
Sehingga aku hanya bisa melihat Faiz dari jauh saja. Jujur saja aku iri melihat kebrsamaan sahabt shabat ku yang lain saya bersama dan bermain dengan keponakannya sednagkan aku ya aku tak bisa melakukan hal yang sama. Ya tapi meskipun begitu aku senang karena sekarang aku sudah menjadi seorang tante.
Sekarang aku sudah kelas dua SMP dan sebabtar lagi aku akan naik ke kelas tiga, oiya aku mempunyai kekasih sekarang namanya adalah Roy dia orang grujukan. Oiya sebenarnya aku Jawa timur dari sebuah kota kecil yang sering di sebut dengan kota tape atau di sebut dengan Bondowoso dan kebetulan aku tinggal di daerah kotanya. Oke kita tinggalkan masalah tempat tinggal ku dan kembali ke hubungan ku dengan Roy.
Roy dia orangnya ya sederhana tapi dia sangat tampan aku mengenalnya dari teman teman ku. Ya teman teman ku yang ada di daerah grujukan karena mereka tau aku sedang jomblo maka dari karena itu mereka menjdoohkan ku dengan Roy kebetulan katanya dia juga menyukai diri ku. Sampai akhirnya kita memutuskan untuk berpacaran ya meskipun aku berpacaran dengan Roy aku masih tak bisa setia dengan satu laki laki ya aku masih trauma dengan kejadian yang dulu sehingga aku tak bisa setia kepada Roy. Dan jujur saja aku mulai nakal ya saat aku bertemu dengan trman teman ku orang grujukan aku mulai nakal aku mulai memakai yang namanya narkoba ya aku melakukan itu karena aku frustasi ya aku sangat frustasi karena ke dua orang tua ku sibuk terlalu sibuk. Ayah ku sibuk dengan tamu tamunya dan juga kebunnya sedangkan ibu ku dia sibuk mengurus Mbg Novi dengan Faiz sehingga aku di rumah tak ada yang memperhatikan diri ku. Bahkan pernah sekali aku mencoba untuk tidak makan dan tak ada satu orang pun yang bertanya kepada ku apakah aku sudah makan, sudah mandi atau yang lain lainnya. Sehingga aku mulai nakal aku jarang ada di rumah ya setiap pulang sekolah aku selalu keluar dan pulang di malam hari ya dengan siapa kalau bukan dengan teman teman ku orang grujukan kalau sahabt sahbat ku di sekolah mereka tetap ada bersama dengan ku meskipun kami sudah pisah kelas tapi kami masih sering berkumpul dan berjalan jalan bersama sama meski pun aku sering bersama dengan teman teman ku yang ada di grujukan.
Hari ini aku setelah pulang sekolah langsung ke rumah Roy ya ke dua orang tua Roy tau kalau aku adalah kekasihnya Roy dan ya mereka menyetujui hubungan ku dengan Roy bahkan ke dua orang tua Roy sempat menanyakan rumha ku dan mengantarkan kalau mereka ingin bertemu dengan ke dua orang tua untuk melamar ku menjadi tunangannya Roy. Awalnya aku kaget dan ya jujur saja aku masih belum siap untuk bertunangan dengan seorang laki laki aku takut kalau aku akan di selingkuhi lagi. Dan juga lagi pula aku masih kecil masih kelas dua SMP ayah dan ibu ku juga tak akan setuju dengan pertunangan itu tapi ke dua orang tua ku tau kalau Roy adalah kekasih ku ya karena aku sering membawa Roy ke rumah ku bahkan saat aku akan keluar malam Minggu Roy selalu menjumput ku di rumah dan ya ibu ku menyetujui hubungan ku dengan Roy kata ibu ku dia menyukai Roy karena orangnya sopan saat ke rumah sedangkan ayah ku dia kurang setuju dengan Roy ya entah kenapa aku juga tak tau alasannya. Dan setiap ada Roy ayah ku selalu bersikap dingin dan cuek kepada Roy mau pun kepada diri ku membuat ku tak mengerti.
Hubungan ku dengan Roy sudah berjalan cukup lama ya tak terasa sudah dua belas bulan lamanya kami berpacaran lebih tepatnya satu tahun kami berpacaran. Sekarang aku ada di rumah ya katanya ke dua orang tua Roy akan ke rumah aku pun sudah mengatakannya kepada ayah dan ibu ku mereka tentu saja setuju ya lebih tepatnya ibu ku lah yang paling setuju. Di rumha mulai sibuk membuat makan dan hidangan untuk di suguhkan kepada ke dua orang tua Roy.
Sekarang sudah jam tiga sore dan orang tua Roy sudah datang sejak jam Satu siang tadi dan ya betul saja mereka datang ke rumah ku untuk melamar ku menjadi tunangannya Roy sekarang aku sedang duduk di samping Roy.
"Jadi gimana pas tentang lamaran kami ke sini" kata ayah Roy kepada ayah dan juga ibu ku.
"Kalau saya setuju pak" kata ibu ku kepada ayahnya Roy.
"Kalau bapak gimana?" Kata ibu Roy kepada ayah ku.
"Dia anak tunggal saya, anak perempuan satu satunya saya. Saya serahkan kepada Aisyah semuanya jika Aisyah setuju maka saya juga setuju tapi jika Aisyah tidak setuju maaf saya juga tidak setuju karena dia adalah anak saya dan sebagai orang tua saya ingin yang terbaik untuk anak saya" kata ayah ku kepada ke dua orang tua Roy.
"Baik jadi gimana nak Aisyah?" Kata ayah Roy kepada ku spontan semua orang yang ada di ruang tamu melihat ke arah ku membuat ku gugup sekaligus takut.
"Ya aku setuju" kata ku kepada ayahnya Roy aku emngataknnay sambil menunduk ya karena aku malu sekaligus bahagia.
"Bagus kakau gitu tentukan tanggal untuk pertunangannya gimana?" Kata ayah Roy kepada ke dua orang tua ku
"Baik" kata ayah ku kepada ayah Roy.
Setelah itu kami pun membahas acara pertunangan ku dengan Roy aku tak tau apa aku dengan Roy akan berjodoh sampai ke pelaminan atau tidak ya untuk sekarang aku tak perlu memikirkan hal itu toh sekarang aku masih kelas tiga SMP dan aku juga masih harus masuk SMA dan juga masih harus kerja ya itulah yang di katakan oleh ayah ku dari dulu dan tentu saja aku juga tak mau terburu buru untuk menikah karena menurut ku jika orang menikah muda hanya akan merusak masa depannya. Se5lah semua acara dan adat istiadat selesai di laksanakan akhirnya aku dan Roy resmi menjadi sepasang tunangan ya aku kembali mencoba untuk setia ya meskipun awalnya susah dan rasanya berat sekali bahkan hati ku mengatakan kalau aku belum siap untuk setia. Tapi karena dia sudah sah menajdi tunangan ku aku pun mencoba untuk setia ya dan aku mencoba menyakinkan diri ku sendiri kalau semua laki laki tak seperti diri nya.
Setiap hari Roy selalu datang ke rumah ku ya dia berkerja sebagai buruh bangunan tapi meskipun dia sibuk dia selalu menyempatkan dirinya untuk mendatangi ku entah itu untuk melihat ku atau sekedar memberikan makanan atau pun minuman kesukaan ku. Dan sekarang adalah malam Minggu aku dan Roy sudah janjian untuk pergi jalan jalan ya tadi dia menelfon ku dan mengatakan kalau dia tak bisa ke sini dan akan datang nanti jam tujuh malam dan mengajak ku keluar untuk berjalan jalan jadi aku mengiyakannya saja ya lagi pula aku dan Roy sudah sangat lama tidak keluar bersama ya karena setiap aku mengajaknya keluar dia selalu mengatakan lelah ya aku tau karena dia berkerja sanagat keras maka dari karena itu dia selalu kelelahan dan ya aku mengerti akan hal itu.
Saat aku melihat jam ternyata sudah jam lima sore dan dalam dua jam Roy akan menjumput diri ku. Aku pun pergi mandi sekitar tiga puluh menit aku pun selesai aku pun langsung memilih baju yang akan aku pakai setelah selesai aku mengeringkan rambut ku. Ya karena aku orang sederhana maka dari karena itu aku mengeringkan rambut ku menggunakan kipas angin biasa ya aku tau itu konyol dan membutuhkan waktu yang lama tapi aku tak punya pilihan aku tak punya cukup uang untuk membeli headdreyer ya tak masalah selagi aku menunggu rambut ku kering aku bisa sambil berdandan maka aku tak akan membuang buang waktu ku. Aku pun mulai merias wajah ku ya karena aku butuh cukup lama untuk merias wajah ku.
Sekitar satu jam akhirnya aku pun selesai berdandan dan rambut ku pun juga sudah sangat kering aku mematikan kipas angin itu lalu mulai menyisir rambut ku setelah selsai dan sesuai dengan keinginan diri ku aku pun mulai menggunakan baju ya tepat jam tujuh malam ku selsai aku pun mengambil hp ku dan menelfon Roy.
"Halo" kata ku kepada Roy saat telfon ku sudah terhubung dengannya.
"Iya yank" kata Roy kepada ku
"Ada dimana katanya mau jumput jam tujuh yank" kata ku kepada Roy
"Yah tapi kamu kan sudah janji tadi bilang kalok mau keluar kok sekarang gak jadi?" Kata ku kepada Roy.
"Iya aku tau tapi maaf ya yank badan ku bener bener gak enak, kapan kapan deh kita jalan jalannya ya sayang. Ya sudah kalau gitu aku tutup dulu ya yank aku capek banget mau istirahat. Oiya hp ku aku matikan ya yank soalnya aku butuh banget istirahat. Kamu juga jangan kemana kemana ya yank istirahat aja di rumah. Ya sudah bye" kata Roy kepada ku.
Dia bahkan mematikan telfonnya di saat aku belum mengatakan apa pun. Jujur saja aku benar benar kecewa kepada Roy ya dia mengatakan kalau dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan ku tapi sekarang dia sendiri yang mengingkarin janji. Ya aku mengeri karena dia sangat lelah tapi setidaknya kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan mengirim pesan atau sekedar bertelfonan tapi itu mustahil ya aku sudah mencoba menelfon ya barusan tapi nomernya sudah tidak aktif lagi ya mungkin dia benar benar butuh istirahat ya sudah lah lebih baik aku tidak mengganggunya.
Aku pun memutuskan untuk mengganti baju ku dan juga menghampus make up yang sudah sejak tadi aku poles ke arah wajah ku. Aku pun mengikat rambut ku menjadi satu ya aku benar benar kecewa setelah selesai Menganti baju aku pun keluar kamar dan menuju ke arah dapur tak sengaja aku bertemu dengan ibu ku.
"Loh katanya mau keluar sama Roy? Tapi kok pakek baju gitu Syah?" Kata ibu ku kepada ku.
"Ngak jadi buk" kata ku kepada ibu ku sambil berjalan ke arah kulkas dan meminum air dari botol yang baru saja aku ambil dari kulkas.
"Loh kenapa kok gak jadi nak? Tadi kamu bilang kalok Roy nelfon dan ngajak kamu keluar kan. Oh ibu tau kalian lagi tengkar ya?' kata ibu ku kepada ku ya ibu ku sangat perhatian dengan hubungan ku dengan Roy karena dia snagat menyukai Roy karena menurut ibu ku Roy orangnya baik dan juga sopan maka dari karena itu ibu ku sangat menyukai Roy dan tak ingin hubungan kami kenapa kenapa.
"Ngak buk tadi Roy nelfon aku katanya dia capek banget terus lelah banget ya dia butuh istirahat. Ya udah deh akhirnya gak jadi kita yang mau jalan jalan keluar" kata ku kepada ibu ku sambil duduk di kursi meja makan yang tak jauh dari dapur.
"Oh gitu ya sudah jangan sedih ya, sekarang kamu masuk kamar dan tidur ya. Atau kamu mau keluar kalok kamu pengen keluar dan jalan jalan gak papa kok kamu keluar aja nak" kata ibu ku kepada ku.
"Gak buk, capek gak ada temennya kan jadinya garing kalok aku pas jalan jalan sendirian buk. Ya udah deh aku masuk ke kamar aja mau tidur" kata ku kepda ibu ku.
"Ya sudah" kata ibu ku.
Aku pun menaruh gelas yang baru saja ku pakai di tempat cuci piring dan yang lainnya setelah itu aku pun masuk ke dalam kamar, sebelum tidur aku memainkan hp ku terlebih dahulu tapi lama lama aku menjadi bosan ku menaruh hp ku ya aku tak lupa mengecas hp ku. Aku pun tidur tapi hendak saja memejamkan mata pintu kamar ku ada yang mengetuk.
"Siapa?" Kata ku kepada orang yang mengetuk pintu kamar ku.
"Ini ibu Syah" kata ibu ku kepada ku ternyata ibu ku. Aku pun bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
"Ada apa buk? Aisyah baru aja mau tidur" kata ku kepada ibu ku saat aku sudah membuka mata ku.
"Itu ada dea di luar katanya dea mau ngajak kamu keluar" kata ibu ku kepada ku.
"Oiya buk aku ke dea dulu ya" kata ku kepada ibu ku
"Iya Syah" kata ibu ku kepada ku.
Aku pun keluar ke ruang tamu untuk bertemu dengan dea ya dia sudah menunggu ku dengan duduk di sofa rumah ku.