
( Crisan )
Saat sampai di kantor mama ku, aku dan yang lainnya labgsung menuju kantornya bahkan beberapa penjaga mencoba untuk mencegah ku untuk masuk tapi untungnya ada teman teman ku yang selalu ada di belakang ku aku terus jalan sampai akhirnya aku sampai di depan pintu kantor mama dan juga papa ku. Aku menarik nafas dan langsung saja aku mendobrak pintu itu sampai akhirnya terbuka.
"Apa apaan ini" kata papa ku kepada ku dengan nada yang sangat sangat marah
"Dimana kalian sembunyikan alecia" kata ku kepada papa dan juga Mama ku aku tak peduli sekarang karena yang aku pedulikan saat ini hanya keberadaan alecia dan juga keadaannya.
"Crisan ini hasil kamu pacaran dengan wanita miskin itu datang datang mendobrak pintu dan mencarinya" kata papa ku kepada ku
"Aku tanya sekali lagi dimana alecia?" Kata ku kepada papa ku aku mencoba untuk menahan amarah ku.
"Crisan jaga ucapan kamu, buat apa kami menyembunyikan gadis miskin itu dan kalian sedang apa di belakang crisan. Hmgadis miskin itu tidak ada di sini" kata papa ku kepada ku sambil menunjuk ke arah teman teman ku yang sudah ada di belakang ku sejak tadi.
"Aku bilang dimana alecia, kalian akan menyerahkannya atau aku akan menghancurkan segalanya" kata ku kepada papa ku ya aku sudah tak bisa menahan amarah ku lagi bahkan rasanya kepala ku seakan akan akan pecah.
"Crisan sekarang kamu keluar kami tak tau dimana kekasih miskin mu itu" kata papa ku sambil menunjuk keluar atau arah pintu.
"Kalian masih mengelak kalau kalian tidak tau dimana alecia bahkan di laporan ini kalau mobil yang menculik alecia adalah mobil dari grub valdor dan itu adalah grub milik perusahaan kita jadi sapa lagi kalau ulang Mama dan papa" kata ku kepada Mama dan papa ku sambil melemparan laporan tentang alecia ke meja yang ada di depan papa dan Mama ku.
"Om Tante maaf bukan maksud aku mau ngelwan tapi apa salah alecia sangat besar sampai sampai dia harus ngelewatin ini semua. Bahkan bukan alecia yang ingin dekat dengan crisan malah crisan sendiri yang ngejar ngejar alecia dan ingin alecia jadi pacarnya. Saya mohon lepasin dia Tante Om. Dia gadis yang baik" kata Amelia kepada ibu dan ayah ku
"Tapi papa benar benar gak tau dimana alecia cris" kata papa ku lagi kepada ku.
"Ha ha ha ha papa coba nhelak cobak papa baca laporan itu" kata ku kepada papa sambil menunjuk ke arah dokumen yang ada di deoannya.
"Baik" kata papa ku kepada ku sambil mengambil dokumen yang ada didepannya dia pun mulai membaca hasil laporannya tak lama kemudian papa ku menutup laporan itu dan duduk di kursinya kembali.
"Jadi dimana alecia?" Kata ku lagi kepada papa
"Kali ini bukan ulah papa, ini semua Mama kamu yang lakukan jadi kamu tanya saja ke mama kamu" kata papa ku kepada ku sambil menunjuk ke arah Mama ku.
"Untuk apa kamu cari wanita itu dia gak berguna dan sebaiknya kamu gak perlu cari dia lagi. Dan tinggalkan dia" kata Mama ku sambil kembali duduk di samping papa ku.
"Bukannya Mama janji kalau Mama gak bakalan ganggu dia lagi tapi kenapa Mama mengingkari janji itu malah sekarang Mama menculiknya" kata ku kepada Mama ku
"Yang janji itu papa mu bukan aku" kata Mama ku dengan santainya sambil memainkan hp yang di ambilnya dari dalam tasnya.
"AKU BILANG DIMANA ALECIA" kata ku kepada Mama ku sambil membentaknya ya karena aku sudah tak bisa lagi menahan emosi ku. Aku sangat khawatir dengan keadaan alecia saat ini aku takut akan terjadi sesuatu yang buruk menimpa alecia.
"Dia ada di hotel kita di nomer 115" kata Mama ku kepada ku
"Awa jika sesuatu terjadi kepada alecia" kata ku kepada Mama ku sambil menunjuknya ya karena aku sudah sangat sangat marah dan kesal kepada Mama ku.
Setelah itu aku dan yang lainnya pun langsung menuju hotel yang tak jauh dari kantor papa ya memang banyak hotel di negara ini yang di miliki oleh kami tapi saat Mama ku berbicara tadi dia sambil melihat ke salah satu hotel yang tak jauh dari kita berada saat ini. Saat sampai dibluar aku dan yang lainnya pun langsung berlari menuju hotel itu ya karena jalan menuju hotel harus memutar karena sekarang jalan itu sudah menjadi jalan satu arah jadi kami memutuskan untuk berjalan ya tak membutuhkan waktu lama sekitar sepuluh menit kami sudah sampai di hotel saat kami sampai di hotel kami langsung menuju kamar dengan menggunakan lift.
"Aku harap alecia baik baik saja" kata Amelia sambil mengenggam tangannya dan bisa ku lihat kalau di matanya dia tampak sangat sangat khawatir.
"Semuanya akan baik baik saja begitu pun dengan alecia. Aku gak akan biarkan siapa pun mulai sekarang menyentuh alecia" kata ku kepada Amelia dan juga yang lainnya.
"Kami akan selalu ada di samping kamu cris" kata galih kepada ku sambil menepuk pundak ku dengan pelan.
"Makasih" kata ku kepada galih
Tak lama kemudian pintu lift pun terbuka dengan cepat aku langsung keluar dan berlari ke arah kamar Dimana alecia berada saat aku sudah menemukannya ada dua penjaga yang berjaga di depan ya mereka adalah penjaga yang di sewa oleh ibu ku.
"Maaf tapi kamar ini terlarang" kata salah satu penjaga itu kepada ku.
"Aku anak dari grub valdor anma ku crisan. Minggir sekarang atau kalian akan mati di sini" kata ku mengancam kedua orang itu tapi yang mereka lakukan hanya diam dan saling lihat ya mereka tampak tak percaya dengan apa yang aku katakan.
"Maaf sebaiknya Anda kembali lain waktu saja" kata kedua laki laki di depan ku sambil menghalangi ku untuk masuk bahkan mereka mendorong ku untuk menjauh dari pintu.
"Aku sudah bilang untuk minggir tapi kalian tak mengerti tentang perkataan ku jadi jangan salah kan diri ku kalau aku berbuat kasar" kata ku kepada laki laki itu setelah itu aku dan teman teman ku pun langsung memukuli kedua laki laki itu sampai mereka tak bisa berdiri setelah itu aku dan galih langsung mendobrak pintu kamar itu ya karena pintunya di kunci dan kuncinya pasti ada di tangan Mama ku setelah mencoba beberapa kali mendobrak pintu akhirnya aku berhasil. Aku dan yang lainnya pun langsung masuk saat sampai di dalam. Aku melihat alecia tertidur di atas kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya aku pun langsung menghampirinya.
"Al Al hei bangun sayang ini aku cris" kata ku sambil memangku alecia tapi tak ada jawaban dari alecia dia tetap saja diam dan tak membuka matanya.
"Al Al buka mata kamu sayang" kata ku kepada alecia sambil menggoncang goncang tubuhnya tapi tetap saja tak ada jawaban di benak ku mulai terfikir pikiran buruk tentang alecia aku pun makin cemas dan khawatir
"Kita bawa dia ke rumah skait" kata galih kepada aku.
"Iya ayo bawa dia cepet" kata Amelia kepada ku sambil menangis.
Setelah itu aku pun langsung mengendong alecia dan membawanya pergi saat sampai di luar aku langsung menghentikan taxi ya karena kami ke sini tak menjadi mobil. Amelia dan galih satu taxi dengan ku sedangkan yang lain menggunakan taxi lain. Aku pun langsung menyuruh sopir taxi itu mengemudikan mobilnya dengan cepat.
"Hei Al ini aku cris, aku udah Dateng maaf aku terlambat sekarang kamu buka mata kamu ya sayang" kata ku kepada alecia sambil memeluk dirinya tapi tak ada jawaban darinya.
"Al buka donk mata kamu al" kata Amelia sambil memegang tangan alecia.
"Gimana ini dia masih gak bangun bangun juga" kata Amelia dia tampak ketakutan bahkan air matanya sejak tadi tidak berhenti menangis.
"Sayang buka mata kamu. Aku datang aku datang maaf maaf aku Dateng telat maaf Al maaf aku bukan laki laki yang baik aku gk bisa jaga kamu dengan baik. Aku janji akan turutin semua permintaan kamu apa pun itu aku janji bahkan aku mau bersumpah tapi sekarang kamu buka mata kamu ya sayang. Ayolah al kamu buka mata kamu masa kamu tega ngeliat aku sepeti ini. Aku mohon" kata ku kepada alrcia sambil memeluk dan menciumi wajahnya tapi tak ada tanggapan darinya alecia tetap menutup matanya.
"Pak cepat" kata ku kepada sopir taxi itu lagi.
"Baik tuan" kata sopir itu kepada ku setelah itu dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Tenang alecia akan baik baik saja dia wanita yang kuat" kata galih kepada ku
"Iya aku tau kalau dia adalah wanita yang kuat tapi kenapa dia gak mau buka matanya buat aku padahal aku ada di sini. Aku sudah di sini di sampingnya aku tau kalau dia butuh aku mangkanya aku datang dan meluk dia tapi liat dia bahkan gak mau buka matanya buat aku" kata ku kepada crisan.
Aku sudah tak tau lagi apa yang aku bicarakan pikiran saat ini aku harus melihat alecia kembali membuka matanya. Apa pun yang terjadi kepada alecia akan ku balas kan meskipun aku tau kalau itu artinya aku akan membiasakan kepada orang tua ku sendiri tapi apa iya mereka harus melakukan ini. Mereka bahkan hampir membuat nyawa seseorang yang anak mereka sendiri cinta melayang.
Tak lama kemudian kami pun sampai di rumah sakit aku langsung mengendong alecia dan membawanya ke ruang unit gawat darurat setelah itu dokter pun mulai memeriksanya aku, Amelia, dan galih pun di suruh keluar. Saat di luar aku berdiri di depan pintu menunggu dokter keluar.
Aku dan yang lainnya terus menunggu dan menunggu saat sedang menunggu pikiran ku kacau balau aku takut kalau alecia akan kenapa kenapa aku takut akan kehilangan dirinya tapi aku tau kalau dia akan kuat dan bangun untuk ku dan keluarganya. Tak lama kemudian dokter pun keluar aku langsung menghampirinya.
"Gimana keadaan alecia dok?" Kata ku kepada dokter tak sabar.
"Di abaik baik saja hanya kekurangan energi. Apa dia sedang diet?" Kata dokter kepada kami semua
"Gak dok kenapa?" Kata ku kepada dokter dan di tanggapi dengan anggukan oleh Amelia.
"Di lambungnya hanya terisi air tak ada makanan mungkin selama satu Minggu ini dia hanya meminum air dan tak makan apa oun. Jadi lain waktu kalau dia sedang diet suruh untuk makan walau pun sedikit sekarang kami akNa pindahkan dia ke ruang rawat inap dan pastikan kalau setelah dia sadar dia harus makan dengan teratur dan tidak boleh telat. Tapi selama 2 Minggu ini dia hanya boleh makan bubur dan susu saja" kata dokter kepada ku.
"Baik dok terima kasih" kata ku kepada dokter setelah itu dokter pun kembali masuk ke dalam ruang gawat darurat.
Tak lama kemudian dokter dan suster pun keluar membawa alecia. Kami langsung mengikutinya masuk ke dalam ruangan rawat inap. Setelah selesai memasang segala alat bantu yang di perlukan oleh alecia susuter dan dokter itu pun keluar. Aku, Amelia, dan juga teman teman ku yang lainnya langsung mengerubungi alecia aku duduk di kursi sebelah kanannya sambil memegang tangannya. Rasa bersalah menyeruak di dada ku karena diri ku dia harus rela menderita seperti ini bahkan dia bisa saja meninggalkan diri ku tapi dia tak melakukannya dia hanya bertahan dengan meminum air putih saja. Cukup lama alecia tertidur akhirnya dia sadar galih langsung keluar dari kamar rawat alecia untuk memanggil dokter tak lama kemudian dokter dan suster pun masuk mereka langsung menyuruh ku untuk keluar. Aku dan yang lainnya menunggu di luar aku sangat tak sabar dengan kabar yang akan aku terima aku akan lakukan yang terbaik demi alecia. Tak lama kemudian dokter dan suster yang sedang merawat alecia oun keluar aku dan yang lainnya langsung menghampiri mereka.
"Bagaimana dok keadaan alecia?" Kata ku kepada dokter itu.
"Sudah lebih baik nantik satu jam kemudian suster akan ke sini memberikan bubur pastikan agar dia menghabiskan bubur dan susunya karena kami ingin melihat kondisi kedepannya karena jika dia tidak memuntahkan bubur itu maka dia akan baik baik saja tapi jika dia memuntahkan bubur itu maka ada efek dari dietnya yang berakibat kepada lambungnya. Jadi pastikan untuk di makan sampai habis" kata dokter kepada ku dan yang lainnya.
"Iya dok, makasih" kata ku kepada dokter setelah itu dokter dan susuter tersebut langsung pergi. Aku dan yang lainnya pun langsung masuk ke dalam saat sampai di sampingnya alecia sudah membuka matanya bahkan dia melihat ke arah ku.
"Gimana sudah ngerasa lebih baikan" kata ku kepada alecia dia menjawab dengan anggukan saja tanda dia sudah merasa lebih baik.