
Satu bulan telah berlalu dimana perusahaan yang dikembangkan oleh Roki sudah sampai ke internasional. Roki yang sudah mengembangkan perusahaannya tidak lupa dengan musuh yang datang mencari masalah dengan perusahaannya. Musuh yang selalu mengintai Roki yang sampai sekarang masih belum tahu kepemilikan perusahaan yang dibangun oleh Roki.
Roki yang terbangun dari tidurnya mendengar suara langkah kaki yang datang menuju kamarnya. Roki duduk dari tempat ia berbaring dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Air yang mengalir dari kran air dengan suhu yang pas ia masuk ke dalam bak mandi yang sudah terisi air. Roki membersihkan diri sambil menimati air yang membasahi tubuhya. Hingga dia mendengar suara ketukan pintu. Roki dalam keadaan basah menutup tubuhnya dengan piyama dan berjalan keluar. Dia melihat Yamato datang dengan surat yang ada ditangannya.”Ada apa?,”ucap Roki yang berjalan ke arahnya.
“Tuan ada undangan untuk anda,”ucap Yamato. “Undangan dari siapa,”kata Roki yang mengambil.”Undangan pesta darai perusahaan keluarga Brata,”kata Yamato. “Keluarga Brata memberikan undangan untukku. Apa mereka tidak salah?,”ucap Roki yang membuka undangannya dan membacanya.
“Baiklah aku akan menghadirinya karena sudah waktunya mereka tahu siapa yang diatas mereka. Bilang ke kakek kita akan menghadiri undagan keluarga Brata dan siapakan semua berkasnya kita akan memulai menghancurkan mereka semua,”kata Roki.
“Saya mengerti tuan,”ucap Yamato yang keluar dari kamar tuan muda dan menuju lantai bawah. Yamto yang melihat Fira sudah ada di lantai bawah bersama tuan besar.”Sejak kapan kamu datang Nona Fira,”ucap Yamato yang berjalan ke arah mereka berdua.
Fira dan kekek menoleh ke arah belakang dan melihat Yamato yang berjalan ke arah mereka.”Apa yang membuat kamu berwajah seperti itu,”ucap kakek.
“Maaf tuan besar. Saya menyampaikan pesan darai tuan muda kalau dua hari lagi kita akan menghadiri undangan dari keluarga Brata,”ucap Yamato.”Jadi sudah waktunya,”kata kakek yang tidak terlalu terkejut.
“Iya tuan,”kata Yamato. “Fira bagaimana jika kamu ikut dengan kakek bersama dengan Roki pergi ke keluarga Brata,”ucap kakek. “Tuan,”ucap Yamato yang tahu apa yang akan dilakukan tuan besar.
“Apa tidak masalah jika aku kita. Bagaimana dengan Roki?,”kata Fira.”Kamu tidak udah takut dengan anak itu. Pasti dia mengijinkan kamu ikut,”kata Kakek.
“Jika seperti itu, aku mau ikut,”kata Fira yang tersenyum dan memeluk kakek.
Fira yang tidak menyangka akan diajak kekek untuk bertemu dengan keluarga Brata bersama dengan Roki. Membuat dia sangat senang karena dia bisa melihat siapa orang bodoh yang akan membuang harta berharga seperti Roki. Mereka yang tidak tahu kalau Roki yang sudah sukses pasti mereka akan menyesal termasuk tunangannya Roki yang ingin berpisah dan mencari sepupunya untuk dinikai. Roki yang berjalan turun dari lantai dua melihat Fira bersama dengan Kakek.
“Sejak kapan kamu datang Fira,”kata Roki dari anak tangga. Fira menoleh karena mendengar suara Roki. Dia hanya tersenyum saja dan memalingkan wajahnya ke arah Kakek. Kakek yang menyadari kalau Fira menyukai Roki dan Roki juga menyukainya tapi mereka masih tidak ingin berbicara satu sama lain.
“Kalian anak muda susah sekali yang untuk berkata jujur,”ucap kakek. Mereka berdua yang mendengarnya hanya bisa terdiam.”Apa yang kakek maksudkan?,”kata Roki.
“Tidak ada,”ucap kekek. “Apa kamu ingin pergi,”kata Kakek lagi.”Tidak hari ini aku di rumah dan ingin melihat rumah utama apa sudah selesai belum. Apa Fira juga mau melihat,”kata Roki yang mulai sedikit terbuka hatinya.
“Apa boleh,”ucap Fira yang memastikan.”Tentu saja,”kata Roki.”Kamu ikut saja sambil melihat pemandangan di rumah utama,”kata kakek.
“Kita makan sekarang,”ucap Roki. Mereka bertiga yang berjalan menuju ruang makan dan makan bersama Fira yang diajak kakek untuk makan bersama juga ikut. Mereka bertiga yang menikmati pagi yang hangat dengan suasana yang cerah menikmati sarapan pagi bersama. Fira yang merasa senang dengan ajakan Roki untuk berkeliling melihat bangun utama sangat senang di tambah dia bisa makan pagi bersama dengan mereka berdua kerena ajakan kakek.
Setelah selesai makan Fira diajak berkeliling melihat banguan utama yang baru selesai dibangun. Fira yang ada didekatnya bersama-sama melihat bangunan itu.Di perjalanan menuju rumah utama mereka saling berbincang-bincang.
“Apa ayah kamu dan adik kamu sehat,”ucap Roki. Fira tersenyum dan berkata,”Tidak biasanya kamu berkata seperti itu kepadaku. Mereka baik-baik saja. Tapi kamu kelihatannya tidak terlalu baik, apa terjadi sesuatu.”
“Kamu ingin tahu sisi mana yang ingin kamu jelajahi,”kata Roki yang berjalan di depan dia. “Aku ingin tahu semua tentang kamu,”kata Fira. “Bukan kamu sudah tahu semuanya, kenapa masih ingin tahu diriku,”kata Roki.
“Tidak semuanya. Aku ingin tahu dari mulut kamu langsung,”ucap Fira. “Berapa banyak yang ingin kamu ketahui,”kata Roki. Sampai mereka berdua sudah sampai dihalaman rumah utama dengan tanaman yang dan bunga yang sudah di tanam. Fira yang melihat merasa indah dan nyaman.”Apa kamu suka?,”kata Roki yang tiba-tiba.
“Bukan itu indah,”ucap Fira yang menatap dengan rasa takjub. Roki memetik satu tangan bunga yang ada didekatnya dan memberikannya kepada Fira yang ada disampingnya. Fira yang melihat bunga yang diberikan oleh Roki merasa senang dan menerimanya dengan senang hati.
“Apa kamu sudah tertarik denganku,”ucap Fira yang mendekat tepat didepannya. Roki yang melihat wajah Fira tiba-tiba memeluk dia sampai mereka berdekatan. Fira yang tidak tahu kalau Roki sudah sedikit berubah merasa kalau dia sudah masuk perangkap.
“Lepaskan,”ucap Fira yang mencoba melepaskan pelukan Roki. Tapi Roki tetap memeluk Fira dengan kencang sampai dia berbisik.”Apa kamu mencoba merayuku dengan kamu dekat denganku,”kata Roki.
“Siapa juga yang merayu kamu, jangan berharap tinggi,”kata Fira yang memalingkan wajahnya. Roki yang melihat wajah Fira membuat hati dia bergejola dan ingin memakan dia tapi dia tidak bisa. Roki melepaskan pelukannya dan berjalan menuju bagian utama bangunan. “Mau ikut tidak,”ucap Roki yang sudah berjalan di depannya.
Fira mengikuti Roki dari belakang dengan hati yang merasa berdebar-debar karena dia bisa merasakan pelukan dari Roki. “Sudah lama aku tidak merasakan pelukan Roki sejak waktu itu,”kata Fira dalam hati.
“Apa yang kamu pikirkan,”ucap Roki yang melirik ke arah belakang. “Tidak ada,”ucap Fira yang menyembunyikan perasaannya. Roki yang menatap ke depan juga merasa kalau dia tidak bisa menahan lagi ingin memakan Fira. Sampai dia mendenfgar suara air yang mengalir dimana ada taman yang sejuk dengan air yang mengalir seperti sungai yang indah.
Roki dan Fira yang menjelajahi rumah utama sampai dia menemukan ada bangunan yang belum selesai dibangun. “Bangunan itu untuk apa?,”ucap Fira yang melihat.
“Bangunan itu untuk menyimpab beberapa barang antik dan dan tamanan obat,”ucap Roki. “Tidak aku sangka kamu memikirkan itu juga,”kata Fira sambil berpikir.
“Kamu kira itu bangunan untuk apa?,”kata Roki.”Rahasia ilahi yang kamu sembunyikan,”kata Fira yang berjalan menuju ruang tengah.