
"Iya buk" kata ku keoasa ibu ku smabil jalan dan masuk ke mobil ya tak ada pilihan lain selain membawa ayah ku ke rumah sakit. Dan benar kata ibu ku kalau semuanya sudah ada di tangan Allah dan mungkin kata kata ayah ku salah ya di rumah sakit alat latnya memadai dan juga pasti ayah ku pasti akan sembuh ya aku harus optimis dengan kesembuhan ayah ku. Akhirnya ayah ku di bawa ke rumah sakit. Saat sampai ayah ku langsung di tangani oleh dokter dan di bawa ke UGD aku tak ikut masuk karena hanya satu orang yang boleh menemani jadi aju menunggu di luar sedangkan ibu ku dia masuk untuk menemani ayah ku. Sekitar dua jam kemudian ayah ku di bawa ke ruangan lain aku pun mengikuti dari belakang dan ya ayah ku di masukkan ke salah satu ruang rawat inap. Aku masuk setelah susuter dan dokter keluar. Aku melihat ayahbku tidur dengan nyeyak tampan ada rasa sakit aku langsung berdiri di samping ayah ku smabil memegang tangan ayah ku ya aku sudah tak bisa menahan air mata ku lagi aku menangis sambil melihat ke arah ayah ku. Aku senang ayah ku sudah baik baik saja bahkan ayah ku sudah tidur dengan nyenyak. Aku pun duduk di sampingnya. Tak lama kemudian ada seorang wanita membawakan makanan untuk ku dan juga ibu ku.
"Ayo nak makan dulu" kata perempuan itu kepada ku. Aku oernha melihatnya ke rumah ya dia sering datang ke rumah bahkan kamu sering berbicara aku memanggil ya bude aju sendiri tak tau siapa namanya meskipun dia sering ke rumah ku. Ya tamu tamu yang datang ke rumah ku snagat banyak sehingga aku banyak yang tak tau bahkan lupa siapa nama satu satu dari murid murid ayah ku.
"Ngak makasih aku masih kenyang" kata ku kepada perempuan itu. Aku pun kembali melihat ke arah ayah ku.
"Nak insya Allah ayah kamu bakalan baik baik aja, sekarang kamu makan dulu ya kamu pasti masih belum makan kan liat kamu aja masih pakek seragam sekolah udah ayo makan. Ingat kamu juga harus jaga kesehatan nak buat jaga ayah kamu" kata perempuan itu jeoada ku smabil mengelus pundak ku dengan lembut
"Iya tapi sekarang aku masih kenyang aku mau makan nantik aja kalau ayah sudah sadar" kata ku kepada perempuan itu
"Ya sudah kakau gitu" kata perempuan itu kepada ku.
Setelah itu perempuan itu pun pergi ibu sednag bebricara dengan paman oaman ku di luar entah aku tak tau mereka sedang membicarakan apa. Aku di dalam hanya berdua bersama dengan ayah ku aku memgabg tangan ayah ku. Tangan ayah ku snagat dingin ya mungkjn ini karena obat yang di berikan oleh dokter.
Sekitar jam dua belas malam ayah ku sadar saat itu aku sddnag tidur tapi aku mendengar ibu ku berbucara dengan ayah ku, aku pun labgsubg bangun dan melihat ke arah ayah ku dan ternyata benar ayah ku bangun. Aku labgsubg bangun dan duduk di sebelah ayah ku smabil mengusap mata ku smyabg masih sedikit samar samar.
"Kok bangun" kata ayah ku kepada ku dengan suara yang sangat lemah.
"Iya Aisyah pengen nemenin ayah, lagi pula kan Aisyah udah ulabgan dan besok hanya masuk dna gak ada pelajaran yah jadi aiysah besok gak mau masuk sekolah aisyah hanya mau nemenin ayah di sini Sampek ayah sembuh" kata ku kepada ayah ku.
"Kan ayah sudha bilabg ke kamu kalau kamu itu harus rajin belajar dan sekokah yang bener jangan bolos bolos" kata ayah ku keoasa ku.
"Tapi aaisyah kan gak bolos ya, lagi pula di sekolah gak di absen jadi bebas yah udah pokoknya Aisyah cuman mau sama ayah Aisyah. Apa salah kalau Aisyah hanya mau sam aayah gak salah kan. Jadi udha lah yank kan hanya kali ini juga lagian Aisyah kan gak kemana mana hanya mau nemenin ayah di sini" kata ku kepada ayah ku
"Ya sudha kalau gitu" kata ayah kun kepada ku.
Setelah itu aku pun hanya diam saja. Karena sudah hampir jam tiga subuh aku pun tidur ya ayah juga sudah tidur barusan. Aku dan ibu tidur di bawah kebetulan tadi ada tamu ayah ku yabg databg sambil membawakan tikar untuk ku dan ibu ku tidur ya kebetulan sekali bukan.
Keesokannya aku mengabari kak Sanusi kalau ayah ku masuk rumah sakit setelah aku mengabari kak Sanusi kalau ayah ku masuk rumah sakit sekitar setengah jam kemudian kak Sanusi pun datang dia datang ke rumah sakit di mana ayah ku di rawat. Dia menghampiri ku yang sedang duduk di kursi tunggu yang tak jauh dari kamar ayah di rawat. Aku tak meninggalkan ayah ku sendirian karena ayah ku sedang tidur dan di dalam juga ada ibu jadi aku pun keluar untuk menghirup udara segar ya sekarang masih pagi. Saat aku melihat jam ternyata masih jam tujuh pagi. Kak Sanusi labgsubg berdiri di depan ku
"Kapan ayah masuk rumah sakit?" Kata kak Sanusi kepada ku. Aku pun berdiri.
"Dari kemaren malam" kata ku keoasa kak Sanusi.
"Pantesan kamu gak bales chat aku dna aku telfon gak kamu angkat yank" kata kak Sanusi kepada ku ya bagaimana mau membalas pesan kak Sanusi bahkan hp ku masih ada di dalam tas sekolah ku entah masih ada berapa persen baterainya. Dan sejarang aku masih memakai seragam yang aku pakai kemarin..
"Iya maaf aku gak bawa hp ini aja aku pinjem tamu ayah tadi yank buat ngabarin kamu" kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya sudha di mana ayah sekarang?" Kata kak Sanusi keoasa ku.
"Ayah ada di sana masih tidur, ya baru aja ayah tidur" kata ku kepada kak Sanusi sambil mengantarkannya ke kamar ayah di rawat
"Buk maaf baru datang saya baru tau" kata kak Sanusi kepada ibu ku smabil bersalaman dengan ibu ku yabg sedang membetulkan selimut ayah. Agar ayah tak bangun kak sanysi berbicara dengan nada kecil.
"Iya gak papa kok nak" kata ibu ku kepada kak Sanusi.
"Tadi malam saya chat Aisyah tapi gak di bales saya pikir aiasyah lagi sibuk belajar tapi tadi pagi ada nomer baru masuk dan ya bilang kakau ayah masuk rumah sakit langsung saya telfon jatabya itu Aisyah yang SMS saya jadi saya langsung ke sini. Terus gimana keadaanya ayah sekarang buk? " Kata kak Sanusi kepada ku.
"Ayah nya sudah membaik kok, kemaren di bawa soalnya pak Mentri udah gak snaggup buat bgibatin jadi ibu sama aiasyah langsung bawa ke rumah skaut Alhamdulillah tadi malam tidurnya sudah lumayan lama dan tadi pagi habis makan huvurbya langsung tidur ini masih belum bangun tapi tar lagi mau ibu bangunin soalnya di suruh minum obatnya" kata ibu ku kepada ku
"Hmmm iya buk" kata kak Sanusi jeoasa ibu ku smabil mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Nak kamu sebaiknya anterin aiasyah pulang dulu ya" kata ibu ku kepada kak Sanusi aku kaget karena aku di suruh pulang oleh ibu ku.
"Kamu pulang mandi dulu habis itu salin Syah, kamu udah dari kemaren gak mandi dan gak salin loh" kata ibu ku kepada ku.
"Oh iya iya terus ibu gimana?" Kata ku kepada ibu ku
"Nantik kalau kamu kembali ke sini ibu bawain baju dua sama salaman dua ya sama belikan sabun buat ibu mandi di sini ya" kata ibu ku kepada ku.
"Iya buk siap" kata ku kepada ibu ku.
"Ya udah sana oukabg dulu" kata ibu kepada ku.
"Iya buk" kata ku kepada ibu ku.
"Ayo yank" kata ku kepada kak Sanusi
"Iya, buk saya anterin Aisyah pulang dulu ya buk" kata kak Sanusi kepada ibu ku.
"Iya nak hati hati di jalan jangan ngebut ngebut" kata ibu ku kepada kak Sanusi.
"Iya buk" kata kak Sanusi kepada ibu ku.
Setelah itu aku dan kak Sanusi pun pulang ke rumah ku. Karena jarak dari rumah skaut temoat ayah ku di rawat ke rumah ku tak begitu jauh jadi hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai ke rumah tentunya kami menggunakan sepeda motor jika jalan kaki maka butuh waktu satu jam dari rumah sakit ke rumah ku. Saat sampai di rumah aku tak langsung mandi aku pun membersihkan rumah mulai dari menyapu dan mencuci piring piring kotor ya aku taknpernha membantu ibu ku jadi karena sekarang ibu sedang menjaga ayah yang sedang sakit aku bisa menggantikan posisi ibu ku untuk menbersihkan rumah. Setelah selesai menyapu lantai dan mencuci semua piring piring dan gelas gelas kotor aku pun labgsubg mandi saat mandi aku pun juga langsung mencuci baju baju kotor milik ku. Aku mencari baju kotor milik ibu ku tapi tak ada ya ibu ku selaku mencuci bajunya ketika dia sedang mandi jadi tak ada baju kotor begitu pun dengan ayah ku selaku mencuci bajunya sendiri ya sejak aku lahir ibu ku tak pernah mencuci baju imayah ku. Kata ibu ku ayah ku pernah bernazar kalau ibu ku hamil dan melahirkan seorang anak perempuan maka ayah ku tak akan pernah mencuci baju baju ayah ku lagi dan ibu ku dan ya setelah itu sekitar dua tahun kemudian ibu ku pun hamil diri ku karena dulu ayah dan ibu ku sama sekali tidak mempunyai uang untuk melakukan USG jadi mereka tak melakukan USG dan saat umur kandungan ibu ku masih berumur tujuh bulan aku pun lahir. Dan ya keluarlah bayi perempuan sesuai nazar ayah ku pun menepati nazarnya ya semenjak itu ibu ku tak pernah mencuci baju baju ayah ku saat awal hamil sampai aku masuk Sekolah dasar ayah ku lah yang selalu mencuci baju baju ku dan juga baju baju milik ibu ku. Ya begitu lah ayah ku umurnya dengan ibu ku cukup jauh. Sekutar tiga oukuh tahun ya sekarang ayah ku memang sudah tua sekali bahkan saat keluar aku sering di katakan kalau aku adalah cucu ayah ku. Tapi aku bangga memiliki ayah seperti dirinya yang tak oernha marah kepada ku meskipun aku nakal sekali. Ayah ku hanya menegor diri ku dan saat aku meminta sesuatu ayah ku tak pernah mengatakan tidak meskipun dia tak mempunyai uang ayah ku selalu berusaha untuk yang terbaik untuk ku. Maka dari karena itu aku sangat sangat menyayangi ayah ku tentunya kepada ibu ku juga.
Setelah selesai mencuci baju baju ku aku pun langsung menjemur baju baju ku. Setelah selesai aku pun langsung bersiap siap setelah selesai aku menemui kak Sanusi yang sedang menonton TV di ruang tengah.
"Sudah yank" kata kak sanysi kepada ku.
"Iya yank udah" kata ku keoada kak Sanusi smabik duduk di samping kak Sanusi sambil menyisir rambut ku.
"Kamu udha makan yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Belom yank" kata ku kepada kak Sanusi ya sejak kemarin aku belum makan dan asekaki nasi yang di belikan oleh perempuan itu masih ada di meja dekat ranjang ayah ku.
"Loh dari kapan kamu gak makan yank" kata kak Sanusi kepada ku smabil melihat ke arah ku.
"Dari kemaren yank, gak papa kok yank aku gak laper kok yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Gak laper gimana kamu ini yank, kamu harus jaga kesehatan yank jangan Sampek sakit ya yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya yank tapi aku bener bener gak laper sekarang yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Yank kamu gak boleh gitu kamu harus makan yank, ingat kesehatan kamu penting oke sekarang aku beliin makanan ya yank" kata kak Sanusi keoayda ku
"Gak usah yank udah kamu simoen aja uang kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Gak pokoknya kamu harus makan udah tunggu di sini ya yank aku pergi beli dulu" kata kak Sanusi kepada ku.
"Beh gak us.... Sah yankkkk" kata kata ku terhenti kepada kak Sanusi ya bagaimana tidak kan Sanusi langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban ku.
Aku hanya tak ingin menyusahkan kak Sanusi dan aku memang masih kenyang saat ini. Tapi ya sudah laha ku tau kalau kak Sanusi juga khawatir dengan keadaan dan kesehatan ku mangkanya dia begitu aku pun hanya diam sambil melihat TV.
Sekitar satu jam kemudian kak Sanusi datang membawakan ku chicken dan juga mie galak ya ke duanya adalah makanan favorit ku. Aku hendak bicara kepada kak Sanusi tapi kak Sanusi menyuruh ku untuk diam dan jangan bicara duku sampai aku selesai makan jadi ya mau tak mau aku pun menuruti kata kata kak Sanusi.