
"Ngak om Aisyah di sini aja Aisyah gak mau ikut om hari. Dan Aisyah juga sudah pikirin dengan masak masak kok om jadi Aisyah tetep gak mau ikut om hari ke Jakarta." Kata ku kepada om hari.
"Ya sudha kalau gitu gak papa. Belajar yang rajin ya sayang" kata tente Yun kepada ku.
"Iya te pasti" kata ku kepada Tante Yuni.
Setelah itu kami pun membicarakan hal lainnya. Karena sudah malam om hari om Edi dan Tante Yun pun pamit untuk kembali ke hotel ya om Edi om hari dan Tante Yun to ggal di hotel yang tak jauh dari rumah ku kalau naik sepeda motor hanya butuh waktu waktu sekitar sepuluh menit saja. Setelah itu aku pun kembali ke kehidupan ku seoeti biasa tapi kaki ini tanpa ayah. Biasanya di pagi hari ayah lah yang akan paling sibuk menyuruh ku untuk cepat bersiap siap untuk berangkat sekolah tapi sekarang orang yang akan menyuruh ku terburu buru sudah tidak ada. Andai saja aku dan ibu ku tak membawa ayah ku ke rumah sakit mungkin semua nya akan baik baik saja. Di pagi hari aku berangkat sekolah naik seoeda motor ayah ku. Aku baru di tinggal satu bukan tapi rasanya baru kemarin aku masih di gonceng oleh ayah ku. Masih terngiang ngiang di kepala ku saat ayah ku menyuruh ku belajar dengan rajin. Ya aju akan mewujudkan permintaan terakhirnya. Dan sekarang aku sudah naik ke kelas dua dan ya sesuai permintaan terakhir ayah ku aku menggunakan hijab lagi. Kalau kak sanusi sekarang hantua setiap Sabtu saja ke rumah ku ya karena kak sanusi sekarang bekerja di balai desa jadi tak ada waktu untuk ke rumah ku setiao hari maka dari karena itu kak Sanusi hanya akan ke rumah di hari Sabtu dan Minggu saja. Oiya sejak kematian ayah ku ibu ku menjual bakso di depan gang rumah ku. Ya bakso yang di jual ibu ku sangat enak jadi cukup ramai. Setiap hari bakso yang di jual oleh ibu ku selalu habis. Kadang masih kurang tapi aku bersyukur kalau ibu ku tak sampai meminta minta hanya untuk makan ku dan juga ibu ku. Aku sangat menyayangi ibu ku ya dia sangat berjuang agar aku bisa sekolah dan kukus dengan baik sesuai dengan pesan ibu ku.
Tanpa terasa akhirnya aku sudha naik ke kelas tiga di mana aku snagat sibuk dengan berbagai ujian dan praktek kadang aku ingin menyerah tapi aku berfikir dua kali ya di saat aju sudah ingin menyerah dengan pelajaran pelajaran aku sellau ingat kata kata ayah ku dna perjuanagan ibu ku yang ingin menyekokah kan diri ku. Maka dari karena itu aku sangat bersemangat untuk bersekolah dan membuang pikiran buruk tentang hak lain sampai akhirnya aku di fitnah.
Ya aku di fitnah oleh sahabat ku sendiri Farah. Aku pernah bolos sekolah satu kali saat itu aku tak ingin bolos sekolah tapi Farah mengajak ku untuk bolos. Ya aku sudah menundanya dengan bervagai alasan hingga akhirnya Farah datang ke rumah ku malam Senin ya karen abesok sekolah jadi Farah datang ke rumah ku. Seperti biasa jika ada teman sekolah ku yang datang ke rumah maka aku akan mengajak temn ku itu ke kamar ku. Saat smapai di kamar aku dan Farah mengerjakan tugas tugas yanag di berikan oleh guru dan harus di kumpulan pada hari Selasa ya memang masih dua hari kagi tapi tugas yang di berikan oleh guru ku cukup banyak sehingga aku harus menyicil satu oersatu tugas ku. Sudah tiga hari aku mengerjakan tugas tugas yang diberikan oleh guru ku tapi masih belum selesai juga. Dan sekarang aku dengan Farah akan mengerjakan halman terakhirnya sekitar satu jam mengerjakan tanpa banyak bicara akhirnya tugas itu pun selesai. Aku pun langsung meletakkan buku itu di atas meja belajar ku setelah selsai aku membereskan barang barang tulis ku yang baru saja aku gunakan begitu pun juga dengan Farah. Farah meletakkan bukunya dan semua alat tulisnya ke dalam tasnya.
"Syah?" Kata Farah memanggil diri ku.
"Hemm apa?" Kata ku kepada Farah smabil melihat ke arah Farah
"Bolos yuk besok" kata Farah kepada ku
"Besok, ngak deh far aku takut" kata ku kepada Farah ya aku memang benar benar takut karena aku takut ketahuan oleh guru ku.
"Takut apa sih gak papa kali" kata Farah kepada ku
"Tapi kalau ketahuan sama guru BP gimaan gak deh far aku takut. Kalau kamu mau bolos ya udah sana bolos sendiri jangan ngajak ngajak aku. Aku takut far" kata ku kepada Farah.
"Udah gak papa kok gak bakalan kethuan sapa siapa kok beneran. Udah ayo bolos terus kita jalan jalan ke pemandangan arak arak gimana?" Kata Farah kepada ku.
Aku sudah menolak Farah aku terus menolak ajakan Farah untuk bolos sekolah ya aku tak mau karena aku benar benar takut smapai akhirnya entah apa yang merasuki diri ku aku pun mau ikut bolos bersama dengan Farah. Akhirnya aku dan Farah pun menyetujui tempat dan jam di mana aku dan Farah akan bertemu. Keesokannya aku berangkat sekitar jam tujuh lewat aku dari rumah menggunakan seragam sekolah ku. Tapi saat pergi ke tempat perjlanan ke tenoat janjian ku dengan Farah aku tak sengaja bertemu dengan guru yang akan oergi ke sekolah. Di sana lah aku mulai takut tapi aku terus bolos sekolah. Sampai akhirnya aku masuk sekolah di hari Selasa dna ya betul saja satu kelas sudah gempar akan kebolosan ku dengan Farah.
Keesokannya aku berangkat ke sekolah seprti viasa tapi teman teman ku tak ada yang mau bicara dengan ku bahkan satu kelas tak ada yang mau bicara dengan ku seakan akan semuanya menjauh dari ku. Aku tak tau di mana asal salah ku sampaua semua teman satu kelas ku emnjauhi dan memusuhi diri ku. Akhirnya hari itu ada pemeriksaan go ya lagi lagi ajud i panggil sampai akhirnya guru BP perempuan ku menyuruh ku untuk membuka baju aku tak tau apa yang mau dia lakukan akhirnya aku pun menuruti kata kata guru ku itu. Saat aku sudah seleaia membuka baju ku guru BP ku berbicara hal hal yang tak pantas kepada ya dia berbicara menyangkut harga diri ku. Dia berbicara seakan akan aku sudha tidur dengan banyak laki laki di luar sana. Saata keluar perasaan ku tak karuan ya setelah kejadian itu tak ada satu teman ku yang mau bicara dengan ku akhirnya aku pun hanya bisa diam tanpa tau di mana letak kesalahan ku. Beberapa hari berlalu dengan ceoat akhirnya guru ku pun masuk kenkelas dan ya lagi kagi guru ku mengungkit kelasahan yang terlah aku dan Farah perbuat. Tapi selama akan guru ku dna smeua temna di kelas ku menyalahkan diri ku atas semua kesalahan itu. Ya aku emmabg salah tapi bukan aku yang ingin melakukan hal itu. Sampai akhirnya guru ku terus emnbahas hal itu karena sudha gak juat dengan kelakuan teman ku dan guru ku yabg selalu memojokkan ku. Dan menyalahkan semuanya kepada diri ku akhirnya saat guru ku berbucara aku berdiri dari tempat duduk ku semua teman ku melihat ke arah ku. Begitu juga dengan guru ku.
"Ada apa kok berdiri?" Kata guru ku kepada ku dengan nada yang sangat cuek.
"Bu kmsaya tau kalau saya salah karena sudah bolos sekolah tapi kenaoa seakan akan semua kesalahan itu di salah kan ke saya bahkan semua teman teman saya menjauhi saya padahal yang bolos kan bukan cuman saya tapi Farah" kata ku kepada guru ku.
"Eh Syah udah lah sadar diri aja. Kan kamu yang ajak Farah bolos gak usah sok baik deh kalau dalamnya Munak" kata Juan kepada ku
"Tunggu dulu siapa yang ngajak siapa buat bolos" kata ku kepada Juan. Aku melihat ke arah Farah dia hanya diam saja menundukkan kepalanya.
"Ya kamu lah kita semua sudha tau kalau kamu yang maksa Farah buat bolos ya kan far, udah lah Syah kalau kamu mau nakal ya nakal sendiri gak usah ngajak ngajak temennya terus kalau kita ngejauhin kamu kenapa toh kan kamu yang salah sudah ngajaka Farah bolos ya tentunya kita gak mau donk temennan sama kamu karena kamu itu membuat semuanya jadi anak yang buruk kalau kamu gak tahan ya silahkan keluar dari sekolah ini" kata Juan kepada ku. Ternyata Farah terlah memfitnah ku dan memutar balikkan semuanya. Tapi ada kata kata Juan yang snagat menyakitkan hati ku. Ya dia menyuruh ku untuk pindah sekolah padahal ayah ku lah yang sudah menyekolahkan ku di sini berharao anaknya menjadi anak yang berguna. Tanpa terasa air mata ku pun mengalir
"Halah pakek nangis segala" kata salah satu teman laki laki ku mengejek diri ku
"Sebaiknya kamu memperbaiki diri duku Syah, teman teman mu ada benarnya. Mereka hanya gak mau terjerumus ke dalam permainan yang salah sama dengan Farah" kata Bu guru ku kepada diri ku.
"Oke kalau kalian smeua nyalahin aku. Far aku gak nyangka kalau kamu bakalan fitnah aku kayak gini waktu malam itu kamu ke rumah dan maksa aku buat bolos sekolah bukan aku yang ngajaka Farah ke buat bolos sekolah. Tapi Farah yang sudah ngajak aku bolos sekolah.... Ya aku tau kalau kalian gak aka. Percaya sama aku terserah silahkan salahakan semuanya kepada ku. Tapi far aku mau bilang ke kamu far karena kamu sudah fitnah aku kayak gini aku udah gak bisa temennan sama kamu far. Gak papa kamu sekarang hanya diam dan nyalahin semuanya ke aku tapi ingat far Allah tau segalanya waktu malam itu aku sudah nolan berkali kali ajakan mu buat bolos tapi kamu terus maksa aku far. Ya udah gak papa terserah kamu tapi ingat apa yang aku rasakan beberapa hari belakangan ini akan lebih sakit kalau di rasakan ke anak ku nantik far. Ingat karma itu ada mungkin bukan sekarang atau bukan ke kamu tapi ke anak ku mungkin nanti tapi satu hal yahg perlu kmu tau kalau karma itu pasti ada dan pasti terjadi. Dan Bu guru sebelum menyalahkan seseorang sebaiknya cari tau kebenaran nya terlebih dahulu. Buat kalian semua yang ada di kelas aku minta maaf kalau kehadiran ku di sini gak enak dan buat kalian gak nyaman tapi satu hal jangan menyimpulkan semuanya dari satu orang saja karena kalau mau tau kebenaran nya harus mengumpulkan ke dua orang itu. Bu saya permisi" kata ku kepada teman teman jelas ku dan Bu guru aku membereskan semua barang barang ku dan memasukkan semua barang ku ke dalam tas ku. Setelah itu aku mengambil helm dan pergi ke luar guru ku mengejar diri ku
"Kamu mau kemana pelajaran belom selesai balik ke kelas" kata Bu guru ku kepada ku dengan nada marah.
"Gak Bu saya mau keluar dari sekolah ini maaf saya buru buru permisi" kata ku kepada guru ku.
Akhirnya aku pun pergi dan oukabg saat sampai di gerbang aku menancap gas sepeda motor ku ya biarkan saja aku sudha tak peduli. Saat smapai di rumah ibu ku bertanya jenaoa aku pulang pagi kemudian aku pun menceritakan semuanya kepada ibu ku. Ya ibu ku kaget akan hal itu sampai keesokannya ibu datang ke sekolah entah apa yang terjadi saat ibu ku pulang dari sekolah ku ibu ku mengatykakau aku harus masuk sekolah besok. Ya aku tak mau karena aku sudha tak betah tinggal di kelas itu ya akhirnya ibu ku hanya diam saja.
Sampai akhirnya dua minggu sudah berlalu aku sudha gak ke sekolah sejak dua minggu terakhir beberapa guru ku datang untuk membujuk ku masuk sekolah ya tentu saja aku tak mau dan mengatakan kalau aku ingin keluar dari sekolah dan tak ingin sekolah lagi ya tentunya guru ku tak mengizinkannya.