Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Pulau Tidak Penghuni 12


Morgan dan Kyoshi yang masih mencari barang apa yang ingin dia ambil menyelusuri setiap ruangan. Kyoshi berjalan perlahan sampai mantanya menuju ke satu benda Senjata Dewa Alam semesta. “Apa kamu menyukainya,”kata Surya yang mengambil senjatanya.


Kyoshi mendekat ke Surya dan merangkulnya dan berbisik,”Senjata ini ringan dan nyaman untuk dipakai. Apa kamu mau memberikannya untukku.” Surya yang sudah terbiasa dengan suara bisikan Kyoshi hanya menoleh ke arahnya.


“Kamu menginginkannya,”kata Surya sampai mereka berpelukan. Sementara lain hanya memperhatikan sampai ada yang berkata,”Jika suka cium dan dapatkan hatinya.” Surya mendorong Kyoshi dan berkata,”Siapa yang suka, jangan asal omong.” Kyoshi yang terdorong hanya bisa tersenyum dan memegang senjata dewa alam semestra.”Bagaimana?,”kata Kyoshi yang sudah memegang seteng bagian darai senjata.


Surya menghela nafas,”Ini, ambillah.” Kyoshi menatap Surya yang seperti marah,”Kamu suka dengan senjata ini. Jika kamu suka aku akan berikan kepada kamu, aku bisa mencari yang lain. Asalkan kamu jangan marah dan bersedih karena aku.”


Surya memalingkan wajahnya dengan malu dia berkata,”Siapa yang ingin senjata ini. Kamu saja yang ambil aku tidak butuh senjata ini.” Surya yang mengulurkan senjatanya kepada Kyoshi dengan wajah yang memerah.


“Apa kamu yakin tidak akan marah jika aku memiliki senjata ini,”kata Kyoshi yang tiba-tiba menarik uluran tangan Surya saat dia memberikan senjata. Surya yang tertarik sangat terkejut dan mata mereka saling menatap satu sama lain.


Hingga Citra datang memisahkan mereka berdua,”Untuk apa kalian bermesraan di hadapan orang bnyak.” Surya memberikan senjata itu kepada Kyoshi dengan pakasa dan langsung pergi dari tempat mereka berdua.


Kyoshi menatap Surya yang lari setelah memberikan  senjata hanya bisa tersenyum sampai Citra menepuk punggung Kyoshi dengan tatapan tajam.”Kenapa kamu melihatku seperti ingin membunuh,”ucap Kyoshi yang merasa tidak nyaman oleh hawa Citra.


“Jika kamu mempermainkan kakakku. Kamu akan mati, mengerti,”kata Citra yang berjalan melewati  Kyoshi. Mereka berdua yang sudah pergi menjauh darai Kyoshi dia kembali melihat senjata yang dia temui. Perlahan dia menyalurkan aura jiwanya tanpa diketahui oleh orang lain sampai dia masuk ke dalam lautan senjata dewa alam semesta.


Kyoshi yang masuk ke dalam lautan jiwa senjata dewa alam semesta terkejut dengan pemandangan yang dia lihat.”Ini lautan jiwa yang penuh energi dan senjata yang tersegel.” Kyoshi menyelusuri lautan jiwa senjata sampai dia tersadar oleh panggilan kakaknya.


“Apa yang kamu dapatkan,”kata Koto. Kyoshi membuka matanya dan menghela nafas,”Kenapa kamu mengganggu aku kak.” Koto hanya memandang adiknay dan berkata,”Lihat itu Surya memandang kamu dari jauh.” Kyoshi melihat ke arah dimana kakaknya tadi bilang dan tersenyum ke arah Surya yang melihatnya dari jauh sambil menganggat senjata yang diberikan oleh Surya.


“Kamu memilih senjata itu,”kata Kokoro yang datang tidak setelah Koto. “Iya karena menarik,”kata Kyoshi. Sampai Kyoshi mengingat,”Dimana Morgan?.” Kokoro menunju ke arah dimana Morgan berada. “Aku akan pergi ke sana melihatnya,”kata Kyoshi.


Kyoshi yang awalnya ingin menghampiri Morgan terhenti karena melihat Roki dna dia berkata,”Aku ambil senjata ini ya Roki.” Sambil menunjukan senjata yang dia dapatkan. Roki hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum yang kemudian dia melanjutkan berjalannya ke arah Morgan yang melihat ke satu arah benda.


“Apa yang kamu lihat,”kata Kyoshi di depannya. Morgan melihat ke arah Kyoshi,”Kamu sudah menemukan apa yang ingin kamu ambil.” Kyoshi hanya menunjukan senjata yang dia bawa sambil tersenyum.


“Apa yang ingin kamu ambil sampai kamu berkata seperti itu,”kata Kyoshi. Morgan mengambil barang yang dia inginkan.”Cermin,”ucap Kyoshi yang kemudian melihat ke arah Morgan.


“Iya,”kata Morgan.”Bukannya pasti akan di ijinkan kamu mengambilnya. Itu hanya cermin biasa saja, kenapa kamu berpikir kalau Roki tidak mengijinkannya,”kata Kyoshi. Roki yang melihat Morgan dan Kyoshi yang sedang berbicara, membuat dia penasaran dengan benda apa yang di inginkan oleh Morgan sampai dia menghampiri mereka berdua.


Roki berjalan yang didampingi oleh Kim bersamanya.”Apa kalian sudah menemukan barang yang ingin kamu ambil,”kata Roki setelah sampai. Morgan melihat ke arah Roki yang datang.”Sudah hanya saja apa kamu mengijinkannya untuk mengambil Cermin ini untuk aku bawa pulang,”kata Morgan yang penuh hati-hati.


“Itu hanya cermin saja kenapa tidak mengambil yang lain saja. Ada banyak di sini kenapa kamu hanya ingin cermin itu saja,”kata Roki yang bingung. “Karena aku menginginkannya. Apa boleh aku mengambilnya,”kata Morgan.”Tentu saja, aku kira ada apa sampai kamu berwajah pucat seperti itu. Hanya cermin saja aku ijinkan kamu mengambilnya, apa kamu tidak ingin mengambil yang lain,”kata Roki.


“Tidak ini sudah cukup,”kata Morgan yang menyimpannya. Setelah semua barang disimpan mereka berjalan menuju ke arah ruangan yang lain yang ada diluar.”Mau pergi ke ruang hasil penelitian tidak,”kata Koto.


“Kita pergi ke sana dulu sebelum kita pergi ke luar melihat kondisi bayinya,”kata Sita.”Ayo kita pergi,”ucap Roki. Setelah ruangan di kosongkan dan barang sudah di simpan karena ada tempat penyimpanan ruang dimensi yang mereka temukan. Jadi mereka lebih mudah untuk menyimpan barangnya dengan aman.


Mereka menuju ke arah ruang hasil penelitian dimana para bayi ada di sana. Kyoshi, Morgan, Koto dan Kokoro yang ada di barisan belakang saling bertelapati.”Apa yang kamu ambil cermin biasa atau cermin dua sisi alam semesta yang ada di ruangan tersebut?,”kata Kyoshi yang menyadarinya.


“Sejak kapan kamu menyadarinya kalau aku mengambil cermin dua sisi alam semesta tigkat abadi,”kata Morgan.


“Jadi kita sama mengambil barang yang berharga dan terlarang ya,”kata Koto.”Apa kamu juga mengambil barang yang berharga,”kata Morgan.” Mereka berdua menganggukan kepalanya sambil tersenyum.”Tidak aku sangka sama-sama memilih hal yang bagus di tempat yang sama,”ucap Roki setelah melepaskan telepati batin.


Surya yang selalu memperhatikan Kyoshi selalu melirik ke belakang. Sampai Kokoro menyadari kalau Surya memperhatikan  Kyoshi. Kokoro menepuk dan mendorong Kyoshi sambil menunjukan dengan mata yang melirik ke arah Surya,”Tu.”


Kyoshi melihat ke depan setelah  Kokoro mendorongnya ke depan. Kyoshi membenturkan tubuhnya ke arah Surya yang ada di depannya. Yang tiba-tiba dia langsung memeluk dari belakang,”Apa kamu merindukan aku?.”


Surya menoleh ke belakang dan melihat Kyoshi memeluknya.”Lepas tidak,”ucap Surya yang berhenti berjalan.”Kenapa, bukanya kamu selalu memperhatikanku darai tadi. Apa kamu ingin kau perhatikan setaip detiknya agar hati kamu tenang,”ucap Kyoshi yang berbisik di telinganya.


“Sampai kapan kamu terus memeluknya yang lain sudah menjauh,”kata Surya. Tiba-tiba Kyoshi mendorong Surya sampai ke dinding dan mereka saling bertatapan. Surya yang merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap yang diberikan oleh Kyoshi dia mendorongnya. Tapi Surya yang sudah mendorong Kyoshi dengan kuat tidak bisa bergerak sedikitpun. Sampai Kyoshi mendekatkan wajahnya ke arah Surya. “Kamu ingin apa, sementara hanya kita berdua disini,”kata Surya yang melihat ke arah lain. Surya yang berdebar-debar hanya bisa menahan dirinya. Sampai dia merasa kesunyian di lorong itu, hanya mendengar suara nafas Kyoshi yang semakin mendekat. Hingga Kyoshi yang melihat sikap Surya tidak bisa menahannya.