Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 36


"Apa lagi yang kamu bingungin Al?" Kata Aiko kepada ku.


"Aku...... aku masih takut" kata ku kepada Aiko sambil menundukkan kepala.


"Alecia apa yang kamu takutkan sekarang? Ke dua orang tua bryan sudah ngerestuin hubungan kamu jadi apa lagi yang masih kamu takutin Al? Bukannya selama ini kamu gak Nerima cinta bryan soalnya kamu takut kalau ke dua orang tua bryan gak bakalan ngerestuin hubungan kalian tapi kamu kan sudah tau dan sudah dengar sendiri kalau mereka berdua ngerestuin hubungan kalian apa lagi mamanya baik banget sama kamu" kata Aiko kepada ku.


"Iya Al audah lah terima aja lagi pula bryan itu cinta banget sama kamu" kata salah satu teman ku yang ikut nongkrong dengan kami.


"Aku takut kalau di bakalan ninggalin aku demi cewek lain sama sepeti dengan yang crisan lakuin ke aku" kata ku kepada Aiko dan teman teman ku yang lainnya.


"Percaya deh sama aku bryan gak seperti dia dan gak akan pernah sepeti dia. Kamu harus coba dulu Al. Kamu gak bisa seterusnya sepeti ini" kata Aiko kepada ku sambil memegang ke dua tangan ku.


"Iya sudah deh aku cobak pikir pikir lagi" kata ku kepada Aiko dan teman teman ku yang lainnya.


"Iya tapi buat keputusan yang gak bakalan buat kamu nyesel oke?" Kata Aiko kepada ku.


"Iya" kata ku sambil menganggukan kepala ku dan smabil tersenyum kepada teman teman ku yang lainnya..


Setelah itu mereka semua pun bubar aku pun harus kembali ke laptop yang audah penuh dengan pekerjaan pekerjaan tak terasa sudah jam.makan siang. Aku pun ke kantin bersama dengan teman teman ku ya termaksud Aiko. Amelia juga sudah tau tentang Aiko begitu pun dengan sebaliknya karena dulu pernah Amelia menelfon pas di saat aku sedang bersama Aiko makan malam di luar jadi aku kenalkan saja. Bahkan ibu, ayah, dan juga adik ku pun tau tentang Aiko. Setelah makan siang aku pun kembali terlebih dahulu ke kantor ya karena aku harus menyelesaikan ini sekarang karena di minta oleh bryan sore ini untuk meeting besok pagi ya meskipun kami berhubungan dan dia menyukai ku tapi aku meminta dia untuk memperlakukan ku sama dengan karyawan lainnya. Ya aku meminta begitu karena aku tak ingin di beda beda toh kami semua manusia yang sama. Saat sedang serius mengerjakan tugas tugas hp ku pun berdering saat aku melihatnya ternyata bryan yang menelfon ku aku pun langsung mengangkatnya.


"Ada apa?" Kata ku saat aku mengangkat telfon dari bryan.


"Kok jutek banget sih jadi gimana jawabannya sayang?" Kata bryan kepada ku dan lagi lagi dia menanyakan tentang jawaban ku.


"Bryan ini masih jam 1 siang dan aku masih sibuk dengan pekerjaan ku lagi pula aku janji untuk jawab sore hari bryan. Kamu tau dari jam 10 sampai jam 3 itu masih siang jadi aku jawab setelah pulang kantor oke?" Kata ku kepada bryan ya aku kesal karena dia menganggu ku di saat aku sedang serius mengerjakan tugas tugas ini.


"Oke oke aku mengerti nyonya besar" kata bryan mengejek ku karena aku berbicara dengan cepat kepadanya.


"Ya udah" kata ku kepada bryan sambil mematikan telfon yang terhubung dengannya.


Setelah itu aku pun mematikan hp ku dan menaruhnya di dalam tas ku ya kalau tidak begitu bryan akan menelfon ku kembali dan lagi lagi menganggu ku itu akan membuat pekerjaan ku tak akan selesai selsaia. Setelah itu aku pun kembali mengerjakan tugas tugas kantor lagi sekitar jam 4 sore semua pekerjaan oun selesai aku memberikannya kepada bryan untuk di tanda tangani tapi saat aku masuk ke kantornya dia tak ada mungkin dia masih ke toilet ya karena aku mendengar suara air mengalir dari dalam.kamar mandi. Aku pun menaruh berkas berkas itu di atas mejanya setelah selesai aku pun keluar. Karena sudah tidak ada yang mau di kerjakan aku pun mengambil hp ku dari dalam tas ku lalu aku menghidupkannya.


Setelah hp ku hidup ternyata ada 20 pesan masuk dan ada 100 lebih telfon yang masuk ya siapa lagi kalau bukan telfon dari bryan aku tau dia akan menganggu ku mangkanya aku mematikannya. Karena jika dia terus menelfon ku dan aku tidak mengangkatnya dia pasti akan marah jadi lebih baik aku matikan saja. Dan untuk dua puluh pesan itu ya beberapa pesan dari Amelia dan Aiko sedangkan yang lainnya datang dari bryan. Aku pun membalas pesan Amelia dan Aiko ya Amelia mengirim pesan hanya bertanya tentang kabar ku setelah itu aku pun membuka pesan dari bryan. Isinya membuat ku senyum senyum sendiri bagaimana tidak dia bahkan mengirimkan ku pesan pesan yang membuat ku geli salah satunya " Sayang kok nomernya gak aktif aku rindu ingin dengar suara kamu. Aku tunggu kamu di parkiran jam 5 dan aku juga tunggu jawaban kamu" ya itu lah salah satunya membaca pesan pesannya membuat ku seakan akan ingin tertawa tapi tunggu dia meminta ku untuk ke parkiran jam lima sedangkan sekarang sudah jam 4 sore aku bingung apa yang harus aku jawab jika bryan bertanya lagi.


Aku tau mungkin bryan tidak akan sepeti crisan yang meninggalkan ku gara gara wanita lain tapi aku benar benar takut ya aku takut akan mengalami kejadian itu untuk yang ke dua kalinya aku hanya tidak ingin mengalaminya lagi. Aku pun teringat dengan kata kata Tante Ratna ya aku ingat semua dan itu menjadi pertimbangan ku apa lagi teman teman ku di kantor juga mendukung hubungan ku dengan bryan. Tapi aku benar benar takut takut untuk di kecewakan yang ke dua kakinya tapi sudah 5 tahun ini dia tidak pernah mengecewakan diri ku bahkan sifatnya mulai dari dulu hingga sekarang masih sama.


Ya sudah lah lebih baik aku coba saja dulu mungkin dia memang jodoh yang terbaik untuk ku. Tak lama kemudian hp ku pun berbunyi saat aku lihat ternyata Amelia yang menelfon ku. Aku pun langsung mengangkatnya.


"Halo Mel?" Kata ku kepada Amelia saat mengangkatnya.


"Kamu susah banget aih di hubungin, sibuk banget apa kamu Al?" Kata Amelia kepada ku.


"Ngak kok tadi hp ku di matikan soalnya ada pekerjaan yang harus di selesai kan sekarang sudah selesai dan lagi santai santai aja nih" kata ku kepada amelia.


"Oh gimana kabar kamu?" Kata Amelia kepada ku


"Baik kok, kamu gimana?" Kata ku kepada Amelia.


"Baik juga, nih aku sekarang ada di rumah kamu katanya Mama sama papa kamu kangen sama kamu" kata Amelia kepada ku.


"Halo Al gimana kabar kamu di sana" kata seorang perempuan ya itu adalah ibu ku.


"Baik ma, kabar Mama sama papa gimana?" Kata ku kepada Mama ku.


"Baik baik semuanya di sini baik baik saja, oiya gimana pekerjaan kamu di sana nak baik baik aja kan gak ada yang jahat sama kamu kan?" Kata ibu ku kepada ku ya sejak kejadian itu ibu ku sangat perhatian kepada ku.


"Iya baik baik aja kok ma, semuanya juga baik banget sama aku" kata ku kepada Mama ku.


"Al kamu gak kangen sama papa?" Kata papa ku ikut bicara


"Kangen banget pa aku pengen pulang tapi aku masih takut aku pengen liat kalian pengen meluk kalian" kata ku kepada papa tanpa terasa air mata ku pun mengalir ya karena sudah 6 tahun ini aku tidak pulang karena ketakutan ku.


"Iya gak papa kok sayang yang penting kamu sehat. Kalau papa sama Mama ada uang papa pasti kesana kok nyusul kamu" kata papa ku kepada ku.


"Al kirimin uang ya ma kalian ke sini tinggal di sini dulu ya ma pa?" Kata ku kepada Mama dan papa ku.


"Gak usah kamu simpen uang kamu nak. Lagi pula di sini adik kamu gak ada yang jaga kalau Mama sama papa ke sana. Jadi sudah gak usah gak papa kok. Kamu sekarang yang penting sembuhin dulu luka kamu ya sayang. Nantik kalau sudah naikkan dan gak takut lagi kamu pulang di sini papa, Mama, dan adik kamu pasti nunggu kamu" kata Mama ku kepada ku.


"Iya ma pa, oiya ma pa Mel aku ada yang mau di ceritain" kata ku kepada papa, Mama dan Amelia ya aku harus memberanikan diri untuk bercerita tentang bryan dan aku juga ingin bertanya gimana pendapat mereka tentang hubungan ku dengan bryan


"Iya apa?" Kata mama, papa , dan Amelia secara serentak


"Ini soal....... cowok" kata ku kepada mereka ber tiga.


"Kenapa apa para tuan muda itu nemuin kamu atau kamu ketemu sama crisan?" Kata Amelia mulai panik ya aku tau dari nada suaranya


"Bukan dan mereka gak nemuin aku kok atau aku gak ketemu sama crisan kok" kata ku kepada Amelia.


"Terus kenapa Al?" Kata Amelia penasaran.


"Gini aku 5 tahun yang lalu di kamar cowok namanya bryan, dia atasan aku ya lebih tepatnya di pemilik dari perusahaan tempat aku kerja sekarang. Aku aku gak Nerima dia waktu dia ngajak aku pacaran soalnya aku masih takut tapi selama 5 tahun ini dia terus berusaha bahkan pernah aku sakit dia yang ngerawat aku sama aiko setiap hari dia selalu merhatiin aku bahkan meskipun aku gak Nerima dia, dia selalu ada di saat al ke susahan. Terus kemaren Al di bawa ke rumahnya awalnya Al takut kalau kejadiannya bakalan sama dengan yang dulu tapi waktu Al masuk ke rumah bryan ke dua orang tua bryan mamanya sama papanya baik banget sama Al bahkan di saat al bilang kalau Mama dan papa gak kerja di sana mereka tetep Nerima Al dengan baik. Dan tadi malam Al nginep di rumah mereka soalnya mamanya bryan yang maksa terus untuk baju gantinya Al di pinjamin baju sama Tante Ratna atau mamanya bryan. Bahkan Al dan Tante ratna masih sempat cerita cerita tentang masa lalu Al. Tapi dia Nerima semua itu dan Tante Ratna sendiri yang bilang ke Al kalau dia ngerestuin hubungan ku dengan bryan. Terus bryan juga cerita ke Al kalau Om Edward papa bryan juga setuju banget Al punya hubungan dengan bryan. Jadi Al harus Giman ma pa? Soalnya bryan tanyak ke Al tentang hubungan kita" kata ku kepada mama, papa, dan Amelia.


"Sayang semuanya ada di tangan kamu. Kamu tau mana yang baik dan mana yang ngak buat kamu. Tapi waktu Mama dengerin cerita kamu tentang dia sepertinya dia laki laki yang baik banget. Al papa sama Mama itu selalu ngedukung apa pun yang kamu pilih. Apa lagi ke dua orang tua bryan itu ngerestuin hubungan kalian. Jadi menurut Mama dan papa kamu terima saja dia sayang siapa tau ke hiduoan kamu ke depannya bakalan bahagia sama dia dan gak ngalamin hal yang sama kayak dulu. Tapi semua itu ada di tangan kamu" kata Mama ku kepada ku.


"Iya bener kata mama kamu Al, kamu harus bahagia jangan terus terus galau hanya karena laki laki yang sudah ninggalin kamu demi cewek lain Al. Aku sahabt kamu aku pengen liat kamu bahagia Al jadi kamu terima dia. Bukan karena dia kaya tapi karena dia tulus cinta sama kamu" kata Amelia menambahi perkataan Mama ku.


"Iya ma pa, Mel aku bakalan pikirin baik baik kok" kata ku kepada Mama, papa, dan Amelia.


"Iya ya sudah Mama tutup dulu telfonnya ya, kamu pikirkan itu baik baik jangan Sampek jawaban kamu sekarang buat kamu menyesal di kemudian hari sayang. Al ingat kebahagian kamu ada di tangan kamu apa pun keputusan kamu Mama, papa, dan Amelia bakalan selalu dukung kamu dari belakang kamu pasti ada di belakang kamu selamanya nya" kata Mama ku kepada ku.


"Iya ma, Mama sama papa jaga kesehatan ya?" Kata ku kepada Mama dan papa ku.


"Iya sayang kamu juga jaga kesehatan ya?" Kata mama ku kepada ku


"Iya ma" kata ku kepada Mama ku.


Setelah itu aku pun mematikan telfon yang terhubung dengan Mama ku. Saat mematikan telfon rasanya perasaan ku lega sudah memberitahukan kepada mereka tentang hubungan ku dengan bryan dan setidaknya mereka ngedukung aku, ngedukung hubungan ku dengan bryan benar kata Mama kalau aku harus bahgaia aku gak bisa seperti ini terus. Ya mungkin bryan bisa buat aku jadi lebih baik lagi dan ngebuat aku bahagia. Ya lebih baik aku coba untuk terima bryan dan mencoba buat cinta sama dia ya mungkin ini keputusan yang tepat buat kebahagian ku dan kehidupan ku.