Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 06


"Aku pengen putus sama kamu, aku pengen pertunangan ku sama kamu berakhir sekarang juga" kata ku kepada Roy.


"Loh kenapa yank? Kenapa kamu malah pengen putus sama aku?" Kata Roy kepada ku.


"Kamu mau tau alasannya?" Kata ku kepada Roy.


"Iya aku mau tau" kata Roy kepada ku.


"Pertama kamu sering bohong sama aku terus yang ke dua kamu bilang kamu gak pernah selingkuhi aku kan. Tapi aku tau kalau kamu sering keluar sama selingkuhan kamu. Oh kamu pasti tanyak apa bukti ya nih aku kasih tunjuk ke kamu buktinya" kata ku kepada Roy sambil memperlihatkan foto foto yang aku ambil saat dia bersama dengan selingkuhannya dia terlihat kaget dan juga bingung.


"Aku.... Aku.... Aku bisa jelaskan" kata Roy kepada ku.


"Gak perlu kok, gak perlu penjelasan itu makin panjang dan ngebuat bingung jadi kita akhiri saja hubungan ini aku juga sudah gak ada perasaan apa apa lagi ke kamu" kata ku kepada Roy.


"Yank kamu tenang ya kita bicarain semua ini dengan pelan pelan dan aku juga bisa jelasin semua ini. Semua yang kamu lihat di foto itu gak seperti yabg kamu kira dia bukan pacar ku kok" kata Roy kepada ku.


"Lagi lagi kamu bohong sama aku" kata ku kepada Roy.


"Aku gak bohong yank sumpah" kata Roy kepada ku.


"Wow kamu Sampek berani bersumpah di depan ku. Kamu tau kalau sumpah itu gak boleh di buat mainan apa lagi di buat untuk bohongin seseorang Wowi dosa mu besar banget" kata ku kepada Roy sambil bertepuk tangan.


"Aku mohon kasih aku kesempatan ke dua" kata Roy kepada ku.


"Gak perlu kita selesai kan ini malam ini juga. AYAHHH.... IBUK..... SINI BENTAR DEH" kata ku kepada Roy sambil memanggil ayah dan ibu ku dengan nada yang cukup keras.


"Kamu ngapain manggil ayah sama ibu kamu" kata Roy kepada ku dia terlihat sangat panik.


"Aku kan sudah bilang kalau ku mau mengakhiri ini semua" kata ku keapda roy, tak lama kemudian ayah dan ibu ku pun menghampiri diri ku.


"Ada apa syah?" Kata ayah ku kepada ku.


"Sini duduk bentar Aisyah mau bicara serius sama ayah dan ibuk" kata ku kepada ayah dan ibu ku mereka pun duduk di samping ku.


"Terus ada apa, mau bicara apa kamu?" Kata ayah kunkepada ku.


"Yah Aisyah mau putus sama Roy, maksudnya Aisyah mau pertunangan Roy sama aisayah itu berakhir sekarang" kata ku kepada ayah dan ibu ku.


"Loh kenapa kalau kalian ada masalah kalian selesaikan baik baik jangan tiba tiba kalian mau putus seperti ini" kata ibu ku kepada ku dan juga Roy. Ayah dan ibu ku sangat kaget saat mereka mendengar perkataan ku barusan.


"Gak aku tetep mau putus aku gak mau lagi lanjutin hubungan ku sama Roy, dia itu laki laki pembohong dan suka selingkuh" kata ku kepada ayah dan juga ibu ku.


"Itu hanya foto Syah itu gak bener dia bukan pacar ku" kata Roy kepada ku membela dirinya.


"Syah kalau gak ada bukti yang akurat kamu jangan ngambil kesimpulan seperti itu. Apa lagi hanya sebuah foto gak bisa ngasih bukti apa apa dan belum tentu itu benar" kata ibu ku kepada ku.


"Kalau aku bilang aku lihat itu semua dan dengar apa yang mereka bicarakan atau aku punya vidionya apa kalian bakalan percaya sama aku?" Kata ku kepada ayah dan juga ibu ku.


"Vidio apa?" Kata ayah ku kepada ku sambil melihat ke arah ku.


"Ini" kata ku kepada ayah ku aku memperlihatkan Vidio yang aku ambil ya di dalam Vidio itu Roy dan kekasihnya sednag berbicara ya kebetulan dalam Vidio ku terdengar suara saat mereka berbicara. Dan mereka berbicara seakan akan mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai satu dengan yang lainnya.


"Jadi gimana apa Aisyah masih gak boleh mutusin hubungan Aisyah dan Roy?" Kata ku kepada ayah dan ibu ku setelah mereka menyelesaikan melihat Vidio yang aku tunjukan.


"Ya sudah kalau itu kemauan kamu, besok ayah bakalan suruh orang ke rumah Roy buat mutusin hubungan kalian" kata ayah ku kepada ku.


"Bagus lah" kata ku kepada ayah ku saat ini hati ku benar benar gembira.


"Dan Roy sebaiknya kamu pulang dan besok kami akan datang ke rumah kamu" kata ayah ku kepada Roy.


Keesokannya ayah ku menyuruh paman ku untuk datang ke rumah Roy memberitahukan tentang tujuan ku yang tak ingin lagi meneruskan hubungan ku dengan roy. Tak lupa aku juga memberikan foto dan juga Vidio yang aku punya kepada paman ku agar mereka percaya.


Cukup lama menunggu akhirnya paman ku pun akhirnya datang juga aku ibu dan juga ayah ku langsung menghampiri paman kami duduk di runag tamu untuk mendengar cerita dari paman ku.


"Jadi gimana?" Kata ayah ku kepada paman ku.


"Ya mereka mau hubungannya intan sama Roy cukup sampai sini aja" kata paman ku kepada ayah ku.


"Syukurlah" kata ku secara spontan ya hati ku rasanya sangat lega mendengar kabar dari paman ku kalau keluarganya Roy mau hubungan ku dengannya putus.


"Cobak cerita om, dari awal Sampek di sana Sampek om pulang" kata ku kepada paman ku itu ya aku penasaran akan cerita paman ku.


"Waktu Sampek Roy yang buka pintunya dan bilang kalau ke dua orang tuanya keluar ya udah om bikabg kalau om mau nunggu di sana Sampek orang tuanya datang. Awalnya om gak percaya dengan ucapan Roy tapi neneknya bilang juga kalau ke dua orang tua Roy masih keluar ya akhir ya om pun percaya dan om nunggu di ruang tamu di temennin Roy,nenenknya dan juga pamannya Roy. Ya kami bicara bicara dan om juga gak ngebahas masalah hubungan kalian yang sudah berakhir. Sampai akhirnya dua jam berlalu dan akhirnya ke dua orang tua Roy datang merek alabgsung menemani om dan ya karena tak ingin buang buang waktu om pun langsung mengatakan tujuan om datang ke sana saat bilang kalau kamu mau putus dengan Roy ke dua orang tua Roy kelihatan marah dan tanya alasannya dan om pun mengatakan alasannya ya karena mereka adalah orang tua Roy tentu saja mereka tidak percaya dengan apa yang om katakan kepada mereka. Ya sudah om pun langsung ngasih tau foto foto dan juga Vidio itu dan akhirnya mereka percaya dan Roy juga mengakui kalau dia sudah berselingkuh. Awalnya mereka ingin ketemu dengan kamu dan juga ayah ibu kamu untuk meminta kesempatan ke dua. Tapi om bilang ke mereka kalau di keluarga kami kesempatan ke dua itu tidak ada. Setelah mengatakan itu om pun pamit pulang ya gak lupa dengan mengembalikan perhiasan pertunangan yang mereka berika kepada kamu saat tunangan. Waktu om keluar om dengab kalau Roy di marahi habis habisan oleh ke dua orang tuanya. Ya udah gitu deh sampai akhirnya om duduk di sini dan cerita ke kalian" kata paman ku kepada ku dan juga kepada ke dua orang tua ku.


"Om dengar ngak ke dua orang tua Roy bilang apa waktu om di luar ya waktu Roy di marahin sama ke dua orang tuanya itu om" kata ku kepada paman ku itu.


"Iya om dengar kok, mereka bilang kalau Roy sudah malu maluin nama keluarga mereka udah itu aja yang om dengar dari luar karena om juga buru buru mau pulang" kata om ku keoda ku.


"Ya bagus lah kalau gitu kalian sudah putus sekarang, Syah kedeoannya jangan asal asalan lagi ya cari pasangan ya Syah" kata ayah ku kepada ku.


"Iya yah" kata ku kepada ayah ku.


Setelah itu kami pun membicarakan hal lainnya, karena sudah malam aku pun masuk ke dalam kamar ku dan mengambil hp ku ya aku menelfon dea.


"Halo" kata ku kepada dea saat dia mengangkat telfon ku ya aku tau dia pasti masih belum tidur karena ini baru jam sembilan malam.


"Halo Syah ada apa?" Kata dea kepada ku.


"De aku udah putus sama Roy" kata ku kepada dea


"Putus gimana?" Kata dea kepada ku.


"Ya putus aku sama Roy sudah gak ada hubungan apa apa lagi" kata ku kepada dea.


"Oh gitu pasti orang tua kamu gak tau kan" kata dea keoada ku


"Ya tau lah wonk mereka sudah pergi ke rumah Roy buat mutusin hubungan ku dengan Roy tadi dan akhirnya mereka setuju buat pertunangan ini jadi putus" kata ku kepada dea.


"Bagus lah sekarang kamu gak usah mikirin laki laki itu lagi, sekarang kamu cari kebahgian kamu sendiri ya Syah" kata dea kepada ku


"Pasti donk" kata ku kepada dea


"Kita kumpul kumpul sama anak anak yuk besok sambil pergi jalan jalan de" kata ku lagi kepada dea.


"Oke kamu telfon yang lainnya ya kita kumpul di rumah ku besok gimana?" Kata dea kepada ku


"Oke siap" kata ku kepada dea.


Setelah itu aku pun mematikan telfon yang terhubung dengan dea dan mulai menelfon satu persatu sahabt sahabt ku yang lainnya. Ya mereka setuju dan rencananya besok jam tujuh pagi kita akan pergi ke rumah dea karena besok adalah hari Minggu jadi aku bebas untuk kemana saja.


Keesokan harinya sesuai janji aku dan teman teman ku berkumpul dan juga bermain bersama rasanya rasa sedih dan kecewa yang aku rasa hilang seketika saat berada di dekat sahabt sahabt ku ya aku beruntung memilki sahabt sahabt seperti mereka. Seharian dari pagi hingga sore hari kami pun bersenang senang tertawa sepanjang hari membuat perut ku sakit karena tertawa terus sekarang aku dan teman teman ku yang lainnya sedang dalam perjalanan pulang ya karena ini sudah jam empat sore jika aku pulang lebih sore lagi pasti aku akan di bacakan surat Yasin oleh ibu ku di rumah ya aku tau ibu ku begitu karena dia menyayangi anaknya dan dia tak ingin sesuatu terjadi keoada ku.


Saat sampai di rumah betul saja ibu ku sudah membacai diri ku surat Yasin ya aku mendengarkan kata kata ibu ku dengan baik dan aku mengakui kalau aku salah ya karena tadi pagi aku berjanji kepada ayah dan ibu ku kalau aku akan pulang sebelum jam tiga sore tapi karena terlalu senang bersama dengab teman teman ku akhirnya aku pun lupa waktu dan ya aku sampai di rumah tepat jam setengah lima sore. Setelah selesai mendengarkan kata kata ibu ku aku pun masuk ke kamar dan langsung ambdi setelah selsai ibu ku memanggil diri ku untuk makan saat makan pun aku masih di ceramahi untuk tidak mengulanginya lagi aku hanya mengangguk saja dan emngatakan iya. Ya aku memang nakal di luar sana tapi untuk di rumah aku masih mengikuti kata kata ke dua orang tua ku meskipun menurut ku mereka terlalu mengekang diri ku terutama ibu ku dia selalu saja memarahi ku tanpa alasan yang jelas sednagkan ayah ku dia selalu memanjakan diri ku ya karena aku adalah anak satu satunya maka dari karena itu ayah ku sangat menyayangi diri ku dan juga selalu memanjakan diri ku.


Tujuan hidup ku sekarang aku harus fokus bersekolah dan lulus dengan ujian nasional yang terbaik aku tak ingin kembali membuat malu ke dua orang tua ku. Setidaknya aku ingin membuat bangga ke dua orang tua ku meskipun ya itu musthil bagi ku tapi aku akan berusaha dan mencoba lebih keras lagi untuk membanggakan ke dua orang tua ku karena aku snagat menyayangi mereka berdua melebihi apa pun di dunia ini. Dan untuk ke depannya aku akan lebih baik lagi untuk memilih calon pasangan ku karena aku tak ingin kembali bertunnagan tapi malah putus di tengah jalan ya karena aku tau ke dua orang tua ku mengeluarkan biaya yang cukup beras untuk pesta pertunangan ku dengan Roy padahal keluarga ku sudah sangat susah tapi ibu dan ayah ku rela memkukan apa saja demi diri ku. Aku pun sangat bangga kepada ayah dan ibu ku.