Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Tewasnya Domino


Mereka berkumpul pada satu tempat dan saling memandang satu sama lain karena pada satu kelompok yang berbeda.”Siapa dia Mola,”kata Beri. “Mereka adalah teman adik lakiku, yang kebetulan akan berjaga di sini untuk beberapa hari,”kata Mola.


“Berjaga dari apa,”ucap Bala. “Dari maha bahaya yang datang tidak diundang,”kata Mela. “Jika mereka tinggal dalam satu rumah, kita juga boleh dong tinggal bersama kamu untuk beberapa hari,”kata Bara. Mola melihat kearah Mark,”Boleh.”Mark hanya tersenyum,”Ini kan rumah kamu yang bisa memutuskan kamu bukan aku, kitakan belum mengikat janji. Tapi jika kamu mau ijinkan mereka tinggal disini juga tidak apa. Untuk membantu kamu melepaskan rasa sedih.”


“Dia bilang bolehkan,”ucap Bita. Sampai salah satu dari mereka mendapatkan pesan dari Martin yang memberikan ada sisa penyusup yang akan datang kesitu. “Semuanya bersiap, ada tamu akan datang,”kata Mark.”Berapa orang yang akan datang,”kata Lili.


“Bersiap saja,”ucap Mark.”Apa mereka akan datang lagi,”kata Mela.”Kalian tidak usah takut semua sudah dipasang prangkap. Jadi mereka tidak akan datang,”ucap Mitra.


“Sebenarnya siapa yang kalian ajak menjadi musuh,”kata Tema.”Itu bukan urusan kalian,”kata Alex yang melewati mereka dan berjalan keluar. Semua ketegangan menjadi kesunyian hingga malam tiba mereka yang ingin datang semua telah dibinasahkan tanpa jejak.


“Bagaimana?,”kata Mark. Mitra tersenyum,”Semua beras. Apa mereka sudah tidur?.” Mark menganggukan kepalanya dan meninggalkan Mitra dengan cahaya bulan malam itu.


~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~~


Sementara Martin, Morgan, Rong Shi dan Ling Yong pergi ke pulau berkabut untuk mencari Domino. Dengan beberapa anak buah yang sedikit dia menyerang markas Donimo dengan formasi penghancur jiwa. Sampai di tempat dimana mereka akan perpisah Martin memberitahukan rencananya dengan di tempatkan pada posisi yang berbeda. Setelah semua rencana diberitahukan mereka semua pergi ketampat yang di instruksikan.”Kalian tahukan apa yang harus kalian lakukan?,”ucap Martin yang melihat pulau dari kapal.


“Kami mengerti,”kata mereka bertiga.”Pergilah,”ucap Martin dengan tajam.”Kalian yang datang akan musnah malam ini,”ucap Martin.


“Hai Morgan. Apa yang terjadi dengan Martin,”kata Rong Shi.”Tidak biasanya dia begitu dingin saat kita akan menyerang musuh didepan kita,”kata Rong Shi lagi.”Apa kamu tidak tahu kalau auranya sudah dikeluarkan bukannya musuh yang kita akan hadapi akan menghilang tanpa jejak,”ucap Morgan. “Aku merasa akan menjadi menarik malam ini,”kata Ling Yong yang tersenyum.


Malam gelap dan dingin ini akan menjadi malam terakhir mereka untuk pergi dari dunia ini. Angin kencang datang ke pulau berkabut. Domino berada pada pulau merasakan hawa kehadiran seorang yang tidak dia ketahui. Martin yang telah menyusup ke dalam pulau masuk ke tempat dimana Domino berada. “Apa kamu senang?,”ucap Martin dari balik pintu.


Domino yang tidak tahu akan kehadiran orang itu membuat dia terkejut.”Siapa disana?,”kata Domino.”Siapa, tidak penting. Kamu akan tahu setelah kamu masuk ke dalam neraka,”kata Martin yang dingin masuk kedalam.


Martin tertawa dengan dingin dan berkata,”Aku adalah iblis penjabut nyawa kamu malam ini.” Martin yang sudah memasang formasi jiwa disekitar siap untuk menyerang Domino.”Hahahahah,”suara Domino yang sudah tahu kalau dia memasang formasi jiwa.”Kamu kira dengan memasang formasi jiwa kamu bisa membunuhku, jangan berharap tinggi,”kata Domino yang melemparkan pisau berajun kepada Martin.


Martin menangkap pisau beracunya dengan santai,”Pisau beracun tingkat 6. Bagimana kalau aku berikan yang lebih tinggi tingkatnya.” Martin yang mulai mengaktifkan formasi jiwa yang sudah dianggap remeh oleh Domino.  Karena sikap sombong Domino yang tidak ingin melakukan penjegahan dia mendapatkan akibat darai sifat kecilnya. “Tekanan apa ini? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak, mustahil karena formasi jiwa,”ucap Domino dengan kecil.


Martin berjalan kearah Domino yang tidak berdaya,”Kenapa? Apa sakit?.” Domino melirik tajam kearah Martin.”Siapa yang menyuruh kamu datang kesini? Aku akan membayar 3 kali lipat darai mereka yang menyuruh kamu,”kata Domino yang mencari titik lemah musuh.


“Tiga kali lipat,”ucap Martin dengan sinis. Martin mendekat kepada Domino dan berbisik,”Aku ingin nyawa kamu.” Martin kembali berjalan dibelakang dia,”Kamu tahu tidak kenapa aku datang jauh kesini hanya ingin nyawa kamu.”


“Siapa kamu, apa mau kamu datang kesini. Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan,”kata Domino yang mengulur waktu untuk melepaskan Formasi jiwa. Martin yang menyadari kalau dia mengulur waktu di saat itu juga dia menyuruh anak buahnya untuk menyerbu semua bawahan Domino dengan rencana yang sudah disiapkan.


“Kamu kira dengan kamu melepaskan formasi jiwa kamu tidak akan mati,”kata Martin dibelakangnya. Domino yang mencoba melepaskan formasi mendapatkan serangan kristal pedang yang membuat Domino terkejut dengan lawan yang dia tidak ketahui. Tapi Domino yang hambpir melepaskan diri dari Formasi Jiwa bisa menghindar dengan sedikit luka pada bagian tubuhnya. Sebelum dia mati dia menyerang Martin dengan aura jiwa level 6 yang dia milkik. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan Domino. Sebelum dia dia mendapatakan serangan balikan Domino memanggil penjaganya dan anak buahnya untuk datang tapi mereka tidak datang. “Penjaga,”ucap keras Domino.


Martin yang masih santai dan tidak tertekan dengan aura jiwa yang diberikan oleh Domino berjalan perlahan menujunya.”Apa hanya ini saja kemampuan kamu,”kata Martin. Domino yang sudah menguras semua tenaganya dalam melepaskan Formasi Jiwa dan mendapatkan luka bagian tubuh hanya bisa mundur. Tapi sangat disayangkan rencananya untuk kabur dihalau oleh prisai pembatas. Yang membuata Domino tidak bisa kabur dan Martin.”Siapa kamu?,”kata Domino yang mulai takut. “Krsitas es jiwa kematian,”ucap Martin yang mengeluarkan serangan ketiga untuk membunuh Domino. "Kamu ingin tahu jawabannya di neraka,”kata Martin yang menyerang dengan  kristal es jiwa kematian. Domino yang mecoba menahan seranganya tidak bisa bertahan lama, yang dia dapatkan hanya menguras tenaga jiwanya dan tewas dalam genggaman tangan Martin. Jiwa yang tinggal sedikit Martin berkata,”Kamu membunuh dan menghancurkan keluargaku. Kamu pantas mendapatkannya.”


“Apa,”ucap Domino yang tingga menuggu kematian.”Kamu adalah...,”Kata terakhir yang tidak diselesaikan oleh Domino karena jiwanya telah diserap si putih. Peliharaan Martin yang datang pada saat itu karena aura jiwa Martin memanggil dia.


“Apa kamu baik-baik saja,”kata Morgan dari belakang kerena semua musuh telah dihabiskan. Martin yang duduk termenung dan melihat kearah langit.”Apa ibu sekarang baik-baik saja diatas sana,”kata yang keluar dari mulut Martin tanpa sadar.


“Kita biarkan saja untuk sementara. Bereskan semua mayat ini dan buang dia ke lubang buaya untuk makan para binatang,”kata Morgan.”Bukannya kamu terlalu kejam terhadap jiwa yang menderita ini,”kata Lili.


“Siapa yang kejam,”kata Morgan.”Mereka duluan yang memulai perperangan ini,”kata Rong Shi. Mereka semua pergi meninggalkan Maritin dalam kesendirian dan membereskan semua yang ada di pulau.