
"Buk" kata ku kepada ibu ku tapi mata ku masih fokus ke arah hp ku ya aku sejak tadi sedang mengirim pesan ke kak Umam dia terus emngirim ku pesan walau pun aku sudah menjawab seadanya saja.
"Apa syah?" Kata ibu ku kepada ku.
"Kak Sanusi hari ini waktu aku tidur gak ke sini atau nelfon gitu buk ke hp ku?" Kata ku kepada ibu ku ya aku masih penasaran apa benar kak Sanusi tak ke sini padahal dia tau kalaua aku pulang hari ini tapi dia tak muncul juga bahkan di saat ku sudah bangun dari tidur ku.
"Ngak nih gak ada telfon di hp mu atau pun nak Sanusi ke sini dia gak ke sini kok Syah kenapa emnagnya Syah?" Kata ibu ku kepada ku.
"Gak papa kok buk Aisyah hanya tanyak aja kok buk" kata ku kepada ibu ku.
Aku pun bangun dari duduk ku dan langsung masuk ke akmar ya aku cukup malas hari ini. Entah lah aku benar benar lelah dengan sikap kak snausi yang berubah drastis akhir akhir ini. Ya mungkin dia masih sibuk dengan pacar barunya jadi biarkan saja toh ada kak Umam yang menemani diri ku.
Keesokannya aku masih saling mengirim pesan dengan kak Umam. Saat siang hari saat sedang asik mengirim pesan dan aku sudah gak memikirkan kak Sanusi lagi tiba tiba kak Sanusi mengirimi ku pesan dia bertanya apa kah aku sudah pulang aamtau belum. Aku hanya emmbacanya saja gak emmbalasnya ya buat apa aku emmbalasnya tak oenging juga bagi ku membala pesannya. Nadia ku abaikan pesannya tapi lagi lagi kak Sanusi mengirimi ku pesan dia bertanya apakah akus udah ada di rumah atau tidak saat ini aku tak menjawab pesannya lagi. Ya aku lagi lagi hanya emnbaca pesan pesan yang dia kirimkan kepada ku aku sudah tak oedhli lagu dengannya aku terus saja mengirim chat dengan kak Umam. Dai sama persisi dengan kak Sanusi saat awla pacaran dengan ku dia sangat perhatian dan juga pengertian tapi kau tau kalau itu hanya lah orang yang suka dengan seseorang untuk menarik perhatiannya mungkin annti kak Umam juga akan berubah kepada ku sama dengan kak Sanusi. Ya tapi biarkan lah aku juga tak bituh Yanga ku butuhkan saat ini adalah pelampiasan saja. Tapi saat sedang asik sedang emngirim pesan dengan kak Umam kak snausi menelfon ku aku emncoba mematikannya dan menolak panggilannya dia juga tak henti hentinya mengirimi ku lesan dengan berbagai kata kata manis yang pastinya adalah sebuah kebohongan aku sudah gak peduli dan juga sudah tak percaya lagi dengan kak Sanusi. Setiap kak Sanusi mengirimi ku lesan aku hanya membacanya gak membalasnya. Jika kak sanusi menelfon ku aku hanya mematikannya dan tak mengangkat telfon darinya ya aku sudah bosan dan lelah dengan dirinya. Karena hari sudah siang aku pun memutuskan untuk tidur. Tapi saat tengah nyenyak nyenyaknya aku tidur ibu membangunkan diri ku dan mengatakan kalau ada kak Sanusi di luar. Buat apa dia datang ke sini aku benar benar malas untuk bertemu dengannya saat ini. Dengan sangat sangat malas aku pun bangun dari tidur ku dan langsung ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah selesai aku pun langsung kelur menemui kak Sanusi yang sudah ada di ruang tamu dan saat sampai ya betul saja dia sudah ada di sana. Aku pun duduk di kursi kosong yang ada di depannya.
"Yank kamu kok gak ngasih tau aku sih kalau kamu sudah pulang?" Kata kak Sanusi kepada ku saat aku berjalan ke arah kursi dan duduk.
"Buat apa ngasih tau gak perlu juga kan" kata ku kepada kak Sanusi dengan nada bicara ketus. Ya biarkan saja aku benar benar marah sekali kepadanya tunangan macam apa yang lupa kalau tunangannya sudah pulang dari sekolah ya mungkin dia terlalu sibuk dan terlalku memikirkan pacar barunya sehingga dia lupa kalau tunangannya sudah pulang dari sekolahnya.
"Loh kamu kok ngomong gitu sih yank, aku ada salah apa ke kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Pikir aja sendiri" kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah lain.
"Kamu kok gitu sih yank. Kamu pulang udah gak bilang ke aku terus sekarang kamu marah sama aku. Aku jadi bingung yank harus gimana yank. Ayo lah yank ngomong kalau aku ada salah sama kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Halah udah lah aku males yang mau bahas ini ke kamu, udah lah sana kamu pulang aja aku juga capek mau lanjutin tidur ku" kata kunkepada kak Sanusi ya aku males bertemu dengannya jadi aku mengusirnya.
"Gak aku gak akan pulang sebelum kamu bilang apa salah ku yank" kata kak Sanusi kepada ku dia menatap ku entah lah aku tak bisa mengartikan tatapannya dia menatap ku antara marah dan juga sedih.
"Ha ha ha ha lucu ya lupa sama janji dan juga ucapannya sendiri dan sekarang kamu malah nyalahin aku gara gara aku marah ke kamu. Seharusnya kamu tau dan kamu sadar kenapa aku bisa marah ke kamu. Aku itu masih waras gak bakaln marah tanpa alasan. Udah lah karena kamu sudah lupa jadi lupain aja. Dan sekarang kamu silahkan pulang" kata ku kepada kak Sanusi sambil menunjuk ke arah pintu yang tak jauh dari diri ku.
"Maaf kalau aku ngelupain sesuatu ke kamu yank tapi aku mohon kasih tau aku apa yang aku lupain yang udah aku bilang ke kamu yank. Biar aku bisa nguvah kebiasaan ku yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Kamu bilang kalau kamu mau jumput aku ke sekolah tapi nyatanya ngak kan bahkan kamu gak ke rumah dan kamu baru sekarang ke rumah. Kamu cuman ngirim pesan tanyak aku sudah pulang apa ngak padahal kamu sudah tau dengan pasti tanggal berapa dan jam berapa aku pulang dari sekolah. Apa kamu lupa kalau kamu bilang sendiri mau jumput aku jadi ayah ku gak usah jumput aku. Untung aku bawa hp jadi aku bisa mintak jumput ke ayah ku. Kalau aku gak bawa hp dan nunggu nunggu kamu apa kamu bakalan Dateng ya ngak lah apa lagi waktu itu uang ku habis terus aku mau naek apa kalau gak naek becak atau ojek tapi Giman cara ku buat bayar. Udah lah aku capek ke kamu sekarang kamu kayak gitu apa lagi nantik kamu. Jujur ya aku jadi ragu buat nerusin hubungan kita ini. Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang" kata ku kepada kak Sanusi ya aku benar benar marah kepadanya.
"Iya aku tau aku salah maaf yank aku lupa di kecamtan banyak banget kerjaan yank jadi aku Sampek lupa kalau kamu pulang waktubitu dana ku juga lupa kalau aku bilang bakalan jumput kamu yank. Aku minta maaf yank aku janji gak bakalan gitu lagi yank aku mintak maaf ya yank aku mohon kasih aku satu kali kesempatan lagi yank aku janji gak bakalan ingat janji lagi yank. Aku bener bener lupa yank aku gak bermaksud buat lupain semua itu tapi aku bener bener lupa yank kalau aku janji mau jumput kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Halah janji janji tok kamu itu. Udah lah terserah kamu mau ngomong apa aku udah capek sama kamu. Sana dah urusin selingkuhan mu jangan pedulikan aku lagi. Anggap dah kita gak ada hubungan apa pun nih aku kembalikan semuanya" kata kunkepada kak Sanusi sambil mengembalikan cincin dan kalung pertunangan ku dan juga kak Sanusi.
"Yank jangan gitu yank aku minta maaf" kata kak Sanusi kepada ku sambil berjalan ke arah ku.
"Udah lah gak usah banyak bicara lagi aku udah capek. Sana dah pergi aku dah CAPEK SAMA KAMU" kata ku kepada kak Sanusi sambil berteriak di depan wajah nya setelah itu aku pun langsung berlari ke arah kamr. Dan emngunci kamar ku dari dalam aku lelah aku capek sama kak Sanusi.
"Ada apa nak Sanusi" kata ayah ku dari luar pintu kamar ku kepada kak Sanusi. Ya aku baru saja mendengarnya mu gkin ayah ku bersama dengan ibu ku saat ini.
"Ini pak Aisyah marah ada di dalam. Saya mau bicara sama dia tapi dia marah sama saya dan gak mau bicara sama saya pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku.
"Nak emabgnya kalian ada masalah sampai sampai Aisyah marah sama kamu?" Kata ibu kunkepada kak Sanusi ternyata benar kalau ayah bersama dengan ibu ku.
"Iya kemaren saya janji kalau saya bakalan jumput Aisyah ke sekolahnya tapi saya bener bener lupa waktu mau jumput Aisyah ke sekolahnya pak buk karena di kantor waktu itu banyak banget kerjaan pak buk. Kalau saya gak lupa mana mungkin saya ingkarin janji saya ke Aisyah dia itu tunangan saya dan dia prioritas saya saat ini pak buk. Saya benar benar sibuk pak buk" kata kak Sanusi kepada ibu ku dan juga ayah ku.
"Kamu yakin kalau kamu sibuk? Bukan karena wanita lain di luar sana?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi.
"Gak pak saya berani sumpah kalau saya itu benar benar tidak selingkuh pak saya kerja karena saya ingin ngumpulin uang buat nikahan dengan Aisyah pak akrena saya tidak mau meminta kepada ke dua orang tua saya pak. Saya kerja itu untuk masa depan saya dana isyah pak saya benar benar tidak selingkuh di belakang Aisyah pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku.
"Ya sudah kalau gitu sebaiknya kamu pulang dulu ya nak" kata ibu ku kepada kak Sanusi.
"Tapi Aisyah buk" kata kak Sanusi kepada ibu ku.
"Sudah kamu pulang dulu nantik kalau Aisyah sudha tenang ibu bakalan biacara sama Aisyah biar hububgan kalian baik baik saja. Ibu juga gak mau sampai kalian pisah tapi ibu harap kamu gak akan nyakitina isyah dan ibu juga berharap kalau kamu itu benar benar gak selingkuh di belakangnya Aisyah. Karena kalau kamu benar benar serius dan benar benar mencintai Aisyah kamu gak akan pernah tega buat selingkuhin Aisyah. Jangan kan sampai kamu selingkuhin dia berfikir untuk selingkuhin dia aja kamu gak akan tega. Udah sekarang akmu pulang dulu ya nak. Biar ibu yang bicara sama Aisyah" kata ibu ku kepada kak Sanusi.
"Ya sudah kalau gitu buk saya pulang dulu" kata kak Sanusi kepada ibu ku dan juga ayah ku.
Setelah itu aku sudah tak mendengar apa apa lagi. Kak Sanusi juga sudah pulang ya barusan aku mendengar suara sepedanya menajub dari halaman rumah ku. Aku naik ke atas ranjang ku dan menangis sejadi jadinya aku tak mengerti mengapa dia berubah kepada ku padahal aku hanya meninggalkannya dalam waktu dua Minggu saja tapi dia sudah berubah seprti ini. Aku tak mau memikirkannya lagi. Tiba tiba hp ku berbunyi saat aku melihatnya ternyata dari kak Umam. Karena aku sednag kesal kepada kak Sanusi saat ini aku butuh pelampiasan. Tanpa berfikir panjang aku pun langsung mengangkat telfon dari kak Umam.
"Halo kak ada apa?" Kata ku kepada kak Umam
""Gak kok apa aku lagi ganggu kamu Syah?" Kata kak Umam kepada ku.
"Gak kok kak kamu gak ganggu" kata ku kepada kak Umam.
"Oh terus kamu lagi apa sekarang syah?" Kata kak Umam kepada ku.
"Gak lagi apa apa kok kak hanya lagi tiduran aja di kamar kak" kata ku kepada kak Umam.
"Oh, oiya Senen kamu pulang sekolah ada waktu gak?" Kata kak Umam kepada ku
"Pulang sekolah ya kak?" Kata ku kepada kak Umam.
"Hmmm gak tau ya kak emangnya kenapa kak?" Kata ku kepada kak Umam.
"Gak papa sih boleh ngak aku anterin kamu pulang Senen sambil ada yang mau aku bicarain ke kamu Syah" kata kak Umam kepada ku.