apa yang harus kita lakukan,”kata Martin yang melihat keluar jendela.


“Apa tidak ada cara lain,”ucap Roki.”Tidak ada,”kata Martin yang berjalan keluar ruangan. Setelah semua pergi hanya Roki yang terdiam dan berjalan melihat kearah keluar jendela melihat Izam dan Martin berjalan keluar gerbang.”Kamu tidak akan bunuh diri karena kehilangan teman kamu bukan,”ucap Lili.


“Apa maksud kamu Remon dan Mui yang menyelamatkan mereka bertiga dari maut,”kata Roki yang masih memandang keluar jendela.


“Iya,”ucap Lili. Roki menghela nafas,”Cari tahu apa yang terjadi sebelum mereka berselisih.”


Lili mendekat dan memeluk Roki dari belakang,”Kamu bisa tenang tidak apa kamu tidak ingin bertemu denganku.” Roki menoleh dan memeluk balik Lili,”Maaf karena banyak pikiran aku mengabaikan kamu. Kapan kamu datang?.”


“Aku datang dua minggu yang lalu,”ucap Lili.”Kenapa baru muncul,”kata Roki yang tersenyum kepada Lili.”Karena ada urusan yang aku lakukan makanya baru muncul sekarang,”kata Lili.


“Bagaimana kita lanjutkan di dalam mobil,”kata Roki yang masih merangkul Lili keluar gedung.


“Apa kamu menyadarinya kalau mereka mengawasi kita,”ucap Lili dengan suara pelan. Roki hanya terdiam sampai di dalam mobil barulah mereka berbicara dengan santai.”Akhirnya bisa santai,”ucap Lili.


“Apa begitu merepotkan kamu berakting denganku,”ucap Roki yang membuka notbook.”Apa ada kabar terbaru tentang perusahaan yang kita awasi,”kata Roki yang melihat angka penjualan perusahaan.


“Untuk sekarang mereka belum ada pergerakan untuk bersaing dengan perusahan kita,”kata Lili.”Bagaimana dengan ibuku apa sudah berangkat,”kata Roki.


“Tante sudah berangkat dan menuju negara J,”kata Lili.”Apa sekarang kita akan kembali ke negara J,”ucap Lili. “Iya. Karena di sana ada informasi yang harus kita pastikan,”kata Roki.


“Tapi untuk kamu tetap disini ada tugas yang akan aku berikan kepada kamu,”kata Roki.”Tugas apa? Jangan bilang aku harus mengawasi kedua teman kamu yang sedang berselisih,”kata Lili.


“Kamu pintar ya, belum aku bilang kamu sudah bisa menebak dengan benar,”kata Roki.”Sudah aku duga,”ucap Lili.


“Kenapa kita harus mengawasi mereka,”kata Lili. “Karena aku tidak ingin dari mereka berselisih. Jika bisa kamu buat kelompok untuk memisahkan pertikaian kedua belah pihak,”kata Roki.


“Apa kamu serius,”ucap Lili yang tidak menyangka pikiran Roki.


“Kenapa?,”kata Roki yang melihat kearah Lili dengan santai tapi mengeluarkan aura yang dingin.”Tidak,”kata Lili yang pasrah.


“Kamu harus memberitahukan apa pun informasinya dan satu lagi kamu harus mengubah penampilan kamu,”kata Roki.


Roki keluar dan masuk berjalan kedalam pesawat pribadi. “Hati-hati dijalan,”kata Lili yang masuk ke dalam mobil.”Ayo kita pergi ke vila,”kata Lili kepada bawahannya.


Mobil melaju sampai pesawat lepas landas Roki meninggalkan negara M dan menuju negara J untuk menjalankan bisnis keluarga. Roki yang melihat keluar jendela pesawat dengan hati tidak rela meninggalkan mereka berdua dalam perselisihan. Tapi dia harus pergi karena ada yang harus dia kerjakan di negara J.”Aku berharap kalian masih hidup saat aku kembali,”ucap hati Roki.