
“iya boleh, aku juga bakalan datang bantu-bantu?” kata alzelfin
Setelah itu makanan yang kami tunggu datang, kami langsung memakannya sampai habis. Setelah selesai alzelfin mengajak kita untuk jalan-jalan sebentar katanya sih biar aku gak stress di dalam ruangan terus. Kami mengiyakan ajakan alzelfin. Kami ke sebuah mall yang tak jauh dari restoran tempat makan kita tadi cukup lama kita berjalan-jalan dan aku membeli beberapa baju dan sepatu karena tadi ada diskon. Saat aku melihat jam ternyata sudah jam 11 malam, kami memutuskan untuk pulang. Saat sampai alzelfin langsung pulang katanya masih ada perkerjaan yang harus di kerjakan besok dan aku juga sepertinya akan masuk kerja besok, tak enak sudah cuti sangat lama padahal masih magang apa kata karyawan yang lain nanti aku. Setelah selesai membersihkan make up aku pun tidur.
Saat bangun aku melihat jam masih menunjukan pukul 6 pagi. Aku bangun dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Saat keluar kamar aku melihat ratna masak tentunya di bantu dengan Jason, kalau dia masak lagi terus seperti kemaren anak dan suaminya bisa mabuk setiap hari karena masakannya kalau mengingat aku jadi ketawa sendiri setelah itu aku menghampiri Jason dan ratna.
“loh kamu sudah mau kerja sya?” kata ratna kepada ku
“iya gak enak sudah cuti lama juga aku?” kataku kepada ratna
“tapi alzelfin kan bilang kamu boleh masuk beberapa hari lagi sya?” kata Jason
“iya gak papa lagian besok aku cuti bantuin kalian, jadi sekarang kerja dulu aku gak enak sama karyawan magang yang lain?” kataku kepada ratna dan juga Jason
“mmm ya sudah kamu jangan capek-capek ya?” kata ratna kepadaku
“siap.” Kataku kepada mereka
Setelah itu aku keluar dari apartement karena taxi yang aku pesan sudah ada di depan. Sebetulnya tadi aku masih di suruh makan sama ratna biar ada tenaga katanya tapi mengingat makanan yang tadi malam aku jadi tak berselera untuk makan. Saat sampai di lobi aku langsung menuju taxi yang ada di depan apartementku saat di jalan aku melihat mobil alzelfin ke arah apartementku lalu aku mengambil handphone yang ada di tasku, lalu menelfon alzelfin beberapa kali aku mencoba menelfonnya tapi tak di angkat olehnya dan aku mencobanya lagi yah kalau gak di angkat lagi dan akhirnya di angkat juga
“halo?” kataku
“iya kamu dimana? Ada di depan apartement kamu nih sekarang?” kata alzelfin kepadaku
“aku sudah jalan ini lagi di taxi?” kataku kepadanya
“mmm ya sudah kamu turun tunggu di pinggir jalan ini aku sudah di jalan mau jumput kamu.”
“gak usah ini juga bentar lagi sudah mau nyampek ke kantor?”
“mmm ya sudah kalau gitu tunggu di kantor ya.” Katanya mungkin dia sudah ada di dalam mobilnya karena aku mendengar suara menghidupkan mobil
“”iya aku tunggu di kantor ya?” kataku kepadanya
“iya?” katanya setelah itu dia memutuskan telfon yang terhubung denganku
Saat sampai aku membawa tips dan keluar dari taxi. Saat mulai masuk ke dalam kantor semua orang menatapku dengan tatapan yang tak dapat aku mengerti. Aku bingung tapi aku mencoba untuk tidak memperdulikannya. Aku terus berjalan menuju ke arah lift. Saat masuk orang yang di dalam juga melihatku seperti tatap jijik saat aku melihat pakaianku semuanya tampak baik-baik saja dan karyawan wanita di belakangku sedang berbisik bisi yah aku bisa dengar sih apa kata mereka
“ih pak bos kok mau ya sama dia,” kata wanita yang satunya
“iya biasa ah mungkin godain pakai tubuhnya.” Katanya temannya
“ih murahan banget.” Katanya lagi
Itu yang aku dengar jadi ada hubungannya dengan aku yang dekat dengan alzelfin, tapi aku tak ada hubungan apa-apa dengan alzelfin karena aku muak dengan ocehan mereka aku mengambil headset di tas dan memakainya. Aku keluar dari lift dan menuju ke ruangan karena sudah tak ada karyawan aku membuka headset yang di pakia untuk tak mendengar ocehan murahan mereka. Saat sampai aku menyapa bela yang ada di depan ruangan tapi dia tak
menjawab sapaanku. Aku berhenti dan menyapanya lagi mungkin saja tadi dia tak mendengar ucapanku
“pagi buk?” kataku sambil tersenyum
“mm.” katanya cuek kepadaku dengan mata yang masih tertuju di dokumentnya
“gimana kabarnya anda buk baik?” kataku bertanya lagi
Setelah itu aku berjalan ke arah pintu tapi sebelum aku membuka pintu aku melihat buk bella dia tampak sangat marah kepadaku apa gara-gara gossip itu, padahal aku dan pak alzelfin tak ada hubungan apa-apa hanya sebatas karyawan saja.aku berjalan masuk saat aku berjalan menuju sofa aku mendengar buk bela berbicara tapi aku tak mendengarnya dengan jelas aku mencoba mendengarkan dengan mendekatkan kupingku pada pintu ruangan
“dasar pelakor masih berani nyapa, aku bahkan sudah jijik sama dia. Bahkan dia gak cantik-cantik amat apa yang di lihat pak alzelfin dari dia hah dasar murahan.” Kata buk bela yang aku dengar
Aku berjalan menuju sofa dengan lesu, alzelfin sering ke rumah dan mengungkapkan perasaannya kepadaku tapi aku tak menanggapinya meskipun dia bilang kalau aku pernah nyelamatin dia dulu. Tapi kenapa orang orang sampai bilang kalau aku pelakor toh aku tak ada hubungan apa-apa dengan alzelfin aku merenungkan apa kesalahnku pada mereka semua sampai-sampai semua isi kantor membenci diriku. Dan tiba-tiba ada yang memegang pundakku aku melihat kea rah tangan itu aku dan tuannya adalah alzelfin aku tersenyum dan memalingkan wajah darinya
“sudah gak usah di dengerin gossip itu?” katanya kepadaku
“kamu tau?” kata ku penasaran
“yah sedikit aja, tapi jangan sampek ini semua buat kamu kepikiran?” kata alzelfin sambil mengacak-acak rambutku
Aku mengangguk dan tersenyum kepadanya lalu memberikan berkas keuangan yang sempat aku kerjakan sebelum aku cuti. Setelah itu kami mulai sibuk dan tak terasa sudah waktunya untuk makan siang tapi bagaimana aku akan makan di kantin kartor pasti gak ada orang yang mau duduk sama aku apa aku pesen aja, tapi siap yang mau ngambil ke lobi untuk mengambil makanannya aku sangat takut untuk keluar bukan takut mereka akan meperlakukanku dengan buruk tapi aku tak tahan dan tak kuat dengan omongan mereka mebuatku ingin sekali memakannya. Saat sedang memikirkan tentang makanan tiba-tiba alzelfin menaruh makanan cepat saji di depanku. Saat aku melihatnya dia menyuruhku untuk makan aku mengangguk dan mulai memakannya setelah selesai makan aku membuang bungkusnya di tong sampah dan pergi berjalan ke kamar mandi tapi sebelum itu aku melihat ke sekitar ternyata sepi karena semua karyawan sedang makan siang di kantin atau pun di luar. Aku masuk ke kamar mandi mencuci tangan tiba-tiba aku ingin buang air kecil
Setelah selesai aku mencoba untuk keluar tapi aku dengar ada suara wanita yang lumayan banyak masuk ke toilet aku mencoba diam untuk menghindari mereka karena aku tak ingin membuat keributan toh disini aku hanya karyawan magang mereka mulai membunyikan kran dan saling bercerita tentang pasangan mereka yang membuat tertawa terbahak-bahak lalu mereka menyebut namaku
“eh tau ngak si syasa sekarang masuk loh?” katanya wanita itu enah aku tak tau siapa mereka
“iya gak tau malu banget dia, kalau aku jadi dia gak masuk deh.”
“biasa lah penggoda kan gak ada yang punya malu.”
“hhaa iya bener urat malunya sudah putus, mmm mungkin dia jual tubuhnya ke pak alzelfin.”
“entah mungkin bukan cuman satu kali tapi berkali kali.”
“hei kalian gosipin apa?” kata wanita yang baru datang dan aku kenal suara itu ada suara buk bella
“si pelakor yang gak punya malu itu loh buk?”
“oh si cewek murahan itu.” Kata buk bella
“iya tadi dia bahkan waktu masuk kantor sempat senyum senyum sendiri.”
“mungkin dia senang habisdapat uang dari hasil jual tubuhnya.”
“kalian tau gak kalau dia dulunya pernah tunangan dan berencana mau nikah gak tau kenapa tiba-tiba dibatalin dari sebelah pihak.” Kata buk bella
“mungkin karena tunangannya tau kalau dia jual tubuh.”
“hhaaa iya jadi di tinggalin deh sama tunangannya.”
Aku tak tahan dengan ocehan mereka yang tak berguna aku hanya ingin kerja tanpa ada masalah tapi aku buat salah apa sampai semua orang bilang aku cewek murahan sampai bilang aku jual tubuh bahkan orang pun tau kalau aku putus dengan joni karena dia selingkuh dan tidur dengan wanita lain. Apa salah jika aku membatalkan pernikahan sebelah pihak. Bahkan air mataku sudah tak bisa di bending lagi aku keluar dari persembunyianku aku
sangat marah sampai-sampai membuka pintu dengan sangat keras dan berjalan ke arah mereka
“apa salahku sampai kalian begitu jahat kepadaku, aku bahkan tak pernah menjual tubuhku, dan kalian mengatakan kalu aku menjual tubuhku. Kalau begitu aku tanya pada kalian berapa kalian menjual tubuh kalian? Kenapa tak ada yang menjawab apa kalian hanya bisa mnegosip yang belum tentu benar yah kalian hanya bisa begosip tentang hal tak benar dan soal tunangan itu hak ku untuk meneruskannya atau tidak dari pada kalian sibuk dengan hidup orang lain lebih baik kalian pikirkan diri kalian apa kalian sudah menemukan jodoh kalian dan apa hidup kalian sudah benar? Kan anda buk bella lebih baik anda jaga ucapan anda.” Kataku sambil meninggalkan mereka pergi
Saat aku keluar aku tak mendengar apa pun sepertinya mereka diam, aku sangat sakit hati dengan ucapan mereka yang tak bermutu itu.aku berlari menuju ruangan bahkan aku sudah tak peduli dengan tatap orang yang melihatku keluar dengan menangis sampai-sampai aku menabrak orang aku melihatnya dan mengatakan maaf lalu meninggalkannya karena aku saat ini ingin pulang itu saja.