Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 07


( Adeva )


Setiap hari Tritan selalu ada untuk ku bahkan aku tak pernah melihatnya berkerja. Ya kadang dia bekerja tapi audah bebebrapa hari ini dia selalu ada di rumah dan dia setia menemani diri ku. Entah lah aku tak tau mengapa dia begitu. Sekarang aku sedang di perjalanan entah dia akan membawa ku kemana tapi sejak tadi aku bertanya kepadanya tapi dia hanya diam sambil tersenyum melihat ku dan hal itu membuat ku kesal jadi aku hanya diam dan melihat ke arah jendela.


"Sudah donk jangan cemberut gitu" kata Tristan kepada ku sambil terus menyetir. Ya aku memang sejak tadi menggunakan wajah cemberut itu karena aku kesal sekali karena dia tak memberitahukan ku kita akan kemana.


"Biarin" kata ku kepada tristan sambil terus melihat ke luar jendela.


"Ayo donk, nih kita sudah Sampek ayo kita turun" kata Tristan kepada ku sambil emnghentikan mobilnya. Aku oun keluar dari mobil begitu pun dengan dia.


"Butik buat apa kita ke butik?" Kata ku keoada Tristan ya karena aku sedang berdiri di depan butik yang sangat terkenal mahal di kota ini.


"Ayo kita cari baju buat aku sama kamu setelah itu kita ke tujuan selanjutnya" kata Tristan kepada ku.


"Kemana dulu baru aku mau masuk ke dalam" kata ku kepada tristan gapi lagi lagi dia menatap ku dan tersenyum ke arah ku lalu menarik ku masuk ke dalam.


"Yah yah kok malah di tarik sih" kata ku kepada tristan tapi dia malah menghentikan langkahnya membuat ku membentur tubuh bagian belakangnya.


"Apaan sih tiba tiba berhenti gitu tambah Betek aku nih huh" kata ku kepada triatan tapi dia melihat ke arah ku dan langsung mengendong ku aku kaget sampai teriak mintak di turunkan tapi dia terus membawa ku masuk dan saat sampai di dalam dia menurunkan ku tepat di depan para pelayan perempuan dan hal itu membuat ku malu. Jadi aku bersembunyi di belakang Tristan ya karena aku snagat malu kepada para pelayan itu.


"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" Kata salah satu pelayan yang paling depan berkata kepada tristan.


"Tolong ambilkan gaun hitam untuk kekasih ku, dan buat dia menjadi cantik" kata Tristan kepada pelayan itu kata kata kekasih membuat ku melotot ke arahnya.


"Gak mbg saya bukan kekasihnya, jangan sembarangan bicara ya kamu aku bukan kekasih atau pacar kamu ingat" kata ku kepada tristan sambil menatapnya dengan kesal.


"Bentar lagi juga kamu bakal jadi pacar aku kok sudah sana" kata Tristan kepada ku sambil mendorong tubuh ku ke arah pelayan yang paling depan.


"Mari nona ikuti saya" kata pelayan itu kepada ku sambil menunjuk ke arah belakang.


Setelah itu aku pun mengikuti pelayan itu bebebrapa pelayan pergi ke berbagai arah. Aku di suruh menu ggu di depan ruang ganti aku berdiri sambil melihat gaun gaun yang sangat cantik tiba tiba mata ku terpikat satu gaun. Ya gaun itu sangat cantik bagian atas hanya menutupi dada tapi ada tapi yang mengikat ke leher dan bagian bawah tidak terlalu panjang dengan lukisan di bagian bawahnya dan juga gaun itu berwarna putih, tapi sekarang aku tak membawa uang saat keluar rumah ya sudah lah aku kembali besok saja. Aku sangat sangat menyukai gaun ini rasanya saat ini juga aku ingin memakai gaun itu tapi tidak bisa, yang aku suka dari gaun itu adalah bagian lukisan yang ada di baju itu menggambarkan sebuah kita kuno yang sangat asri dan juga indah penuh dengan warna, tiba tiba pelayan pelayan itu pundatang dengan bebebrapa gaun di tangannya aku mencobanya satu persatu tapi tak ada yang cocok dengan Tristan dan hal itu membuat ku lelah ya karena sudah bebebrapa gaun yang banyak sekali aku coba tapi tak ada yang cocok di mata Tristan setelah itu salah satu pelayan mengatakan ada satu gaun terakhir dia pergi mengambil gaun itu. Tak lama kemudian dia kembali ya gaun yang di bawanya bagus dan juga cantik. Dengan lelah aku pun masuk ke dalam ruang ganti dan memakai baju itu. Dengan malas aku keluar dari ruang ganti ya siapa tau sebentar lagi aku akan di suruh ganti baju lagi.


"Gimana?" Kata ku kepada tristan sambil melihat ke arah gaun yang snagat aku suka itu


"Oke bagus, kita ambil ini, dan kalian buat dia menjadi cantik" kata Tristan kepada para pelayan itu


Setelah itu pelayan pun mulai emmbawa ku ke sebuah ruang saat aku duduk mereka mulai menghias diri ku, aku snagat lelah bahkan rasanya aku ingin tidur. Untungnya tak butuh waktu lama untuk merias diri ku ya karena bagian rambut dan wajah sudah di kerjakan masing masing pelayan. Sekitar setengah jam kemudian aku sudah selesai seorang pelayan memberikan ku heels hitam yang tak terlalu tinggi setelah itu aku oun memakainya dan keluar dari ruang hias itu. Aku melihat ke arah Tristan dia terlihat menilai diri ku dari bawah hingga atas. Setelah itu dia membawa ku keluar dari butik dan menyuruh ku masuk ke dalam mobilnya ya aku menuruti permintaannya. Dia pun masuk ke dalam mobil dna menaruh paper bag di bangku belakang entah lah aku tak tau apa itu. Setelah itu aku melihat ke arah jendela ya percuma bertanya kepadanya toh dia tak akan pernah menjawab dan memberitahukannya kepada ku kita akan kemana kali ini. Sekitar satu jam kemudian mobil pun berhenti aku melihat ke arah Tristan ya karena aku bingung karena dia membawa ku ke pemakaman.


"Buat apa kita ke sini?" Kata ku kepada tristan.


"Aku mau kenalin kamu ke seseorang ayo turun" kata Tristan kepada ku dia pun turun dari mobil begitu pun dengan ku.


"Siapa?" Kata ku kepada tristan.


"Bentar lagi kamu juga tau kok ayo" kata Tristan kepada ku.


Dia pun mengandeng tangan ku dan membawa ku masuk ke dalam pemakaman jadi sejak tadi dia diam karena dia ingin membawa ku ke pemakaman dan membeli baju di butik apa lagi warnanya hitam. Aku terus mengikuti Tristan sejak tadi dia tak pernah mau melepaskan tangan ku ya aku tak keberatan. Tak lama kemudian kami pun sampai di sebuah pemakaman dan kami berdiri di tengah tengah dua kuburan.


"Siapa mereka?" Kata ku kepada tristan, Tristan melihat ke arah ku dan tersenyum.


"Mereka Mama dan papa ku" kata Tristan kepada ku aku kaget mendengar kata kata Tristan kami berdua pun duduk di samping kuburan mereka aku hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Ma pa aku bawa seseorang ke sini, dan kalian pasti tau siapa dia. Tapi aku pengen kenalin lagi ke kalian dia adalah Adeva Afsheen Myesha Gardapati. Dia adalah wanita yang tak sengaja bertemu di suatu tempat dan dia sudah menyelamatkan ku ma pa. Aku sayang sama dia dan aku cinta sama Adeva aku harap kalian mau merestui hubungan kami" kata Tristan kepada Mama dan papanya ya aku kaget saat Tristan mengatakan itu aku melihat ke arah Tristan, tapi Tristan hanya diam dan tersenyum ke arah ku sambil tetap memegang tangan ku aku tak tau harus mengatakan apa kepada tristan karena ku bingung jadi aku hanya diam saja.


"Ma pa kesalahan yang dulu tak sengaja di perbuat aku bingung harus bagaimana tapi sebisa mungkin aku akan berusaha untuk memperbaikinya dan kesalahan itu aku yang akan menanggungnya dan aku harap dia tak akan pergi dari hidup ku meskipun dia sudah tau tentang kebenarannya" kata Tristan aku bingung dengan yang di katakan oleh Tristan kali ini ya karena dia mengatakan sebuah kesalahan aku tak tau kesalahan apa tapi dia terlihat sangat menyesal, takut kehilangan seseorang, dan juga dia terlihat sangat bingung. Hari ini banyak sekali hal membuat ku terkejut semua hal yang terjadi aku tak tau harus bagaimana jadi aku hanya diam.


"Ma pa aku pergi dulu. Nantik di saat kita akan menikah. Ayo" kata triatan kepada Mama dan papanya juga kepada diri ku.


Setelah itu kami pun kembali ke mobil sepanjang perjalanan ke mobil aju hanya diam saja ya sedangkan Tristan dia mengandeng tangan ku. Saat sampai di mobil Tristan melajukan mobilnya sedangkan aku. Aku hanya diam sambil melihat ke luar jendela ya aku memandangi gedung gedung tinggi yang menjulang tinggi di langit. Tiba tiba Tristan menghentikan mobilnya di sebuah taman dia turun awalnya aku enggan untuk turun tapi Tristan membuka pintu dan mengandeng tangan ku. Aku hanya diam ya aku masih tak tau harus berbuat apa dengan yang di katakan oleh Tristan kepada makan ke dua orang tuanya. Saat ada bangku kosong di dekat danau kita pun duduk di sana.


"Kamu kenapa diam aja sejak tadi?" Kata Tristan kepada ku.


"Kamu marah soalnya aku suka dan sayang sama kamu?" Kata Tristan kepada dan aku tau kalau dia menghadap ke arah ku tapi aku terus melihat ke arah danau tak melihat ke arah Tristan.


"Gak buat apa aku marah sama kamu, toh kamu hanya suka sama aku. Dan aku gak bisa ngelarang perasaan kamu dan aku juga gak punya hak buat maksa kamu lupain perasaan kamu itu ke aju" kata ku kepada tristan.


"Kenapa aku harus lupain perasaan ku ke kamu?" Kata Tristan kepada ku.


"Aku hanya gak mau kamu kecewa, kamu bilang kalau kamu suka dan sayang Sam aaku. Tapi jujur aku gak tau Gimana perasaan ku ke kamu. Apa lagi kita baru kenal aku gak bisa langsung jatuh cinta ke sembarang orang. Aku takut. Ya aku hanya takut kalau aku bakalan kecewa di kemudian hari. " Kata ku kepada tristan sambil melihat ke arah Tristan.


"Aku janji gak bakalan buat kamu kecewa" kata Tristan kepada ku aku melihatnya dan dia tampak terlihat sungguh sungguh dengan ucapannya.


"Iya aku tau tapi untuk saat ini maaf aku gak bisa Nerima cinta kamu, kasih aku waktu ini semua terlalu mendadak buat aku" kata ku kepada tristan.


"Ya aku pasti kasih kamu waktu kok, sampai kapan pun waktu yang kamu butuhkan itu maka aku akan selalu nunggu kamu. Sampai kamu bilang kalau kamu cinta sama aku" kata Tristan kepada ku sambil memegang tangan ku.


"Makasih ya sudah mau ngertiin aku" kata ku kepada triatan.


"Iya sama sama" Kata Tristan kepada ku. Setelah itu Tristan memberikan ku paper bag aku melihat ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Apa ini?" Kata ku kepada tristan.


"Buka aja buat kamu" kata triatan kepada ku. Aku pun membukanya dan betapa kagetnya diri ku di dalam paper bag itu adalah baju yang sangat sangat aju suka ya baju yang ada di butik tadi.


"Baju ini" kata ku kepada tristan smabil melihat baju itu.


"Aku tau kamu suka sama bahu itu, soalnya sejak kamu lihat baju itu pandangan kamu gak lepas dari baju itu" kata Tristan kepada ya memang betul apa yang di katakan oleh Tristan aju memang tidak mengalihkan pandangan ku dari baju ini mulai aku melihat nya.


"Kamu tau kalau aku lihatin baju ini?" Kata ku kepada tristan.


"Tau donk, bahkan kucing pun tau kalau kamu suka sama baju itu" kata triatan kepada ku. Aku oun hanya tersenyum dengan ucapannya.


"Makasih ya, aku suka banget sama gaun ini apa lagi sama lukisannya " kata ku kepada tristan.


"Iya Sam sama ya sudah ayo kita cari restoran ku tau kamu pasti laper kan?" Kata Tristan kepada ku.


"Iya" kata ku kepada tristan


Setelah itu aku pun memasukan baju itu kembali ke paper bag. Kami pun berjalan ke dalam mobil saat sampai dia pun melajukan mobilnya. Tak lama kemudian kami pun sampai di sebuah restoran. Aku pun masuk bersama dengan Tristan setelah menemukan meja kami .pun langsung memesan makanan.


"Oiya boleh aku tanya sesuatu ke kamu" kata ku kepada tristan saat pelayan itu pergi.


"Ya silahkan tanya apa pun aku akan selalu menjawabnya" kata Tristan kepada ku mendengarnya aku hanya bisa tersenyum geli.


"Sejak kapan kamu suka sama aku?" Kata Tristan kepada ku.


"Sejak pertama kali aku lihat kamu" kata triatan kepada ku bahkan saat dia mengucapkannya dia Memandang ku lekat lekat.


"Sejak itu?" Kata ku kepada tristan tak percaya.


"Iya emang kenapa?" Kata Tristan kepada ku.


"Gak papa hanya saja kok bisa sih pertama liat langsung suka dan jatuh cinta?" Kata ku kepada tristan.


"Bisa lah namanya juga cinta pada pandangan pertama" kata triatan kepada ku


"Oh gitu" kata ku kepada tristan sambil menganggukan kepala ku.


Setelah itu makan pun datang aku langsung menyantapnya ya karena aku sudah sangat lapar.