Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 24


Saat sampai di kamar aku menutup pintu ku entah kenapa pikiran ku melayang layang Keman mana dan tanpa sadar air mata ku sudah mengalir tanpa henti. Ya aku tak bisa menghentikannya walau pun aku tak bisa menerima kalau dia adalah pembunuh dari Mama dan papa ku tapi jujur saja cinta ku kepada tristan masih snagat besar bahkan jujur saja sudah beberapa hari ini aku sangat merindukannya rasanya aku ingin sekali memeluk dirinya dengan erat tapi aku sadar kalau aku tak akna bisa melakukan hal itu ya aku harus membalaskan dendam ku terlebih dahulu dan soal anak ini sebaiknya aku tak memberitahukannya kepada tristan sampai saatnya tiba. Ya aku harus menyembunyikannya karena akan snagat bebrhaaya jika dia tau aku srdnag mengandung anaknya. Tiba tiba ada mengetuk pintu kamar ku dengan snagat keras sampai sampai rasnaya ku sampai kaget dna bangun seketika dari duduk ku.


" Sayang aku mohon ayo kita pulang " ya itu adalah suaranya Tristan bagaimana bisa di a sampai di sini apa pengawal Rico tidak mencegahnya.


" Pergi dari sini trus " jata ku kepada tristan sambim berteriak dari tempat ku berdiri sekarang ya aku tak berkutik dan hanya diam di posisi ku semula.


" Aku gak akan pergi sampai kamu keluar dari sini, banyak yang pengen aju bilang ke kamu Dev, ini semua gak seprti apa yang kamu pikirkan jadi aku mohon kakau kamu keluar dulu dna dengar kan penjelasan ku dulu Dev aku mohon kasih aku waktu satu menit untuk menjelaskan semuanya aku mohon " kata Tristan kepada ku sambil mengetuk ngetuk pintu kamar ku.


" Gak aju gak mau ketemu Sam kamu " kata ku kepada tristan


" Aku mohon kasih aju kesempatan Dev " kata Tristan kepada ju.


Aku bingung di mana Rico embgaoa dia tidak datang dan mengusir tristn. Tak lama kemudian ju mendengar suara keributan dari luar itu pasti Rico dan pengawalnya mencoba mengusir Tristan dan juga Albert yang ada di depan pintu kamar ku. Tapi makin ku dengar mereka tak kunjung pergi malah sepertinya terjadi pertengkaran dan juga perkelahian karena aku lelah ku oun keluar dna betul saja saya aku keluar aku melihat Tristan dan Rico saling baku hantam begitu oun juga dengan yang lainnya.


" BERHENTIII " kata ku kepada mereka semua yang ada di depan pintu kamar ku dna seketika mereka pun berhenti dan melihat atau dengan yang lainnya dengan tatapan yang tak bersahabat.


" Apa yang kalian lakukan apa kalian gila " kata ku kepada smeua orang yang da di depan ku tapi tak ada satu pun dari mereka yang menjawab jata jat ku semuanya diam saja.


" Rico aju sebaiknya pergi dari sini jika kamu terus begini. Aku hanya minta kamu buat ussir dia bukannya berkelahi dan menjadi berantakan seperti ini " jata ju kepada Rico ya bagaimana aku tifka marah aku menyuruhnya untuk mengusir Tristan tapi dia tak melakukannya dna malah membuatnya hampir masuk ke kamar ku untungnya tadi aku sempat mengunci rapat rapat kamar ku.


" Maaf Deva aku gak akan ulangi lagi " jata Rico kepada ku.


" Dan kamu pergi dari sini jangan membuat ke ributan di rumah orang malu sedikit lah " kata ku kepada tristan tapi dia hanya diam dan melihat ku.


" Sayang aku jadi begini karena kamu aku hanya ingin kamu pulang sama aju. Sejak kamu pergi dari rumah hari hari ku gak karuan semuanya seakan akan hancur jadi aku mohon kembali ke rumah dan kita perbaiki semuanya oke sayang. Aku janji akan jelasin ke kamu apa yang sebenarnya terjadi tapi kamu harus tau kalau semua yang kamu dengar waktu itu buakn lah semuanya yang sebenarnya jadi aku mohon kamu ikut aku dan dengarkan penjelasan ku aku mohon " jata Tristan kepada ju smabil mencoba berjalan ke arah ku tapi aku membayangkan tangan ku agar dia tetap ada di tempatnya dan ya betul saja dia tetap ada di tempatnya.


" Pergi dari sini " kata kunkepada Tristan sambil menunjuk ke arah luar


" Gak aku gak akan pergi " jata Tristan kepada ku.


Aku sudah lelah dengan semua sandiwara ini. Aku menghampiri Tristan dan emmegang tangannya setelah itu aku menarik tangan Tristan dan membawanya turun ke bawah. Ya aku berniat untuk mengusirnya semua orang yang melihat ku dan Tristan embgijuti kami ya terutama Rico dan juga Albert. Saat sampai di depan pintu aku menghempaskan tangan ku dnegan kasar.


" Sekarang pergi " kata ku kepada tristan sambil menunjuk dengan tangan kiri ku ke arah gerbang.


" Tapi aku " kata kata Tristan terhenti ya aku yang telah menghentikannya karena aku tak ingin mendengar ebbrbagai macam alasannya karena aku tak membutuhkan hal itu saat ini. Aku tak butuh dia bicara panjang lebar atau oun penjelasan yang sudah pasti ajhirnya dia lah yang membunuh ke dua orang tua ku.


" Ya aku pengen tau kamu mau kan ikut aju pulang lagi ke rumah sayang " jata Tristan ekpada ju.


" Oke aku jawba dan jawaban ku itu ngak. Aku gak amau ikut kamu pulang ke rumah atau pun kemana pun jadi silahkan kamu pergi " jata ku kepada tristan.


" Apa alasan kamu yang buat kamu gak mau pulang sma aaku. Iya aku tau aku salah tapi biarin aju jelasin semuanya ke kamu. Ini smeua gak seprti apa yang kamu pikirkan " kata Tristan kepada ku.


" Aku gak mau dengar penjelasan kamu lagi dna aku aku juga gak dengar apa oun dari kmau. Aku hanya pengen satu hal yaitu aku pengen agar kamu menjauh dari aku dan aku gak pengen ketemu sama kamu sampai kapan pun jadi aku mohon pergi lah menjauh bahkan sejauh mungkin jika bisa. Hanya itu saja yang aku. Kamu pengen tau alasan ku kenapa aku gak mau ketemu dan bicara atau oun mendengar penjelasan kamu. Karena aku sudha dengar semuanya dengan jelas dan juga baik kalau kamu dan juga papa kamu lah yang audah membunuh Mama dan papa ku. Kamu tau mereka sangat berarti bagiku mereka orang orang yang snagat baik kepada ku ya kamu gak tau Mama dan papa ku itu suka nolong orang aku tau semuanya mereka berdua bukan lah orang jahat tapi dengan kejam dan tanpa perasaan kamu membunuh mereka berdua. Kamu tau saat kamu membunuh mereka itu hari apa itu adalah hari ulang tahun ku sekali Gus hari ulang tahun pernikahan Mereka. Saat itu aju pengen ngerayain hari ulang tahun ku bersamamu smereka dna kamu tau saat itu aku sudah menyiapkan smeuanya dengan baik. Tapi kamu membunuh mereka dan kamu tau bukan dua orang yabg kamu bunuh tapi tiga orang sekaligus yang kamu bunuh hari itu " jata ku kepada tristan ya aju sudha tak bisa menahan emosi ku lagi aku pun emngatakan semuanya kepada triatan dengan emosi bahkan aku sudha tak bisa menahan air mata ku aku menangis tanpa peduli dengan kuat dna juga tak kuat.


" Maksud mu apa dengan membunuh tiga orang bahkan saat itu aku tak membunuh satu orang pelayan pun di rumah mu waktu itu " kata Tristan keoada ku ya dia terlihat kebingungan dengan aap yang abru saja aaku ucapkan .


" Kamu sudha ngebunuh calon adik ku, ya aku baru tau saat aku dan Kakek membawa mam dan papa ke rumha sakit dan dokter bilang kalau Mama ku srdnag mengandung tapi kandungan nya juga terkena tembakan sehingga tidak bisa di selamatkan. Kamu membunuh Mama papa dan juga calon adik ku kamu telah membunuh orang orang yang gak brroda bahkan anak di dalam kandungan Mama ku itu gak bersalah tapi kenapa kamu juga membunuhnya. Oke aku akan jujur dan kamu ya aku jujur kalau aju masih cinta sam kamu bahkan ku snagat sangat snagat mencintai kamu bahkan beberapa hari tidak bertemu aju juga sabgat merindukan kamu tapi kamu yang sudah membunuh Mama papa dna juga adik ku di saat yang bersamaan. Berapa kejamnya diri mu waktu itu apa salah keluarga ku ke kamu bahkan kita gak saling kenal tapi kamu sudha membunuh mereka dengan kejam jadi aku mohon jangan pernah muncul di hadapan ku lagi. Aku gak bisa maafin hal seprti ini aku gak butuh ucapan mu yang gak beguna dan aju juga gak butuh penjelasan penjelasan yang akhirnya berujung kamu pembunuh ke dua orang tua ku dan juga calon adik ku. " Kata ku kepada tristan sambil menangis tersedu sedu.


" Tapi aku gak bisa jauh dari kamu aku sayang dan cinta sam kamu " jata ku kepada tristan.


" Aku sednag hamil anak dari Rico jadi aku gak mau ketemu Sam kamu lagi " kata ku kepada tristan dia terlihat kaget begitu oun juga dengan yang lainnya.


" Ha ha ha ha ha ha kamu pasti bohong kan ini hanya cara agar aku menjauh dari kamu " jata Tristan kepada ju.


" Aku gak bohong akmu bisa tanya ke dokter nya Rico karena aku gak bohong dna aju ebar benar hamil, dan usia kandungan ku juga masih muda dan aju gak boleh terlalu capek. Dan ini bukan lah ank mu tapi melainkan kan ank Rico. Ya aku dan Rico sudha menikah di saat aku tau kamu pembunuh ke dua orang tua ku. Saat itu juga aku memutuskan untuk menikah dengan Rico dana akhirnya sekarang aku srdnag mengandung anak Rico " jata ku kepada tristan


Dia tak menjawab ucapan ku ya dia terlihat syok ya lebih baik beginiaku menyakitinya secara terang terangan ya aku audah memutuskan semua ini dnegan baik. Dia hanya diam melihat nanar ke arah ku sedang aku mengalihkan pandangan ku ke arah Rico. Tak lama kemudian Tristan oun pergi tanpa mengucapka. Apa apa kepada ku. Yang penting aku sudha menepati janji kepada Mama papa dan juga calon adik ku itu kakaua ku akan menyakiti hatinya sampai ke akar akarnya dan aku tau kalau dia snagat snagat sakit hati ya aku bisa melihat kekecewaan yang ada di matanya. Saat aku sudah emmbuatnya sakit hati seharusnya aku merasa puas tapi kenapa aku tak merasa puas tapi malah sakit hati yang aku terima.


Saat melihatnya kecewa dna juga putus asa aku merasa juga kecewa dengan diri ku yng tak tau diri ini yang sudha berbohong dengan berbagai cara ya aku melakukan ini agar dia tak menganggu aku dan anak ku. Aku hanya tak ingin dia mengetahui kebenarannya kakau anak yang aku kandung ini adalah anak ku dan dia dan sudha berumur dua bulan lamanya. Ya biarkan lah saja semuanya pasti akan terbongkar suatu saat tapi untuk saat ini biarkan dia merasakan sakit itu duku sakit yang aku rasa kan beberapa puluh tahun yang lalu. Aku berlari ke kamar dna saat sampai di kamar aku menangis sejadi jadinya ya aju tak bisa membendung sakit hati ini lagi. Tiba tiba da yang memegang pundak ku aju oun melihat ke arah tangan itu ternyata Rico.


" Apa yang kamu lakukan embgaoa kamu bilang kakau itu adalah anak ku dan kamu, dia akan Sakha paham drv " kata Rico kepada ku.


" Aku tau tapi aku gak punya pilihan lain ini adalah satu-satunya atubya cara agar dia menjauh dari aju. Aku minta maaf karena bilang ini anak mu dan aku tapi jujur aku hanya pengen ngelindungin ank ini dari Tristan hanya itu saja " jata ku kepada Rico ya bahkan air mata ku tak berhenti mengalir.


" Ya sudha gak papa yang oenting sekarang kamu jangan nangis lagi kakau ngak akan berakibat fatal sama bayi yang da di dalam kandungan kamu " jata Rico ekpada ku smabil mengelus elus berambut ku dnegan lembut.


" I ya makasih " jata ku ekpada rico.


Setelah itu Rico pun diam ya entah apa yang dia pikirkan sednagkana aju. Aku juga diam sibuk dengan. Pikran ku sendiri. Pasti saat ini Tristan srdnag stok dan juga tak menyangka kalau wnaita nya yang dia cintai sudha menikah dengan laki laki lain dna akan memiliki anak dengan laki laki lain. Ya aku tau walau oun semua ini dlaha sandiwara tapi aju hanya ingin melindungi anak ini dengan baik itu saja. Tapi meskipun begitu hati ju rasnaya masih ada yang mengganjal entah apa itu tapi sekarang aku harus fokus untuk kesehatan ku ya agar bayi ku juga kuat dna rencananya dalam waktu dekat ini aku akan pergi dari sini dan melanjutkan kehidupan ku di luar negeri.