
Setelah itu ayah crisan pun pergi setelah melihat mobil yang di tumpangi ayah crisan menjauh aku pun loncat loncat di pinggir jalan seperti orang gila. Ya aku tak peduli dengan aap yang di katakan oleh orang tapi yang penting hari ini aku snagat bahagia bahkan snagat bahagia. Aku pun masuk ke dalam saat di dalam ayah dan ibu ku sudah menunggu ku di depan pintu.
"Dari mana saja kamu lama banget" kata Mama ku kepada ku
"Aku barusna ketemu ayah crisan dan dia nyetujuin hubungan ku dengan crisan" kata ku kepada ayah dan ibu ku
"Beneran?" Kata ibu ku tak percaya aku pun menganggukan kepala.
Setelah itu kami semua pun loncat loncat karena bahagia ya aku sbagat bahagia hari ini. Aku harus ngasih tau ini semua ke Amelia terutama dengan crisan besok. Hah aku harap besok dia akan datang kepada ku maka aku akan menceritakan semuanya kepada crisan. Aku snagat tak sabar menunggu besok karena aku tak sabar melihat reaksi crisan setelah tau kalau ayahnya sudah menyetujui hubungan kami.
Keesokannya aku tak melihat criaan di mana pun bahkan aku sudah mencoba menelfonnya beberapa kali tapi satu pun telfon ku tak ada yang di angkat oleh crisan saat aku cari di tempat biasa dia selalu berkumpul dengan teman temannya pun tidak ada. Ya mungkin dia sedang sibuk ya sudah lah lebih baik aku ke kelas saja nanti jika dia sudah tidak sibuk dia pasti akan menghubungi diri ku. Saat jam pelajaran pikiran ku melayang layang entah lah tapi pikiran ku hanya terakrah kepada crisan. Saat di pikir pikir dia memang berubah entah mulainya sejak kapan tapi yang pasti dia sekarang berubah ya aku tau dia berubah mungkin karena banyak pekerjaan yang menumpuk karena bebebrapa Minggu yang lalu dia sibuk mengurusi ku di rumah sakit. Aku merasa bersalah juga tapi aku tak bisa berbuat apa apa toh aku percaya sepenuhnya kepada crisan kalau dia pasti akan baik baik saja di sana. Tak terasa jam istirahat pun tiba aku langsung menuju kantin bersama Queshia ya kami selalu bersama sama sekarang. Setelah makan siang aku dan queshia pun langsung ke perpustakaan saat sedang belajar aku bingung karena setiap aku lewat semua orang melihat ku entah apa yang membuat mereka melihat ku sepeti itu bahkan saat di kantin mereka juga melihatku sambil berbisik bisik dan hal itu membuat ku risih.
"Kenapa Al?" Kata Queshia sambil melihat ku tampaknya dia tau kalau aku sedang memikirkan sesuatu.
"Aku bingung aja mulai dari tadi di kantin Sampek sekarang di perpus kenapa orang orang liatin aku ya bahkan mereka ngeliatin sambil bisik bisik memangnya ada yang salah ya sama penampilan aku?" Kata ku kepada queshia
"Gak kok penampilan kamu gak ada yang aneh kami cantik" kata queshia kepada ku sambil tersenyum.
"Makasih ya. Tapi ya aku bingung aja kenapa mereka selaku ngeliatin aku" kata ku kepada queshia sambil melirik ke arah orang orang yang melihat ku sambil berbisik bisik.
"Kamu baik baik aja sama crisan?" Kata queshia kepada ku saat aku melihatnya tampaknya ada sesuatu yang aneh yang ingin dia bicarakan kepada ku.
"Iya kok aku baik baik aja sama crisan emang kenapa?" Kata ku kepada queshia
"Gak papa kok ya sudah ayo belajar lagi gak usah di peduliin" kata queshia mengalihkan pembicaraan sambil melihat ke arah bukunya saat berbicara kepada ku.
"Ada apa sih?" Kata ku kepada queshia
"Gak ada apa apa udah ayo belajar lagi" kata ku kepada queshiasambil menatapnya lekat lekat.
"Kamu masih temen aku kan?" Kata ku kepada queshia ya aku berkata begitu karena aku merasa kalau ada sesuatu yang dia sembunyikan dari ku.
"Ya tentu aja aku masih temen kamu Sampek kapan pun kita tetep temenan kok Al" kata queshia kepada ku sambil memandang ku ya ini saatnya aku bertanya lagi kepada queshia
"Kalau gitu coba kamu bilang sama aku ada apa" kata ku kepada queshia sambil melihatnya lekat lekat.
"Oke oke aku mau bilang sama kamu" kata queshia sambil menutup mulut.
"Oke apa?" Kata ku kepada queshia sambil menutup buku ku dan melihat ke arah queshia.
"Aku gak bisa bilang apa apa tapi sebaiknya kamu baca ini sendiri" kata queshia sambil mengutak-atik Atik HPnya yang baru saja di keluarkan dari saku bajunya.
"Baca apa?" Kata ku sambil mengambil hp queshia yang di berikan kepada ku.
Queshia hanya diam dan menyuruh ku untuk membaca aku pun mulai membacanya. Setelah selesai aku membacanya aku kaget entah apa yang aku baca ini adalah kebenaran atau kebohongan saja tapi jujur saja aku kaget bahkan sangat kaget. Ya artikel yang aku baca mengumumkan pertunangan crisan dengan seorang wanita dari perusahaan yang ternama di China. Dan pertunangan itu akan di adakan dalam waktu dekat. Aku mengembalikan hp queshia yang ada di pikiran ku saat ini apa ini semua benar tapi kenapa crisan mau pun ayahnya tidak memberitahukan ini kepada ku. Jadi apa aku sudah jadi orang ke tiga atau hah entah lah tapi pikiran ku kemana mana membuat ku ingin marah, menangis, dan yang lainnya tapi aku gak boleh mengambil keputusan gitu aja siapa tau ini hanya jebakan buat aku dari ibu crisan biar aku cepet nyerah sama hubungan ku dengan crisan.
Saat pulang sekolah aku tak langsung ke restoran aku masih duduk duduk di taman yang tak jauh dari sekolah ku. Sejak membaca artikel itu pikiran dan hati ku tidak tenang. Entah artikel itu benar atau tidak aku bingung tapi hati ku juga sakit sejak tadi aku sudah berusaha untuk menghubungi crisan tapi tak ada jawaban dari crisan bahkan saat aku mencoba menelfonnya dia tak mengangkat satu pun telfon dari ku pikiran ku menjadi kacau balau saat ini bahkan aku bingung harus bagaimana saat ini entah sejak kapan tapi air mata ku sudah mengalir begitu saja tanpa ada peringatan atau apa pun.tiba tiba saja ada sebuah tangan yang memberikan sapu tangan ke arah ku. Aku melihat ke asal tangan itu ternyata kak galih dia melihat ku sambil menjulurkan sapu tangannya kepada ku.
"Kak galih kok ada di sini?" Kata ku kepada kak galih sambil mengambil sapu tangannya dan mengusapkannya ke wajah ku.
"Iya tadi waktu aku habis pulang dari meeting gak sengaja liat cewek jelek nangis di pinggir danau ya aku samperin deh takutnya dia nekat terus lompat ke danau" kata kak galih kepada ku sambil melihat ke arah danau.
"Apa sih kak" kata ku sambil tersenyum dan kembali menghapus air mata ku.
"Kamu kenapa?" Kata kak galih kepada ku sambil terus melihat ke arah danau.
"Gak papa kok kak" kata ku kepada kak galih sambil menundukkan kepala
"Pasti gara gara artikel itu ya?" Kata kak galih kepada ku aku pun langsung menoleh karena kak galih tepat pada sasaran tentang perasaan ku saat ini.
"Gak kok kak" kata ku berbohong kepada kak galih.
"Artikel itu benar," kata kak galih kepada ku hal itu membuat ku kaget sehingga aku langsung melihat ke arah kak galih.
"Tapi baru kemarin malam ku ketemu sama ayah crisan dia bilang kalau dia ngerestuin hubungan ku dengan crisan kak, terus crisan kenapa dia gak bilang apa apa sama aku. Bahkan aku sudah nyobak hubungin crisan tapi gak ada jawaban dari crisan kak. Jadi sekarang aku harus gimana?" Kata ku kepada kak galih entah lah perasaan ku saat ini kacau balau setelah tau kalau artikel yang aku baca itu adalah sebuah kebenaran.
"Saat ini crisan sedang di kurung oleh mamanya dan dia juga tidak di berikan sebuah hp. Aku akan berusaha buat kamu biar kalian bisa ketemu dan bisa jelasin semua hubungan kalian. Aku akan selalu ada di saat kamu butuh aku" kata kak galih kepada ku sambil memegang kedua pundak ku.
"Makasih ya kak" kata ku kepada kak galih
"Nantik aku hubungin kapan kalian bisa ketemu, sekarang kamu pulang dan tenangin diri kamu berfikir positif saja ya" kata kak galih kepada ku sambil mengelus elus rambut ku dengan mata yang terarah ke danau.
"Kakak pulang aja dulu aku mau di sini dulu buat nenangin pikiran ku kak" kata ku kepada kak galih sambil tersenyum ke arahnya.
"Oke kalau gitu aku bakalan nemenin kamu di sini Sampek kamu tenang" kata kak galih kepada ku sambil membuka jas yang dipakainya dan membetulkan duduknya.
"Eh gak usah kak gak papa kok" kata ku kepada kak galih.
"Sudah gak papa aku takut tiba tiba kamu loncat ke danau itu ya walau pun danau itu hanya seukuran dada kamu" kata kak galih sambil menunjuk danau yang ada di depan kita.
"He he he he gak bakalan kok kak. Aku masih bisa nahan diri Karen aku juga butuh penjelasan dari crisan" kata ku kepada kak galih sambil tertawa ringan.
"Ya sudah gak masalah kan aku di sini lagi pula presiden aja gak bakalan marah kalau aku duduk di sini nemenin kamu Sampek tenang" kata kak galih kepada ku sambil melirik ke arah ku.
"Tapi kakak kan lagi sibuk" kata ku kepada kak galih.
"Siapa yang bilang kalau aku sibuk?" Kata kak galih kepada ku.
"Ya gak ada sih aku cuman bilang siapa tau aja kak galih itu sibuk gitu maksud aku kak" kata ku kepada kak galih.
"Gak kok aku gak sibuk kebetulan semua pekerjaan aku sudah selesai dan aku lagi free sekarang" kata kak galih kepada ku.
"Oh Ok e oke kalau gitu" kata ku kepada akak galih sambil menganggukan kepala.
Setelah itu aku dna kak galih pun berbicara beberapa hal yang membuat ku tertawa. Saat berbicara dengan kak galih entah kenapa tapi saat berbicara dengannya aku menjadi lupa akan masalah yang aku hadapi saat ini bahkan perasaan ku menjadi lebih tenang dan juga tentram.
Sudah 2 Minggu ini aku masih tidak bisa menghubungi crisan dan pertunangan itu pun juga sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Dan saat itu aku tak sengaja melihat TV pertunangan crisan dengan wanita itu di siarkan secara live di TV TV swasta jadi semua orang sudah tau kalau crisan sudah memiliki tunangan bahkan ibu dan ayah ku mereka juga tau tentang hal itu. Bahkan mereka menanyakan itu kepada ku apakah betul atau tidak aku hanya bisa menjawab kalau semua itu betul. Dan sampai saat ini juga aku masih tidak bisa bertemu dengan crisan. Aku juga sudah menghubungi kak galih dia juga berkata kalau dia juga masih tidak dapat memastikan kapan aku dan crisan dapat bertemu jadi aku hanya bisa menunggu dan menunggu.
Sekarang aku sedang berkerja di restoran Amelia ya dia pun juga sudah tau tentang pertunangan crisan dengan wanita itu. Yang aku bingung kan saat ini adalah apa aku harus menyudahi hubungan ini atau lanjut. Tapi kalau aku melanjutkan hubungan ku dengan crisna bukan kah sama saja kalau aku menjadi duri di hubungan mereka berdua. Aku tak mau di cap sebagai gadis yang tak tahu malu. Tapi aku juga bingung kalau aku mengambil keputusan sepihak aku pasti akna mengingkari janji ku kepada kak Chelsea dan juga ayah crisan. Aku bingung bahkan sangat bingung saat ini. Tiba tiba saja hp ku berbunyi debgan cepat aku langsung mengambilnya di dalam saku celana ku dan ternyata kak galih yang menelfon ku aku pun langsung mengangkatnya.
"Halo?" Kata ku saat mengangkat telfon kak galih
"Kamu ada dimana sekarang?" Kata kak galih kepada ku dan sepertinya dia terburu buru.
"Aku lagi kerja kak di restoran Amelia, memangnya kenapa kak?" Kata ku kepada kak galih.
"Bisa ikut aku sebebtar?" Kata kak galih kepada ku
"Emang mau kemana kak?" Kata ku penasaran
"Bisa ngak kalau bisa aku jumput kamu sekarang juga gimana?" Kata kak galih kepada ku.
"Hmm... mmmmm bentar ya kak aku mau tanya Amelia dulu?" Kata ku kepada kak galih.
"Oke" kata kak galih kepada ku setelah itu kak galih pun memutuskan telfon yang terhubung debgan ku.
Setelah memastikan kalau kak galih mematikan telfonnya aku pun berjakan ke arah Amelia yabg sedang bersama dengan ibunya di meja kasir.
"Ada apa Al?" Kata Amelia kepada aku.
"Hmmm.... mmmm aku mau keluar sebentar gak papa?" Kata ku kepada Amelia ya aku tak enak kepada ibu Amelia karena belaknagan ini aku juga sudah sering ijin bahkan gaji ku pun tak di potong oleh ibunya.
"Mau kemana?" Kata ibu Amelia kepada ku
"Ini Tante kak galih nelfon bilang kalau dia mau bawa aku ke suatu tempat" kata ku kepada Mama Amelia.