Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 51


Syah" kata ayah ku kepada ku.


"Iya apa yah?" Kata ku kepada ayah ku dengan mata yang masih melihat ke arah layar hand phone ku. Ya karena sejak tadi aku sibuk dengan hand phone ku. Akua sedang berkirim chat dengan kak Sanusi ya dia mengatakan kalau dia sedang bersiap siap kalau dia akan datang ke rumah untuk menjenguk ayah ku.


"Kamu gak belajar kan Minggu depan kamu ujian Syah, kok main hp terus?" Kata ayah ku kepada ku.


"Iya yah bentar lagi belajar kok yah" kata ku kepada ayah tapi aku masih saja fokus pada layar hand phone ku.


"Syah kalau udah gak ada ayah kamu gak boleh nakal, harus rajin beljar biar naik kelas dan jadi anak yang pinter, dan kalau sudah lulus sekolah harus kerja dulu ya Syah jangan buru buru yang mau nikah. Terus ayah nitip ibu kamu ya Syah ingat jangan bakal nakal ha syah" kata ayah ku kepada ku aku pun langsung menoleh ke arah ayah ku yang sedang berbicara dengan ku ya aku bingung mengapa ayah ku mengatakan hal itu seprti akan meninggalka ku dengan ibu ku untuk selamanya saja.


"Ayah kok ngomong gitu seh, emangnya ayah mau ke mana?" Kata kuneoada ayah ku sambil.melihat ke arah ayah ku.


"Gak kemana kemana hanya di sini aja kok" kata ayah ku kepada ku sambil tersenyum dan mengelus rambut ku dengan lembut.


"Terus ayah ngapain ngomong kayak gitu, kayak yang udah mau meninggal aja ayah nih. Emangnya ayah udah gak syaang ya sama Aisyah dan ibu?" Kata ku kepada ayha aku pun meletakkan hp ku di depan ku ya di atas meja.


"Syah gak ada orang tua dan suami yang gak sayang sama keluarganya ayah ya sayang lah sama kamu dan ibu ku Syah, tapi satu hal yang perlu kamu tau Syah, kalau umur itu gak aka. Ada yang tau. Siapa tau ayah bisa meninggal besok lusa atau satu Minggu lagi" kata ayah ku kepada ku kata kata ayah ku membuat mata ku menjadi berlinang dengan air mata


"Ayah kok ngomongnya mati mati sih, emangnya ayah gak mau ya liat aku kerja dan ngehasilin uang sendiri terus emangnya ayah gak mau ya liat aku nikah. Padahal aku akan pengen yah di nikahin dan di akadtin sama ayah bukan sama penghulu. Jadi ayah harus sehat ya biar nantik ayah bisa liat Aisyah pegang uang hasil kerja Aisyah sendiri terus kalau Aisyah udah kerja ayah gak peelu kerja lagi biar Aisyah yang nanggung biaya hidup ya ayah sama ibu. Terus kalau nikah Aisyah itu pengen di dampingin sama ayah dan ibu dengan ke dua orang tua yang lengkap di sebelah kiri dan kanan Aisyah yah jadi ayah gak boleh ngomong gitu. Itu impian Aisyah yah" kata ku kepada ayah ku smabil menceritakan impian ku di masa depan.


"Iya semoga ayah bisa cepet sembuh dan menuhin semua impian impian kamu ya sayang. Insya Allah ayah bakalan sembuh asal ayah gak di bawa ke rumah sakit" kata ayah ku ekpada ku sambil tersenyum.


"Kan kalau di bawa ke rumah sakit ayah malah tambah sembuh di sana kan lengkap ya obat obat ada dokter juga yah jadi ayah gak bakaln mati di rumah sakit. Kalau ayah ke rumah sakit Aisyah jamin kalau ayah bakalan sembuh total deh dan gak bakalan sakit sakit lagi yah" kata ku kepada ayah ku.


"Ada sebuah janji yang dulu banget ayah ucapin dan ayah gak bisa cerita sama kamu apa itu. Tapi satu hal yabg ahrus kamu tau ayah gak bisa di bawa ke rumah sakit dan di rawat. Oke sayang udah ayah kan sekarang udah sehat dan gak perlu di bawa ke rumah sakit ya nak. Oiya kamu udah makan belum?" Kata ayah ku kepada ku.


"Tapi ayah yakin kalau ayah udah sembuh perutnya udah gak sakit sakit lagi?" Kata ku kepada ayah ku ya jujur saja aku masih mengkhawatirkan keadaan ayah ku saat ini.


"Iya Syah ayah udah yakin seratus persen kalau perut ayah itu sudah sembuh dan gak skait sakit lagi kok Syah" kata ayah ku kepada ku sambil menatap ku lekat lekat ya mungkin agar aku percaya dengan ucapan ayah ku. Ya mungkin ayah ku sudah sembuh dan tak merasakan sakit lagi.


"Iya udah deh percaya kok Aisyah yah" kata ku kepada ayah ku.


"Nah gitu sekarang kamu selesaikan dulu chat kamu itu sama nak Sanusi tapi tar lagi kamu bilang ke dia kalau kamu mau beljaar habis makan gitu ya Syah. Kita makan dulu terus kamu ke kamar belajar buat ujian minggu depan ya Syah" kata ayah ku kepada ku.


"Tapi kak Sanusi mau ke sini bentar lagi katanya yah, ini kan udah gak lagi chattan yah soalnya kak Sanusi udah ada di jalan katanya yah he he he he he" kata ku kepada ayah ku sambil tertawa kecil.


"Kamu ini, ya udah kalau nak Sanusi datang kamu mintak ajarin ke nak Sanusi aja Syah biar enak Syah" kata ayah ku kepada ku.


"Iy yah siap" jta ku kepada ayah ku sambil menunjukan gaya hormat di depan ayah ku layaknya hormat di depan bendera merah putih.


"Ya udah sana kamu liat ibu mu udah selesai belum ayah udah laper nih" kata ayah ku kepada ku.


"Iya yah" kata ku kepada ayah ku. Setelah itu aku pun langsung berjalan ke arah dapur menuju kepada ibu ku yang tengah sibuk dengan panci dan kompor kompornya. Saat sampai aku pun menghampiri ibu ku.


"Buk kata ayah udah belum?" Kata ku kepada ibu ku sqmbil berdiri sedikit jauh dari ibu ku ya karena ibu ku terlihat sangat sibuk.


"Bentar lagi udah kok Syah, sudah sana jangan ganggu ibu kalau kamu gak mau bantuin ibu. Bentar lagi kalau ibu Udha selesai masak ibu bakalan panggil kamu sama ayah kamu. Oiya nak Sanusi gak Dateng ke sini hari ini Syah?" Kata ibu kunkepada ku.


"Bentar lagi buk, kak Sanusi udah di jalan kok buk mau ke sini" kata ku kepada ibu ku.


"Oh y udah sana pergi kalau udha ibubpanggil dan siapa tau nantik barengan sama nak Sanusi waktu Dateng jadi kita bisa makan bareng sekaligus Syah" kata ibu ku kepada ku.


"Gimana katanya ibu Syah?" Kata ayah ku kepada ku.


"Bentar lagi kalau udah selesai mau di panggil yah" kata ku kepada ayah ku sambil duduk di sebelahnya tempat duduk ku awal.


"Oh ya udah" kata ayah ku kepada ku.


Ayah ku pun tak lagi bebricara kepada ku dia mengambil remote TV dan mengubahkan ke saluran berita ya begitu lah orang orang tua suka nya yang berita berita kalau aku tak suka sinetron sinetron. Aku lebih suka drama drama Korea dan juga kartun. Dan kebetulan beberapa bulan yang lalu saat aku ke Jakarta aku di belikan oleh om ku sebuah lepatop maka aku pun membawanya ke Telkom lalu mendownload berbagai macam drakor dan juga film film kartun jadi kalau tak ada kerjaan aku selalu menontonnya tak lama kemudian kak Sanusi pun datang aku langsung membuka kan pintu untuk kak Sanusi setelah itu aku pun mengajaknya masuk ke ruang tengah di mana ayah berada kak Sanusi pun langsung bersalaman dengan ayah. Setelah itu kak Sanusi dna ayah saling berbicara aku tak tau mereka berbicara apa karena aku di panggil oleh ibu ku untuk ke dapur maka aku pun pergi ke dapur.


"Ada apa buk?" Kata ku kepada ibu ku.


"Sudah sana panggil ayah mu ibu sudah selesai makan ibu juga sudah siapin semuanya di meja makan jadi tinggal makan aja" kata ibu ku kepada ku.


"Oiya buk, itu kak Sanusi juga udah Dateng kok buk" kata ku kepada ibu ku.


"Oh ya udha panggil juga suruh bareng makannya ibu juga bakalan siapin buat nak Sanusi" kata ibu ku keoada ku.


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku.


Setelah itu aku pun pergi memanggil ayah dan juga kak Sanusi untuk makan awalnya kak Sanusi menolak dan mebgatakan kalau kak Sanusi sudah selesai makan di rumahnya tapi ayah ku memaksa kak Sanusi untuk ikut makan bersama dengan kamu ya jadinya mau tak mau kak Sanusi pun setuju untuk makan dengan kami. Setelah itu aku ayah dan juga kak Sanusi langsung ke meja makan kami pun langsung makan bersama sama termaksud ibu ku juga.


****


Hari hari ku jalani seperti biasanya sekarang hari Kamis dan sekarang adalah hari yang snagat aku suka. Ya karena hari kamu jam tujuh hanya akan ada pelajaran bahasa Indonesia saja selama dua jam dan itu pun gurunya tak suka memberikan tugas hanya menjelaskan saja setelah itu aku pun akan pergi olah raga dan sampai jam istirahat siang dna kadang ya bukan kadang sih tapi guru selabjygnya tak akan mengajar ya karena dia selalu sibuk dengan urusan sekolah maka dari karena itu hari kami adalah hari di mana hari sangat sangat ku tunggu tunggu. Biasanya setelah selesai olah raga aku dan temna teman ku pun hanya di kantin atau tidur di kelas bagian belkanag atau anak anak yang lain menonton film melalui proyektor


Tak terasa hari berlalu dengan snagat cepat sudah waktunya untuk pulang karena tak ada pelajaran sejak tadi jadi aku hanya tiduran sambil memainkan game yang ada di tablet yang di beri oleh om Edi. Ya teman temna ku sempat bertanya tentang tablet itu dna akhirnya mereka hanya mengiyakannya saja. Sekarang aku membawa sepeda motor sendiri karena ayah sedang sakit skaittan dan kak sanusi tak bisa menjumput ku setiap hari karena kak sanusi harus membantuu kakaknya di sawah. Saat sampai di rumah ayah ku sednag kesakutan tampan membuang waktu aku langsung membuka sepatu dan menaruh tas di sembarang tempat. Aku langsung duduk di sebelah ayah ku yang sedang ke sakitan.


"Yah ayah sakit lagi ya, kita ke rumah sakit ya biar ayah ceoet sembuh" kata ku kepada ayah ku sambil ememgang tangan ayah ku.


"Gak usah kalau ayah di bawa ke sana umur ayah gak akan lama Syah, ayah pengen liat kamu nikah sesuai janji ayah jadi jangan bawa ayah ke sana ya" kata ayah ku kepada ku bahkan ayah ku berbucara sudah sangat lemah aku tak tega melihat ayah ku.


"Tapi ayah kan sakit, buk apa gak ada jalan lain buk" kata ibubku kepada ku.


"Ayo kita bawa ke pak Mentri" kata ibu ku kepada ku pak Mentri itu sama dengan dokter tapi dia berkerja hanya di rumah saja


"Iya ayo" kata murid murid ayah ku. Ya kebetulan saat aku datang di rumah sedang banyak tamu.


Setelah itu ayah ku pun di bawa ke pak Mentri ya ayah ku sudah tak kuat jalan maka dari karena itu ayah ku di gotong oleh banyak orang menuju ke mobil salah satu saudara ku dan ya kebetulan saudara ku databg dengan membawa mobilnya kami pun jalan di belakang mobil banyak yang mengikuti kami. Saat sampai ayah ku langsung di bawa masuk ke dalam ya ayah ku tak perlu antri karena ayh ku sudah meringis kesakitan. Jadi ayah ku pun langsung di gotong ke dalam oleh murid murid ayah ku sekitar satu jam kemudian ayah ku pun keluar bukannya membaik tapi ayah ku tetap kesakitan aku langsung menghampiri ayah ku.


"Gimana kqtanya buk" kata ku kepada ibu buk sambil berjalan ke arah mobil. Ya aku tak ikut ke dalam aku hanya menunggu di luar bersama beberapa murid ayah ku.


"Pak Mentri gak bisa ngobatin soalnya sudah terlalu parah" kata ibu ku keoada ku . Ibu ku menangis sejak tadi ya aku tau ibu ku khawatir dengan keadaan ayah ku ibu ku takut kalau akan terjadi sesuatu yang tak di inginkan.


"Terus kita mau ke mana sekarang buk" kata ku kepada ibu ku.


"Gak ada pilihan lain sekarang kita bawa ayah mu ke bhayangkara ya Syah" kata ibu ku kepada ku.


"Tapi kata ayah" kata kata ku terhenti ya aku mengingat kata kata ayah kalau ayah di bawa ke rumah sakit


"Sudah gak usah di pikirin ya, semuanya ada di tangan Allah insya Allah ayah kamu bakalan baik baik aja dan tambah sehat kakau di bawa ke rumah sakit, karena di sana dia bisa di tangani dengan baik" kata ibu ku jeoada ku.