Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 84


( Alecia )


Hari ini aku sedang membereskan barang barang ku ya karena hari ini adalah jadwal dimana aku harus kembali ke Amerika. Ya setelah sekian lama akhirnya aku kembali ke Amerika. Aku sudah tak sabar memberikan kejutan kepada Om Edward dan juga Tante ratna apa lagi aku sangat merindukan Aiko dan juga teman teman ku yang lainnya. Kali ini aku di bantu oleh Amelia membereskan barang barang ku ya aku bisa lebih cepat membereskannya ketimbang sendirian sedangkan Mama dia sibuk di dapur ya katanya Mama ingin membawa kan ku makanan untuk Om Edward dan juga Tante Ratna karena penerbangan cukup lama jadi Mama hanya memasaknya setengah matang saja. Jadi saat sampai di sana aku bisa memanaskan masakannya dan itu tak akan bau.


Setelah selsai semua barang barang aku siap kan aku pun keluar ya tak lupa dengan masakan yang Mama masak untuk Om Edward dan juga Tante ratna. Aku tak di antar sampai bandara ya awlanya Mama dan papa ingin mengantarkan ku dan bryan ke bandara tapi aku menolaknya ya karena kaki Mama ku sedang sakit. Mama ku mempunyai penyakit asam urat dan ya karena sering memakan sayur sayur yang di larang oleh dokter akhirnya kakinya pun kambuh dan sekarang saat berjalan Mama harus di tuntun oleh papa. Awalnya aku tak ingin meninggalkan Mama yang sedang sakit tapi Mama memaksa agar semua urusan ku untuk menikah dengan bryan cepat selesai dan kami juga cepat menjadi sepasang suami istri. Ya mau tak mau akhirnya aku pun menuruti permintaan Mama ku.


Sepanjang perjalanan aku tak banyak bicara ya aku harap kejutan ini tak gagal dan juga aku berharap semoga Mama cepat sembuh. Tak lama kemudian kami pun sampai di bandara aku dna bryan langsung menuju loket pemeriksaan tiket setelah selesai kami pun langsung ke pesawat ya karena saat sampai sudah ada pemberitahuannya kalau pesawat yang akan menujunke Amerika akn segera berangkat.


Setelah bebebrapa jam menempuh perjalanan yang cukup panjang dan membuat ku lelah. Rasanya aku ingin sekali cepat cepat sampai di rumah dan labgsung membaringkan punggung ku ini tapi aku tau kalau aku tak bisa langsung membaringkan badan ku ya aku tau itu. Saat sampai aku langsung menghentikan taxi ya lebih tepatnya bryan yang menghentikan taxi karena aku dna bryan tak emngatakan kepada siapa pun kalau kami akan pulang jadi ya tak ada yang menjumput kami jadi kami hanya bisa naik taxi.


Tak lama kemudian kami pun sampai di rumah bryan. Saat kami turun kebetulan Om Edward dan juga Tante ratna ada di taman depan rumah. Mereka terlihat kaget sekaligus senang ya saat melihat ku bukan bryan yang di peluk terlebih dahulu oleh Tante Ratna tapi aku dulu. Aku langsung menerima pelukan Tante Ratna dengan senang hati. Sedangkan Om Edward memeluk ku juga tapi setelah memeluk bryan.


" Ma aku ini anak kandung Mama tapi kenapa yang Mama peluk dulu alecia bukan aku?" Kata bryan kepada Tante Ratna ya tampaknya dia cemburu karena Tante ratna sudah memeluk diri ku terlebih dahulu ketimbang dirinya. Aku dan Tante Ratna saling pandangan dan tertawa.


"Ini kan anak Mama juga, oiya tapi kenapa kalian gak bilang kalau kalian mau pulang Mama kan bisa nyuruh orang buat jumput kalian di bandara dan Mama juga bisa masak buat kalian. Tapi kalau masak sekarang kayaknya bakalan lama deh dan kalian pasti sudah laper kan. Ya sudah kalau gitu Mama pesenin makanan dari restoran di luar dulu ya" kata tente Ratna kepada ku dan juga bryan


"Eh ma gak usah" kata ku mencegah Tante Ratna menelfon restoran langganannya.


"Loh kenapa sayang. Kamu pasti lapar penerbangan dari Korea ke sini itu bukan waktu yang sebentar" kata Tante Ratna kepada ku tampaknya Tante Ratna khawatir dengan diri ku.


"Iya Al *** tapi gak usah mesen. Soalnya Mama Al bawaain masakan dari Korea ya tinggal di panasin sih. Jadi Mama gak usah pesen makanan kita makan bareng aja gimana. Biar alecia panasin sekarang oke" kata ku kepada Tante ratna.


"Mama kamu pasti repot banget ya sayang sudah masakin buat Mama dan papa" kata Tante Ratna kepada ku.


"Gak repot kok ma. Ya sudah al bawa masuk dulu koper Al setelah itu Al panasin ya buat Mama dan papa. Setelah itu kita makan bareng bareng gimana?" Kata ku kepada Tante Ratna dan juga Om Edward


"Eh kamu gak usah manasin audah kasik aja ke pelayan biar pelayan yang panasin kamu istirahat aja dulu sayang. Kamu pasti capek" kata Om Edward kepada ku.


"Gak kok pa Al gak capek ya sudah Al masuk dulu buat manasin ini ya ma pa" kata kunkepada Om Edward dan juga Tante ratna.


"Ya sudah kalau begitu" kata Tante Ratna kepada ku smabil.emngekus rambut ku.


"Tunggu sejak tadi Mama dan papa hanya berbicara kepada alecia dan kalian gak bicara sama aku. Gak tanyak aku capek apa ngak, gak tanyak aku laper apa ngak" kata bryan kepada Om Edward dan juga Tante ratna bahkan dia memasang wajah cemberut.


"Ha ha ha ha ha ha ha sudha lah ayo kita masuk papa sudah gak sabar mau makan masakan besan papa" kata Om Edward kepada bryan


Setelah itu aku, bryan, Om Edward dan juga Tante ratna pun masuk ke dalam saat sampai di dalam aku mengambil semua makanan di dalam tas ku setelah selesai koper dan tas ku di bawa oleh pelayan untuk di taruh di kamar tempat biasa aku menginap saat di sini dulu. Setelah itu aku langsung ke dapur saat sampai di dapur aku mengambil alat alat masak yang aku butuh kan setelah selsai aku mengambil bebebrapa piring untuk menaruh makanan makanan yang sudah aku hangatkan. Akunoun mulai menghangat kan satu persatu makanan itu ya sebelum di taruh di piring aku mencoba makanannya dulu aku takut kalau makanan itu akan bau ya karena penerbangan dari Korea ke Amerika snagat lama dan memakan waktu berjam jam lamanya. Tapi syukurlah tak ada satu masakan pun yang bau. Setelah selesai memanaskan semua masakan aku pun mencuci alat alat yang audah aku gunakan tiba tiba pelayan datang ke arah ku.


"Nona biar saya saja yang mencucinya" kata pelayan itu kepada ku.


"Gak usah lagi pula ini hanya sedikit kok. Sudah kamu beresin pekerjaan kamu yang lainnya aja" kata ku kepada pelayan itu.


"Baik nona, kalau begitu saya permisi" kata pelayan itu kepada ku


Aku oun melanjutkan aktivitas ku mencuci alata alat masak yang sudah aku gunakan tak butuh waktu lama akhirnya selsai. Setelah menaruh semuanya di tempatnya semula aku pun membawa satu persatu makanan ke meja makan ya tentunya di bantu oleh beberapa pelayan Karen makanan yang di buat oleh Mama ku lumayan banyak jadi aku membawanya hanya dua piring saja sedangkan yang lainnya di bawa oleh pelayan. Setelah itu aku pun menatanya di meja makan tak lupa denga sebuah nasi putih dan juga air.


"Silahkan ma pa maaf hanya sedikit yang di bawa sama Al" kata ku kepada Om Edward dan juga bryan.


"Ini sudah banyak banget loh sayang. Ayo kamu juga duduk ikut makan" kata Tante Ratna kepada ku.


"Iya ma" kata ku kepada Tante Ratna


Setelah itu kami pun mulai makan karena tak boleh berbicara ya saat makan kami tak berbicara sepatah kata pun setengah jam berlaku akhirnya kami selesai makan. Sisa makanan di suruh di taruh di kulkas oleh tabte Ratna untuk makan siang nanti. Aku, bryan dan juga Tante ratna tentu saja Om Edward ke ruang keluarga kami berbincang bincang ya sudah lama sekali kami tidak pernah berbicara dan bertemu.


"Wah makanan yang Mama kamu masak masih sama enaknya bahkan sekarang tampah enak" kata Tante Ratna kepada ku.


"Seharusnya kami yang berterima kasih karena Mama kamu sudah mau repot repot masakin buat kami" kata Om Edward kepada ku.


"Gak repot kok pa. Mama ngelakuin itu ya karena keinginannya sendiri kok pa" kata ku kepada Om Edward


" Oiya gimana sama keadaan crisan apa dia sudah ingat semuanya?" Kata tabte Ratna kepada ku. Aku melihat ke arah bryan dia memegang tangan ku.


"Ada apa nak?" Kata Om Edward kepada ku dan juga bryan


"Ada sedikit masalah oa. Tapi syukur lah masalah itu sudah selesai. Dan kami bisa kembali ke sini" kata bryan kepada Om Edward.


"Masalah apa sayabg" kata Tante Ratna kepada ku. Aku melihat ke arah bryan dia menganggukan kepalanya ya aku harus jujur dan menceritakan semuanya kepada Om Edward dan juga Tante ratna.


"Gini ma pa sebenarnya bryan sudah kembali ingatannya sejak beberapa bulan yang lalu" kata ku kepada tabte Ratna.


"Oh gitu tapi kenapa kalian baru kembali ke Amerika sekarang sayang?" Kata Tante ratna kepada ku.


"Kami baru tau kalau ingatan crisan kembali bebebrapa hari yang lalu ya lebih tepatnya dua Minggu yang lalu ma pa" kata bryan kepada Om Edward dan juga Tante ratna.


"Loh kok bisa kalian baru tau?" Kata Om Edward kepada bryan dan kepada diri ku.


"Iya beberapa bulan yang lalu dia mengalami kecelakaan dan saat itu kami ke sana dan kami bertanya apa ingatannya sudah kembali tapi dia jawab kalau dia masih belum ingat apa pun. Tapi dua Minggu yang lalu alecia mendengar pertengkaran kakaknya crisan dengan crisan ya mulai saat itu alecia tau kalau ingatan crisan sudah kembali mulai dari kecelakaan itu terjadi. Tapi tidak ada satu orang pun yang mengatakan kebenaran blnya kepada alecia ma pa. Jadi selama hampir satu tahun ini alecia terus merawat crisan ya karena alecia mengirbkalau crisan masih hilang ingatan. Tapi ternyata mereka menipu kami ma pa" kata bryan kepada Om Edward dan juga Tante ratna tentang kejadian beberapa hari yang lalu terjadi.


"Mereka tega sekali melakukan itu" kata Tante Ratna kepada ku.


"Al juga gak percaya ma mereka tega berbuat seperti itu" kata ku kepada Tante ratna.


"Ya sudah muali sekarang jangan pernah dekati keluarga itu lagi dan yang penting sekarang kalian berdua hidup bahagia ya nak" kata Om Edward kepada ku dan juga bryan.


"Iya pa" kata ku dan bryan secara bersamaan kepada Om Edward.


"Bagus lah kalau begitu" kata Om Edward sambil tersenyum ke arah ku aku pun membalas senyumannya.


"Oiya ma pa ada yang mau kita bicarakan" kata bryan kepada Tante Ratna dan juga Om Edward.


"Iya udah bicara aja" kata Om Edward kepada bryan


"Gini kita berencana untuk menikah ma pa" kata bryan kepada Om Edward dan juga Tante ratna.


"Wah bagus donk jadi rencananya kapan kalian akan menikah?" Kata Tante Ratna kepada ku dna juga bryan dia terlihat sangat bahagia begitu pun juga dengan Om Edward.


"Itu terserah Mama dan papa" kata bryan kepada Tante Ratna dan juga Om Edward


"Loh kok terserah kami Kan kalian yang mau menikah" kata Om Edward kepada bryan


"Iya kakian yang tentuin tanggalnya kalau kami sih maunya secepatnya" kata bryan kepada Om Edward


"Oh begitu tapi harusnya ini kami diskusikan juga dengan ke dua orang tua alecia Yan" kata Om Edward kepada bryan.


"Iya ma pa Al tau seharusnya Mama dan papa Al ke sini. Awalnya mereka juga mau ikut ke sini dan mau nentuin tanggal buat pernikahan kami. Tapi beberapa hari yang lalu asam urat Mama kambuh dan Mama jalan aja masih di papah oleh papa. Jadi ya merek agak bisa ikut ke sini. Karena Mama gak mau ngerepotin Mama dan dan papa. Tapi mereka berdua sudah pesenan ke alecia dan juag bryan ma pa kalau mereka setuju dengan pernikahan Al dan alecia. Jadi mereka menyerahkan semuanya ke Mama dan papa. Mereka hanya minta kakau pernikahan itu di adakan di Korea. Ya mungkin mama dan papa khawatir crisan akan menganggu tapi Al yakin kok kalau crisan gak akan ganggu pernikahan alrcia dan juga bryan karena mulai sejak saat terakhir kami ketemu Al dengar dia sudah gak di Korea lagi kok ma pa. Jadi masalah tanggal pernikahan kami berdua kami serahkan semuanya kepada Mama dan papa" kata kunkepada Om Edward dan juga Tante ratna.


"Jadi Mama kamu skait, dan masih buat makanan seenak itu buat kami. Kami berdua jadi merasa gak enak ke Mama kamu sayang" kata Tante Ratna kepada ku.


"Gak papa kok ma. Lagi pula itu keinginan Mama sendiri buat masakan untuk Mama dan papa jadi kalian gak perlu Sampek ngerasa gak enak kayak gitu. Semua makanan itu juga di bantu Sama amelia buatnya kok ma." Kata ku kepada Tante Ratna.