
"Iya boleh pak" kata kak Sanusi lagi kepada ayah ku
"Gini nak, Aisyah anak saya satu satunya terus kalau nak Sanusi serius pacaran sama anak saya nak Sanusi jangan jumput dia di pinggir jalan ya nak. Jumput langsung ke rumah. Kenapa saya bilang gitu soalnya gak enak sama tetangga kalau nak Sanusi jumput Aisyah di pinggir jalan nanti Aisyah di kira wanita apa iya kan nak" kata ayah ku kepada kak Sanusi
"Iya pak benar" kata kak Sanusi kepada ayah ku sambil mengangguk kan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu nak Sanusi ngerokok?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi sambil mengeluarkan rokok dari kantong celannya.
"Tidak pak, saya tidak merokok" kata kak Sanusi kepada ayah ku menolak secara halus rokok yang di julurkan kepada kak Sanusi oleh ayah ku
"Bagus biar kalok bekeluarga nantik gak keluar banyak uang" kata ayah ku kepada kak Sanusi bercanda.
"He he he iya pak" kata kak Sanusi tertawa kecil.
"Oiya nak kamu jangan sungkan mereka semua ini murid saya, jadi kalau ada apa apa di jalan terus kamu ngeliat salah satu dari mereka kamu panggil aja ya, mereka juga pasti bantu kamu kok nak." Kata ayah ku kepada kak Sanusi sambil memperkenalkan satu persatu muridnya yang ada di depan kak Sanusi dan juga ayah ku.
"Iya pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku sambil melihat ke arah murid murid ayah ku.
Setelah itu kak Sanusi, ayah dan juga murid murid ayah ku membicarakan hal hal yang tak aku mengerti. Sekitar jam sepuluh malam kak Sanusi pun pamit untuk pulang. Setelah kak Sanusi bersalaman dengan murid murid dan juga ke dua orang tua ku dia pulang keluar rumah aku mengantarnya sampai depan.
"Aku pulang dulu ya yank" kata kak Sanusi kepada ku saat dia sudah naik ke atas sepeda motornya
"Iya hati hati di jalan" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya, kalau sudah nyampek tak telfon sama aku ya yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Iya" kata ku kepada kak sanusi.
Setelah itu kak Sanusi pun pulang. Aku masuk ke kamar ku lalu Menganti baju karena perut ku belum di isi apa apa hanya camilan saja jadi aku masuk ke dapur lalu makan setelah selesai Menganti baju. Saat tengah asik memakan makanan ku ibu datang menghampiri diri ku.
"Ibu suka pacar kamu yang sekarang anaknya sopan banget" kata ibu ku kepada ku sambil duduk di kursi kosong yang ada di depan ku.
"Iya buk Aisyah tau kok" kata ku kepada ibu ku sambil terus menyiapkan nasi ke dalam mulut ku.
"Tapi sayang wajahnya banyak sekali jerawatnya dan juga besar besar, rawat lah Syah pacar mu itu biar ganteng. Kan kalok ganteng kamu juga yang seneng" kata ibu ku kepada ku aku sedikit terkejut karena ibu ku sangat memperhatikan kak Sanusi bahkan sebelumnya dia tak oernah beginibkepada siapa pun pacar ku mau pun kepada Roy ibu ku tak pernah begitu tapi sekarang ibu ku sangat perhatian sekali. Itu tandanya kalau ibu ku sangat menyukai kak Sanusi berpacaran dengan ku.
"Iya iya nantik kalau sudah ganteng tinggal di rebut deh sama cewek lain terus aku di tinggalin" kata ku kepada ibu ku.
"Kamu jangan cuman berfikiran buruk terus lah sama Sanusi. Ibu yakin dia anak baik baik terus dia juga sayang sama kamu jadi ibu jamin dia gak bakalan ninggalin kamu Syah percaya deh sama ibu" kata ibu ku kepada diri ku.
"Iya iya" kata ku kepada ibu ku.
Aku pun menaruh piring yang sudah kosong ke dalam bak cuci piring setelah selsai minum aku pun masuk ke kamar ya aku memang pemalas orngbya bahkan saat pagi hari saat akan berangkat sekolah aku jarang mandi ya bukannya malas tapi aku takut dingin dan aku juga tak suka mandi air hangat karena akan membuat tubuh ku berkeringat dan akhirnya bdan ku emnkadi lengket. Bukan hanya itu sekarang aku sudah kelas tiga SMP tapi aku belum tau memasak ya memasak air pun aku tidak tau. Bukan hanya itu aku tidak pernah membatu ibu ku mengerjakan pekerjaan rumah karena ibu ku dan ayah ku juga tak pernah menyuruh diri ku. Jadi aku tak membantu mereka.
Setelah masuk ke kamar aku langsung berbaring di atas kasur ku yang sangat aku sayangi rasanya sangat nyaman sekali membuat punggung ku rileks dan juga mata ku rasanya ingin tertutup. Tapi aku di kaget kan oleh suara hp ku maka dari karena itu aku pun akhirnya bangun lagi. Aku mengambil hp yang ada di meja tepat sebelah tempat tidur ku. Saat aku melihat ke layar hp ternyata kak Sanusi sedang menelfon ku. Ya aku sampai lupa kalau dia berjanji akan menelfon ku tapi belum sempat aku mengangkatnya kak Sanusi sudah mematikan telfonnya dan betapa kagetnya diri ku saat melihat miscall dari kak sabysi banyak sekali ya dia menelfon ku sebanyak tiga puluh tujuh kali. Entah apa yang dia pikirkan hingga menelfon ku sebanyak itu tak lama kemudian kak Sanusi pun menelfon ku lagi aku pun langsung mengangkatnya.
"Halo?" Kata ku kepada kak Sanusi saat aku sudah mengangkat telfon ya.
"Halo" kat kak Sanusi menjawab ku.
"Maaf aku barusan masih makan habis aku kaper banget yank" kata kunkepada kak Sanusi.
"Kamu kok gak bilang tadi waktu di jalan kan tau gitu aku beliin kamu makanan yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Laparnya baru nyampek rumah kok, tadi waktu di jalan aku gak laper kok" kata ku kepada kak Sanusi
"Oh ya sudah lain kali kalau kamu lagi keluar bareng aku, terus kamu laper kamu bilang ke aku ya yank aku pasti beliin kamu kok yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya yank pasti" kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya sudah oiya kamu lagi ngapain terus di mana yank?" Kata kak sanusi kepada ku
"Gak ada lagi tiduran aja sambil telfonan di kamar" kata ku kepada kak Sanusi.
"Oh gitu" kata kak Sanusi keoada ku.
"Iya, oiya kamu itu ada di mana kok kayaknya rame banget?" Kata ku kepada kak Sanusi ya karena aku mendengar suara bising dan suara laki laki sedang tertawa dengan sangat keras dan juga terbahak bahak.
"Aku lagi di kossan yank ini nak anak marn catur terus ada yang kalah ya di kasih bedak jadi sambil tertawa soalnya mukanya lucu babget yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Oh gitu, kamu sudah makan yank?" Kata ku keoada kak Sanusi.
"Belum" kata kak Sanusi kepada ku.
"Loh kenapa gak makan sana makan beli apa gitu" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya tadi aku sudah nyuruh tandus beli makanan kebetulan tadi waktu Dateng yandis bilang kalau anak anak mau beli nasi jadi ya sekalian aku nitip ke yandis yank. Bentar lagi kalok sudah Dateng aku makan kok yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Oiya boleh tanya tanya ngak yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya tanyak aja" kata ku kepada kak Sanusi.
"Emang pacar kamu setiap ke rumah kamu di tanyak in seprti itu semua ya yank?" Kata kak Sanusi kepada diri ku.
"Gak baru kamu yabg di tanyain seprti itu sama ayah" kata ku kepada kak Sanusi.
"Oh berarti ayah kamu suka donk sama aku, kalau ini baru pertama kali dia tanyak tanya ke pacar mu ya kan yank?" Kata kak Sanusi kepada ku dia mengatakannya dengan sangat pede
"Iya mungkin" kata ku kepada kak sanusi.
"Kok mungkin yank?" Kata kak Sanusi kepada ku
"Iya aku kan gak tau yank ayah ku suka sama kamu apa ngak yank, tapi kalau ibu ku suka sama kanu. Tuh barusan dia bilang sama aku yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Emangnya bilang gimana ibu kamu sama kamu yank?" Kata kak Sanusi kepada ku tampaknya dia mulai penasaran.
"Kepo yaaa" kata ku kepada kak Sanusi
"Iya kepo banget yank mangkanya ayo kasik tau bilang gimana ibu mu sama kamu yank soal dia yang suka sama aku?" Kata kak Sanusi lagi kepada ku.
"Ya dia bilang kamu anaknya sopan dan juga baik, ya pas ibu bilang sama aku kalau ibu suka kamu pacaran sama aku yank. Udah gitu aja" kata ku kepada kak Sanusi
"Syukur lah kalau ibu kamu suka sama aku yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya. Tapi....." Kata ku kepada kak Sanusi menghentikan ucapan ku.
"Tapi kenapa lagi yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Ibu bilang jerawat mu besar besar yank, besok kamu kalau ke rumah aku buatin masker ya yank baut hilabgin jerawat biar ganteng" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya, tapi emangnya kamu gak takut apa yank?" Kata kak Sanusi kepada ku dan kata katanya membuat ku bingung
"Takut kenapa yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya emangnya kamu gak takut apa aku di ambil orang kalau aku berubah dan jadi ganteng?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Gak aku gak takut kok yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Berarti kamu gak sayang dan gak serius donk sama aku. Padahal aku serius banget sama hubungan ini loh yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Bukan gitu maksud ku yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Terus gimana maksudnya kamu" kata kak Sanusi kepada ku.
"Aku gak takut kamu di ambil cewek lain. Kenapa karena kalau kamu beneran sayang fan serius sama aku kamu gak akan selingkuhi aku apa lagi Sampek ngelirik cewek lain di belakang ku. Maka dari karena itu aku gak takut kalau kamu di ambil cewek lain karena kamu pasti nolak semua cewek demi aku. Ya itu pun kalau kamu bener bener sayang sama aku yank. Tapi kalau kamu gak sayang dan gak serius sama aku kamu pasti ninggalin dan selingkuhin aku yank. Terus aku serius kok sama hubungan ini yank dan aku juga sayang sama kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Aku gak akan seprti itu kok yank karena aku bener bener sayang dan cinta sama kamu yank aku serius sama hubungan ini. Bukannya aku juga sudah oernah janji sama kamu yank jadi cowok yang seprti kamu mau. Maka dari karena itu aku gak bakalan ngelakuin hal itu yank karena aku pengen buktiin ke kamu kalau aku bisa nelatin janji janji ku ke kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya bagus lah kalau kamu mau nepatin janji janji mu yank, bukan hanya omongan doang" kata ku kepada kak Sanusi
"Iya yank aku pasti nepatin kok yank aku janji" kata kak Sanusi lagi kepada ku mungkin dia mengira kalau aku tak akan percaya kepadanya.
"Iya yank aku percaya kok sama kamu" kata ku kepada kak Sanusi.
"Yank yandis sudah Dateng aku makan dulu ya habis aku sudah laper banget, nantik setelah selesai makan aku bakalan ngirim chat je kamu ya yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya dah sana yank, ngirim chat besok aja ya yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Loh emangnya kenapa yank? Emang kamu mau kemana yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Aku sudah ngantuk yank, aku mau tidur capek banget aku yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Oh ya sudah tidur yang nyenyak ya yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya yank" kata ku kepada kak Sanusi.
Setelah itu aku pun mematikan telfon yang terhubung dengan kak Sanusi. Ya jujur saja aku sudah sangat mengantuk tadi aku sudah mau tidur tapi terbangun karena kak Sanusi menelfon diri ku sehingga aku pun tak bisa tidur. Tadi saat sedang telfonan pun aku menguap bebebrapa kali karena aku sudah sangat mengantuk tapi aku tak enak hati jika mematiakn telfonnya terlebih dahulu jadi aku menunggu dia untuk mematikan telfonnya. Dan karena sekarang dia sudah memberikan telfonnya yang terhubung dengan ku. Aku pun menarik selimut laku tidur.
***
Keesokan harinya sekitar jam tujuh pagi kak Sanusi datang ke rumah ku dengan pakaian yang cukup rapi. Kebetulan saat itu aku masih tidur jadi ibu membangunkan diri ku saat aku sadar ibu mengatakan kalau kak Sanusi sudah ada di ruang tamu menunggu diri ku. Aku pun bangun lalu masuk ke kamar mandi dengan sangat malas sekali aku masuk ke kamar mandi laku mandi ya ini bukan lah diri ku biasanya aku hanya cuci muka saja. Tapi karena ada kekasih ku yang datang maka aku harus mandi dan rasanya air yang emnguyur tubuh ku dangat dingin sekali. Sampai sampai bibir ku bergetar karena tak ingin lebih lama kedinginan aku pun menghentikan aktivitas mandi ku.