
"Kita ke tempat tempat wisata aja gimana, kamu bilang kamu tau kan tempat tempat wisata yang bagus di sini " kata ku kepada Rico.
"Oke ayo kita jalan kalau gitu " kata Rico kepada ku.
"Oke ayo" kata ku kepada Rico.
Setelah itu kita pun jalan entah dia akan membawa ku kemana aku baru mengenalnya dan hanya baru bertemu dengannya dua kali tapi aku percaya kalau dia tak akan membawa ku ke tempat macam macam. Dan ya betul.saja dia mengajak ku ke taman bunga yang sangat indah aku pun mulai menelusuri setiap jalan yang ada di bunga bunga itu sekitar satu jam kemudian Rico pun mengajak ku untuk mencicipi makanan khas yang ada di daerah ini. Ya tanpa aba aba dia pun langsung saja menarik diri ku. Senang rasanya punya teman yang bisa di ajak berpergian dan juga mengerti akan keinginan ku. Setelah itu saat sampai Rico memesankan dua buah makanan yang entah lah aku tak tau makanan apa itu aku dan Rico pun mencari tempat duduk ya di sini sangat ramai jadi cukup sulit untuk mencari tempat duduk tapi akhirnya setelah mencari dan rebutan dengan pengunjung lain akhirnya aku dan Rico pun menemukan tempat duduk.
"Dev " Rico emmanggil diri ku aku pun melihat ke arahnya ya karena sejak tadi aku melihat pengunjung yang rebutan tempat duduk dengan pengunjung lainnya.
"Iya? " Kata ku kepada Rico
" Apa yang kamu liat? Kayakbya dari tadi kamu seneng banget ?" Kata Rico kepada ku
"Oh itu dari tadi aku liat mereka padahal yang dapat tempat duduk dulu yang muda tapi yang tua itu malah bersikeras untuk menduduki kursi itu, liat wajah anak muda itu dia terlihat sangat kesal karena para orang tua itu langsung duduk di tempat mereka" kata ku kepada Rico sambil melihat ke arah anak muda dan orang tua itu.
"Ya begitu lah di sini. Selalu terjadi perebutan apa oun itu gak harta, perusahaan, kekuasaan, tanah, dan juga cinta pasti terjadi perebutan " kata Rico kepada ku
"Apa kamu punya musuh di perusahaan lain?" Kata ku kepada Rico ya aku mengerti cara dia mengucapkannya kepada ku.
"Setiap bos yang memiliki sebuah perusahaan besar pasti punya musuh Deva sayang " kata Rico kepada ku aku mengangguk anggukan kepala ku.
"Ya sudah gak usah di pikirin, toh pasti ada jalan buat kamu balasin dendam kamu dan buat perusahaan musuh kamu itu jatuh, tapi kenapa kamu dan perusahaan itu jadi musuh? Kenapa gak kerja sama aja siapa tau kalian bisa saling jadi sahabat atau teman yang baik dan juga akrab " kata ku kepada Rico.
" Di depan saat kami bertemu ya kami seprti orang biasa tapi perusahaan ku dna perusahaannya saling bertarung bahkan saat kami bertemu ya kami hanya bisa saling menyindir. Tapi sudah lah gak usah di bahas. Lagi pula semuanya sedang baik baik saja aku hanya lelah saja " kata Rico kepada ku di lihat dari wajahnya dia memang benar benar tampak lelah dengan semua problem yang sedang dia alami saat ini.
"Apa permusuhan perusahaan kamu dengan perusahaan itu sudah sangat lama?" Kata ku kepada Rico.
"Ya sudah lumayan lama" kata Rico kepada ku.
"Sudah ya gak usah di pikirin lagi, kamu ke sini buat liburan dan senang senang bukan . Jadi buat kesempatan kali ini menjadi Happy di hidup kamu. Jangan pernah menyerah dengan untuk berjuang dan terus maju karena aku yakin setiap orang memiliki kelemahannya sendiri " kata ku kepada Rico. Ya aku mencoba menguatkannya.
" Ya aku tau itu tapi aku masih beruntung punya Mama dan papa ku yang selalu ada buat aku dan mereka selalu dukung aku. Bahkan di saat aku sudah gak Nemu jalan untuk suatu masalah yang aku alami di perusahaan papa selalu bantu aku " kata Rico kepada ku.
"Kamu masih beruntung punya Mama dan papa yang selalu dukung dan ada di saat kamu butuh. Ya kamu sangat beruntung dan ya aku gak seberuntung kamu " kata ku kepada Rico ya aku jadi teringat dengan ke dua orang tua ku. Aku snagat merindukan mereka apa lagi kepada Kakek aku snagat snagat merindukan mereka rasanya aku ingin sekali bertemu mereka dan juga memeluk mereka tapi di dalam mimpi saja aku tak bisa bertemu dengan ke dua orang tua ku mau pun dengan Kakek dan juga nenenk ku.
" Memangnya kemana ke dua orang tua kamu?" Kata Rico kepada ku aku melihat ke arahnya dan tersenyum ya aku tersenyum .kepadanya tak selebar seprti biasanya.
" Mereka semua sudah ada di sisi Tuhan " kata ku kepada Rico.
" Oh maaf banget aku gak tau, aku bener bener minta maaf ya " kata Rico kepada ku smabil memegang ke dua tangan ku.
"Gak papa kok lagi pula, aku juga masih ahrus ngebalasin dendam ke dua orang tua ku. Tapi aku masih gak tau harus gimana dan berbuat apa jadi untuk saat ini aku hanya ingin bahagia dulu " kata ku kepada Rico ya tak terasa ada air mata yang mengalir di wajah ku. Aku oun menghapusnya secara perlahan dengan menggunakan tangan ku sendiri.
" Memangnya apa yang terjadi pada ke dua orang tua kamu Dev ? Siapa tau aja aku bisa bantu " kata Rico kepada ku.
"Mereka di bunuh " kata ku kepada Rico. Saat aku emngatakan itu Rico tampak terkejut.
" Di bunuh sama siapa?" Kata Rico kepada ku.
"Aku juga gak tau siapa dan aku masih mau nyarik tau siapa pembunuh keluarga ku itu dan jika aku sudah tau aku pasti akan balasin dendam ke dua orang tua ku " kata ku kepada Rico.
" Coba kamu ceritain ke aku apa yang terjadi sbebarnya, dan aku bakalan bantu kamu buat cari tau siapa pembunuh itu, dan saat aku tau aku bakalan kasih tau ke kamu " kata Rico kepada ku entah kenapa tapi aku merasa di sangat baik kepada ku meskipun kita baru kenal dan baru bertemu dua kali.
"Waktu itu aku masih umur sepuluh tahun dan hari itu adalah hari ulang tahun ku ya aku di antar oleh Mama dan papa ku ke rumah Kakek dan mereka hanya mengatakan kaku mereka akan pulang untuk emngambil kado untuk ku tapi mereka gak Dateng dateng sampai aku minta Kakek mengantarkan ku pulang. Akhirnya Kakek pun nganterin aku pulang saat sampai di depan gerbang rumah. Di rumah ku banyak sekali orang orang yang berpakaian serba hitam akhirnya Kakek memutar lewat rumah belakang aku pikir saat itu aku akan memberikan kejutan untuk ke dua orang tua ku tapi saat aku masuk ke dua orang tua di bunuh dengan keji oleh seorang laki laki paruh baya dan ya di sampingnya ada seorang anak laki laki aku tak tau dia siapa tapi anak laki laki itu mereka menambak ke dua orang tua ku juga. Ya sejak saat itu aku tumbuh tanpa kasih sayang ke dua orang tua ku hanya ada Kakek di samping ku. Tapi rasanya untuk menemukan pembunuh itu snagat susah karena aku sudah mencoba menyelidikinya tapi hasilnya selalu saja nihil " kata ku kepada Rico menceritakan kembali masa lalu ku yang sangat gelap dan juga pahit.
" Boleh tau nama lengkap kamu siapa?" Kata Rico kepada ku.
"Nama lengkap ku Adeva Afsheen Myesha Gardapati emang kenapa?" Kata ku kepada Rico ya aku bingung karena dia bertanya nama lengkap ku.
"Oke aku bakalan bantu kamu buat cari tahu siapa dalang di balik pembunuhan keluarga kamu. Nantik setelah aku nemuin siapa dalangnya aku bakalan hubungin kamu dan kasih tau kamu " kata Rico kepada ku.
"Sudah kamu jangan putus asa dulu ya aku yakin pasti bisa nemuin dan bantu kamu. Biar kamu bisa tenang " k ata Rico kepada ku.
"Makasih banyak ya kamu baik banget " Kata ku kepada Rico.
"Kita teman bukan sudah seharusnya teman saling membantu " kata Rico kepada ku.
"Pasti temen temen mu beruntung punya temen seperti kamu " kata k u kepada Rico.
"Terus kamu gak beruntung gitu?" Kata Rico kepada ku.
"Aku beruntung punya temen seprti kamu, bahkan aku beruntung banget " kata ku kepada Rico.
"Ya sudah lah gak usah di pikirin ya, dan jangan sedih sedih lagi ke dua orang tua kamu dan juga Kakek nenenk kamu pasti gak pengen kuat kamu di sini sedih. Mereka juga pengen kamu bahagia jadi udah oke jangn nangis nangis lagi sekarang kita makan dan setelah itu kita ke taman bermain kita main sepuasnya di sana gimana ?" Kata Rico kepada ku.
"Oke oke " kata ku kepada Rico
Setelah itu pun aku memakan makanan yang audah ada di depan ku ya rivo tak berbohong kepada ku karena makanan itu pun juga sangat snagat enak dan ini akan menjadi tambahan di daftar favorit makanan ke sukaan ku. Setelah selsai makan kami oun pergi ya masih berjalan kaki tentunya.
*****
Tak terasa hari pun sudah sore ya hari ini aku cukup bersennag senang ke berbagai tempat yang membuat ku bahagia. Ya Bahakan aku sudah melupakan kesedihan ku saat mengingat ke dua orang tua ku ya dia mempunyai membuat ku terus tertawa hari ini. Bahkan dia membawa ku ke tempat tempat yang sangat aku suka kali ini ya perasaan ku tak salah karena dia memang benar benar orang baik. Karena sudah aore aku pun harus pulang ya karena Tristan pun pasti sudah ada di rumah ya lagi pula aku juga sudah ijin untuk keluar tadi jadi dia tak akan marah kepada ku jika aku pulang sedikit malam. Sebelum.pulang aku dna Rico mampir ke sebuah restoran ya untuk mengisi perut dulu karena sudah puas main jadi kami mengisi perut kami dengan makanan dulu. Setelah selsai Rico pun mengantarkan ku ke mobil yang tadi aku naiki.
"Oke Sampek sini aja " Kat ku kepada Rico ya karena sudah sampai di tempat sopir menjumput ku.
"Oke jangan lupa untuk selalu bahagai " kata Rico kepada ku.
"Pasti " Kat ku kepada Rico sambil mengacungkan jempol ke arahnya.
"Ya sudah sana masuk, istirahat ya " kata Rico kepada ku.
"Iya ya sudah ya aku pergi dulu da " kata ku kepada Rico sambil masuk ke dalam mobil.
"Da " kata Rico kepada ku.
Mobil yang ku tumpangi pun berjalan menjauhi dirinya. Aku melihat Rico melalui spion mobil dua masih menatap kepergian mobil ku. Entah lah tapi aku senang sekali memiliki teman sepeti dirinya. Dia sangat baik bahkan sepanjang hari ini banyak sekali perbedaan pendapat tentang bebebrapa hal tapi dia selalu mengalah dan membenarkan pendapat ku.
Tak lama kemudian aku pun sampai di rumah Tristan menyambut ku di depan pintu. Aku langsung menghampirinya dan ememluj dirinya dia oun membalas pelukan ku.
"Sayang gimana hari ini sukses seneng senengnya?" Kata Tristan kepada ku sambil emmbawa ku masuk ke dalam rumah.
"Iya aku seneng banget hari ini, ya pokoknya bahagia banget lah " kata ku kepada tristan
"Oiya apa yang buat kamu bahagia sayang ?" Kata Tristan kepada ku.
"Hari ini aku pergi ke tempat tempat yang indah dan bagussss banget oh dna kamu tau sayang hari ini aku banyak sekali mencicipi bebebrapa makanan dan rasanya enak banget. Kamu harus coba loh sayang soalnya makanan itu enak banget " kata ku kepada tristan aku menceritakannya dengan semnagat.bahkan sangat semangat.
"Oke oke kapan kapan kita pergi dan coba semua makanan yang sudah kamu coba hari ini ya syanag" kata Tristan kepada ku.
"Oke, oiya tadi aku sempat hampir di copet loh tapi untung ada seorang laki laki yang bantuin aku buat hajar pencopet itu' kata ku kepada tristan
"Tapi kamu gak kenapa kenapa kan sayang? Kamu baik abaik kan ada yang luka ngak?" Kata Tristan kepada ku dia terlihat snagat khawatir saat aku emngatakan kalau akau sempat hendak di copet.
"Aku gak papa kok aku baik baik aja " kata ku kepada tristan.
"Bagus lah kalau gitu ya sudah ayo sekarang kamu istirahat ya sayang" k ata Tristan kepada ku
"Iya " kata ku kepada tristan.