Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Pembatalan 18


Mark yang mengetahui kalau Morgan bersama dengan Martin mencoba menghubungi Morgan tapi tidak ada jawaban. Sampai dia melihat ke arah Roki yang tiba-tiba bertanya kepada Moli kalau Martin memiliki kakak laki-laki atau tidak. Tapi wajah yang diberikan oleh mereka berdua sangat terkejut seperti menyembunyikan sesuatu.


Karena ada yang aneh dia bertanya kepada Roki,”Bagaimana mungkin Martin memiliki kakak laki-laki?.”Roki menatap ke arah Mark,”Apa benar dia tidak memiliki kakak laki-laki yang berbeda ayah.”


Moli dan Mela hanya terdiam sampai salah satu dari mereka berbicara.”Kamu tahu dari mana kalau dia memiliki kakak laki-laki?,”kata Moli.”Jadi itu benar kalau Martin memiliki kakak laki-laki,”kata Roki yang memastikan.


“Aku bertanya kamu tahu dari mana?,”kata Moli yang tajam dan waspada.”Kenapa kakak waspada dengan diriku. Aku hanya bertanya saja apa itu benar,”kata Roki yang masih tenang. Sampai ponsel Roki berdering dia mengangkat teleponnya.


“Kamu ada dimana?,”ucap Koto.”Kamu tahu nomerku dari mana”kata Roki menjawabnya.


“Itu tidak penting. Aku akan mengatakannya, jangan bilang kesiapa-siapa jika ingin mereka selamat,”kata Koto yang memutuskan teleponnya. Roki menatap ke arah kedua kakak perempuan Martin yang menuggu jawaban.


“Kakak tidak jawab jadi aku tidak bisa berkata,”ucap Roki.”Kenapa?,’ucap Mela yang berdiri dengan penuh amarah.


“Jika kakak ingin selamat aku harus tutup mulut,”kata Roki yang tersenyum. “Apa yang kamu ketahui tentang keluarga Martin, Roki,”ucap Moli yang menahan amarah.


Sampai Roki yang melihat tanda yang aneh dileher kak Moli dan kak Mola. Tanda yang sama dengan Organisasi Kegelapan Jiwa. Roki yang mengetahuinya hanya menatap saja sampai dia berkata,”Kak, kmau berpihak ke siapa?.”


Mereka berdua kembali terkejut dengan kata yang dilontarkan oleh Roki. Mark yang mendengarnya hanya berkata,”Apa maksud kamu? Kata kamu agak kasar untuk kakak kamu ini bukan.”


“Apa yang kamu katakan memang benar. Tapi aku juga memiliki masalah dengan pihak kakak Mola dan kak Mela,”ucap Roki yang menatap ke arah mereka berdua.


“Kamu mengancam mereka berdua Roki,”kaya Lin.”Tidak. Tapi kalian berdua ini siapa dari tadi kalian bertanya tapi tidak mengenalkan diri kalian. Aku juga bingung,”kata Roki.


“Mereka berdua adalah Lin dan Teo teman Martin. Apa itu sudah cukup?,”kata Mark. “Sekarang giliran kamu apa maksud dari perkataan kamu,”kata Mark.


“Perkataanku yang mana?,”ucap Roki.”Tadi kamu berkata apa Moli dan Mela ada dipihak yang sama atau tidak. Setelah itu kamu apa yang kamu maksdukan dengan Martin memiliki kakak laki-laki tidak,”kata Mark.


“Bukannya itu hanya pertanyaan saja untuk kakak Moli dan Mela saja. Apa yang salah dari pertanyaanku,”ucap Roki.


“Aku tahu kalau kamu sudah menikah dengan Kak Moli. Tapi tidak semua harus kamu yang bertanggung jawab bukan,”kata Roki. Mark kembali terdian sampai Mela berkata,”Kenapa kamu bisa menyimpulkan kalau aku bukan dipihak yang sama dengan kamu.”


“Tanda yang ada dileher kakak saat kakak marah tadi membuat kau ingin membunuh kakak”ucap Roki yang dingin. Moli dan Mela menutup tanda yang ada di leher mereka dengan salah satu tangannya.


“Ini hanya tanda biasa saja kenapa kamu sangat membencinya,”kata Moli.”Aku tidak suka dengan tanda yang telah membunuh kedua orang tuaku,”kata Roki yang berdiri. Mereka berdua yang sudah tahu tidak terlalu terkejut.


“Kalian benar kakaknya Martin bukan atau hanya penyusup yang menyamar,”kata Roki yang ingin keluar. Tapi Lin dan Teo menghadang mereka berdua.”Bisa kita bicara dengan tenang,”ucap Lin.


“Tenang. Bukannya kalian yang tidak tenang saat kita berbicara tadi,”ucap Roki. Roki yang merasakan ada suasana yang aneh disekitar mereka membuat Roki waspada.”Kim bisa kamu jangan jauh-jauh dariku mulau sekarang hari ini di sini,”kata Roki.


Kim yang mendengar perkataan tuannya langsung mendekat kepadanya. Dia tahu kalau ada sesuatu yang yang besar akan terjadi. “Roki,”ucap kak Moli yang berdiri bersama dengan Mela.


Mereka berdua hanya tersenyum dan berjalan ke arah Roki dengan santai.”Kamu tidak bisa melawanku. Jika kamu tahu semuanya juga mereka yang ada disini tidak akan percaya dengan perkataan kamu,”kata Mela. Roki tersenyum,”Apa yang kakak katakan itu benar. Tapi dimana mereka berdua sekarang?.”


“Kamu ingin tahu dimana mereka jawab dulu pertanyaanku. Jika kamu tidak ingin nasibnya sama dengan mereka yang sudah aku bunuh,”kata Moli dengan berbisik. Mark yang melihat tidak tahu apa yang mereka bicarakan hanya bisa menuggu.


“Silakan saja,”ucap Roki yang mendapatkan pesan dari 0013. Roki melihat pesannya setelah mereka menjauh darinya dia terkejut dengan apa yang dikirimkan oleh 0013.”Ini,”kata Roki yang memegang kepalanya.


Dia membalas pesannya,”Selamatkan mereka bertiga dan bawa mereka ke pulau untuk perawatan.”Tidak lama kemudian Kyoshi menghubungi Roki setelah dia mendapatkan pesan.


‘Kenapa telepon,”ucap Roki.”Santai saja aku hanya ingin bertanya apa kamu bertemu dengan salah satu darai ketiga orang yang aku kirim ke emali kamu,”kata Kyoshi dalam telepon. Roki melihat emailnya dan melihat foto yang sama persis yang dikirim oleh 0013.


Roki membalas pesan emailnya dengan pesan yang diberikan oleh 0013 dengan tambahan mereka aku bawa ke pulau untuk pengobatan. Kyoshi mendapatkan pesan dari Roki yang berupa foto dan catatan.


“Inikan Maru dan ini kedua kakak Martin,”ucap Kyoshi yang bersama dengan Zen di pulau. “Bagaimana apa dapat pesan baru?,”kata Zen. Kyoshi memberikan pesan dari Roki Zen melihatnya dan terkejut.”Mustahil kalau Maru terluka dan dimana kedua orang kita,”kata Zen.


“Aku tidak tahu,”kata Kyoshi.


Di tempat Roki yang masih bersama dengan Mark dan kedua orang penyusup.”Kenapa kamu diam saja?,”kata Mela.


“Kenapa memangnya, aku juga sibuk kali memang tidak boleh kalau aku membalas pesan daru rekan kerjaku. Ini bisnis tidak bisa dilewatkan,”ucap Roki dengan santai.


“Kamu masih bisa santai,”kata Moli yang ada dibelakang Mark. Mark yang tidak tahu hanya bisa santai dan senang dirangkul oleh istrinya.


“Aku tidak tahu Martin ada dimana,”kata Roki dengan percaya diri.”Apa benar kamu tidak tahu, jika kamu tidak tahu apa maksud darai pertanyaan kamu apa Martin memiliki kakak laki-laki tidak,”kata Mela.


“Itukan aku bertanya karena tempo hari ada yang mengatakan kalau dia adalah kakak Martin. Makanya kakak yang sebagai keluarganya aku ingin bertanya kebenaran itu,”kata Roki yang bisa membuat suasana berubah.


“Apa benar dengan yang kamu katakan,”ucap Mela.”Iya,”kata Roki.”Jika seperti itu kenapa kamau berpikir kalau kami bukan dari pihak yang sama hanya melihat tanda di leher kami,”kata Moli yang siap mengeluarkan senjata.


“Itu karena aku pernah tertipu yang mengakibatkan kedua orang tuaku meninggalk apa itu sudah cukup,”kata Roki.”Jika tidak ada aku ingin pergi sekarang. Karena masih ada pertemuan dengan perusahaan B hari ini karena aku undur untuk bertemu dengan kamu,”kata Roki.


“Jika kamu mengetahui Martin ada dimana beritahu kami ya,”kata Mark.”Ok,”ucap Roki bersama dengan Kim keluar dari gedung.


Mereka berdua yang sudah keluar dari gedung yang dikejutkan dengan Lin dan Teo yang sudah ada didepan mobil Roki.”Apa kita bisa berbicara,”ucap Lin.


“Bicara apa,”kata Roki.


“Tapi tidak disini kita berbicara,”kata Lin.