
" Aku gak nyangka kamu temen ku tapi kamu tega fitnah calon suami ku seprti ini " kata ku kepada Rico ya aju sudah snagat marah sekali kepada Rico aju oun melemparkan dokumen yang ada di tangan ku ke wajah Rico dengan kasar.
"Aku gak fitnah dia Dev, ini adalah kenyataannya " kata Rico kepada ku.
" Kenyataan kamu bilang, dia laki laki yang baik dna juga bertanggung jawab tapi kamu bilang kakau fitnah yang kamu buat ini adalah sebuah kenyataan. Untungnya Tristan sudah bilang ke aku kalau banyak musuhnya di luar sana yang ingin aku ninggalin dia dan salah satunya adalah kamu ya aku gak percaya bahkan gak nyangka kalau laki laki di deoan ku yang sudha aju anggap sebagai sahabat ku sendiri dia tega membuat sebuah fitnah seprtti ini agar aku dan kekasih ku berpisah. Apa sejeji ini kamu buat agar mudah musuh kamu menderita ric? Sebaiknya mulai detik ini kita gak usah ketemu lagi " jata ju kepada Rico aku oun embgambil tas dan ho yang ada di meja laku hendka oergi tapi Rico menghentikan diri ku smabil memegang tangan ku aku melihat ke arahnya dan membanting tangannya dengan kasar.
"Aku tau kamu gak percaya tapi aku mohon percaya sam aku kalau fia adalah pembunuh dari ke dua orang tua kamu Dev, " kata Rico keoada ku smabil berdiri dan berjalan ke arah ku.
" Tersrrah kamu mau bilang apa tapi aju gak percaya. Dan ingat jangan pernah hububgi nomer ku lagi dan jika kita bertemu di suatu tempat anggao saja kita tak pernah bertemu " kata ku kepada Rico.
Aku oun langsung pergi tanpa mempedulikan Rico yang terus menerus memanggil manggil nama ku. Aku langsung masuk ke mobil dna langsung minta sopir menjalankan mobilnya dan membawa ju pulang. Saat di dalam perjalanan pulang aku hanya terfikir oleh ucapan rivo kalau Tristan lah yang sudha membunuh keluarga ku untuk apa tristan membunuh keluarga ku lagi pula aku tak mempunyai hubungan apa pun dengan Tristan. Aku tak menyangka kalau sahabat yang baru saja bertemu dna aju percaya akan menjadi musub dalam waktu sesingkat ini bahkan dia rela memfitnah diri ku dna juga Tristan seprti itu. Tak terasa air mata ku jatuh ya aju sakit hati sekali dengan perbuatan Rico kaki ini. Dia sudah menghancurkan harapan ku saat aku berharap dia dan diri ku akan menjadi sahabt selamanya.
Saat mobil yang aku naiki sampai di rumah aku menghapus ait mata ku ya aku tak mau sampai Tristan tau kalau aku habis menangis dan juga aku tak mau Tristan tau kalau aku pernah kenal dengan salah satu musuhnya.
" Jangan sampai tuan tau apa yang terjadi hari ini " kata ku kepada sopir yang sejak tadi melirik ku melalui kaca spion di dalam mobil.
" Baik nyonya " jata sopir itu keoada ku.
Setelah itu aku pun turun dari mobil saat masuk ke Dalma ku bertanya kepada beberapa pelayan apa kah Tristan ada di rumah atau tidak dan ternyata tadi Tristan sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak. Aku pun berjalan ke arah kamar ku dan juga Tristan saat sampai aku langsung duduk di pinggir ranjang. Ya aku masih memikirkan perkataan Rico entah apa yang membuatnya seperti itu tapi aju hanya bingung saja dengan apa yang dia katakan. Dulu dia mengatakan kakau dia tak tau soal pembunuhan keluarga ku dan saat dia memeriksanya hasilnya nihil tapi tadi dia memberikan ku bukti kalau Tristan lah yang sudah membunuh ke dua orang tua ku. Aku makin tak percaya dengan apa yang di ucapkan ya karena dia dulu mengatakan tak tau apa apa soal pembunuhan ke dua orang tua ku tapi sekarang dia malah mengatakan kakau dia tau pembunuh ke dua orang tua dan hal yang paling mengejutkan adalah dia dengan teganya memfitnah diri calon suami ku. Tapi untung saja Tristan mengatakan kepada ku kakau mush mushnya ingin agar aku dan Tristan berpisah jadi aku bisa mengelak dan tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Rico. Mungkin jika Tristan tak mengatakan ini sebelumnya aku oasti sudah salah paham Dengan apa yang di katakan oleh Rico. Ya Untung daja aku tak terpengaruh dengan ucapan Rico.
****
Entah kapan aku tertidur tapi saat aku bangun Tristan sudah ada di samping ku.
"Kamu udah dari tadi di sini ?' kata ku kepada tristan
"Gak kok sayang , hanya di sini baru sekitar tiga jam yang lalu " kata Tristan kepada ku
" Tiga jam lama banget terus kamu ngapain selama tiga jam di sini ?" Kata ku kepada tristan.
"Liatin istri ku yang lagi tidur " jata Tristan kepada ku.
" Ngapain kamu liatin aju tidur kan gak ada gunanya liatin orang tiufr sayang " kata ku kepada tristan.
" Kata siapa gak ada gunanya ada kok buat aku " jata Tristan kepada ku.
", Memangnya apa gunanya ?" Kata ku kepada Tristan.
" Gunanaya ya aku tau cara kamu tiufr berbalik dan yang lain lainnya " kata Tristan kepada ku smabil tersenyum.
" Ya sudah lah terserah kamu, aku mau mandi dulu tapi ini jam berapa ?" Kata ku kepada tristan.
" Masih jam tujuh malam kok sayang " kata Tristan kepada ku smabil melihat ke jam tangannya yang ada di pergelangan tangannya.
" Oh ya sudah aku mandi dulu ya, " jata ku kepada tristan.
" Mau mandi bareng ?' jata Tristan kepada ku.
" Apa sih gak usah aku bisa mandi sendiri " kata ku kepada tristan sambil berjalan ke kamar mandi.
" Dayang kamu beneran gak mau mandi sama aku ?" Kata Tristan yang berteriak dari luar kamar mandi.
" Gak mau sudah sana pergi, kamu juga mandi di kamar sebelah sana " kata ku kepada tristan.
" Yakin kamu gak mau mandi sama aku ?" Kata Tristan kepada ku sambil mengetuk ketuk pintu kamar mandi. Aku pun berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamar mandi.
" Sayang aku gak mau mandi sama kamu, karena aku bisa mandi sendiri sekarang kamu pergi dan mandi di kamar sebelah oke. Aku mau mandi sayabg badan ku sudah lengket dna juga bau kecut sudah sana pergi mandi. Pokoknya sebelum aku keluar aku sudah mau liat kamu di sini sudah wangi dan juga sudah rapi oke " kata ku kepada tristan sambil menutup pintu kamar mandi dan masuk lagi.
" Iya sayang " kata Tristan kepada ku.
Setelah itu aku pun mandi. Setelah selesai mandi aku pun keluar dan ternyata Tristan sudah ada di atas ranjang duduk dengan santainya dan handuk yang hanya membungkus bagian pinggang ke bawah.
"Terus emang kenapa gak boleh ?' kata Tristan kepada ku.
" Itu terserah kamu " kata ku kepada tristan sambil berjalan ke meja rias ku.
" Sayang " kata Tristan menghampiri ku yang sedang mengeringkan rambut dengan headreyer.
" Apa ?" Kata ku kepada tristan.
" Mau aku bantu ?" Kata Tristan kepada ku.
" Ya boleh nih sambil sisir ya yang rapi loh jangan Sampek rusak rambut ku " kata Tristan kepada ku.
" Siap sayang " kata Tristan kepada ku dia pun mengambil headreyer itu dari ku dna mulai mengeringkan rambut ku sambil menyisirnya sepekan mungkin.
" Sayabg " kata Tristan kepada ku aku oun melihatnya ke arah kaca ternyata dia melihat diri ku.
" Hmmm apa ?" Kata ku kepada tristan.
" I Love you " kata Tristan kepada ku aku oun tersenyum sambil menundukkan kepala ku.
" I Love you to sayabg " kata ku kepada tristan smabil melihat ke arahnya.
" Aku harap seterusnya kita akan seprti ini dna kamu gak berubah sama aku. Sayang sebentar lagi kita akan menikah aku harap gak ada yang kamu sembunyikan dari aku ya " kata Tristan kepada ku.
" Aku gak ada yang di sembunyikan dari kamu kok sayang, kalau kamu gimana ada yang kamu sembunyikan dari aku ngak ?" Kata ku kepada tristan.
" Hah hmmm ..... mmmmm gak ada kok sayang, gaka da yang aku sembunyikan dari kamu. Karena aku sayang sma akamu. Kalau ada sesuatu pasti aku kasih tau ke kamu kok sayang " kata Tristan kepada ku.
" Oh gitu bagus lah, oiya sayang ada yang mau aju ceritain ke kamu " kata ku keoada Tristan
" Apa itu sayang ?" Kata Tristan kepada ku.
" Tapi janji ya jangan bicara dulu sebelum aku selsai bicara " kata ku kepada tristan.
" Oke sayang aku janji gak bakalan bicara sebelum kamu bilang kakau kamu sudah selsai bicara. Jadi apa yang mau kamu ceritain ke aku sayang ?" Kata Tristan kepada ku.
" Gini aku kemarin kan bilang ke kamu kalau aku mau ketemu sama temen ku yang namanya Rico nah tadi aku ketemu sama dia aku berniat buat ngasih kabar ke dia kalau aku akan menikah sama kamu dan aku berniat buat ngundang dia tapi pas dia tanyak ke aku soal kamu dia bilang kalau kamu itu mafia nomer satu dan dia ngasih bukti ke aku fia ngasih tunjuk dari Google ya aku tau kenapa kamu gak bilang ke aku kalau kamu itu mafia ya mungkin kamu takut kalau aku bakalan takut atau yang lainnya tapi untuk hal ini bukan kah kamu juga harus bilang ke aku secara baik baik. Tapi setelah cerita soal itu dan aku gak masalah soal kamu yang jadi mafia tapi dia tadi ngasih bukti ke aku ya sebuah berkas gitu kalau kamu dna keluarga kamu lah yang sudah bunuh amma dan papa aku. Ya untungnya kamu bilang sebelumnya ke aku kalau kamu banyak musuh yang pengen hancurin hubungan kita berdua ya awalnya aku gak percaya tapi pas Rico bilang kakau dia salah satu musuh kamu ya aku pas percaya tadi waktu dia ngegitnah kamu. Dengan ngasih bukti itu ke aku. Jujur aku dulu nyuruh fia buat nyarik tau siapa pembunuh ke dua orang tua ku tapi akhirnya dia bilang gak tau dan hasil pencariannya nihil terus setelah sekian lama dia bilang kakau dia tau pembunuhnya dan bilang kalau itu adalah kamu dan keluarga kamu. " Kata ju kepada tristan dia terlihat kaget saat aku emngatakan itu kepadanya.
" Terus kamu percaya kalau aku yang sudah bunuh Mama dan papa kamu ?" Kata Tristan kepada ku sambil melihat diri ku lekat lekat dari cermin.
" Ya ngak lah sayang aju gak percaya. Mungkin dia ngasih kayak gitu karena pengen aku dna kamu pisah, jadi kamu tennag aja aku gak bakalan percaya drngan perkataan orang yang pengen ngejatuhin kamu di depan ku. Karena aku sayabg sama kamu dan aku percaya sama kamu kalau kamu gak ngelakuin hal itu " jata ku kepada tristan sambil memegang ke dua tangannya dan menghadap ke arah Tristan.
" Makasih ya sayang sudha gak percaya sama omongan Merkea dan kamu juga udah percaya sama aku " kata Tristan kepada ku sambil memegang ke dua tangan ku.
" I ya lagi pula buat apa juga kamu bunuh Mama dan papa ku ya kan sayang, lagi pula kita kan gak saling kenal juga " kata ku kepada tristan.
" Hah hmmmm iya sayang " jata Tristan kepada ku.
Dia oun memeluk diri ku dengan erat aku membalas pelukannya. Ya akhirnya aku lega bisa menceritakan semuanya kepada tristan karena aku tak ingin ada hal yang akan di tutupi dari hubungan ku dan juga Tristan. Karena aku percaya kalau fia tak akan pernah berbohong kepada ku dan aku juga percaya kepada tristan kalau fia tak menyembunyikan apa pun dari diri ku.
" Terus gimana pertemanan kamu sama Rico sayang ?' jata Tristan kepada ku
" Aku sudha gak temennan lagi sama dia, aku udah bilang ke dia buat jabgan pernah hubungin aku lagi. Dan aju juga sudah blokir nomer dia dari hp ku jadi dia gak bisa deh hubungin aku lagi " jata ku kepada tristan
" Ya sudha yang penting kamu bahagia " jata Tristan kepada ku.
Ya setelah itu dia memeluk ku lagi dan ya semuanya kembali terjadi kami kembalu melakukan hubungan itu lagi dan lagi. Apa salahnya toh aku dan Tristan beberapa Minggu lagi akan menikah dengannya. Dan aku pasti akan bahagia.