Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 83


Tak terasa sudah 2 minggu berlalu dan sekarang aku ada di sebuah café sedang menunggu ramon ya kami janjian disini untuk makan siang. ya aku dan ramon sudah lumayan dekat dengan ramon tapi ya aku dan ramon hanya sebatas teman saja tak lebih dan juga tak kurang karena sampai saat ini aku masih sangat sangat mencintai alzelfin. Setelah memesan capucino dan cake aku menelfon ramon karena sejak tadi dia belum datang padahal tadi aku sudah mengirimkan pesan kepadanya dan katanya dia sudah di jalan tapi ini sudah lumayan lama dia masih belum datang juga saat aku akan memencet nomer aku melihat ramon memasuki café dengan senyumnya yang lebar.


“kurang lama.” Kata ku kepada ramon saat dia di depan ku


“sorry aku tadi masih ada urusan.” Kata ramon kepada ku


“iya iya ya terserah.” Kata ku kepada ramon


Setelah itu kami pun berbincang bincang mengenai rencana ke tempat selanjutnya yang akan kita kunjungi. Tak lama kemudian capucino dan cake yang aku pesan pun datang.


“ini pesanannya nona.” Kata pelayan itu sambil memberikan capucino dan cake yang aku pesan


“iya terima kasih.” Kata ku kepada pelayan itu


“aku gak di pesenin?” kata ramon kepada ku


“ngak.” Kata ku kepada ramon sambil tersenyum kepadanya


“kenapa gak di pesenin aku kan sudah lapar sya.” Kata ramon kepada ku


“gak papa, ya sudah sana  pesen aja sendiri.” Kata ku kepada ramon


“hah oke oke, kamu ternyata tak baik kepada teman mu.” Kata ramon marah kepada ku


“ya ya ya terserah.” Kata ku kepada ramon sambil tersenyum kepadanya


“hah kau ini sekarang aku harus memesan dan masih menunggu hmm.. mmm bagaimana kalau cake punya mu untuk ku saja?” kata ramon kepada ku


“hmm…. Mmmm gimana ya kayaknya gak deh aku juga laper ha ha ha ha ha ha ha.” Kata ku kepada ramon sambil tertawa karena aku merasa geli melihat wajahnya yang putus asa karena aku tak memberikan cake ku untuk nya


“”ya ya ya kamu mulai pelit sekarang ya.” Kata ramon kepada ku


“iya aku emang pelit, terus ada masalah buat kamu.” Kata ku kepada ramon


“ada donk.” Kata ramon kepada ku


“apa?” kata ku penasaran


“karena aku kelaparan jadi kalau kamu gak mau ngasik cake itu buat aku aku bisa bisa mati kelaparan.” Kata ramon kepada ku


“biarin sudah sana pesen, sekarang aku yang teraktir.” Kata ku kepada ramon


“oke oke.” Kata ramon sambil meninggalkan diri ku sendiri tak lama kemudian dia pun kembali.


“sya aku pengen tanya.” Kata ramon kepada ku


“tanya apa?” kata ku penasaran


“laki laki seperti apa yang kamu suka?” kata ramon kepada ku


“yang pasti gak kayak kamu ha ha ha ha ha ha.” Kata ku kepada ramon meledeknya


“kenapa emangnya? Aku ganteng kaya dan setia.” Kata ramon kepada ku


“kamu hanya mirip sama seseorang aja sih.” Kata ku kepada ramon


“siapa?” kata ramon kepada ku


“laki laki yang aku cintai.” Kata ku kepada ramon sambil tersenyum masam kepadanya


“saat pertama kali aku lihat kamu dan waktu aku lihat kamu ketawa sepertinya di dalam tawa itu tak ada kebahagian hanya ada kesedihan yang kamu simpan sendiri.” Kata ramon kepada ku membuat ku tertegun dengan perkataannya


“semua itu ada alsannya masing masing.” Kata ku kepada ramon sambil tersenyum kepadanya


“apa alasannya?” kata ramon mulai penasaran


“ya kayaknya aku sudah harus cerita sama kamu karena aku gak tahan dengan pertanyaan yang sama setiap hari.” Kata ku kepada ramon


“oke ayo mulai ceritanya aku siap dengerin.” Kata ramon kepada ku


“dulu aku punya tunangan namanya joni tapi aku putus sama dia karena aku mergokin dia sedang bersama dengan wanita lain dia dalam hotel setelah itu aku pindak ke amaerika untuk meneruskan kuliah ku aku bertemu dengan laki laki yang bernama austyn dia baik tapi hubungan ku sama dia gak bertahan lama. Beberapa bulan setelah pacaran aku baru tau kalau dia sudah menikah jadi aku putus sama dia tapi hubungan ku sekarang baik dengannya dan istrinya bahkan kami bersahabat. Beberapa bulan setelah itu aku bertemu dengan laki laki yang baik namanya


alzelfin dia seperti kamu gagah selalu berpakaian rapid an memakai jas kemana mana. Hubungan ku sangat indah saat bersamanya aku bahagia saat ada di sampingnya waktu aku di culik oleh joni aku dengar kalau dia sangat putus asa bahkan dia tak tidur dan tak makan. Waktu berlalu dengan cepat 3 minggu yang lalu aku, alzelfin, ratna, Jason, austyn, dan tasya pergi liburan ke jerman pertama aku melihat alzelfin berciuman dengan ayumi ya dia adalah wanita yang mengaku ngaku sebagaia pacar dari alzelfin aku tak mempermasalahkannya karena alzelfin


mengatakan kalau dia di jebak oleh ayumi setelah itu 4 hari kemudian aku pergi keluar dengan ratna dan tasya untuk berbelanja karena di depan hotel yang kami inapi sedang ada festival tapi saat pulang aku melihat alzelfin dan ayumi tidur bersama dengan ranjang yang sama saat aku dan alzelfin tiduri. Aku pergi ke London ya itu rumah orang tua ku tapi aku tau kalau alzelfin akan mencari ku kesana jadi aku kabur kesini karena aku ingin menenangkan pikiran ku terhadap alzelfin. Tapi saat aku ingin melupakannya aku malah makin mencintainya.” Kata


ku kepada ramon tak terasa air mata ku pun mengalir di pipi ku


“jangan menangis, kamu gak pantas mengeluarkan air mata kau yang berharga hanya demi laki laki yang tak beradap seperti alzelfin.” Kata ramon ekpada ku


“aku tau aku sudah mencoba untuk tak menghiraukannya tapi aku tak bisa setiap aku sendirian di kamar aku selalu teringat dengannya.” Kata ku kepada ramon


“sudah jangan nangis ada aku di sini yang akan selalu ada buat kamu.” Kata ramon kepada ku


“oiya?” kata ramon kepada ku


“iya donk.” kata ramon sambil menghapus air mata ku yang ada di pipi ku


“oh sekarag sudah jadi sahabt kamu nih aku?” kata ramon ekpada ku


“iya donk.” Kata ku kepada ramon


“besok besok bisa ngak aku jadi suami kamu?” kata ramon kepada ku membuat ku tertegun dengan perkataannya sampai sampai aku tak bisa berkata kata


“tenang bercanda kok ha ha ha ha ha.” Kata ramon kepada ku


“ha ha ha ha apaan sih.” Kata ku kepada ramon


“oke sudah jangan nangis lagi ya?” kata ramon kepada ku


“oke siap.” Kata ku kepada ramon


Setelah itu kami membicarakan hal yang lain yang membuat ku lupa dengan hal yang membuat ku menangis. Aku beruntung bisa bertemu dengannya di sini dia sangat baik dan pengertian terhadap diriku. Perasaan ku merasa sedikit lega setelah menceritakan semua itu kepada ramon entah kenapa tapi perasaan ku saat ini lebih ringan dari pada sebelumnya. Aku senang bisa bertemu dengannya di saat aku terpuruk seperti ini. Setelah selesai membayar makanan yang kami pesan kami pun lanjut berjalan jalan aku mengajaknya ke mall yang dekat dengan kota saat


di dalam mall kami membeli beberapa baju dan sepatu ya bukan untuk ku sih pastinya untuk ramon karena semenjak aku bertemu dengannya aku tak pernah melihatnya berpakaian santai sekarang kami membeli beberapa pakaian santau dan sepatu kets untuk ramon setelah selesai membeli aku pun pergi ke toko parfum karena kebetulan parfum ku sudah habis setelah memilih parfum yang cocok aku membelinya ya aku memang tak pandai dalam emmilih parfum jadi ramon yang memilihkannya untuk ku setelah selelsai dengan urusan kami aku dan ramon memutuskan untuk keluar dari mall karena tak terasa hari sudah malam ya kami menghabiskan waktu berjam jam hanya untuk membeli beberapa baju, sepatu, dan juga parfum saat akan keluar aku tak sengaja menabrak seorang wanita karena barusan aku sedang asik berbicara dengan ramon


“maaf saya tak sengaja.” Kata ku kepada wanita itu sambil mengambil tasnya yang jatuh saat aku mendongak dan melihat ke ara wanita itu aku sangat kaget melihatnya padahal dial ah satu satunya wanita yang tak ingin aku temui. Ya dia adalah ayumi


“oh syasa apa kabar.” kata ayumi kepada ku


“baik.” Kata ku kepada ayumi


“kamu kenal dia?” kata ramon kepada ku


‘dia itu.” Kata ku terhenti dan melihat ke arah ayumi


“tenang aku akan memperkenal kan diri ku ke dia.nama ku ayumi.” Kata ayumi sambil mengulurkan tangannya kepada ramon tapi tak di tanggapi oleh ramon


“ya sudah ayo pulang.” Kata ramon kepada ku aku mengangguk dan berbalik hendak pergi


“eh kamu gak mau ucapin selmat buat aku?” kata ramon kepada ku membuat langkah ku terhenti


“buat apa?” kata ku tetap membelakangi ayumi


“aku dan alzelfin sudah menikah loh, dan sekarang kita sedang bulan madu apa kamu gak mau ngasih selamat buat aku?” kata ayumi kepada ku itu membuat ku tertegun dengan perkataannya


“oh gitu selamat kalau gitu.” Kata ku kepada ayumi sambil terus memungunginya


“iya iya makasih, dan semoga kamu bahagia ya sama yang di sebelah kamu itu,” kata ayumi kepada ku


“iya kalau gitu kita pergi dulu.” Kata ku kepada ayumi tanpa melihatnya


Setelah itu aku mengandeng tangan ramon dan menariknya untuk pergi saat ini aku hanya ingin sampai di apartement dengan cepat aku terus berjalan sambil menarik tangan ramon. Aku tak tahan dengan semua yang aku dengar dari mulut ayumi bahkan alzelfin dengan mudahnya melupakan ku dan menikah dengan ayumi. Aku


terus berjalan tapi ramon menarik ku dan membawanya kedalam pelukannya


“apa ini mon, ayo kita harus cepat pulang akus udah capek banget.” Kata ku kepada ramon sambil terus meronta ronta untuk di lepaskanya tapi ramon malah memeluk ku makin erat


“sya tenang tenang oke.’ Kata ramon ekpada ku sambil terus memeluk diri ku


“aku hanya capek aja, mangkanya ayo cepet pulang.” Kata ku kepada ramon


“keluarin semua yang ngebuat kamu kesel, keluarin semuanya sya keluarin.” Kata ramon kepada ku dan air mata ku pun tak terbendung aku menangis di dalam pelukannya


“aku gak nyangka dia dengan mudahnya ngelupain aku dan menikah sama ayumi.” Kata ku kepada ramon sambil terus menangis


“kamu tau selama disini setiap malam aku selalu merindukannya mon, aku ingin memeluknya tapi ahti ku gak bisa karena dia gak datang kesini dan gak jelasin semua kepada ku.” Kata ku kepada ramon sambil terus menangis


“aku masih sangat sangat mencintainya, tai saat ini saat mendengar kalau ayumi dan alzelfin sudah menikah. Rasanya hati hancur berkeping keeping mon.” Kata ku kepada ramon sambil terus menangis


“aku harus gimana biar bisa lupain dia mon aku gak kuat.” Kata ku kepada ramon sambil terus menangis


“tenang sya ada aku. Aku janji bakalan selalu ada di samping kamu oke.” Kata ramon kepada ku ya itu sama dengan yang di ucapkan alzelfin kepada ku


“alzelfin juga bilang gitu ke aku, tapi dia ninggalin aku dan menikah dengan wanita lain.” Kata ku kepada ramon sambil terus menangis


“aku gak akan pernah jadi seperti alzelfin sya aku janji bahkan aku berani bersumpah.” Kata ramon kepada ku


“aku capek sama janji janji yang gak pernah di tepati mon, aku bukan orang yang hanya bisa jadi tempat penempatan janji setelah itu di lalui begitu saja.” Kata ku kepada ramon


“sudah tenang oke, semuanya gak akan terjadi lagi. Aku akan selalu ada buat kamu.” Kata ramon kepada ku


“iya.” Kata ku kepada ramon sambil terus menangis


Setelah menangis cukup lama ramon mengantarkan ku kembali ke apartement. Saat sampai aku langsung masuk ke dalam kamar tanpa mandi dan berganti pakaian saat aku kan tidur aku teringat dengan kata kata dari ayumi barusan itu membuat ku kembali menangis membuat ku sangat kesal dan juga marah dengan hidup yang aku jalanni aku bahkan tak bisa hidup tenang dan bahagia dengan satu cinta kenapa setiap laki laki yang dekat dengan ku selalu memiliki wanita lain apa aku tak bisa hidup dengan tennag dan juga bahagia.


Tak terasa sudah 2 bulan berlalu Aku memutuskan untuk tinggal di sini ya di paris dan aku juga sudah berkerja di perusahaan milik ramon sebagai sekertarinya di perusahannya. Aku juga sudah mengatakan kepada mama kalau aku hanya akan pulang ke London kalau sudah hari besar seperti natal dan yang lainnya awalnya mama marah kepada ku dan tak memperbolehkan ku. Tapi aku memaksa dan akhirnya mama dan papa mengizinkan ku untuk tinggal di sini.


Sekarang aku dan ramon dalam perjalanan menuju ke tempat klien berada ya kami sudah membuat janji dengan slaah satu klien kita di sebuah restoran saat sampai kami langsung menuju ke tempat klien kami berada.


Setelah itu aku pun mebaca kan rencana tentang proyek yang akan kami kerja kan bersama setelah mencapai kesepakatan kami pun kembali ke perusahaan aku sangat lelah dengan perjalanan barusan karena klien kami barusan menanyakan banyak sekali pertanyaan yang membuat ku pusing dengan jawaban yang akan aku berikan kepadanya.