Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 22


( Alecia )


Saat aku bangun aku ada di sebuah kamar aku tak tau ini dimana tapi yang aku rasakan saat ini adalah kepala ku yang terasa sangat pusing bahkan rasnaya berputar putar saat aku mencoba bangun gagal aku akhirnya kembali jatuh dan jatuh aku mencoba mengingat ingat apa yang terjadi keoada diri ku dna aku mengingat semuanya saat itu aku sedang ada di toilet dan entah kenapa tiba tiba saja saat itu menjadi gelap gurita. Aku mencoba berbaring sebentar ya karena aku butuh tenaga besar untuk keluar dari kamar ini aku juga harus mencari tau siapa yang menculik ku. Saat aku melihat ke sekeliling ku aku melihat ada sgelas air dan satu buah roti entah itu untuk siapa tapi aku ambil air yang ada di sana lalu meminumnya sampai habis setelah selesai aku pun bangun dan mencoba berjalan ke arah pintu keluar kamar . Tapi saat aku hendak keluar ternyata pintu ini di kunci aku kembali mencoba membuka pintu tapi hasilnya tetap saja nihil. Aku mencoba mengedit ngedor pintu


"Apa ada orang di luar?" Kata ku dengan suara serak ya karena air itu sangat sedikit sedangkan aku masih snagat haus. Dan dari luar tak ada jawaban


"Haloo apa ada orang di luar bisa keluarin aku?" Kata ku sekali lagi sambil mengedit ngedor pintu kamar itu tapi dia sia tak ada yang menjawab ucapan ku.


Aku pun mulai panik aku langsung masuk ke dalam siapa tau aku bisa keluar lewat jendela tapi saat aku melihat ke jendela betapa kagetnya diri ku kalau ku ada di sebuah gedung yang sangat tinggi dan itu adalah jawabannya ya kalau aku tak bisa keluar dari kamar ini kecuali dari pintu itu. Tapi jika aku ingin mati ya bisa saja aku keluar lewat jendela dengan cara loncat. Tapi aku tak boleh mati aku harus bertemu dengan keluarga ku dan juga crisan. Aku sudah meninggalkannya begitu saja dia pasti sangat khawatir dimana diri ku sekarang. Tiba tiba saja pintu kamar ini terbuka beberapa orang masuk dan ada satu orang yang aju kenal yaitu dia adalah ibu criaan.


"Oh sang gadis miskin sudah bangun dari tidur panjangnya gimana nyenyak tidurnya?" Kata ibu crisan kepada ku sambil duduk di kursi yang tak jauh dari ku berdiri saat ini


"Tante kenapa Tante di sini?" Kata ku kepada ibu crisan karena aku masih tak percaya dengan apa yang aku lihat.


"Menurut mu?" Kata ibu crisan sambil menatap ku sinis aku langsung menundukkan kepala.


"Maaf Tante tapi aku gak ngerti maksud Tante apa dan buat apa Tante bawa saya ke sini?" Kata ku kepada ibu criana sambil berjalan ke arahnya dengan memegang kepala ku ya karena kepala ku masih terasa pusing bahkan saat aku jalan rasnaya benda benda di sekitar ku ikut bergerak.


"Apa yang kamu incar dari crisan?" Kata tmibu crisan sambil melihat mata ku lekat lekat.


"Aku gak ngincar apa apa kok Tante, aku tulus sayang dan cinta sama crisan" kata ku kepada ibu crisan.


"Cinta ha ha ha ha ha sekarang adalah jaman dimana uang berbicara jadi kamu bilang saja berapa jumlah uang yang kamu butuhkan makan aku akan berikan kepada mu" kata Mama crisan kepada ku dan dia berbicara kepada ku dengan nada dingin.


"Tapi Tante gak semua bisa di beli dengan uang. Kenapa Tante Bersi keras buat misahin aku sama crisan aku gak ngincar uang atau pun harta dia kok Tante" kata ku kepada ibu crisan sambil duduk di ranjang yang ada di depannya.


"Kamu pikir aku gak tau apa yang kamu pikirkan. Lihat saja diri mu saat ini bahkan kamu sudah bisa minta crisan buat beliin akmu cincin dan kalung" kata ibu crisan sambil menunjuk ke arah kalung dan cincin yang aku pakai.


"Tapi Tante aku gak minta inic crisan sendiri yang ngasik ke aku tanda kalau kami ada hubungan" kata ku kepada Mama crisan.


"Kata kan saja berapa jumlah uang yang kamu butuh kan buat kehidupan kamu dan gaya hidup Hura Hura kamu. Aku akan berikan sekarang juga dengan syarat kamu harus tinggalak crisan sekarang juga dan menandatangani surat ini" kata ibu crisan kepada ku sambil meelmparkan sebuah surat kepada ku


"Maaf Tante aku gak butuh uang Tante dan saya gak bakalan tanda tangan surat ini untuk ninggalin crisan" kata ku kepada ibu crisan.


"Baik kalau begitu aku akan berikan kamu sebuah xek kosong jadi kamu tinggal tulis saja berapa jumalh yang yang kamu butuh kan" kata ibu crisan kepada ku sambil memberikan sebuah cek kosong yang sudah di tanda tangani oleh ibu crisan.


"Maaf Tante apa Tante tidak mengerti kalau saya tidak butuh uang Tante". Kata ku kepada aibu crisan sambil merobek robek cek kosong yang dia berikan kepada ku ya aku melakukan itu karena aku sangat kesal kepadanya yang hanya memandang orang dari harta dan juga martabat.


"Kamu ingat perkataan ku tentang uang bisa menghilangkan nyawa seseorang?" Kata ibu crisan sambil melihat ke arah ku."terus?" Kata ku melihatnya


"Aku bisa saja melenyapkan diri mu saat ini juga tapi aku tak lakukan karena aku tak ingin mengotori tangan ku. Bahkan jika aku mau adik, ayah dan ibu mu pun bisa mati hari ini juga jika aku mau" kata ibu crisan kepada ku dan hal itu membuat ku menjadi sangat snagat marah.


"Kenapa Tante selalu memandang orang dari harta dan martabat? Bahkan Tante mengancam ku dengan ingin membunuh adik, ibu dan ayah ku salah mereka apa sampai sampai Tante ingin membunuh mereka. Yang berhubungan dengan crisan adalah diri ku aku. Tapi kenapa Tante ingin melibatkan mereka bahkan mereka tidak tau apa apa tentang hubungan kami. Apa Tante tidak punya hati sehingga Tante tega melakukan hal keji sepeti itu? Coba bayangkan jika posisi ku ada di posisi Tante apa yang akan Tante lakukan? Coba Tante pikirkan tentang kebahagiaan anak Tante jangan hanya memikirkan kebahagian Tante saja crisan dia bahkan menjadi nakal karena Tante berubah menjadi kejam Seperti ini. Tante aku janji gak bakalan minta apa pun dari crisan dan aku juga gak butuh harta Tante aku jatuh cinta sam anak Tante crisan jadi tolong restui hubungan kami" kata ku kepada ibu crisan bahkan saat aku melihat ibu crisan dia tampak sangat marah ya terlihat dari wajahnya


"Iya tapi Tante gak mikirin kebahagiaan anak Tante" kata ku kepada ibu crisan. Dan ibu crisan pun berdiri laku menampar wajah ku.


"Jaga ucapan mu sebelum berbicara yang aku pikirkan adalah kebahagian anak ku dan aku tau apa yang membuat mereka bahagia atau tidak karena aku adalah ibunya sedangkan kamu hanyalah wanita yang dikenalnya tak lebih dari enam bulan saja jadi jangan sok tau" kata ibu crisan sambil menunjuk nunjuk diri ku dengan tangan kirinya


"Tante memang ibu dari crisan dan kak Chelsea tapi apa Tante tau kalau kak Chelsea tersiksa dengan pernikahannya sekarang. Bahkan Tante gak peduli dengan keseharian merek yang Tante penuhi bukan kasih sayang sepeti seharusnya ibu kandung lainnya. Tapi yang Tante penuhi hanya soal uang yang dan yang saja" kata ku kepada ibu crisan ya aku harus melakukan ini demi hubungan kud an juga kebahagiaan kak Chelsea dan juga crisan.


"Sebaiknya kamu diam karena akmu gak tau apa ao tentang diri ku dan tanda tangani saja surat ini" kata ibu crisan sambim berdiri dan melemparkan surat yang di pegang ke arah wajha ku.


"Sampai kapan pun aku gak pernah tanda tangani surat ini kecuali crisan sendiri yang mintak buat aku tanda tangani surat ini" kata ku kepada ibu crisan.


"Terserah" kata ibu crisan kepada aku setelah itu dia pun pergi meninggalkan. Ku tapi saat dia akan menutup pintu dia berbalik dan menghadap diri ku


"Jangan biarkan dia makan hanya berikan saja. Berikan satu botol satu hari" kata ibu crisan kepada penjaganya yang ada di belakangnya.


"Siap nyonya" kata penjaga itu kepada ibu crisan sambil menundukkan kepalanya.


Setelah itu ibu crisan pun keluar tidak apa apa walau pun hanya di berikan air satu botol satu hari yang penting dia tak membunuh ku secara langsung dana ku yakin kalau crisan akan datang dan menolong ku meskipun aku tau kapan dia akan datang dan menolong diri ku. Aku harus bertahan demi semua ini karena aku yakin semua masalah ini akan indah pada waktunya.


"Cris aku butuh kamu aku harap kamu cepet Dateng temyin aku ya" kata ku sambil menghadap ke arah langit


Setelah itu aku hanya duduk diam di tepi ranjang tempat tdiur yang ada di samping ku. Aku harap selama aku di sini ibu ayah dan juga adik ku baik baik saja. Aku berjalan ke arah jendela aku bingung apa yang harus aku lakukan agar aku bisa keluar dari sini tapi rasnaya semuanya buntu. Aku pun mulai berjalan ke sekeliling kamar ini mulai dari kamar mandi dan yang lainnya tapi tetap saja hasilnya nihil. Akhirnya aku hanya duduk diam di pinggir ranjang.


Tak terasa sudah 6 hari aku di kurung di kamar ini aku setiap hari hanya di berikan baju dan sebotol minuman saja. Kepala ku sudah pusing karena setiap hari aku hanya minum air sebotol sedang itu pun tak cukup bahkan jika aku sangat lapar aku harus minum air kran dan hal itu membuat perut ku akait tapi aku tak bisa melakukan ap oun aku hanya bisa diam di atas tempat tidur.


"Cria kapan kamu Dateng buat nolongin aku cris. Aku di sini berjuang buat hubungan kita apa kamu bisa ke sini an nyelamatin aku rasnaya aku sudah gak kuat cris nahan semua ini. Tapi aku ngelakuin ini semua demi kamu cris. Kapan akmu Dateng cris. Aku pusing cria badan ku lemas bahkan sudah dua hari ini aku gak bisa kemana kemana cris." Kata ku berbicara sendiri


Entah kapan air mata ku sudah mengalir aku snagat merindukan crisan dan juga ayah ibu dan juga adik ku meskipun kami dari kalangan miskin tapi aku hidup bahagia bahkan harta rasanya tak begitu penting untuk kita. Entah apa yang akan di pikirkan oleh ibu dan ayah ku saat mereka tau kalau anak pertama perempuannya tak ada di rumah selama berhari hari bahkan aku takut mereka akna mencari ku kemana kemana. Sehingga membuat mereka kecapekan aku gak mau hal itu terjadi kepada ayah, ibu , dan adik ku .


Tepat hari ini sudah satu Minggu aku di sini tapi tak ada tanda tanda kalau crisna akan datang menjemput ku entah aku harus pasrah atau terus berjuang tapi aku bingung apa yang harus aku lakukan tiba tiba saja pintu kamar terbuka ya paling itu adalah wanita yang biasanya masuk ke kamar untuk memberikan baju dan juga air. Aku hanya diam karena aku sudah tak punya tenaga untuk bangun.


"Jadi bagaimana apa kamu akan menandatangi surat ini?" Kata seseorang kelas aku saat aku melihat ke asal suara itu dan saat aku melihat ke asal suara itu ternyata itu adalah ibu crisan.


"Gak Tante aku gaka akn pernah setuju" kata ku kepada ibu crisan ya suara ku sudah snagat elmah bahkan sangat lemah.


"Oh ya terarah kamu, apa kamu gak kangen sama ibu, ayah dan juga adik kamu. Jadi sekarang kamu hanya perlu tanda tangan dan aku akan beri kamu makan laku setelah itu aku antar kamu pulang. Tentunya dengan sebuah cek kosong gimana ya kamu tau lah syaratnya kalau kamu harus ninggalin crisan" kata ibu crisan kepada aku sambil berdiri di samping tempat tidur ku.


"Aku kangen sama mereka bahkan aku sangat snagat merindukan mereka tapi aku gak bisa berbuat apa apa selain menunggu crisan untuk nolongin aku" kata ku kepada ibu crisna ya sejak tadi bicara aku tak melihat ke arahnya.


"Ha ha ha.dia gak akan pernah Dateng buat nolongin kamu karena dia gak tau kalau kamu ada di sini. Ya sudah kalau gitu aku keluar dulu selamat menikmati kehidupan yang indah ini ha ha ha ha ha" kata ibu crisan tertawa terbahak bahak sambil keluar dari kamar ku.


Cris aku harap kamu cepetan Dateng tiba tiba kepala ku snagat pusing sampai sampai aku tak tahan dengan rasa sakit ayng aku rasakan saat ini. Entah lah pandangan ku pun mulai kabur dan semuanya berubah menjadi hitam.