
ra gara kamu mendesak aisyah buat punya ank dia jadi stres dan akhirnya dia gak halabgan dan kamu tau kalau aisyah hampir aja kena kangker kamu ibu mertuanya seharusnya kamu itu bisa lebih baik dan jaga ucapan mu itu jangan sepetti ini ucapan gak bisa jaga anak orang mau di buat mati ini baru nikah setahunan tapi kamu dah mau buat anak orabg mati orang tuanya yang besarin mati matian eh kamu malah dengan seenaknya omongan mu mau buat anak orang mati secepat iyu. Jadi sebaiknya kamu jaga ucaoan mubsebelum kamu menyesal" kata bude kak sanusi kepada ibu mertua ku.
Ya jujur saja ibu mertua ku katanya sih banyak takndi sukai oleh banyak orang karena ucpanannya yang tak pernah di jaga. Ibu mertua ku hanya diam saja tak menjawab kata kata bude ku setelah itu ibu mertua ku pun pergi ke dapurnya.
"Kenapa kamu gak blang ke suami munkalau kamu di perlakukan seprti ini. Bude gak tega liat kamu seperti ini" kata bude kak sanusi kepada ku.
"Kak sanusi gak bakalan percaya sama ucapan ku de" kata ku kepada bude ya aku tau kalau kak sanusi tak akan pernah percaya kalau ibunya berkata sepetti itu kepada ku ya jadi percuma jika aku mengatakannapa pun tentangbibu kak sanusi kepada kak sanuai. Karena kak sanusi otaknya sudah di cuci oleh ivunya jujur saja aku sangat sangat bahkan sangat sangat sangat membenci ibu mertua ku itu. Aku sudah tak tahan dengannya aku tak ibgin melihatnya kembali tapia aku tak bisa apa apa karena aku masihmencintai kak sanusi dan ya aku harus bertahan demi itu.
"Apa bude yang mau bilang ke suami syah?" kata bude kepada ku.
"Gak usah bude percuma. Kak sanusi gak bakalan percaya sama ucapab kuatau ucapannya vude" kata ku jepada bude.
"Kenapa bisa gitu" jata bude kepada ku.
"Percuma bude saya pernah dengar kalau ivu bilabg ke kak sanusi kasian istri mu kalau gak cepet punya anak gak ada temennya di rumah kalau di tinggal sama kamu kerja. Jadi ibu pengen cepet cepet kalian berdua punya anak. Nah saya dengar ibu bilang gitu ke kak sanuai de. Jadi ya percuma aja ende bilang ke kak sanusi karena kak sanusi gak bakaln percaya ya mangkanya saya gak pernah bilang apa apa bude karena saya tau kalau kak sanusi gak akan pernah percaya sama ucpabnya saya bude" kata ku kepada bude kak sanuai.
"Kamu yabg sabar ya nak" kata bude kepada ku sambil mengelus kepala ku.
"Iya de, ya udah kalau gitu saya pulang dulu ya de" kata ku kepada bude kak sanusi.
"Iya nak, ya udah sana istrirahat" kata bide kepada ku
"Iya de" kata ku keoada bude.
Setelah itu aku pun pulang saat sampai di rumah aku langsung mandi dan istirahat. Ya aku cukup lelah hari uni apa lagi perasaan ku yang tak karuab. Entah lah tapi rasanya sekarang aku ingin menangis ya hati ku rasanya sudah tak kuat tapi otak ku mebgatakan kalau aku harus sabar menghadapi semua ini tapi sampai kapan aku harus menghadapi semua ini ya tanpa terasa aku pun menangis. Meratapi nasib ku ikut ke rumah mertua ku sehibgga akhirnya aku di zolimi seprti ini. Ya jujur saja aku benar benar sudah tak kuat tapi aku tak tau lagi harus bagai mana aku lelah dengan semua ini.
Tak tetasa sudah satu setwngah tahun aku berumah tangga dan beberapa bulan belakangan ini aku jarangbsekali halangan dan saat di tes peck hasilnya selalu negatif jadi ya aku merasa kalu itu sudah biasa bagi ku. Minggu depan adik ioar ku akan menikah dengan laki laki pilhannya ya namanya adalah zivtura dia akan menikah dengan laki laki pilihan nya. Ya aku sedang membantu bantu mengoreng beberapa kerupuk dan membuatbeberapa bumbu bumbu yang akan di gunakan untuk makanan yang akan di gunakan di hari H. Setelah selesai aku dan kak sanusi pun ikut ziv dan calon suaminya ke temoat pengrias yang dulu mengdekor dan merias acara pernikahan ju di rumah kak sanusi. S3belum ke rumah perias itu aku dan kak sanusi mengantarkan ke studio karena ziv dan calon suaminya akan melakukan foto prewedding. Ya aku juga masih harus membantu adik ipar ku ini berdandan ya jujur saja dia sedikit tomboy orangnya dan tak tau cara berdandan jadinaku lah yang membantunya untuk berdandan. Setrlah selesai akhirbya mereka berdua pun nemulai proses foto prewedingnya. Sekitar satu jam kemudian akhirnya semua selesi. Aku dan suamibdan juga adik ipar dan calon suaminya pun labgsubg ke rumah perias itu tak butuh waktu lama dari tempat atudio itu sampai ke rumah perias itu hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit saja. Saat sampai kami pun langsung di sambut ya aku dan suami ku mrmang sangat akrab dengan perias itu aku dan suami ku memanggilnya tante neneng.
"Ada apa? Apa kalian mau mrnikah lagi?" kata tabte neneg kepada ku dan suami ku ya begitu lah tante neneg suka sekali bercanda.
"Siah tante ni, ngak lah te masak mau nikah lagi satu udah cukup te" kata ku kepada tante neneng sambil tertawa.
"Oh kirain mau nikah lagi siapa tau aja he he he he he he he he" kata tante neneng sambil teryawa keras.
"Siah mon tante jet, ini loh te adik ipar ku mau nikah nah tak usulin ke sini te sama aku, nah ini sambil mau feeting baju buat nikahannya te gitu" kata ku kepada tatante neneng.
"Oh iya iya, tapi sebelum itu tante tanya tanggalnya dulu ya soalnnya takut kebetur sama nikahan orang lain kan gak enak nantik jadinya" kata tante neneng kepada ku.
"Iya te ini nikah minggu deoan tanggal dua puluh satu te" kata ku kepada tante neneng.
"Oh iya sek dulu tak ambil penanggalannya" kata tante neneng kepada ku. Stelah itu tante neneng pun masuk ke dalam rumahnya dan labgsung mengambil kalender. Tak lama kemudian tante neneg pun keluar sambil membawa kalebder di tangannya.
"Oke tanggal dua puluh satu, itu sama akd nikah?" kata tante neneg kepada zivtura.
"Iya te sama akd" kata ziv kepada tante neneng.
"Oke tante bisa jado dekornya tak pasang tanggal dua pukuh malem ya sekitar jam sepuluh malem gitu terus akad nikahnya jam berapa?" kata tante neneng kepada ziv.
"Hmmm sekitar jam delapan pagi te" kata ziv kepada tante neneng.
"Oke te siap" kata ziv kepada tante neneng.
Setelah itu ziv pun di antar ke ruang vaju lalu mencoba beberapa baju, ya setelah mencpba beberapa akhirnya ziv dan calon suaminya memilih empat baju sekaligus ya bajunya menurut ku bagus juga. Setelh selesai kami pun langsung pulabg ya sampai di jalan karena perut mulai bervubyi akhirnya kami pun langsung ke rumah makan yang tak begitu jauh. Ya tentunya aku dan calon suami ku ini di traktir oleh calon suaminya ziv katanya sih sebagai ucapan terima kasih. Setelah itu kami pun langsung pulang atat paipai rumah aku langsung mebganti baju dan labgsung kemabli membantu vude mengurusi beberapa hal.
Pernikahan ziv dengan calonnya tinggal tiga hari lagi dekarang sedang sivuj di sibi ya harus membuat beberapa kue dan yang lainnya. Tapi senang bisa verkumpul dan bercanda dengan warga di sini. Ya orang sibi tak seprti di rumah fi sini banyak bicara dan suka sekali bercanda kalau orang di rumah ku mereka banyak diam dan tak suka bercanda katanya sih biar pekerjaannya cepat selesai dan cepat pulang. Setelah selesai membubgkus kue aku di panggil oleh ziv katanya jadi aku pun menghampiri ziv di kamarnya.
"Hemm apa?" kata ku sata sampai di kamarnya.
"Ikut aku yuk bak" kata ziv kepada ku
"Kemana?" kata ku kepada ziv.
"Ke pasar bak, mau beli pil KB, sama beberapa hal lainnya" kata ziv kepada ku.
"Kamu kan sek gak boleh keluar ziv apa lagi ini tiga hari dari pernikahan mu loh ziv pamali cewek cewek keluar waktu hari pernikahannya hampir ziv" kata ku jepada ziv ya karena dulu saat aku akan menikah dua minggu full aku tak keluar dari rumah bahkan ke halaman rumah ku saja aku saja tak boleh oleh ibu ku.
"Siah mitos itu bak, ayo dah soalnya banyak yang mau tak beli sama aku bak" kata ziv kepada ku sambil tersenyum.
"Hmmm kamu ni gak bisa di bilangin gini aja dah ziv, kamu catet apa aja yang mau kamu beli entar aku yang beliin semuanya buat kamu ziv nantik sekalian tak kasik nota sama aku ziv" kata ku kepada ziv.
"Tapi aku pengen keluar udah gak pap ayo" kata ziv kepada ku memaksa. Ya begitu lah dia.
"Oh iya dah ayo" kata ku kepada ziv.
Setelah itu aku pun krmbali ke rumah untuk versiap siap, ya jujur saja sevebarnya aku malas dan lelah tapi karena aku tak tega mwmbiarkan ziv keluar sendirian jadi aku pun ikut pergi dengannya. Ya sudah dua minggu belakangan ini aku sabgat mudah sekali lelah bahkan rasanya aku ibgin sekali tidur terus bahkan di siang hari aku bisa tidur sampai dua kali. Entah lah aku juga tak tau mengapa bisa begitu. Setelah selesai menganti baju dan memakai kerudung aku pun langsung ke rumah depan dan ya ternyata ziv pun sudah selesai. Setelah itu kami pun jalan. Saat di jalan aku lupa membawauang ya padahal tadi aku sudah berbiat untuk membeli kiranti ya biasalah jamu untuk perempuan karena sudah hampir empat bulan ini aku tidak tidak mendapatkan tamu bulanan ku itu. Saat sampai di apotik ziv pun mulai belanja ya karena gagal memveli apa yang aku inginkan jafi aku pun hanya menubggu di depan apotik. Tapi setelah ku pikir pikir mungkin ziv punya uang cadangan dan aku ibgin meminjamnya. Aku pun menghampiri ziv.
"Ziv kamu ada uang lrbih. Aku mau beli kiranti tapi uang ku ketinggalan kalau ada talangin dulu aja ziv nantik sampej rumah aku bakalan ganti kok uangnya" kata ku kepada ziv.
"Berapa harganya bak?" kata ziv kepada ku.
"Gak tau aku coba tanyak aja sama mbgnya" kata ku kepada ziv.
"Mbg jamu kiranti berapa harganya?" kata ziv bertanya kepada pelayan apotik.
"Dua puluh dua rivu kak harganya" kata pelayan it/kepada ziv.
"Uang ku kurang mbg gimana pas?" kata ziv kepada ku sambil memberitahukan uangnya yang tinggal sepuluh ribu rupiah di dompetnya.
"Yah, ya udah gak papa deh ya udah beliin tes peck aja ya ziv yang biasa satu, nantik sampek rumah tak ganti sama aku" kata ku kepada ziv.
"Oke siap" kata ziv kepada ku.
Setelah itu Iv pun membelikan tes peck unyuk ku stelah s3lesai kami pun pulang ya karena hari sudah mulai sore aku pun labgsung mandi setelah sampai di rumah. Tentu saja sebelum mandi aku mencoab unyuk menggunakan tea peck itu. Karena aku sudah biasa dengan hasil negatif itu jadi aku pun langsung menaruh tes peck itu di dekat jendela tampan melihat hasilnya terlebih dahulu ya karena aku tau kalau hasilnya pasti akan negatif dan jika aku meligat itu pasti aku akan teringat lagi kata kata kejam yang di lontarkan oleh ibu mertua ku itu kepada ku. Dan aku tak ingin menjadi gila karena hal itu. Aku pun langsung berpakian dan berdandan setelah mandi. Setelah itu aku pun langsung kembali ke rumah ziv untuk membantu beberapa hal ya karena besok akan ada prosesi membuat buvur merah jadi aku pun membantu menyiapkan swmuanya. Tapi entah mengapa sekitar jam delapan malam aku sudah sangat lelah dan juga mengantuk padahal aku biasanya tidur jam sebelas sampai jam satu malam tapi ini. Masih jam delapan malam aku sudah sangat sangat mengantuk. Ya apa boleh buat aku pun pulang saat sampai di rumah aku langsung berbaring di depan TV karwna di sanadi beri kasur. Ya rasanya aku sangat lelah sekali bahkan aku sangat sangat malas mealkukan apa pun ya ya ingin ku lakukan saat ini hanyalah diam saja tampa melakukan apa pun. Ya aku juga tak tau mengapa aku bisa jadi begini padahal dulu semalas malasnya diri ku. Aku tak pernah seprti ini. Tapi sekarang aku bebar benar sangat malas dan lelahunyuk melakukan apa pun yang aku ingin kan sekarang hanyalah tidur tidur dan tidur saja. Tak lama kemudian kak sanusi pun datang
"Kok udah pulang yank?" kata kak sanusi kepada ku ya biasanya aku pulang sekitar jam sepuluh malam atau jam sebelas malam ya kadang sampai di panggil tapi dua hari belakangan ini aku selalu cepat lelah dan malas untuk melakukan apa pun jadi aku pun memutuskan pulang lebih awal.
"Iya yank badan ku lemes dan capek vanget rasanya yank padahal aku gak ngapa ngapain yank" kata ku kepada kak sanusi sambil terus berbaring dan melihat ke lauar TV.