Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 13


"Tadi waktu nyampek Aisyah di bawa ke rumah Mbg ya di depan ya awalnya Aisyah pikir kalau itu rumahnya kak danusi tapi ternyata ngak kak Sanusi sudah punya rumah sendiri. Kan kak Sanusi dua bersaudara kakak nomer satu ya namanya Fadila sudah berkeluarga dan sudah punya anak dua yang pertama cowok tapi aku belum ketemu soalnya katanya dia jarang di rumah suka main di sungai sama di sawah. Terus yang ke dua cewek buk namanya Aurel lucu banget Aurel. Terus ada keponakannya lagi dari sepupunya tinggal di depan rumahnya Mbg Fadila namanya aerilyn. Nah rumahnya kak Sanusi itu ada di belakang buk jadi sama ibu dan bapaknya kak Sanusi itu sudah di butakan rumah sendiri buk gitu. Setelah itu gak lama ibunya kak Sanusi Dateng dari sawah sambil bawa rumput di kepalanya katanya buat makannya sapi setelah itu dia pergi bilang mau mandi. Terus aku bicara bicara sebentar sama saudaranya kak Sanusi terus aku di bawak deh ke rumahnya kak Sanusi di sana hanya rumah aja belom di apa apain ya batu batanya kelihatan itu masih buk. Terus aku masuk ke kamarnya soalnya hanya itu yang di bersihin sama di tempati maksudnya dalam satu rumah itu Sanusi tinggalnya di situ buk. Terus ya saudara saudaranya kak Sanusi Dateng ngehampirin aku ya aku guyon deh sama mereka di sana terus karena udah siang mereka pulang mau tidur soalnya mereka udah biasa tidur siang dan gak enak kalau gak tidur siang gitu katanya buk. Tapi pas mau pulang keponakan keponakannya kak Sanusi gak mau pulang. Mereka maunya bareng sama aku buk. Ya mau gak mau mereka tidur sama aku pas buk di kamarnya kak Sanusi terus kak Sanusi tidur di ruang tamu. Pas aku bangun aku kan biasa cuci muka tapi aku gak tau jadi aku pergi ke kak Sanusi dan ternyata kak Sanusi sudah bangun terus aku di anterin ke kamar mandi buatan dari plastik gitu buk. Aku balek lagi ke rumahnya kak Sanusi terus waktu aku bicara bicara sama kak Sanusi eh tiba tiba keponakan keponakannya kak Sanusi nangis kenceng banget buk. Ya aku langsung lari ke dalam kamar buk aku gendong Aurel terus kak Sanusi gendong aerilyn tapi aerilyn tetep nangis mintak di gendong juga sama aku buk ya udah aku gendong buk aku bawa mereka berdua keluar setelah itu aku ngajak kak Sanusi pulang tapi katanya suruh nunggu ibunya yang ada di sawahnya sebebtar ya udah nunggu sebentar aku buk. Gak lama kok buk ibunya udah Dateng buk. Ya udah aku langsung pamitan buk terus pulang deh udah dah Sampek sini aja ceritanya ya buk aku masih mau dandan soalnya mau keluar tadi kak Sanusi udah ijin kan ke ibu sama ayah?" Kata ku kepada ibu ku mengakhiri cerita panjang ku.


"Iya iya ya udah selesai kan dulu dan dandannya ibu kan hanya pengen tau aja kamu di sana ngapain aja. Ibu kan cuman takut keluarga mereka gak ada yang suka sama kamu Syah, tapi untung lah mereka suka sama kamu ibu jadinya lega" kata ibu ku kepada ku.


"Iya" kata ku kepada ibu ku.


"Ya udah ibu keluar dulu ya, kamu selesaikan dulu dah sana dandannya biar ceper selesai" kata ibu ku kepada ku sambil berjalan keluar dari kamar ku.


Setelah itu aku pun kembali berdandan setelah selesai aku melihat jam ternyata masih jam enam sore aku pun masuk ke kamar ku dan berbaring di tempat tidur ku ya aku juga belum memakai baju yang tadi aku pilih. Aku akan memakainya setelah kak Sanusi datang karena jika aku memakainya sekarang maka aku akan merasa sumuk dan akan berkeringat. Aku berbaring sambil memainkan game yang ada di hp ku.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tujuh ya kak Sanusi pun sudah datang aku pun langsung berpakaian setelah selesai aku keluar dan kami pun berangkat ya karena katabkak Sanusi permainan futsalnya akan di mulai sebentar lagi. Tak lama kemudian kami pun sampai di tempat kak Sanusi akan bermain futsal. Saat sampai kak Sanusi labgsung Menganti baju dan juga langsung memakai sepatu bolanya. Setelah itu dia pun langsung masuk ke lapangan. Entah aku yang terlalu sensitif atau bagaimana tapi setelah satu jam di tinggal main futsal ku merasa sudah mulai bosan aku emncoba membuang rasa bosan ku dengan bermain game di hp atau sekedar mengirim chat dengan teman teman ku tapi tetap saja rasa bosan itu menghantui diri ku. Aku selalu melihat ke arah waktu yang menunjukan waktu bermain rasnaya menit demi menit di lewati dengan sangat lambatvsekali dan rasa bosan ku sudah benar benar tak bisa ku tahan. Aku rasanya ingin sekali marah karena di sini aku snagat bosan tak ada teman bicara atau pun teman di kiri dan kanan ku. Ada sih teman teman SMA kak Sanusi tapi mereka sibuk sendiri saling bersorak hingga tak ada yang berbicara dengan ku satu pun. Dengan malas dan juga kelas aku pun mengambil hp ku dan langsung menelfon atau sekedar mengirim chat ke beberaoa teman ku tapi hasilnya nihil tak ada satu pun yang mengangkat telfon ku atau pun membalas chat ku. Aku jadi makin kesal hingga rasanya aku ingin sekali marah kepada kak Sanusi ya ini terakhir kalinya bagi ku untuk ikut kak Sanusi ke sini sampai kapan pun aku tak akan lagi ikut ke tempat ini. Akhirnya permainan pun selesai kak Sanusi tak langsung menghampiri diri ku dia masih duduk duduk bersama dengan Tan temannya di tempat yang cukup jauh jadi aku hanya bisa diam tapi aku jadi makin kesal dan juga marah aku ingin sekali cepat cepat pulang. Sekitar setengah jam kemudian kak Sanusi berdiri dan menghampiri diri ku.


"Yank maaf ya lama" kata kak Sanusi kepada ku sambil membuka sepatu dan juga kaos kakinya di depan ku.


"Ya" kata ku kepada kak Sanusi menjawab dengan ketus dan tanpa melihat ke arah kak Sanusi ya aku melihat ke arah hp ku sambil membalas chat dari teman teman ku.


"Kamu marah yank soal nya aku maennya lama banget ya?" Kata kak Sanusi kepada ku sambil melihat ke arah ku tapi aku tak melihat ke arah ya aku melihat ke arah lain.


"Tauk pikir aja sendiri" kata ku lagi kepada kak Sanusi ya jujur saja aku masih sangat kesal kepada kak Sanusi.


"Yank kamu kok marah sih kan kamu sudah ada temen temen ku yang nemenin kamu yank terus kenapa kamu masih harus marah yank" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Iya emang ada mereka tapi apa kami liat mereka bicara sama aku bahkan mereka gak ngeliat aku sedikit pun seakan akan aku gak ada di sini. Udah deh cepetan pakek baju mu aku mau pulang aku capek" kata ku kepada kak Sanusi sambil berdiri dan berjalan ke arah sepeda motor kak Sanusi. Aku melihat dia memakai bajunya dengan buru buru sambil melihat ke arah ku tapi aku melihatnya dengan pandangan kosong. Ya karena aku masih kesal kepadanya setelah selesai berpakaian dia pun ke teman temannya memberikan sejumlah uang lalu jalan ke arah ku. Setelah itu kak Sanusi pun langsung membelokkan sepeda motornya lalu berhenti di depan ku. Aku pun langsung naik ke atas sepeda. Sepanjang perjalanan kak Sanusi mencoba mengajak ku berbicara tapi aku tak menjawab setiap ucapannya ya aku lelah dan capek kepada dirinya aku marah sekali kepadanya. Bukannya aku tak suka di tinggal sendiri bahkan teman temannya kak Sanusi tak memperhatikan diri ku hanya saat aku baru datang mereka menyapa dirii ku. Saat sampai di rumah ku pun langsung turun dan menyuruh kak Sanusi langsung pulang ya setelah itu aku pun masuk setelah sampai di kamar aku langsung Menganti baju dan mencuci muka ku ya karena jika aku tak mencuci muka maka muka ku akan timbul jerawat akibat make up yang aku gunakan.


****


Sudah dua hari berlalu aku tetap marah kepada kak Sanusi ya bagaimana tidak kak Sanusi masih beranggapan kalau dirinya yang merasa benar karena lelah aku pun hanya mengiyakannya saja tanpa mempedulikannya lagi bahkan sekarang aku sudah berfikir untuk mencari laki laki lain saja jika tau begini tapi aku mencoba sabar untuk sementara waktu jika kak Sanusi masih seperti itu kepada ku dalam waktu satu atau dua hari maka aku emmutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dan mencari laki laki lain saja. Katanya dia mau menjadi laki laki yang mengerti diri ku tapi itu hanya lah ucapan kosong saja alias ucapan yang tak terbukti membuat ku kesal dan malas untuk bersama dengannya lagi. Apa bedanya dirinya dengan laki laki lain jika dia seperti itu.


Saat pulang sekolah aku melihat kak Sanusi di depan gerbang ku aku mencoba untuk menghindarinya tapi teman teman ku menarik ku ke arah kak sanusi.


"Udah ayo kamu ke dia dulu selesai kan semuanya jangan seperti ini Syah" kata dea kepada diri ku. Ya dia tau masalah ku dengan kak Sanusi karena aku sempat menceritakan masalah ku dengan kak Sanusi.


"Tapi aku capek yang mau ketemu dia" kata ku kepada dea.


"Iya iya" kata kunkepada dea dan juga sahabt sahabat ku yang lainnya. Setelah itu aku pun menghampiri kak Sanusi. Kak Sanusi turun dari sepedanya. Saat di depannya aku hanya diam saja sambil menyilang kan tangan ku di dada ku.


"Yank kamu masih marah sama aku" kata kak Sanusi kepada ku.


"Gak" kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah lain.


"Ayolah yank jangan marah terus aku minta maaf yank, aku kan gak tau yank kalau kamu sendirian terus gak di ajak bicara sama temen temen ku yank" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Iya gak papa, tapi aku gak mau ikut kamu ke sana lagi sampai kapan pun aku gak akan ikut kamu lagi ke sana lagi" kata ku kepada kak Sanusi.


"Loh kenapa yank, aku ngajak kamu ke sana biar aku semangat yank. Masak kamu pas gak mau ikut lagi yank waktu aku maen kan aku jadinya gak semangat yank kalau kamu gak ada. Jadi aku mohon ya kamu ikut yank ke sana biar aku semangat yank" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Aku ke sana ngapain hanya liat kamu maen, sedangkan aku gak suka bola terus di sana emang ada temen mu ya temen temen perempuan mu tapi mereka hanya sibuk sama diri mereka sendiri. Seakan akan aku gak ada di sana bahkan dari kamu mulai maen Sampek kamu selesai maen mereka gak nyapa atau pun bicara sama aku sedikit pun. Jadi aku gak mau ikut lagi aku bosen yang mau ikut ke sana gak ngapa ngapain terus gak ada yang bisa di ajak bicara" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya aku ngerti yank, ya udah lain kali aku ajak kamu kalau aku hanya maen sebentar aja ya yank. Jadi aku harap kamu tetep mau ikut ya yank. Kalau maennya Sampek lama aku gak bakalan ikut kok yank. Aku bakalan ikut maen futsal kalau hanya maen sebentar aja kok yank. Jadi jangan marah lagi ya yank aku sayang sama kamu. Aku bakalan ngelakuin apa pun buat kamu yank." Kata kak Sanusi kepada ku sambil memegang ke dua tangan ku.


"Iya dah" kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah kak Sanusi.


"Makasih ya yank sudah mau maafin aku. Ya udah ayo sekarang naek aku anterin kamu pulang yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya, aku pulang duluan ya de" kata ku keoada dea dan juga teman teman ku yang lainnya. Sambil naik ke atas sepeda motor kak sanusi.


"Iya hati hati di jalan ya Syah" kata dea kepada ku.


"Iya de" kata ku kepada dea.


Setelah itu kak Sanusi pun melajukan sepeda motornya menjauh dari sekolah ku tak butuh waktu lama akhirnya kami pun sampai di rumah ku ya karena rumah dan sekolah ku tak begitu jauh sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di rumah.


Setelah itu aku dan kak Sanusi pun masuk ke rumah ibu menghampiri diri ku dan menyuruh kak Sanusi duduk di sofa aku masuk ke dalam kamar karena aku harus menganti baju ku ya karena seragam ini akan dipakai lagi besok.