Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 72


melihat ke arah ku..


"Siapa syah?" kata mbg dini kepada ku.


"Hmmm gak tau saya mbg gak kenal saya mbg" kata ku kepada mbg dini.


"Masuk mas, ada yang bisa saya babtu?" kata mbg dini kepada laki laki itu.


"Oh iya saya ilham tunangan dinda saya mau jumput dinda soalnya katanya dinda lagi pusing dan di rumahnya orang tuanya suruh saya jumput dinda" kata laki laki itu kepada mbg dini. Aku tau sekarang kalau laki laki itu adalah olham dan ternyata laki laki itu adalah tunangan dari mbg dinda tapi aku tak pernah melihat laki laki ini mengantarkan mbg dinda selama aku bekerja di sini. Sudah lah lebih baik aku tak perlu memikirkan hal itu.


"Oh gitu gini di kantor sedang ada masalah dan atasan saya sedang dalam perjalanan ke sini jadi saya sudah ada pesan dari atasan kalau karyawan gak ada yang boleh pulang. Jadi sebaiknya masnya jumput nanti aja ya mas nanti kalau masalahnya udah kelar biar dinda nelfon sampean lagi mas." kata mbg dini kepada laki laki yag bernama ilham itu.


"Oh gitu ya sudah kalau gitu" kata laki laki itu. Laki laki itu pun pergi dengan sepreda motornya.


"Din kamu sakit,istrirahat aja dulu nanti kalau mbg diana sudah dateng saya bagunin" kata mbg dini kepada mbg dinda.


"Iya mbg" kata mbg dinda sambil masuk ke dalam dan tidur di kamar.


Oiya kantor kami dan mess jadi satu di sini. Tapi yang aku bibgungkan sekarang adalah mbg dinda ya bagimana gak bingung tadi mbg dinda baik baik saja tapi sekarang mbg dinda sedang sakit. Aku jadi bingung tapi ya mungkin saja dia benar benar sakit. Sudah lah aku tak perlu memikirkannya aku harus mengerjakan berkas berkas ini dan harus selesai hari ini juga.


Aku pun kembali menherjakan berkas berkas itu. S3kitar jam satu siang mbg diana pun datang dan bertepatan dengan berkas berkas yang aku kerjakan sudah selesai. Akhornya mbg diana memanggil semua karyawan yang ada di kantor tempat ku berkerja. Akhirnya setelah semua karyawan berkumpul mbg diana pun duduk di kursi paling depan sedangkan mbg dini duduk di sebelah mbg diana.


"Oke jadi gimana kronologinya kenapa uabg sebesar dua ratus tibu itu bisa hilang?" kata mbg diana kepada kami semua dengan nada dan suara yang sangat tegas.


"Gini kemaron anak anak banyak yang melakukan penagihan sama nadabah nasabahnya mbg. Nah beberapa anak anak sudah nyetor dan sebelum aisyah datang saya sudah hitung semua uang itu dan pas dan juga betul dengan penagihan hari ini akhornya sekitar jam empatbsore aisyah datang dan memberikan saya uang hasil penagihannya saya ada di sini mbg karena saya sedang mengerjakan laporan akhor bulan jadi saya suruh aisyah taruh di atas meja saya sama laporannya nah malamnya saya cek lagi uangnya tapi ternyata uang dari hasil nagihnya yutik itu hilang dua ratus ribu rupiah mbg. Nah saya gak tau siapa yang ngambil tadi saya sudah tanya sama aisyah tapi aisyah bilang kalau dia itu gak ngambil uang itu mbg bahkan aisyah sendori yang nyiruh mbg diana ke sini buat liat CCTVnya" kata mbg dini kepada mbg diana menjelaskan apa yang terjadi kemarin.


"Oh gitu aisyah kamu yakin kalau kamu gak ngambil uang itu?" kata mbg diana kepada ku.


"Iya mbg saya yakin kemaren saya naruh uang itu di meja mbg dini sama laporannya setelah itu saya udah gak nganu apa apa lagi mbg. Pas tadi pagi mbg dini bilang kalau saya yang ambil uang itu karena saya 3mang gak ngambil uang itu tapi karyawan yang lainnya malah nuduh saya apa lagi mbh dinda. Jadi saya ngasih usul ke mbg dini buat manggil mbg diana biar kita bisa liat CCTVnya dan tau siapa yang ngambil uang itu" kata ku kepada mbg diana.


"Kamu yakin. Kalau akhirnya setelah saya liat CCTV itu dan akhirnya kamu yang ngambil uang itu. Gimana?" kata mbg diana kepada ku.


"Saya mau di laporkan ke polisi" kata ku kepada mbg diana


"Oke kalau gitu ini banyak saksinya loh ya syah. Kalau emang kamu yang ngambil uang itu kamu harus ikut ke kantor polisi buat tanggung jawab dengan perbuatan mu loh syah" kata mbg mbg diana kepada ku sambil menatap ku kekat lekat aku pun menatap mbg diana ya karena aku tak takut karena aku memang tak bersalah.


"Iya mbg saya berani dan saya mau" kata ku kepada mbg diana dengan nada bersungguh sungguh.


"Oke kalau gitu ayo din kita ke kantor dan liat siapa yabg ngambil uang itu. Untuk kalian tetap diam di sini jangan kemana kemana ingat jangan ada yang kemana mana saya keluar saya mau semuanya ada di sini mengerti" kata mbg diana dengan nada yang sangat tegas.


"Iya mbg" kata ku dan karyawan yang lainnya secara serentak.


Setelah itu aku dan karyawan yang lainnya pun hanya dududk diam sambil menunggu mbg dini dan juga mbg diana keluar dari kantor yang lain sedang berbicara dengan karyawan lainnya karena tak ada yang mau berbicara dengan ku jadi aku hanya diam saja ya karena mereka menganggap kubsebagai pencuri uang itu ya sudah lah sebebtar lagi pasto aakan ketahuan siapa pencuri yang sebenarnya. Tiba tiba mbg dinda bangun dan hendak keluar sambil membawa tasnya. Yutik langsung memegang tangan mbg dinda entah aku juga tak tau mbg dinda dia terlihat panik bahkan wajahnya juga pucat.


"Mau kemana kamu din?" kata yutik kepada mbg dinda.


"Aku mau pulang ibu ku sakit di rumah dan itu tunangan ku juga sudah nunggu aku. Aku juga udah bilabg tadi sama mbg dini dan gak papa kok sama mbg dini" kata mbg dinda kepada yutik.


"Kapan mbg dini bilang kamu boleh pulang sekarang, wong mbg dini bilang kalau kamu boleh pulang kalau masalah ini sudah selesai. Kamu kok kayaknya ketakutan sih mbg apa kamu yang nyuri uang itu ya?" kata ku kepada mbg dinda ya aku curiga dengan gelagat mbg dinda jadi aku pun menuduh mbg dinda.


"Eh syah kalau kamu gak suka sama aku ya udah tapi gak usah memutar balikkan fakta donk kamu yabg tadi lagi ngerjakan berkas aku bilang kok sama mbg dinda dan gak papa kok sama mbg dinda asalkan nunggu sampek mbgvdiana dateng dan sekarang kan mbg diana udah dateng jadi aku gak papa pulang donk. Dasar ya kalau pencuri emang gitu suka memutar balikkan fakta" kata mbg dinda kepada ku sambil marah marah.


"Aku gak memutar balikkan fakta kok aku emang gak dengar apa apa wobk aku dari tadi duduk di sibi kamu kayakbya tadi hanya diam aja kenapa dekarang bilang mbg dini bilabg kamu ngizinin pulabg wonk mbg dini gak bilabg gitu" kata ku kepada mbg dinda kesal aku sangat sangat kesal atas tingkah lakunya itu.


"Ya sudah sana din kalau kamu mau pulabg gak papa kok. Nantik aku kabarin ya giman gimananya hari ini" kata fika kepada mbg dinda.


"Ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya ibu ku sakit soalnya" kata mbg dinda kepada fika.


"Iya" kata fika sambil menagnggukan kepalnya.


Setelah kami pun saat ini aku benar benar kesal bahkan aku sangat kesal kepada mbg dinda dan juga fika ya padahal fika akrab sekali dengan ku tapi dia sekarang malam mendukung mbg dinda. Halah sudah lah malas memikirkan teman yang hanya baik di depan tapi busuk di belakng. Ya sebaiknya ketahuan sekarang dari pada aku tau akhirnya dan aku malah kecewa dan untungbya aku tak banyak menceritakan rahasia ku bahkan rahasi yang sangat sangat aku jaga ya semoga saja mereka mendapatkan balasannya. Sekarang yang ingin aku lakukan aku hanya ibgin berhenti kerja di tempat ini. Dan besok adalah hari gajian ya mungkin besok aku tak usah masuk ke kantor setwlah itu aku mengajukan untuk berhenti terlebih dahulu ya mungkin sebaiknya begitu.


"Dimana dinda?" kata mbg diana kepada kami semua.


"Pulabg mbg" kata yutik kepada mbg diana.


"Kenaoa kalian biarin pulang kan saya sudah bilabg jangan ada yang kemana mana atau pun sampai pulang kenapa kalian ijinin dia pulang?" jata mbh diana marah kepada kami semua.


"Tadi kata mbg dinda sudah ijin ke mbg dini mbg, dan mbg dini nhebolehin buat pulang tadi mbg dinda hanya di suruh nunghu sampek mbg diana datang aja katanya" kata dea kepada mbg diana.


"Benar gitu din" jata mbg diana kepada mbg dini.


"Ngak mbg tadi tunangannya datang ke sini soalnya katanya dinda itu sakit dan di surih jumput sama orang tuanya karena sama mbg diana gak ada karyawan yang boleh keluar atau ijin pulang jadi saya suruh jumput setelah masalah di kantor selesai udah gitu aja mbg saya gak ngasih ijin apa lagi bilang boleh pulang setelah mbg diana datang saya gak bilang gitu kok mbg. Oh iya ada saksinya kok mbg ini aisyah buktinya mbg kalau saya gak ngasih ijin ke dinda" kata mbg dini menjelaskan apa yang terjadi


"Benar gitu syah?" kata mbg diana kepada ku.


"Iya bener mbg mbg dini bilabg gitu tadi ke tunangannya mbg dinda gak bilang kakau mbg dinda itu boleh pulang" kata kunjepada mbg diana.


"Hemm ya sudqh kita lupain aja. Tapi kalian ada yang tau di mana rumahnya dinda?" jata mvg diana kepada kita semua.


"Iya tau mbg kita semua oernah ke sana kok mbg" kata fika keoada mbg diana dan juga mbg dini.


"Oh oke oke. Oke kita kembali ke topik pertama dan saya sama dini audah menemukan siapa oencuri itu sekarang" kata mbgbdiana kepada kami semua.


"Jadi siapa pencurinya mbg aisyah ya?" kata fika kepada mbg diana.


"Aisyah saya sebwlumnya minta maaf sama kamu soalnya saya sudah nuduh kamu mencuri uang itu" kata mbg diana kepada ku.


"Aku juga minta maaf ya syah sudah nuduh kamu yabg ngak ngak padahal bukan kamu yang mencuri uang itu" kata mbg dini lagi kepada ku.


"Iya gak papa kok mbg saya udah maafin mbg dini dan juga mbg diana kok jadi gak masalah jadi siapa pencurinya mbg?" kata ku jepada mbg diana dan juga mbg dini.


"Bagus lah kalau hiyi, kalian pasti penasaran kan siapa yang mencuri uang itu. Nih kalian liat sendori siapa yang mencuri uang itu" kata mbg diana kepada kita semua sambil memutar laptop dan menyetel kan vidio yang berisi rekaman CCTV itu. Aku dan yang lainnya melihat dengan sesama siapa yang masuk dan keluar sampai akhirnya aku yang masuk hati ku mulai takut dan juga dag dig dug ya aku tak tau harus bagaimana. Setelah itu aku pun keluar di dalam vidio aku tak melakukan apa apa habya menaruh uang fan berkas labgsung keliar dan memang iti yang terjadi. Sampai akhirnya sekitar jam enam sore di saat adzan maghrib mbg dinda masuk bagikan maling. Setelah itu dia mengambil uang dan langsung pergi bwgitu saja. Ternyaga dia yang telah mengambil uabg itu.


"Ternyata mbg dinda yang udah ngambil uang itu jelas aja mbg dinda ngotot banget yang mau pulang tadi pas dia dari tadi pagi kelihatan panik gitu" kata ku kepada yabg lainnya.


"Aku gak nyangka kalau dinda sepeti itu. Jahat banget dia ya bisa nuduh aisyah seprti itu" kata fika kepada yabg lainnya.


"Iya jahat banget. Jadi gimana ini pas mbg selanjutnya?" kata yutik kepada mbg diana dan juga mbg dini.


"Hmmmm gibi aja deh kita buat dia kapok dan kita kerjain dia gimana?" kata mbg diana kepada kami semua.


"Setuju mbg tapi gimana caranya mbg?" kata fika kepada mbg diana.


"Gini kita ke rumahnya pertama kamu aja dulu fik, oiya sebelum itu chat dia tanya dia ada di mana tapi jangan bilang kalau kamu mau ke rumahbyabkita ke sana bareng bareng tapi waktu mau nyampeknrumahbya kita gak usah ke rumahnya dulunkita sembunyi dulu. Swtelah itu kalau gak ada dinda kita langsubgbdeh masuk dan bilang kelakuan anaknya itu. Nah setelah itu setelah ngasih tau mereka semua beserta vidionya kita balik lagi nah kamu bilang atau chat dinda bilang kalau CCTVnya rusak lagi dan rekamannya hanya ada sejak empat hari yang lalu nah dia kan pasti masuk kerja tuh besok nah syah kamu besok juga masuk ya tapi ingat jangan ada yabg bicara sama aisyah setelah dinda dateng kalian kayak yang musuhan gitu nah setelah itu di mulai deh vreffing nah kalau dinda tanyak kan pasti tanyak tuh dinda siapa pelakunya ya udh kita jawab gak taibsetelah itu kita putar deh vidionya an buat dia malu gimana. Dan kita juga bilang ke dinda kalau orang tuanya itu sudah tau tentang kasus pencurian ini. Gimana?" kata mbg diana kepada kami


"Oke kami setuju" kata ku dan juga yabg lainnya jepada mbg diana.


"Oke kalau gitu kamu chat dulu fik dinda" kata mbg dini kepada dinda.


"Oke mbg siap" kata fika langsung mengeluarkan hpnya. Setelah itu fika pun langsung mengirim chat kepada dinda ya aku sudah malas untuk memanggilnya mbg lagi jadi aku akan memanggilnya dinda saja. Akhirnya aku sekarang lega ya aku sudah tenang karena akhirnya ketahuan juga siapa yang telah mencuri uang itu ya memang sebelumnya semua ini membuat ku lelah bahkan membuat ku pusing tapibsekarang aku sudah tenang dan bahagia. Tapi aku masih ingin keluar dari tempat ini ya besok gajian dan besok aku akan bilang kalau aku ingin berhenti ya aku ingin menikah saja dengan kak sanusi ya sebaiknya aku mengabari kak sanusi nanti setelah semua rencana kami berjalan dengan lancar. Atau sebaiknya aku memberitahukan kepada kak danusi nanti malam saja. Ya sudah lah aku akan memberitahukan hal ini kepada kak sanusi entah lah aku tak tau kak sanusi akan senang atau tidak dengan kabar gembira ini. Ya sudah lah liat nanti aja.


"Kak katanya dinda ada di rumahnya dan saya juga udah bilang kalau CCTVnya hanya merekam sampek empat hari yang lalu dan tentang yang kehilangan uang itu masih gak di temuin saya bilang gitu dan dia percaya mbg" kata fika kepada mbg diana dan mbg dini.


"Oke kalau gitu kita kebrumahnya sekarangbsesuai rencana ya fik" kata mbg dini kepada fika.


"Siapa mbg" kata fika sambil mengacungkan jempolnya.


Setelah itu kami pun bersiap siap untuk pergi. Saatdi oerjalanna aku ingin sekali cepat cepat sampai bahkana ku ingin mengatakan kepada ke dua orang tua mbg dinda kalau dia sudah menuduh ku mencuri padahal dirinya lah yang sudah mencuri uang itu. Tak lama kemudian kami pun sampai di tempat tinggal mbg dinda dan sesuai rencana fika ke sana terlwbih dahulu setelah itu dinda memberitahukan lewat chat di grub koperasi kami kalau di rumah tak ada mbg dinda. Dan ya kami pun langsung ke sana saat sampai di sana kebetulan di sana ada ayah dan juga ibu mbg dinda jadi kamu pun labgsung berbicara maksud dan tijuan kami ke situ.


"Pak buk gini saya ingin tanya katanya ibu sedang sakitbdan nyiruh dinda untuk pulang