
"Aku sayang kamu cris, aku bakalan jaga hubungan ini dan aku janji gak bakalan ninggalin kamu dkarena keluarga mu yang gak setuju dengan hubungan ini karena aku cinta dan sayang banget sama kamu" kata ku berbicara kepada cincin yang aku kenakan lalu aku menciumnya. Dan mencoba untuk tidur ya karena besok aku harus sekolah dan kembali berkerja.
Keesokannya aku kembali ke aktivitas seperti biasa ke sekolah dan lainnya tapi entah kenapa pikiran ku melayang saat aku melihat jam di tangan ku baru menunjukan jam 19 siang beberapa jam lagi crisan akan pergi tapi kenapa dia tak menghubungi ku. Entah lah semakin aku memikirkannya semakin aku pusing dengan apa yang akan terjadi nantinya sekitar setengah jam kemudian jam pelajaran pun selesai aku langsung menuju taman yang tak jauh dari kelas ku saat sedang duduk sambil menikmati bekal makan siang ku tiba tiba saja hp ku berbunyi saat aku melihatnya ternyata crisan yang menelfon ku langsung saja aku mengangkatnya.
"Halo?" Kata ku
"Ada dimana?" Kata crisan kepada ku
"Ada di taman sekolah kenapa?" Kata ku kepadanya ya siapa tau saja dia ada di sini.
"Sudah makan siang?" Kata crisan dengan nada khawatir.
"Ini lagi makan. Kamu ngak siap siap?" Kata ku kepada crisan
"Sudah semua sudah di kerjakan sama pembantu ku" kata crisan kepada ku.
"Oh terus sekarang kamu ada di mana?" Kata ku kepada crisan
"Ada di jalan mau ke bandara" kata crisan ya aku memang mendengar suara suara bising
"Bukannya sekarang masih jam 11 dan kamu berangkatnya jam 1 siang nantik?" Kata ku kepada crisan
"Iya Mama ku masih rapat nantik nyusul ke bandara langsung berangkat jadi aku berangkat duluan" kata crisan kepada ku.
"Oh sama temen temen mu kamu di sana?" Kata ku kepada crisan karena aku tak melihat Batang hidung ke lima teman teman crisan.
"Ngak bukannya mereka sekarang ada ujian di sekolah" kata crisan kepada ku aku menjawab dengan anggukan saja.
"Al?" Kata crisan memanggil ku
"Hemmm apa?" Kata ku kepada crisan
"Kamu baik baik di sini ya?" Kata crisan kepada ku saat dia mengucapkan itu sepertinya ada rasa khawatir yang sangat mendalam.
"Iya sudah lah gak usah khawatir aku cewek kuat aku pasti baik baik aja kok di sini" kata ku kepada crisan mencoba untuk menyakinkan nya ya walau pun aku sendiri tak yakin dengan ucapan ku sendiri.
"Aku sayang sama kamu dan kamu itu pacar ku ya wajar donk aku khawatir sama kamu" kata crisan kepada ku
"Iya ya sudah jangan cengeng" kata ku mencoba mengejek crisan
"Hei aku ini laki laki kuat siapa yang cengeng cobak dasar" kata crisan kepada ku.
"Ya ya ya anak Mama" kata ku sambil tertawa terbahak bahak saat mengucapkan itu.
"Kalau saja saat ini aku ada di sana pasti aku sudah membunuh mu" kata crisan dengan suara yang sangat geram seakan akan dia akan marah kepada ku.
"Kamu gak bakalan tega ngelakuin itu karena kamu sayang sama aku" kata ku kepada crisan
"Hemm.... mmmm ya ya ya kamu memang bener aku gak bisa berbuat apa apa kepada kesayangan ku ini" kata crisan kepada ku
"Iya donk" kata ku kepada crisan dengan suara yang sangat percaya diri
"Al?" Kata crisan kembali memanggil ku
"Hemmm apa lagi?" Kata ku kepada crisan.
"Aku sudah Sampek bandara dan Mama ku juga sudah Sampek jadi aku berangkat dulu ya?" Kata crisan kepada ku
"Iya kamu hati hati di jalan dan jaga diri baik baik ya di sana?" Kata ku kepada crisan karena aku khawatir kepadanya.
"Iya pasti kamu juga ya?" Kata crisan kepada ku.
"iya pasti ya sudah sana matiin aku juga mau kembali ke kelas bentar lagi juga sudah bel" kata ku kepada crisan. Erbohobg ya walau pun bel istirahat sudah dari tadi berbunyi tapi aku tak mematikannya karena aku tau pasti akan lama sampai crisan akan menelfon ku kembali.
"Iya ya sudah ya I Love you Al" kata crisan kepada ku
"Iya I Love you too" kata ku kepada crisan.
Setelah itu crisan mematikan telfon yang terhubung dengan ku aku meletakan hp ku kembali ke dalam saku ku. Saat aku melihat ke langit ada pesawat yang terbang mungkin crisan menaiki pesawat itu dan mungkin saja tidak. Entah lah tapi aku berharap kalau semuanya akan baik baik saja begitu pun juga dengan crisan aku berharap dia akan baik baik saja di sana.
Setelah membereskan beberapa buku dan bekal yang aku bawa selesai aku pun kembali ke kelas ya di kelas tak ada guru kebetulan tadi ada guru yang masuk dan mengatakan kalau mereka tak bisa mengajar. Karena tak ada pelajaran maka kami pun di pulang kan aku langsung menuju ke restoran dimana Amelia berada ya setelah kejadian kemarin entah bagaimana nasib reatoran. Saat sampai aku langsung Menganti pakaian ku dengan pakaian karyawan Amelia juga sudah datang.
"Rame banget berkat bantuan ke lima tuan muda itu wanita wanita yang ada di luar di suruh masuk dan di suruh makan jadi kita banyak pelanggan dan mereka berlima membantu kami melayani para pengunjung bahkan kami baru tutup jam 12 malam tadi malam" kata Amelia dengan gembiranya
"Maaf ya gak bisa bantu bantu di sini kemarin" kata ku kepada Amelia karena aku merasa tak nyaman dengan Amelia karena aku berkerja di sini tapi tak membantunya malah pergi bersenang senang dengan crisan.
"Gak papa kok lagian kami rame juga berkat kamu, dia datang ke sini katanya kangen sama kamu dan dia juga bilang kalau dia bakalan berangkat sekarang ke Jepang jadi nyempatin waktu buat berdua sana kamu" kata Amelia kepada ku.
"Iya dua sudah berangkat tadi" kata ku kepada Amelia
"Kamu gak papa?" Kata Amelia tampak khawatir dengan diri ku
"Memangnya aku kenapa?" Kata ku kepada Amelia karena aku bingung dengan ucapannya.
"Crisan adalah pacar pertama kamu dan aku tau kalau kamu sudah mulai suka sama dia. Tapi apa gak papa kalian jauh jauhan sepeti ini selama 1 bukan Al? Kamu tau kan kalau satu bulan itu bukan waktu yang sebentar Al" kata Amelia ya aku tau kalau dia khawatir dengan diri ku.
"Gak papa kok udah gak usah khawatir semuanya baik baik aja kok oke?" Kata ku meyakinkan Amelia.
"Kamu serius?" Kata Amelia masih tak percaya
"Iya aku serius sudah lah lagian kan masih ada kamu yang selalu ada buat aku" kata ku kepada Amelia
"Iya aku hanya kasihan aja sama kamu al, masa pacaran baru beberapa hari sudah di tunggal tinggal sepeti ini. Biasanya kalian tuh lagi seneng senengnya sekarang dan lagi mesra mesranya sekarang" kata Amelia dengan nada kesal.
"Ada yang butuh dia dan orang orang itu lebih butuh di bandingkan diri ku Mel" kata ku sambil menundukkan kepala.
"Tebang Al aku bakalan selalu ada buat kamu di sini karena kita adalah sahabat" kata Amelia sambil memeluk diri ku dengan sangat erat bahkan aku sampai susah untuk bernafas.
"Iya iya tapi jangan gitu peluknya aku susah nafas Mel" kata ku kepada Amelia sambil mendorong tubuhnya agar menjauh dari ku.
"He he he he iya iya maaf aku kan cuman mau ngasih kamu semangat aja Al" kata Amelia sambil melepaskan pelukannya dari tubuh ku.
"Hemm... mmmm iya ya" kata ku menghela nafas.
Setelah itu aku dan Amelia kembali sibuk dengan aktivitas kami ya kami melayani para pelanggan yang datang untuk makan. Sekitar jam 10 malam toko milik Amelia tutup aku pulang ke rumah tapi saat sampai di deoan rumah ada begitu banyak mobil dan orang orang ber jas hitam serta berkaca mata hitam aku memasukkan sepeda motor ku ke dalam bagasi lalu menguncinya rapat rapat. Dengan ceoat aku masuk ke dalam rumah ternyata di rumah ada seorang tamu entah siapa aku tak dapat melihatnya papa dan Mama ku menghampiri ku dengan wajah gembira entah apa yang mereka dapatkan hingga mereka begitu senang.
"Siapa mereka ma pa?" Kata ku kepada Mama dan papa
"Oh katanya dia adalah ibu dari crisan dan dia datang ke sini hanya ingin bertemu dengan kamu, ceoat kamu temui dia" kata mama ku dan hal itu membuat ku kaget bukannya dia ada di Jepang bersama dengan crisan tapi kenapa dia ada di sini aku jalan menghampirinya dan duduk di kursi tepat di depannya.
"Akhirnya kami datang" kata ibu crisan dengan nada yang sangat dingin.
"Ada apa Tante mencari saya?" Kata ku kepada ibu crisan ya aku tak ingin bertele-tele tele dan berbincang terlalu lama dengannya.
"Ini" kata ibu crisan sambil menyodorkan sebuah amplop coklat kepada ku
"Apa ini?" Kata ku sambil mengambil dan membukanya betapa kagetnya aku di dalam amplop ada sejumlah uang yang sangat banyak.
"Itu ada sejumlah uang bagi ku itu tak seberapa tapi aku tau kalau bagi kalian yang itu sangat banyak dan aku dengar kalau toko kalian di hancurkan karena kalian tak bisa membayar sewa bulanannya dnan dengan itu kalian bisa membuka toko kembali bahkan kalian bisa membuka 4-5 cabang toko baju" kata ibu crisan kepada ku dan cara bicaranya seakan akan dia mengejek keluarga kami yang miskin.
"Apa maksud anda memberikan kami yang ini?" Kata ku kepada ibu crisan.
"Aku hanya mau kamu menjauhi anak saya, seharusnya kamu tau kalau keluarga mu dan keluarga ku tak akan pernah bersatu. Apa kalian masih tak paham baik akan aku jelaskan secara detail kalian dari kalangan orang miskin sedangkan kami orang kaya apa kata orang jika kami dari keluarga veldor yang memiliki perusahaan nomer satu di negara ini mempunyai menantu yang miskin dan udik seperti diri mu jadi aku rasa uang itu cukup untuk kmu menjauhi ank ku kalau kurang maka kamu tinggal sebutkan saja berapa jumlah yang kamu mau maka aku akan memberikannya dengan syarat kamu menandatangani surat ini dan menjauhi ank ku" kata ibu crisan dmsmabil menyodorkan sebuah surat ke arah depan ku aku melihat di sana tertulis kalau aku sudah menerima sejumlah uang dengan syarat harus meninggalkan crisan apa ini yang di maksud crisan kalau aku harus baik baik saja di sini. Aku melihat ke arah ibu crisan dan memasukkan kembali sejumlah uang yang ada di amplop aku menaruhnya di atas surat itu dan meletakkannya ke depan ibu crisan.
"Maaf tapi aku tak butuh uang mu, aku sudah. Berjanji dengan crisan apa pun yang terjadi kami tak akan pernah putus termaksud jika hal itu menyangkut Anda. Dan saya tau kalau toko pakaian saya juga terjadi akibat Anda mendatangi pemilik toko laku menyuruhnya agar kami membayar sewa lebih mahal. Tapi maaf aku tau kamu tak setuju tapi aku akan terus kan hubungan ini sampai crisan sendiri yang memutuskan hubungannya dengan ku. Jadi jika Anda ingin anak Anda tak berhubungan dengan saya sebaiknya Anda menyuruh anak Anda untuk mengatakannya sendiri kalau dia akan meninggalkan ku. Maka aku dengan suka rela meninggalkannya meskipun hati ku berat" kata ku kepada ibu crisan
"Kamu akan menyesal menolak ini" kata ibu crisan dengan nada mengancam
"Dan saya yakin seribu persen kalau saya tidak akan menyesal jadi sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum aku berteriak dan meminta warga untuk datang" kata ku sambil menunjuk ke arah pintu keluar dan masuk rumah ku
"Kamu akan menyesali apa yang kamu lakukan terhadap ku hari ini" kata ibu crisan sambil berdiri dan mengambil surat serta uang yang mereka sodorkan tadi kepada ku.
Setelah itu ibu crisan dan 2 pengawalnya keluar dari rumah ku. Aku langsung mengunci rumah ku dan langsung masuk ke dalam kamar. Saat di dalam kamar entah kenapa air mata ku jatuh kenapa orang miskin selalu saja di tindas bahkan kami tak mempunyai salah. Tak lama kemudian pintu kamar ku terbuka ternyata ibu dan ayah ku masuk.
"Kamu harus kuat karena kami akan selalu mendukung kamu" kata ayah kepada ku
"Iya betul Mama juga pasti akan mendukung kamu dan abaikan ucapan dari nenek sihir itu. Buktikan kepadanya kalau hubungan kalian bisa lanjut lebih lama bukan karena harta dan tahta. Sekarang kamu hapus air mata kamu dan tidur oke" kata mama ku kepada ku aku mengangguk-angguk kepala lalu mereka keluar.
Saat mereka keluar aku memikirkan perkataan mereka dan benar aku harus kuat. Aku menghapus air mata ku dengan kasar laku berjalan ke arah tempat tidur. Ya aku pasti bisa melewati semuanya dengan baik tanpa ada yang di salah kan dan hubungan ini pasti akan berlanjut dan semoga mereka bisa menyetujui hubungan kami suatu saat nanti karena aku benar benar tulus mencintai crisan. Setelah itu ku pun tidur.