Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 73


( syasa )


Hari ini aku sudah boleh pulang dari rumah sakit disini juga ada alzelfin, austy, dion, Jason, ratna, mama papa, dan juga mami papi aku bahagia mereka selalu ada di samping ku sampai saat ini bahkan di saat aku susah mau pun senang ada mereka di samping ku terutama alzelfin dia selalu setia menemani ku di rumah sakit. Bahkan dialah yang paling heboh saat aku akan makandan juga minum tapi aku bahagia memiliki kekasih seperti alzelfin yang sangat mengerti dengan diri ku aku pikir aku sudah gak bisa ketemu dia tapi tuhan masih mau aku bertemu dengan


alzelfin.


“sudah semua?” kata alzelfin kepada ratna dan Jason yang membereskan barang barang ku


“iya sudah ayo.” Kata Jason sambil membawa 2 tas


“iya sudah ayo sayang kita pulang.” Kata alzelfin kepada ku


“iya ayo.” Kata ku kepada alzelfin


Setelah itu aku di gendong untuk naik ke kursi roda sebenarnya tak perlu juga karena kata dokter luka di perut ku juga sudah membaik hanya tak boleh bergerak sembarangan saja. Awalnya aku gak mau pakai kursi roda tapi alzelfin mengatakan kalau aku wajib pakai kursi roda ya akhirnya aku mengalah dan mau memakai kursi roda. Saat sampai di lobi rumah sakit aku ingin berdiri tapi alzelfin tak memperbolehkan ku berjalan kaki padahal mobil sudah ada di depan ku paling ya 5 langkah sudah nyampek tapi ya begitu lah sifat alzelfin dia langsung mengendong


ku dan mendudukkan ku di kursi mobil


“gimana sudah enak?” kata alzelfin kepada ku


“iya sudah.” Kata ku kepada alzelfin


“apa kurang ke sana dikit ayo aku bantu.” Kata alzelfin kepada ku tapi aku langsung mencegahnya


“gak usah aku bisa sendiri kok al, aku bukan orang lumpuh.” Kata ku kesal kepada alzelfin


“tapi kamu kan lagi sakit.” Kata alzelfin kepada ku


“tapi kata dokter aku sudah baik baik aja al.” kata ku kepada alzelfin


“ya ya ya.” Kata alzelfin sambil memasukan kursi roda ke bagasi


“buat apa kamu masukin itu?” kata ku kepada alzelfin


“oh aku sudah beli kursi roda ini buat kamu, biar waktu di apartement kamu gak banyak gerak kan kata dokter kamu ga boleh banyak gerak.” Kata alzelfin kepada ku


“tapi al.” kata ku tapi mulut ku di tutup oleh alzelfin


“sudah gak usah protes aku gak mau ada apa apa sama calon istri ku.” Kata alzelfin sambil menutup pintu mobil


“sabar.” Kata ratna mengoda ku


“sudah deh rat pusing aku.” Kata ku sambil memegang kepala ku


“kenapa kamu sayang pusing mau kembali ke rumah sakit?” kata alzelfin kepada ku saat dia sudah masuk ke dalam mobil dan itu membuat ku jengkel


“gak usah gak papa aku hanya capek sama kamu.” Kata ku kepada alzelfin


“ya sudah kalau kamu capek kamu istirahat ya?” kata alzelfin kepada ku


“iya.” Kata ku kepada alzelfin


Setelah itu alzelfin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalan di banyak sekali bicara aku pusing dengan apa yang akan aku kata kan kepada alzelfin untungnya ratna membantu ku dan menyuruh alzelfin untuk diam ya dan akhirnya alzelfin diam juga saat sampai aku ingin turun tapi oleh alzelfin tak boleh. Setelah itu dia mengambil kursi roda yang di bawa dari rumah sakit dan meletakannya di samping mobil setelah itu dia mengendong ku ke kursi roda


“hmmm… mmmm al kayaknya gak perlu seperti ini juga deh.” Kata ku kepada alzelfin


“gak papa.” Kata alzelfin mendorong kursi roda yang aku naiki


Saat sampai di apartement mamadan papa sudah disana begitu pun dengan mami dan papi mereka menyambut kedatangan ku setelah selesai berpelukan alzelfin membawa ku ke kamar ya kamar yang sudah beberapa minggu tak aku tempati aku rindu dengan kamar ini lalu alzelfin mengendong ku dan meletaka kan ku dengan sangat sangat sangat pelan di ranjang. Setelah itu dia keluar untuk menemani mama papa dan


juga mami papi aku bosan  jadi aku menonton TV di kamar dan katanya ini alzelfin yang memasangnya takut aku bosan saat pulang dari rumah sakit tak lama kemduain pintu kamar  ku terbuka aku melihat ratna masuk


“ganggu gak?” kata ratna kepada ku sambil berjalan ke arah ku


“gak kok, sini.” Kata ku kepada ratna


“gimana keadaan kamu sekarang sudah enakkan?” kata ratna kepada ku


“iya cuman perih dikit aja kok.” Kata ku kepada ratna


“maaf ya sya aku gak bisa jaga kamu dengan bener samapai sampai kamu ngalamin kejadian seperti ini?” kata ratna sambil terisak


“eh kenapa nangis gak papa kok rat, sekarang aku kan sudah disini terus aku juga sudah baik baik aja kan jadi sudah gak papa kok.” Kata ku kepada ratna


“kamu tau aku khawatir banget sama kamu?” kata ratna dan dia menangis makin keras


“sudah gak papa kok, lihat aku sehat kok.” Kata ku kepada ratna


“aku seneng kamu sudah kembali, janji ya jangan ngilang lagi? ” Kata ratna sambil mengusap air matanya


“iya janji.” Kata ku sambil membantu mengusap air matanya


“oh terus dimana keponakan ku yang super duper imut itu?” kata ku kepada ratna


“dia di kamar lagi tidur, aku pergi ambil dulu ya?” kata ratna berdiri aku memegang tangannya


“gak usah, sudah sini duduk bek aku. Kan aku bisa ketemu sama si imut nanti.” Kata ku kepada ratna


“iya.” Kata ratna kepada ku


“oiya ceritain ke aku donk rat?” kata ku kepada ratna


“cerita apa?” kata ratna kepada ku


“cerita tentang alzelfin apa yang dia lakukan waktu aku di culik?” kata ku kepada ratna


“dia yang paling heboh waktu kamu hilang ya memang kami juga heboh tapi tak seheboh dia.” Kata ratna kepada ku


“heboh? Heboh gimana?” kata ku kepada ratna


“mau denger cerita lengkapnya?” kata ratna kepada ku


“iya mau mau.” Kata kuserius kepada ratna


“nantik deh kalau kamu sudah sembuh.” Kata ratna kepada ku


“yahhhhhh kok gitu sih.” Kata ku kepada ratna kecewa


“iya sudah aku ceritain.” Kata ratna kepada ku


“nah gitu donk.” Kata ku kepada ratna


nemuin kamu dia pulang kesini dengan perasaan yang kacau balau alzelfin tak pernah tenang waktu itu dia mau lapor polisi tapi papa kamu bilang kalau polisi gak akan memproses sebelum hilang selama 24 jam setelah lama berfikir Jason dan alzelfin ke rumah austyn tapi kamu gak ada di sana saat pulang austyn ikut Jason dan alzelfin kesini bahkan dia membantu nyarik kamu.  Setelah itu waktu joni nelfon dia sangat sangat marah sampai sampai wajahnya ikut merah tapi waktu dia denger suara kamu dia seneng banget sampai sampai dia bingung harus berkata apa tapi waktu kamu mintak tolong dia jadi panic banget. Setelah itu sudah beberapa minggu berlalu


kamu masih belum di temukan  di sangat sangat frutasi bahkan dia tak tidur dan hanya tidur selama 1 jam setiap hari setelah bangun dia keluar cari kamu bahkan dia sangat jarang sekali makan kami harus membujuknya untuk makan tapi dia tetap tak ma uterus waktu ada berita yang lihat joni dia sangat senang tapi saat di cari ternyata kamu gak ada hanya ada sebuah bungkus makanan saja. Aku lanjuti k eke belakang ya waktu kamu di temuin dalam keadaan tertusuk dia tak bisa tenang dan menangis sejadi jadinya dan waktu kamu di operasi dia gak makan dan juga gak tidur sampai kamu sadar, tapi waktu tau kamu sudah meninggal dia langsung terduduk dan menangis begitu pun dengan kami semua tapi waktu dokter bilang kalau hidup kembali dia langsung kari kea rah kamu dan mencium kamu.” Kata ratna kepada ku


“itu buka joni yang nusuk aku.” Kata ku kepada ratna sambil menunduk


“terus siapa?” kata ratna keppada ku


“aku.” Kata ku sambil memandang mata ratna


“kamu? Terus kenapa kamu lakuin itu?” kata ratna kepada ku


“waktu itu aku sudah frustasi dengan ap yang terjadi sama aku, aku sangat sangat tersiksa setiap aku membicarakan alzelfin joni selalu menamparku jadi hanya itu yang bisa aku lakukan biar bisa terbebas dari joni.” Kata ku kepada ratna


“kamu tau perbuatan kamu itu gila?” kata ratna kepada ku


“aku tau, yang aku fikirkan saat itu aku hanya gak mau buat kalian semua susah.” Kata ku kepada ratna


“tapijoni mengaku kepada polisi kalau dia sudah nusuk kamu.” Kata ratna kepada ku


“aku tak tau soal itu.” Kata ku kepada ratna


“ya sudah gak papa, yang penting sekarang kamu sehat sehat aja disini.” Kata ratna kepada ku sambil memeluk diri ku


“iya.” Kata ku kembali memeluk ratna


Setelah itu ratna pamit untuk keluar karena takut kayak anaknya bangun setelah keluar pikiran ku berkecambuk memikirkan tentang alzelfin, mungkin dia benar kalau dulu aku pernah menolongnya tapi aku benar benar tak mengingatnya tapi apa perlu harus mencintai sebesar ini sampai sampai aku merasa tak pantas menerima


cinta dari alzelfin. Setelah lama berfikir aku hanya menyimpulkan satu hal. Aku beruntung memiliki laki laki sempurna seperti dirinya dan aku berharap kalau aku dan alzelfin akan bahagia selamanya tanpa ada rintangan  yang membuat kitaberdua terpecah belah.


Cukup lama aku menonton TV alzelfin masuk dan aku mengatakan kalau aku ingin mandi tapi dia melarang ku untuk mandi alhasil aku pun tak mandi hanya di bilas dengan mengunakan air hangat dan juga handuk kecil setelah selesai alzefin pergi mandi saat alzefin mandi aku berjalan keluar kamar karena aku sangat bosan saat sampai aku langsung duduk di sofa bersama dengan ratna dan juga Jason


“gak istirahat aja?” kata Jason kepada ku


“iya sya, nantik kecapeaan lagi kamu.” Kata ratna kepada ku


“ngak lagian cuman jalan dari kamar kesini doing.” Kata ku kepada ratna dan juga Jason


“ya sudah kalau gitu.” Kata ku kepada ratna


“duh keponaan tante si imut sini maen sama tante.” Kata ku kepada anaknya ratna


“jangan gendong dulu perut kamu masih belum sembuh.” Kata ratna dan Jason kepada ku


“gak papa kok, sini sama tante sayang.” Kata ku kepada si imut


“ya sudah hati hati ya?” kata ratna aku pun mengangguk


“alzelfin kemana?” kata Jason kepada ku


“lagi mandi.” Kata ku kepada Jason sambil bermain dengan si imut


“BRAKK SYASA HILANG.” Kata alzelfin membuka pintu dengan keras


“sudah deh gak usah lebai.” Kata ratna kepada alzelfin


“TAPI DIA GAK ADA DI KAMAR, PADAHAL TADI WAKTU AKU SEBELUM MANDI SYASA MASIH ADA.” Kata alzelfin panic aku hanya diam saja karena dia tak melihat ku karena aku terhalang oleh sofa yang tinggi


“terus ini siapa?” kata ratna menunjuk kea rah ku


“mana.” Kata alzelfin sambil berlari kea rah ku


“sayang aku kaget tau.” Kata alzelfin saat di depan ku


“aku  bosen di kamar jadi aku kesini.” Kata ju kepada alzelfin


“ya sudah aku pakek baju dulu.” Kata alzelfin masuk ke dalam kamar


“heboh banget sih dia.” Kata ratna kepada ku


“biasa lah gitu kalau sudah jatuh cinta.” Kata Jason kepada ratna


“iya ya.” Kata ratna menyetujui pendapat Jason


Setelah itu aku kembali bermain dengan si imut tak lama kemudian alzefin keluar dengan pakaian santainya. Tak lama kemudian mama dan mami memanggil untuk makan malam setelah selesai makan malam kami keluar untuk menghirup udara segar karena aku sangat sumpek di dalam apartement saat di lobi kami bertemu dengan austyn dan dion.


“mau kemana?” kata dion kepada ku


“mau ke taman.” Kata ku kepada dion


“aku ikut.” Kata dion kepada ku


“sudah besar juga ngapain ikut ke taman.” Kata papa kepada dion


“yah aku kan mau ke apartementnya syasa tapi kalian mau keluar jadi otomatis aku sendirian di sana jadi aku ikut aja.” Kata dion kepada kami


“ya sudah ayo.” Kata papa kepada kami semua


Saat sampai di taman kami semua berbincang bincang tentang kejadian waktu aku di culik saat sedang asik berbicara papa bertanya tentang rencana pernikahan ku dengan alzelfin


“terus kapan kalian mau menikah?” kata papa kepada ku


“secepatnya pa.” kata alzelfin kepada papa


“jangan lama lama.” Kata mami kepada ku dan juga alzelfin


“iya mi.” kata ku kepada mami


“sayang kapan kita menikah?” kata alzelfin kepada ku


“hmm terserah kamu aja.” Kata ku kepada alzelfin


“sekarang gimana?” kata alzelfin kepada ku


“jangan bercanda deh.” kata ku kepada alzelfin


“iya mangkanya serius donk sayang.” Kata alzelfin kepada ku