
( Syasa )
Hari ini saat aku bangun masih jam 4 pagi
pikiranku masih melayang kepada alzelfin dan austyn aku tau aku tak seharusnya
seperti ini aku hanya harus memikirkan austyn karena dia adalah kekasihku dan
aku juga tak pantas memikirkan orang lain terutama bos ku. Aku bangun dan
bergegs mandi serta bersiap-siap setelah selesai akukeluar dari kamar, ruangan
lainnya tampak sepi iya karena ini masih jam 4.30 pagi aku keluar Dari
apartement entah kemana langkah kaki ini akan membawaku keadaan luar masih
gelap dan sangat sepi tapi aku tak merasa takut aku hanya ingin menenagkan
diriku saja aku memgambil headset dan hp dari dalam tasku dan aku
memasangkannya ke telingaku dan memainkan lagu yang aku suka, beberapa mobil
hanya berlalu lalang. Aku ingin austyn sekarang ada disini di sampingku menmani
diriku aku ingin sekali bertemu dengannya saat ini aku mengmbil handphoneku dan
mencoba menelfon austyn tapi tak ada jawaban aku mencoba lagi menelfonnya dan akhirnya di angkat.
“halo sayang?” kata ku
“iya halo maaf ini siapa ya?” kata orang di dalam dan itu suara adalah suara perempuan
“saya syasa pacarnya austyn, kamu siapa?” kataku penasaran
“oh kak austynnya lagi tidur, aku kakaknya.” Kata wanita di telfon itu
“oh baik kalau begitu maaf menggangu.” Kataku sambil mematikan hubungan telfon kita
yang aku fikirkan saat ini hanya austyn . aku ingin pergi dan datang dimana dia
beradapikiranku terus tertuju kepada austyn dan tiba-tiba ada yang memegang
pundakku ini membuatku sangat takut aku tak cepat berbalik karena aku takut
kalau orang yang memegang pundakku adalah orang jahat.
“mmm maaf tapi aku gak punya apa-apa.” Kataku berbicara kepada orang yang memegang pundakku
“maksud kamu.” Kata orang yang di belakang aku seperti mengenalnya
Aku mencoba berbalik dan memastik orang yang di belakang , saat aku berbalik benar dugaanku kalau yang memegang pundakku adalah alzelfin hmmm dia ada dimana mana seperti hantu saja aku menghempaskan
nafas lega.
“kamu ngapain sepagi ini di luar?” katanya kepadaku
“oh aku cuman mau nenangin pikiran aja kok.”Kataku kepada alzelfin
“mmm memangnya kamu kenapa?” katanya
“gak papa kok hanya pikiran sedikit ajah gak penting juga.” Kata ku kepadanya
“kamu bisa cerita sama aku?” kata alzelfin
“mmmm gak ada yang perlu di ceritakan.” Kataku sambil berjalan
“sebuah masalah kecil akan menjadi besar kalau kamu tak mau membaginya dan hanya di pendam sendiri.” Kata alzelfin ikut jalan di sampingku
“mmm baik baik aku akan cerita.” Kataku terus berjalan
“aku punya pacar namanya austyn aku khawatir dengannya katanya mamanya sekarang sedang sakit aku ingin sekali menjenguknya tapi dia tak memperbolehkanku karena keadaannya masih tidak setabil dan dia bilang akan membawaku kalau mamanya sudah membaik tapi apa aku egois kalau saat aku membutuhkannya aku ingin dia di sampingku, barusan aku nelfon dia terus yang ngangkat itu kakaknya katanya austyn sedang tidur. Aku sangat ingin
sekarang dan detik ini dia ada disini bersana dengan diriku,mmmmm aku egois banget ya.” Kataku kepada alzelfin