
“masuk?” kata orang di dalam aku membuka pintu
“silahkan duduk?” kata orang itu
“saya Syasa Andriani Sodartono Sherly kemarin malam saya di telfon oleh ibu bela katanya saya di terima sebagai karyawan magang di kantor ini?” kataku kepda orang itu
“iya betul saya yang menelfon anda kemarin malam, dan anda mengajukan document ini untuk di tempatkan sebagai karyawan keuangan tapi maaf tempat tersebut tidak menerima karyawan magang, dan sekarang
kami hanya bisa menempatkan kamu sebagai sekertaris direktur utama apakah anda bersedia?” kata orang itu yang ternyata namanya bella
“iya saya bersedia?’ kata ku kepadanya
“baik kamu bisa mulai berkerja sekarang, dan ini adalah jadwal direktur pagi ini sampai sore?’ kata ibu bela sambil memberikan sebuah catatan buku kecil kepadaku
“baik?’ kataku sambiil menerima buku itu
“mari saya antar kamu ke ruang direktur utaman?” kata ibu bella
“baik kalau begitu saya mari saya anda kamu ke ruang direktur utama?” kata ibu bella
Aku mengangguk dan mengikutinya dari belakang
kami mulai memasuki lift saat di dalam litf dia menjelaskan apa yang boleh aku
lakukan dan yang tak boleh aku lakukan aku mengangguk dan saat lift terbuka ibu
bela keluar dan berjalan ke arah timur ruangan drektur utama ada di paling
ujung sebelah timur saat sampai di depan pintu ibu bella mengetuk.
“masuk” kata orang di dalam
“permisi pak ini adalah Syasa Andriani Sodartono Sherly yang akan magang disini selama 8 bulan kedepan dan menjabat menjadi sekertaris anda?” kata ibu bela
“baik, apa kamu sudah menjelaskan apa yang harus dia kerjakan dan yang tak boleh dia kerjakan?” kata direktur utama itu
“sudah pak, dan saya juga sudah memberikan jadwal anda kepadanya?” kata ibu bella
Setelah itu ibu bela keluar sedangkan aku masih berdiri disini aku bingung aku harus mengatakan apa karena pak direktur itu masih duduk di atas kursinya dengan menghadap ke belakang jadi aku tak dapat melihat wajahnya aku
hanya diam karena aku bingung apa yang harus aku lakukan dan akhirnya dia berbalik saat aku lihat dia tersenyum kepadaku aku kenal dengannya
“kamu?’ kataku sambil menujuk ke arah direktur
“ah maaf pak?” kataku kepadanya sambil menurunkan tanganku
“hhaaa gak papa kok, kita ketemu lagi sayang?” katanya kepadaku siapa lagi yang akan memanggilku begitu kalau bukan alzelfin
“hah bapak saya kan sudah bilang kalau anda tak bisa memanggil saya dengan sebutan sayang?” kataku kepadanya
“oh gitu memangnya kenapa?’ katanya kepadaku
“mmm karena saya sudah memiliki seorang kekasih?’ kataku kepadanya
“oh begitu apa kamu sudah menikah dengannya?” katanya kepadaku
“iya belum sih tapi mungkin akan terjadi?’ katanya kepadaku
“hmmm itu kamu belum nikah jadi gak ada larangan donk buat aku tetap manggil kamu dengan sebutan sayang?’ katanya kepadaku
“mmm baiklah terserah bapak saja?’ kataku kepadanya
“baik sayang?” katanya kepadaku tapi aku tak memperdulikannya
“mmm jadi dimana meja saya?’ kataku karena sejak tadi aku lihat di luar maupun di dalam ruangan tak ada meja dan kursi untuk sekertaris jadi aku bingung dimana aku akan meletakkan barang-barangku
“mmm itu disana?” katanya sambil menujuk ke arah meja dan sofa
“hah disana bukannya disitu adalah tempat tamu anda?” kataku kepadanya
“iya tapi sekarang itu menjadi meja kamu?” katanya kepadaku