
Selasa. Karena Senin aku kan masih anterin kamu ke sini yank. Nah terus tiap hari banyak masalah di kantor kadang kadang aku Sampek lembur di kecamatan sama temen temen ku yank. Padahal sudah beberapa kali aku janji sama orang tua kamu buat datang bareng mereka yank tapi selalu gagal karena banyak banget masalah di kecamatan terutama masalah ke uangan itu yang buat aku bingung mabgkanya aku gak ke sini karena aku sibuk ngerjain semua kerjaan ku yank jadi aku minta maaf karena baru ke sini sekarang ynk tapi aku berani sumpah kalau aku gak macem macem kok yank di luar sana. Kamu masih percaya kan yank sama aku" kata kak Sanusi kepada ku di menjelaskan semuanya secara detail sambil memegang ke dua tangan ku dan melihat ku lekat lekat aku tak tau dia berbohong atau tidak kepada ku tapi yang pasti aku senang dia ada di samping ku saat ini meskipun aku masih sedikit kesal kepadanya.
"Oh" kata ku kepada kak Sanusi smabil melihat ke arah lain ya aku masih snagat sangat kesal kepada kak Sanusi.
"Ayo lah yank aku mohon percaya sama aku yank. Aku benar bener gak bohong sama kamu kok yank. Aku ngomong semuanya itu yang sejujur jujurnya yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil memegang ke dua tangan ku..
"Oh gitu udah lah terserah kamu. Kamu mau kerja atau S E L I N G K U H ya itu terserah kamu aku gak peduli toh aku di sini ya aku gak tau kamu jujur apa gak sama aku" kata ku kepada kak Sanusi sambil menekankan kata kata selingkuh.
"Aku bener bener gak selingkuh yank kamu bisa cek hp ku kalau kamu mau yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil memberikan honya kepada ku.
"Hah capek deh, ya meskipun kamu bilabg kalau kamu gak selingkuh terus hp mu di kasihkan ke aku ya kan bisa aja kan kalau chat mu sama S E L I N G K U H A N mu itu di hapus sama kamu" kata ku kepada kak Sanusi ya aku masih marah dan tak percaya kepadanya.
"Tapi yank aku beneran gak selingkuh" kata kak Sanusi kepada ku sambil melihat ku dengan tatapan sungguh sungguh
"Oh terserah" kata ku kepada kak Sanusi sambil beranjak pergi tapi tangan ku di pegang oleh kak Sanusi sehingga aku tak bisa pergi dan kembali ke tempat duduk ku semula.
"Ayo lah yank jangan pergi gitu aja yank. Aku bener bener gak selingkuh aku berani sumpah yank. Aku sayang banget sama kamu yank jadi aku gak mungkin duain kamu yank apa lagi Sampek berfikir ke situ yank itu gak mungkin yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Oh" kata ku kepada kak Sanusi ya aku masih malas kepada kak Sanusi aku tau kalau dia berbohong kepada ku.
"Ada apa syah?" Kata Melda kepada ku entah kapan tapi dia sudah ada di samping ku saat ini.
"Gak papa Mel" kata ku kepada Melda
"Dek cobak kamu kasih tau ke Aisyah kalau aku itu bener bener gak selingkuhin dia. Aku saynag banget sama Aisyah mana mungkin aku selingkuhin dia itu gak mungkin dia satu satunya cewek yang aku ajak ke rumah dek dan dia satu satunya wanita yang langsung aku kamar setelah kita pacaran dua bulan aku bener bener serius sama dia dana ku gak mungkin main main sama dia dek. Aku selama ini gak ke sini gara gara aku kerja dan di tempat kerja ku sedang ada masalah dek jadi aku gak ke sini karena aku bener bener sibuk dek dan aku baru bisa ke sini karena masalah di tempat kerja ku itu baru selesai dek." Kata kak Sanusi kepada Melda ya dia meminta pertolongan kepada Melda agar aku percaya kepada kak Sanusi.
"Iya tapi aku nyarik kerja dek selama gak ke sini dana khornya Nemu dek di bantu sama kepala desa di rumah ku dek. Jadi ya aku kerja dek dan kebetulan pas aku kerja masalah keuangan di kecamatan itu banyak banget dan baru aja selesai tadi dek. Dan aku langsung ke sini dek" kata kak Sanusi kepada Melda.
"Oh gitu ya udah kalau gitu aku mau bicara dulu ya kak berdua sama Aisyah" kata Melda kepada kak Sanusi setelah itu Melda membawa ku menjauh dari kak Sanusi.
"Ada apa sih Mel?" Kata ku kepada Melda.
"Gini Syah kamu maafin aja dia, kan kamu sudah tinggal bebebrapa hari di sini nah nantik kalau kamu sudah pulang kamu minta dia ke rumah mu setiap hari setelah pulang kerja nah kamu kan bisa tuh liat hpnya dia beneran selingkuh atau ngak. Terus kamu tukaran kartu aja sama dia nantik kalau kamu sudah pulang tapi jangan bilang bilang dulu Syah. Kamu bilang secara mendadak aja Syah nantik kalau kamu sudah pulang dari sini gimana?" Kata Melda kepada ku ya ada betulnya kata kata Melda kepada ku.
"Tapi kalau dia tetep bohong dan dia beneran selingkuh gimana Mel?" Kata ku kepada Melda ya jujur saja aku masih saja khawatir.
"Ya udah kamu selingkuh juga. Buat apa kamu punya tunangan kalau akhirnya dia selingkuh ya udah kamu selingkuhin aja dia. Dan kalau orang tua kamu tanyak dan akhirnya tau kamu selingkuhi tunangan mu ya kamu tinggal bilang aja kalau Sanusi itu selingkuh tapi ingat kalau dia selingkuh ya Syah dan itu harus ada buktinya. Jadi kalau masih belum ada bukti yang akurat kalau dia selingkuh kamu jangan selingkuh ya Syah" kata Melda kepada ku
"Iya, jadi aku harus maafin dia nih sekarang?" Kata ku kepada Melda.
"Iya kamu sekarang maafin dia aja dulu, tar lagi kamu bilang ke Sanusi kalau kamu sudah maafin dia tapi dengan syarat kalau dia harus ke rumah kamu setiap hari entah itu jam berapa ya kecuali malam sih Syah, gimana?" Kata Melda kepada ku.
"Iya Mel aku setuju makasih ya sarannya" kata ku kepada Melda.
"Iya sama sama Syah" kata Melda kepada ku.
"Ya udah ayo ke sana" kata melada kepada ku aku pun menganggukan kepala ku. Aku dan Melda pun berjalan ke arah kak Sanusi dia melihat ku dnegan pandangan entah lah apa aku sendiri tak mengerti dengan pandangannya.