
“sya, aku ingin?” katanya sambil terus menatap mataku
“tapi aku gak mau punya anak al.” kataku kepadanya
Dia menganggukan kepalanya dan mulai mencium
bibirku lagi entah kapan tapi kami sudah tak memakai pakaian sehelai pun. Dia
terus mencium bibirku dengan lembut dan baru aku sadari kalau dirinya sudah
masuk ke dalam diriku dia terus menciumi ku tanpa henti dan tangannya memegang
kedua tanganku dengan sangat erat yang dia ucapkan hanya namaku dan mengatakan
kalau dia mencintaiku. Setelah itu kami pun tertidur.
Saat bangun pagi hari badanku terasa sakit
semua saat aku mengingat hal yang aku lakukan dengannya semalam membuatku malu
sendiri tangan alzelfin yang memelukku makin memelukku dengan erat.
“ayo bangun.” Kataku kepadanya
“iya tar lagi.” Kata alzelfin memeluku makin erat
“makasih ya sayanag, aku janji gak akan
pernah ninggalin atau nyakitin kamu.” Kata alzelfin
“makasih buat apa?” kataku bingung
“karena kamu sudah jaga itu buat aku.” Kata alzelfin ya memang tadi malam itu adalah hal pertama yang aku lakukan dengannya. Dan keperawananku juga di ambil olehnya
“iya.” Kataku kepadanya dia mekin memper erat pelukannya dan menaruh kepalanya di dadaku
“sudah ayo bangun.” Kataku karena takut ratna dan Jason sudah menunggu
“tar lagi, masih pengen tiduran sama kamu.” Katanya menahanku untuk bangun
“tapi al, kita kan mau jalan jalan ayo nanti ratna sama Jason nunggu lama loh.” Kata ku kepadanya
“mmm iya iya.” Kata alzelfin melonggarkan pelukannya
Setelah itu alzelfin turun dari ranjang tanpa sehelai pakaian pun aku melihat punggung penuh dengan goresan merah seperti habis di cakar. Aku tersipu malu melihatnya alzelfin melihat ku mungkin dia mengerti apa yang sedang aku pikirkan
“ini karena kamu.” Katanya menggodaku
“sudah sana mandi.” Kataku kepadanya karena aku sangat malu
Setelah itu alzelfin berjalna ke kamar mandi di dalam dia bernyanyi entah apa yang di nyayikannya membuatku ingin tertawa karena suaranya yang tak nyaman. Sekitar 30 menit dia keluar aku pu turun dari Rajang dengan berbalutkan selimut saat aku turun aku aku melihat ada darah di atas ranjang ah lagi lagi aku lupa,
“sudah gak papa, bentar lagi aku nyuruh orang buat ganti.” Kata alzelfin sambilberjalan ke arahku
“maaf.” Kataku karena merasa tak nyaman dengannya
Dia tersenyum dan menciumku aku pun berjalan ke kamar mandi saat sampai di depan pintu kamar mandi aku melepaskan selimut yang aku pakai dan masuk ke dalam tak lupa aku membawa baju yang akan aku pakai
ke dalam kamar mandi. Aku berendam di air hangat karena badanku terasa sangat sakit sekitar 30 menit berendam aku keluar dari bak mandi dan membilas badanku tak lupa aku mengosok gigi. Saat aku melihat ke kaca di sekujur tubuhku penuh dengan tanda merah yang di tinggalkan oleh alzelfin tadi malam setelah itu aku mengeringkan rambutku dengan hadreyer setelah selesai aku memakai pakaianku sekarang aku menggunakan pakaian yang hangat karena aku tak mau mati beku. Setelah selesai aku keluar untuk berdandan saat keluar aku melihat sarapan di meja dan sprei di ranjang pun sudah di ganti. Aku berjalan mengambil tasku dan memakai make up setelah selesai aku menginkat rambutku menjadi satu.
“ayo jalan.” Kataku kepada alzelfin
“ayo sayang.” Katanya sambil memeluk pinggangku
Saat sampai di lobi aku sudah melihat ratna dan Jason menunggu di kursi tunggu setelah melihat kami mereka berjalan menghampiri kami.
“sudah jalan yok, kalian lama banget.” Kata ratna sambil cemberut
“iya maaf deh ayo.” Kataku sambil mengangdeng ratna berjalan mendahuluinya
Hari ini kami tak naik taxi kami jalan kaki
karena sepanjang jalan ada banyak toko yang ingin aku kunjungi dan sekarang aku
sudah membawa beberapa kantong tas. Aku tadi sempat membeli make up yang sering
di gunakan oleh gadis gadis korea dan beberapa baju yang selama ini aku incar.
Aku sempat mau beli online tapi harga ongkos kirimnya dari korea ke amerika sangat mahal jadi aku mengurungkan.
Sekarang kami sedang makan siang makanan khas
korea kimchi, jajamyong, dan kimbab aku sangat senang bisa kesini. Setelah
selesai makan kami masih ada tujuan yang ingin sekali aku kunjungi yaitu namsam
tower aku sangat inisekali ke sana tapi katanya lumayan jauh dari tempatku saat
ini jadi kita naik taxi. Setelah sampai kami langsung naik kereta gantung di lihat dari atas korea sangat indah.
Tak terasa hari sudah malam kami memutuskan
untuk kembali ke hotel karena besok kami harus kembali untuk bersenang senang.
Saat sampai aku langsung mandi tadi alzelfin sudah mandi waktu aku ke ratna
untuk memberikan barang yang terbawa oleh ku, aku sangat ingin berendam untuk
menyegarkan kembali tubuhku setelah selesai mandi aku pakai baju dan keluar.
“masih gak tidur?” kataku kepada alzelfin karena dia masih duduk di ranjang dengan laptop di pangkuannya
“iya bentar lagi tanggung sayang.” Kata alzelfin kembali sibuk dengan laptopnya
“oh iya.” Kataku berjalan ke arah meja rias untuk mengeringkan rambutku
“oiya sayang, tadi kamu beli parfum kan ya?’ kata alzelfin kepadaku
“mmm ngak deh kayaknya, aku cuman beli make up aja.” Kata ku kepada alzelfin
“iya tapi kayaknya aku tadi liat kamu ngambil parfum.” Kata alzelfin sambil manaruh laptopnya
“oh itu punya ratna, tadi dia minta aku untuk milihin parfum soalnya setiap aku yang pilih ratna pasti suka sama harumnya.” Kataku kepadanya
“oh gitu aku kira kamu beli.” Kata alzelfin
“ngak, kenapa emangnya?” kataku kepadanya
“ngak papa kok hanya suka aja sama aromanya.” Kata alzelfin
Setelah selesai mengeringkan rambut aku berjalan kea rah ranjang saat sampai aku lansgung membaringkan punggungku yang sejak tadi ingin sekali menyentuh kasur. Dari enaknya aku mengeliat geliatkan tubuhku
“kenapa?” kata alzelfin sambil melihatku
“gak papa kok.” Kataku sambil menarik selimut
“terus kok kayak yang gak enak gitu?” kata alzelfin dengan tetap melihatku
“gak papa.” Kataku kepadanya
“oh kamu gak mau bilang nih sama aku?” kata alzelfin sambil mendekat kepadaku
“gak papa.” Kataku lagi
“kenapa sayanggggggg?” katanya lagi
“mmmm gak papa kok, tadi tuh aku pengen rebahan setelah punggung ku nyentuh kasur rasanya tuh enak banget.” Kataku kepadanya
“oh gitu,” kata alzelfin kembali ke tempatnya
“iya aku tidur dulu ya.” Kataku kepadanya
“sudah mau tidur?’ kata alzelfin
“terus kenapa?” kata ku kepadanya Tanpa bilang atau peringatan dia mencium bibirku terus dan terus.
“mau lagi ngak?” kata alzelfin melepas ciumannya kepadaku
Aku tak menjawab pertanyaannya hanya tersenyum saja, lalu dia kembali mencium bibirku tanpa henti dia melihatku dan membuka bajuku lalu mencium dada ku entah tanpa sadar kepunyaannya sudah masuk ke dalam diriku.
Saat aku bangun badanku tak lagi sakit seperti kemarin. Saat aku melihat ke arah alzelfin dia masih tidur saat aku
“bangun.” Kataku sambil mengoyangkan tubuh alzelfin tapi dia masih tak bangun aku menguncang tubuhnya dengan kuat sambil memanggil namanya
“ya sudah kalok gak mau bangun aku mau jalan sendiri ajah keluar.” kataku sambil berjalan pergi tapi tanganku di pegang oleh alzelfin
“iya ini bangun sayang.” Kata alzelfin sambil memeluk diriku
“iya mangkanya ayo cepet, aku tunggu di lobi ya.” Kata ku kepada alzelfin yang sudah bersiap-siap akan mandi
“gak mau nunggu aku nih.” Kata alzelfin sambil memainkan matanya kepadaku
“ngak aku sudah hubungin ratna, dia sudah di lobi. Kamu kalau sudah langsung ke aku ya di lobi?” kataku kepada alzelfin meninggalkannya
Aku berjalan menuju lift saat akan sampai hp
ku berbunyi. aku mengambil hp ku yang ada di dalam tas dan melihatnya. Saat aku
buka ternyata ratna yang mengirimkan pesan kepadaku kalau dia sudah ada di
lobi. Aku masuk ke dalam lift dengan mata yang masih tertuju ke hp karena ratna
masih sibuk menyuruhku untuk cepat-cepat datang kepadanya.
“syasa kan ya?” kata orang di belakangku aku pun berbalik
“iya…” kataku seketika diam melihat orang yang sudah lama tak aku temui
“gimana kabar kamu?” katanya kepadaku yang tak lain laki laki yang menyapaku adalah joni
“baik.” Kataku kepada sambil memalingkan wajahku darinya
“sama siapa kamu disini?” kata joni kepadaku
“temen.” Kataku sambil meninggalkannya karena pintu lift sudah terbuka
Aku berjalan kea rah lobi dan melihat ke sekeliling mencari ratna setelah kami temukan aku langsung berjalan kea rah ratna dan juga Jason. Saat sampai aku langsung duduk di samping ratna
“kenapa?” kata ratna kepadaku
“”tuh.” Kataku sambil menunjuk kea rah Joni yang sedang berjalan dengan seorang wanita
“kok ada disini dia.” Kata ratna
“entah.” Kata ku tak peduli dengannya
“hai lama gak ketemu.” Kata joni yang sudah sampai di depan kami
“hai.” Kata ratna cuek
“kalian mau kemana bareng aja yuk?” kata joni kepada kita
“gak usah makasih.” Kata ratna kepadanya
“ayo sya bareng sama kita, eh maaf kenalin ini istri aku, namanya anjeli?” kata joni kepada kita
“hai.” Kata ratna kepada istri joni
“sayang sydah yuk jalan.” Kata wanita itu dengan kata-kata yang membuatku jegah
“iya bentar dulu.” Kata joni kepadanya
“sudah sana.” Kataku kepada mereka
“hai maaf telat.” Kata alzelfin sambil berjalan ke arahku
“siapa itu sya?” kata joni setelah dia duduk di samping ku
“siapa dia sayang?” kata alzelfin kepadaku
“joni.” Kataku cuek
“oh kamu yang namanya joni, kenalin aku pacar sekaligus calon suami syasa.” Kata alzelfin samba mengulukan tangannya kepada joni
“oh.” Kata joni sambil meninggalkan kita pergi dengan wanita yang bergelanyut manja di lengannya
“ngapain dia kesini?’ kata alzelfin kepadaku
“gak tau, ya sudah jalan yuk?” kataku kepada mereka
“ya sudah ayo.” Kata alzelfin hendak mengandeng tanganku tapi aku memegang
“bro kayaknya lo harus jaga dia baik-baik karena lo masih ada 2 saingan bro.” kata Jason kepada alzelfin
“iya bro, huh harus banget nih bro.” kata alzelfin
“iya kalok lo mau kehilangan dia, ya habis deh lo bro.” kata Jason kepada alzelfin
“gak gue gak bakaln ninggalin dia apa pun yang terjadi soalnya gue sudah nunggu dia selama ini bro, gue sayang banget sama dia.” Kata alzelfin kepada Jason
“sudah deh gak usah gossip ayo jalan.” Kata ratna mungkin dia jegah mendengar ucapan mereka
“iya iya ayo.” Kata Jason
Setelah itu kami pun jalan ke pasar tradisional korea, sekitar 30 menit berjalan kami pun sampai dan tadi kami
sempat naik taxi karena kalau jalan kaki dari hotel ke pasar tradisional korea
akan sampai nanti sore dan itu akan memakan waktu 5 jam bisa bisa saat sampai
pasar sudah tutup. Saat sampai kami langsung membeli makananan tradisional
korea yang paling aku suka tteokbokki dan odengbokki. Setelah selesai kami
berjalan toko toko pinggiran yang menjual dendeng dan juga baju. Aku tak
membawa banyak baju kesini karena aku ingin membeli beberapa baju yang sangat
ingin aku beli awalnya alzelfin memarahiku karena membawa 2 koper sedangkan
hanya berisi beberapa baju, jaket dan celana tapi setelah belanja kemarin
sepertinya masih kekurangan tempat untuk belanjaanku dan juga yang di tambah sekarang.
Aku membeli ini semua alzelfin yang membelikannya setiap aku akan membayarnya dia dulu yang membayarnya tapi kalau aku dulu yang membayarnya dia pasti akan langsung mengantinya entah lah mengapa
dia seperti itu membuatku pusing dengan sifatnya jadi uang gaji pertamaku tak berkurang sedikit pun.
Hari ini alzelfin mengajak kita untuk diner makan malam di restoran yang di milikinya di korea. Awalnya dia hanya mengajak ku untuk diner berdua tapi aku memaksa untuk mengajak ratna dan juga Jason al
hasil dia mengiyakan permintaanku.
Setelah selesai berjalan-jalan kami kembali ke hotel lebih awal karena nanti malam kami masih akan keluar untuk diner. Saat sampai di hotel aku langsung tiduran sambil memilah baju-baju yang sempat aku beli aku juga
mencoba beberapa make up yang aku beli kemarin dan hasilnya wajahku seperti
lantai yang baru dip el sangat licin dan juga glowing pantas saja orang korea
tak ada yang jelek make upnya saja sudah seperti ini. Alzelfin membantuku
merapikan baju-baju yang aku beli tiba-tiba bell pintu berbunyi aku keluar.
“iya?” kata ku sambil membuka pintu
“ini baju anda sudah saya lundry.” Kata petugas itu ( dia berbicara dalam bahasa korea begitu pun denganku )
“oh baik.” Kata ku sambil memberikan uang tip kepadanya
Setelah itu aku membawanya masuk dan meletakkan di dalam koper karena disini tak ada lemari hanya beberapa gantungan baju saja. Setelah itu aku merapikan baju baju yang berserakan di atas ranjang. Lalu berbaring di samping alzelfin
“sayang?” kata alzelfin kepadaku
“mmm apa?” kataku kepadanya
“sampai kapan kita seperti ini?” katanya kepadaku
“maksudnya?” kataku kepadanya karena aku memang tak mengerti maksudnya
“kapan kita mau nikah?” kata alzelfin
“nikah, tapi aku gak kepikiran hal itu aku masih fokus ke kuliah aku al dan aku juga masih gak tau perasaanku sama kamu. Kamu kan tau kalau aku masih takut mengalami kejadian yang sama untuk kedua kalinya.” Kataku kepadanya