
Rambut yang basah menetes di tubuh telanjang Kyoshi di air terjun. Surya yang memandangnya melihat tajum dengan potur tubuh Kyoshi membuat dia memalingkan wajahnya dan berkata,”Cepat pakai baju kamu?.”
Kyoshi yang masih berdiam diri mengabaikan kata Surya dan tetap membersihkan dirinya.”Kamu tahu aku sedang mandi di air terjun kenapa kamu ke sini, jika tidak ingin melihat diriku,”kata Kyoshi.
“Bukan seperti itu aku hanya ingin minta maaf makanya aku datang mencari kamu,”kata Surya yang masih memalingkan wajahnya. “Minta maaf soal apa?,”kata Kyoshi. “Karena aku telah meninggalkan kamu sendirian di lorong itu, sampai kamu bertemu dengan musuh,”kata Surya.
“Soal yang itu kamu tidak usah minta maaf, musuh memang datang tanpa prediksi,”kata Kyoshi.
Surya yang masih malu melihat tubuh Kyoshi hanya bisa membalikan badannya.”Sampai kapan kamu akan telanjang,”kata Surya. Kyoshi yang menoleh kearah Surya yang melihat ke arah lain merasa senang.”Untuk apa kamu malu bukannya kamu juga laki-laki, kita memiliki tubuh yang sama bagusnya,”kata Kyoshi yang berjalan keluar dari air.
Kyohsi berjalan dengan pakaian bawah yang sudah dipakai. Dia berjalan menuju Surya yang masih membelakangi Kyoshi. Dia mendekat sampai dia bisa berbisik,”Apa kamu tertarik dengan tubuhku, Surya.”
Surya menoleh kebelakang setelah mendengar perkataan darai Kyoshi karena tidak bisa dia terima kalau dia menyukainya. Dengan berani dia melihat ke belakang, tapi dia sangat terkejut kalau Kyoshi ada di belakangnya. Mata mereka saling memandang sampai Surya reflek ingin mundur. Tapi di peluk oleh Kyoshi terlebih dahulu.
“Kamu mau kemana?”ucap Kyoshi. “Ka..kamu bagaimana bisa ada di belakangku, bukannya kamu ada di sana tadi,”kata Surya yang gelagapan.
Kyoshi hanya memandang Surya yang gelisah sampai dia berkata,”Mau aku berikan kepada kamu.” Surya hanya terdiam mendengar kata yang dia ucapkan sampai dia melirik kearah lain. “Tidak buat mantan kekasih kamu saja,”Ucap Surya.
“Mantan kekasi, siapa yang kamu maksud?,”kata Kyoshi yang melepaskan pelukannya dan memakai pakiannya. “Tadi kamu bertemu dengan dia bukan saat aku meninggalkan kamu di lorong dia adalah musuh kita,”kata Surya.
“Ohhh dia bukan kekasihku atau mantanku. Dia teman lama yang berkhianat oleh organisasi. Siapa yang bilang kalau dia mantan kekasihku,”kata Kyoshi yang masih santai setelah memakai bajunya.
“Dia kakak kamU Kokoro,”kata Surya.”Kakak yang suka mengganggu adiknya tidak salah lagi pembuat masalah”ucap Kyoshi yang mengeluarkan aura hitan disekelilingnya karena masih kesal.
“Apa kamu masih baik-baik saja,”kata Surya yang khwatir.”Aku baik, ayo kita pergi ke tempat mereka karena aku sudah membersihkan tubuhku,”kat Surya yang menarik tangan Surya dan berjalan bersama menuju rombongan.
“Kamu tidak marah denganku,”ucap Surya.”Tidak untuk apa aku marah kepada kamu,”kata Kyoshi yang masih menarik tangan Surya untuk berjalan.
Mereka berdua yang berjalan bersama menunju ke tempat Roki sambil berbincang-bincang satu sama lain. Sampai Kyoshi berkata,”Jangan pernah menyukaiku, aku tidak pantas untuk kamu sukai.” Sampai mereka melihat rombongan Roki yang sedang beristirahat.
“Kamu sudah kembali,”kata Morgan yang sudah melihat dari kejauhan. “Apa terjadi sesuatu dengan kamu,”kara Roki yang menghampiri.
“Tidak ada,”ucap Kyoshi yang menuju ke arah kakaknya setelah melepaskan tangan Surya. Tangan yang hangat di lepaskan oleh Kyoshi Surya yang merasa tangannya kosong dan pikirannya setelah Kyoshi jangan menyukai dia karena dia tidak pantas untuknya. Hati Surya yang mendengar merasa hancur sampai Citra datang menghampiri kakaknya.”Kak dari mana kamu, kenapa kamu bisa bersama dengan Kyoshi kembalinya,”ucap Citra.
Roki menghampiri Kyoshi dan Morgan yang sedang bersama dia duduk di tempat yang sama. “Apa yang ingin kamu ketahui?,”kata Morgan yang melirik ke arahnya. “Aku hanya ingin tahu apa anggota khusus berkata sesuatu kepada kamu saat kamu berkelahi dengan mereka,”kata Roki.
“Berbicara apa yang kamu maksudkan,”kata Kyoshi. “Berbicara tentang alasan mereka datang ke sini,”kata Rok yang berhati-hati. Kyoshi mencoba mengingat apa yang terjadi saat dia sedang berkelahi dengan musuh tadi sampai dia tidak mendapatkan apa-apa.
“Tidak ada, karena aku sedang marah aku langsung membantai mereka tanpa sedikitpun memberikan mereka kesempatan untuk berbicara. Jadi maaf aku tidak mengetahui alasan mereka datang ke pulau ini,”ucap Kyoshi.
“Tidak apa. Aku berterima kasih karena kamu telah membantu kami di pulau ini,”kata Roki dengan sopan. “Kalau begitu kalian lanjutkan saja isirahatnya kita lanjutkan perjalanannya besok ke ruang bawah tanah,”kata Roki.
Di malam yang dingin mereka berisirahat menuggu fajar datang menyambur mereka dengan suara hembusan angin pagi. Semua yang sudah terbangun dan memulihkan tubuh mereka, melanjutkan perjalan mereka menyusuri pulau.
Sampai mereka menemukan jalan masuk ruang bawah tanah yang lain mereka masuk ke dalam. Untuk memeriksa apa ada sesuatu yang bisa mereka dapatkan. Satu demi satu mereka jelajahi sampai mereka di ujung ruangan yang terkunci.
“Tempat ini terkunci, apa ada barang bagus yang tersimpan di dalamnya,”kata Biyan. Moragn maju ke daoan untuk membuka kunci pintu sama seperti pintu pertama dia melakukanya. Tapi tanpa disangka pintu ke dua ini sangat berbeda dengan pintu pertama.
“Apa terjadi masalah,”ucap Roki yang datang menuju Morgan.”Tidak hanya berbeda sistem masuknya, tapi bisa kamu membukanya hanya butuh waktu saja,”kata Morgan yang sudah memasang perangkap sistemnya.
Beberapa orang penjang dan beberapa orang mengawasi kondisi di lorong sampai pintu di ruang terbuka untuk satu jam Morgan mengubah sistemnya dengan perangkat yang dia buat.
“Maaf menuggu lama. Kalian bisa mendorongnya,”kata Morgan setelah selesai membuka sistem pintunya.
Mereka secara bergilir masuk ke dalam ruangan. “Ini perpustakaan bukan,”ucap Citra. Mereka semua hanya terdiam dan berjalan menuju ke rak buku yang seperti ruang literasi dunia. “Apa ada buku yang menarik ditempat ini sampai ruangan ini di kunci dengan sangat baik,”kata Morgan.
“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita lihat saja dulu,”ucap Roki. Mereka semua berpencar darai rak satu ke rak yang lain mereka membuka buku satu demi satu.
“Bukannya ini sangat bagus sejara dunia dan sejarah alam semesta,”kata Blue. “Tapi tidak hanya itu saja buku ini juga menyeritakan berbagai sejarah sebelum pulau ini tidak berhrga,”kata Sita.
“Tuan muda, apa kita di sini dulu mempelajari buku ini mungkin saja kita menemukan sesuatu yang bagus di tempat ini. karena ada berbagai jenis buku,”kata Surya.
Sampai Morgan yang sudah selesai membaca buku dia menemukan satu buku yang bercahaya.”Apa itu,”ucap hati Morgan yang berjalan ke arah buku yang bercahaya. Roki yang melihat Mogan juga melihat cahay dari buku yang hendak dibaca oleh Morgan. Karena ingin tahu Roki berjalan ke arah buku yang bercahay dimana Morgan tertujuh.