
" Terus apa yang terjadi setelah itu ? " Kata ku kepada tristan ya aku sudah tak sabar untuk mengetahui kelanjutannya.
" Akhirnya aku dan papa pun mulai membalaskan dendam kepada Paman ku ya aku dna papa menyiksanya antara hidup dan mati ya aku dan papa terus menyiksanya sampai akhirnya mama ku keluar dari rumah sakit dan juga Paman ku juga mati setelah beberapa hari aku dan papa ku menyiksa Paman ku itu tanpa ampun bahkan aku dan papa tak memberikan Paman makan dan minum selama beberapa hari dan akhirnya dia pun mati kami membuang mayatnya di laut tepatnya di tengah laut. Setelah kmi pulang aku dan papa pun mulai menceritakan semua kejadian yang kami lakukan kepada papa dan Mama adeva. Saat itu Mama tak percaya drngan ucapan ku dan juga papa akhirnya kami semua pergi ke rumah Adeva ya saat itu Adeva tak ada di sana akhirnya mama ku pun bertanya kepada para tetangga Adeva dan ya semua orang mengatakan soal pembunuhan ke dua orang tua Mama dan papa Adeva. Akhirnya kami oun pulang deonajng perjalanan mama hanya diam dia seprti marah sekali kepada papa bahkan di saat papa ingin menyentuh mama, Mama selalu menghempaskan tangan papa dengan kasar. Begitu pun saat papa berbicara dia tak menyahut saat sampai di rumah Mama melampiaskan semua kemarahannya ya aku tau mrngapa Mama sangat marah kepada papa dan juga kepada ku karena Mama Adeva adalah teman baik mama ku mereka berteman dari kecil jadi hal itu lah mengapa Mama ku membenci ku dan juga papa karena telah melakukan hal itu. Sehingga akhirnya mama ku memutuskan untuk bunuh diri tapi bunuh dirinya selaku gagal. Akhirnya entah mengapa papa dan Mama sangat baik kepada ku hari itu merek terlihat sangat mesra dan juga aku dan ke dua orang tua ku di hari berikutnya kami pun bertamasya ya aku tak menyangka kalau itu adalah hari terakhir pertemuan ku dan ke dua orang tua ku hari itu adalah hari yang paling membahagiakan kan dan juga hal yang tak akan pernah ku lupakan. Keesokannya di pagi hari ya tepatnya di subuh subuh Albert membangunkan ku dan mengajak ku ke rumah sakit di sana aku melihat mayat Mama dan papa ku. Aku menangis sejadi jadinya rasanya hidup ku runtuh saat itu juga. Tapi setelah seminggu berlaku Albert memberikan ku surat dan Albert mengatakan kalau itu adalah surat untuk ku dari Mama ku dan ya aku emmbacanya dan Mama dan papa sudah merencanakan bunuh diri itu bersama mereka berdua merasa bersalah akhirnya mereka pun menghabisi diri mereka sendiri Agara kesalahan mereka kepada ke dua orang tua Adeva terbayarkan ya meskipun aku gak tau apa mereka bisa di maafkan atau tidak oleh ke dua orang tua Adeva tapi aku harap kalau ke dua orang tua Adeva mau memaafkan ke dua orang tua ku ya karena mereka menyesalinya. Jadi itu lah yang terjadi " kata Tristan kepada ku.
" Jadi semua ini salah paham yang di rencanakan oleh Paman mu jadi semua ini salah Paman mu ?" Kata ku kepada tristan dia oun hanya menganggukan kepalanya.
" Jadi gimana dengan Adeva ?" Kata Tristan kepada ku ya karena aku hanya diam saja dari tadi
" Dia maksud ku adrva dia bukan istri ku dan juga anak yang ada di dalam kandungannya juga bukan anak ku tapi melainkan anak itu adalah anak mu dan juga Adeva " kata ku kepada tristan
" Kamu gak bohong kan ?" Kata Tristan kepada ku dia tampak tak percaya drngan kata kata ku.
" Gak aku gak bohong itu adalah kebenarannya " kata ku kepada trsiatn ya aku menatapnya dengan serius karena aku tak bohong.
" tapi Adeva bilang kalau kamu dan adeva sudha menikah dan dia sedang hamil anak kamu " kata Tristan kepada ku smabil berjalan ke arah ku wajahnya tampak bingung drngan smeua ini.
" Bukan waktu itu aku habis dari makan tapi di luar aku gak sengaja ketemu sama Adeva akhirnya dia ikut aku dna sata di jalanan ku pikir dia tidur tapi aku gak nyangka kalau dia hamil akhirnya aku oun memanggil dokter kata dokter adrva kelelahan dan butuh istirahat tapi dokter ku juga bilang kalau kandungannya lemah dan masih berumur 6 Minggu. Apa menurut mu fia adalah aank ku kalau memang kita menikah apa iya kami langsung memiliki anak hanya dalam dua Minggu sedabgkan kandungan Deva saat itu sudah berumur enam Minggu. Apa iya adrva sudha mau hamil dan dia mau menikah dengan ku sedangkan Adeva dia masih sangat sangat mencintai mu. Jujur saja walau pun aku menyukainya tapi aku juga tak bisa kalau harus melihat istri ku mencintai laki laki lain dan menangis setiap hari karena merindukan laki laki lain. Aku juga tak akan mampu melihatnya menderita hidup dengan ku maka dari karena itu aku ke sini karena aku ingin membuat kamu dan juga Adeva bersatu tapi aku harus tau kebenarannya dan setelah aku tau kebenarannya aku rasa aku bisa bantu kamu " kata ku kepada Tristan
", Bantu aku maksud mu gimana ?" Kata Tristan kepada ku.
" Bantu kamu biar kamu kembali hidup bahagia bersama dengan Adeva " kata ku kepada tristan
" Kamus erius mau bantu aku ?" Kata Tristan kepada ku dia terlihat sangat bahagia.
" Tentu saja kenaoa tidak " kata ku kepada tristan.
" Tapi dia pasti masih benci sama aku " kata Tristan kepada ku.
", tenang ada aku di sini. Nanti aku atur jadwal biar kamu ketemu sama Deva dan kamu jelaskan semuanya ke Adeva tentang pembunuhan ke dua orang tuanya kalau fia masih gak percaya kamu tenang aku akan bantu kamu kok " kata kunkepada Tristan
" Oke oke " jata Tristan kepada ku sambil mengangguk dengan mantap.
" Tapi " kata kata ku terhenti sambil melihat penampilan Tristan.
" Tapi kenapa jabgan bilang kakau kamu gak jadi yang mau bantu aku " kata Tristan kepada ku dia mulai terlihat panik.
" Gak bukan itu kok " jata ku kepada tristan
" Terus apa ?" Kata Tristan ekpada ku.
" Kamu harus berhenti minum itu yang pertama, yang ke dua kamu harus membenahi diri kamu lagi, dan juag yang terakhir berhenti merokok karena kamu akan mempunyai seorang anak gak baik buat seorang bayi menghisap banyak banyak banyak asap rokok " kata ku kepada trsiatn.
" Oke aku pasti akan lakukan apa oun untuk calon istri dan juga anak ku " kata trsiatn kepada ku sambil tersenyum ya dia terlihat snagat bahagia sekali.
" Oasti " kata Tristan kepada ju. Setelah itu aku pun pergi keluar rumahnya ya dia mengantarkan ku sampai depan saat aku akan masuk ke dalam mobil aku menghentikan langkah ku untuk masuk ke dalam mobil aku berbalik dan menghadap ke arah Tristan yang sedang melihat ju.
" Ada apa ?" Kata Tristan kepada ku.
" Ingat jangan lupa perbaiki diri mu, adeva gak akan Suak kamu yang saat ini " jata ku keoada Tristan.
" Oasti " kata Tristan keoada ku sambik mengacungkan ke dua jempolnya ke arah ku.
", Bagus " kata ku kepada tristan
Setelah itu aku pun masuk. Ya sepanjang perjalanan yang aku fikirkan adalah bagaimana agar membuat Adeva keluar dari rumah. Ya aku harus fikirkan itu nanti karena aju tau kalau ini semua bukan sepenuhnya ke salahan ke dua orang tua Tristan dan juga tristn bahkan keluarganya pun sudah membuktikan kakau memang mereka bersalah bahkan mereka membayarnya dengan nyawa mereka sendiri. Tak lama kemudian aku oun sampai di rumah aku bertanya kepada salah satu pelayan di mana Adeva dan katanya Adeva sedang dduuk di taman belakang aku menghampirinya. Ya aju hanya melihatnya dari jauh dan betul saja lagi lagi dia menangis dan menangis aku heran mengapa dia menyakiti dirinya sendiri jika dia masih mencintainya karena tak tahan melihatnya menangis aku oun menghampiri dirinya saat aku ada di deoannya dia langsung melihat ku dna menghapus air matanya.
" Ka.... kapan akmu Dateng ?" Kata Adeva kepada ju smabil menghapus sisa sisa air matanya yang masih ada di pipinya.
" Lagi lagi kamu nangis " jata ku keoada Adeva.
" Gak aku gak nangis kok, aku hanya kekilipan aja barusan ada angin dan ada debu masuk ke mata ku " jata Adeva berbohong kepada ku.
" Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongin aku sudha dewasa dna umur ku juga jauh di atas kamu Dev " jata ku ekpada adeva dia hanya diam saja. Ya karena dia ketahuan berbohong.
" Kenaoa kamu gak kembali ke dia kalau kamu masih sangat mencintainya buat apa kamu bohong ke dua dan buat apa kamu nyiksa diri kamu sendiri kakau hanya di sini kamu menangisi dia saja. Papa Mama dan Kakek kamu oun juga gak bakalan bahagia liat kamu di atas sana " kata ku keoada Adeva.
" Kamu gak ngerti sama aap yang aku rasakan jadi sebaiknya kamu diam dan jangan ikut campur " jata Adeva keoada ju.
" Aku tau dan ku mengerti tapi apa yang kamu dnrgar gak semuanya betul sebaiknya kamu kembali ke dia sebelum kamu menyesali semuanya " kata kunkepada Adeva.
" Buat apa aku menyesalinya aku gak akan menyesalinya karena aku tau apa yang baik dan apa ybag tidak untuk diri ku " kata Adeva kepada ju.
" Kaku kamu tau apa yang baik buat kamu dan yang gak baik buat kamu seharusnya kamu bisa membedakan mana yang salah dan mana yang betul contohnya kamu gak makan teratur selama beberapa hari nangis terus menerus memikirkan laki laki yang kamu bilang kalau kamu benci dia tapi kamu cinta dan sayang sama dia bahkan kamu gak pengen kehilangan dia. Jangan hanya memikirkan perasaan kamu sendiri tolong sekali jangan egois karena di tubuh kamu sekarang ada seorang bayi yang ingin hidup " jata ku keoada Adeva ya aku marah kepadanya karena dia snagat keras kepala dan selalu emnyembunyikannya sendiri.
" Dia pembunuh keluarga ku ric " jata Adeva kepada ju dengan nada yang cukup keras bahkan dia mengatakannya smabil berdiri.
" Tapi dia melakukannya ada alasannya dan alasan itu lah yang gak kamu ketahui dan jika kamu apa alasannya kamu pasti akan mengerti bahkan dia sudha menerima hukumannya dari dulu dan sekarang dia harus menerima hukumannya dari kamu. Kamu bukan hanya menghukum dirinya tapi kamu juga menghukum anak yang ada di dalam kandungan mu. " Kata ku kepada Adeva ya aku berbicara dengan nada yang keras juga aku melakukan ini semu demi kebaikannya dan juga demi kebaikan bayi yang ada di kandungannya.
" Sudah aku gak debat Sam kamu, apa oun yang dia katakan sampai kapan pun aku gak akan percaya lagi sama dia " kata Adeva keoada ku sambik hendak pergi meninggalkan diri ju.
" Maka kamu akan menyesalinya suatu saat nanti " kata ku kepada Adeva dia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah ku .
" Aku gak akan pernah menyesali apa oun itu " jata Adeva keoada Kus setelah itu dia oun pergi meninggalkan diri ku.
Aku tau kalau apa yang dia katakan saya ini bukan yang ingin dia katakan sebenarnya karena hati dan mulutnya sangat beda jauh seklai. Aku juga tau kalau dia sangat mencintai Tristan aju bisa melihat dari matanya dan juga air matanya yang setiap hari dia tangisi bukan lah ke dua orang tua atau kesalahannya melainkan dia mencintai Tristan ya aku mengerti tapi aku yakin bahkan snagat yakin kalau suatu saat nanti kamu pasti akan menyesalinya Dev, apa pun un yang kamu katakan saat ini kamu pasti akan menyesalinya hingga kamu tidak bisa memaafkan diri kamu sendiri. Sekarang aku akan mengawasinya ya karena aku juga harus menjaga anak yang ada di dalam kandungan Adeva karena Tristan berpesan kepada ju tadi agar aku menjaga Adeva dan juga ank yang ada di dalam kandungan Deva ya aku harus lebih memperhatikan semuanya sekarang. Dan untuk seceoatnya aku akan mempertemukan adeva dan juga Tristan agar semua kesalahan pahaman ini bisa terselesaikan seceoatnya dan juga Adeva tak lagi menderita begitu oun dengan aank yang ada di dalam kandungannya. Ini semua ju lakukan dmei kebahagian Adeva.