Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 16


"bagus lah kalau kamu gak masalah aku gak jadi tentara tadi aku bingung di jalan gimana harus jelasin ke kamau yank. Aku takut kamu sudah gak mau lagi hubungan sama aku kalaua kau gak jadi tebatra" kata kak Sanusi kepada ku sambil memegang ke dua tangan ku dengan sangat erat.


"Gak papa kok yank udah gak usah di pikirin ya yank kamu cari kerja yang lain aja yank. Kalau kamu jadi tentara terus kamu ninggalin aku bertahun tahun aku di sini sama siapa pas" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya ya yank. Nantik kamu cari cowok lain lagi kalau aku gak ada di samping mu yank" kata kak Sanusi ekpada ku.


"Iya mangkanya itu yank aku gak suka hubungan LDR itu negebuat aku kesepian yank. Pas waktu temen temen ku ngajak keluar kan aku pas keluar sendirian sedangkan yang lainnya sama cowok yank. Ya dari pada aku sendirian ya aku cari cowok lain ya k. Tapi karena kamu ada di sini itu gak mungkin yank karena kamu kan selalu ada di samping ku yank kemana pun aku mau pergi kan aku bisa minta anter ke kamu yank. Jadi aku gak akan cari cowok lain kok yank karena hati ku sudah ada di kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi


"Iya yank. Syukur lah tadi aku bingung tapi sekarang aku tenang. Ya udah sekarang kamu pengen makan apa yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.


"Aku pengen makan mie galak yank" kata ku kepada kak Sanusi ya itu adalah salah satu makanan favorit ku.


"Ya sudah ayo kalau mau beli yank tak beliin sama aku. Mau makan di sana apa di bungkus yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Aku capek yang mau keluar yank kenapa kalau kamu aja yank yang beliin aku capek banget yank. Pas kepala ku juga pusing yank. Kamu aja ya yank yang beli bungkus aja yank pakek level satu aja ya yank" kata ku kepada kak sanusi. Ya memang aku snagat capek saat ini dan juga kepala ku sedikit pusing entah apa yang membuat kepala ku menjadi pusing seprti ini.


"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya yank beliin mienya buat kamu" kata kak Sanusi kepada ku dia he dak berdiri tapi aku mencegahnya gak memegang tangan kiri nya.


"Kenapa yank? Apa masih ada yang kamu pengen yank bilang aja yank entar aku beliin yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Gak bukan yank. Gak usah dah yank aku gak jadi beli mie galaknya yank. Aku gak jadi beli beli yank" kata ku kepada kak Sanusi ya karena aku merasa kasihan kepada kak snausi karena dia habis dari Banyuwangi masih mau membeli makanan untuk ku bahkan aku sendiri tak tau dia sudah makan atau belum.


"Beh kenapa emangnya yank?" Kata kak Sanusi kepada ku sambil melihat ku dengan tatapan bingung.


"Gak aku kasian sama kamu yank, kamu habis dari Banyuwangi langsung ke sini pasti capek banget. Terus kamu masih mau beliin aku mie sama camilan. Udah lah yank gak usah gak papa kok yank aku juga gak laper laper dan gak begitu pengen kok yank makan mienya yank. Biar dah lain kali aja yank aku belinya" kata ku kepada kak Sanusi.


"Gak papa kok yank. Lagian aku gak capek kok yank.aku ke sini soalnya aku kangen sama kamu kemaren malam aku gak ke sini terus tadi pagi aku gak ke sini. Meskipun jauh tapi gak papa kok yank aku gak capek yank. Aku pernah janji kan yank ke kamu kalau aku bakalan nurutin semua apa pun yang kamu minta yank" kata kak Sanusi kepada ku. Ya aku tau kalau dia berbohong kepada ku.


"Gak ya k. Aku tau kamu bohong aku tau kamu capek aku bisa lihat dari wajah mu kok yank kalau kamu capek udah lah yank gak usah maksain diri kamu yank. Iya kamu memang pernah janji mau kasih apa pun yang aku mau yank tapi sekarang aku mau kamu gak ke sana buat beliin aku mie dan cemilan yank udah kamu di sini aja ya yank. Kita makan masakan ibu ku aja yank mumpung ibu lagi masak di dapur buat makan malam bentar lagi yank. Jadi kamu nunggu di sini bentar ya yank. Aku mau bantu ibu masak dulu biar cepet selesai yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Terus gimana yang kamu pengen kan mie galak yank" kata kak Sanusi kepda ku bahkan dia masih mengkhawatirkan keinginan makanan yang tadi aku sebut kan.


"Udah kuta belinya malam Minggu aja ya yank. Sekarang kamu nunggu di sini ya yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil berdiri.


"Iya" kata kak Sanusi kepada ku.


Setelah itu aku pun berjalan ke dapur dan membantu ibu ku memasak ya aku tak tau apa pun soal masak memasak dan ini adalah pertama kalinya akuembantu ibu ku memasak yang aku tau hanyalah memasak air saja. Untuk yang lainnya aku angkat tangan. Aku pun menghampiri ibu ku yang sedang memasak di dapur sendirian.


"Ada apa syah" kata ibu ku kepada ku ya karena aku hanya diam dan beridir di samping ibu ku sejak lima menit yang lalu bahkan kemana pun ibu ku pergi aku mengikutinya.


"Hmmm... Ada yang mau Aisyah bantu gak buk?" Kata ku kepada ibu ku sambil melihat ke arah bahan makanan yang masih mentah.


"Emangnya kamu mau bantu ibu masak Syah" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk emangnya kenapa?" Kata ku kepada ibu ku.


"Kerasukan setan apa kamu Syah kok Sampek mau bantu ibu masak. Biasanya kamu cuman dim aja di kamar tanpa ngapa ngapain dan hanya maen hp doang sekarang kamu mau bantu ibu masak. Ibu jadi curiga" kata ibu ku kepada ku sambil melihat diri ku lekat lekat.


"Bukan gitu buk Aisyah kan cuman pengen bantuin ibu aja kok malah kerasukan setan sih buk" kata ku kepada ibu ku kesal. Ya bagaimana aku tidak kesal ibu ku mengatakan kalau aku kerasukan setan ya aku tau dia bercanda tapi hal itu membuat ku kesal.


"Ya habis tiba tiba kamu Dateng pengen bantuin ibu masak. Padahal dari kemaren kemaren ya ibu mintak kamu bantuin ibu masak kamu gak mau malah maen hp terus di kamar ya gimana ibu gak kaget tiba tiba kamu ke dapur sendiri dan mau bantu ibu" kata ibu ku kepada ku sambil tersenyum. Ya memang sudah beberapa Minggu belakangan ini ibu ku sering sekali meminta bantuan ku di dapur tapi aku menolaknya dan malah bermain hp di kamar ku. Ya aku ebgitu karena aku malas dan tak suka memasak menurut ku itu membuat badan ku menjadi bau. Tapi sekarang aku sadar kalau suatu saat nanti aku akan menjadi seorang istri dan juga seorang ibu maka aku harus tau cara memasak makanan terutama memasak nasi.


"Iya nih kamu potong potong bawang ini sama ini" kata ibu ku sambil menyodorkan bawang putih dan bawang merah kepada ku.


"Giman caranya buk. Cobak kasik contoh dulu satu buk nantik kan Aisyah bisa ngikutin caranya buk" kata ku kepada ibu ku ya karena aku memang tak tau apa pun soal cara memasak di dapur.


"Iya ayo nih ibu kasik contoh" kata ibu ku kepada ku sambil memberitahukan cara embgupas kulit bawang putih dan bawang merahnya setelah itu ibu ku pun memotong bawangnya secara kecil kecila ku memperhatikannya dengan sesama ya agar aku tau bagaimana caranya.


"Nah kamu potongnya kayak gini ya, kamu liat kan tadi cara ibu ngupas kulit bawang sama motong bawangnya Syah?" Kata ibu ku kepada ku sambil memberikan bawannya kembali kepada ku.


"Iya tau buk tadi aku liatin kok buk" kata ku kepada ibu ku smabil emngambil bawang bawang itu.


"Ya sudah mulai kupas aja Syah" kata ibu ku kepada ku.


Aku pun hanya mengangguka ku pun mulai mengupas bawang putih terlebih dahulu ini awal bagi ku dan ya cukup sulit bagi ku tapi aku senang bisa memalukannya untuk di makan oleh orang orang yang aku cintai. Apa lagi ini juga akan di makan oleh tunangan ku. Setelah selesai aku pun mengupas bawang merah tapi baru dua biji aku mengupasnya mata ku terasa sangat perih sekali bahkan sampai mengeluarkan air mata. Ibu ku yang melihat ku mennagis gara gara bawang merah yang sedang ku kupas bukannya memvantu ku agar tidak perih lagi tapi ibu ku malah menertawakan diri ku.


"Kok malah di ketawain sih buk" kata ku kepada ibu ku kesal.


"Habis kamu gak tau caranya, jangan di liat bawangnya ya perih mata mu Syah gimana sih kamu ini Syah. Terus tangan mu itu jangan di kucek ke mata mu Syah ya tambah perih lah Syah mata mu Syah" kata ibu ku kepada ku sambil menaruh kan pisau yang aku pegang sejak tadi ya karena mata ku tertutup karena jika aku emmbuka mata ku rasanya sanagt perih sekali. Tapi jika aku menutup mata ku rasa perihnya terasa sedikit berkurang.


"Kalau tutup mata waktu ngupas bawang kan nantik tangannya Aisyah yang kena kupas buk" kata ku kepada ibu ku.


"Ya sudah terserah kamu, sini cuci tangan kamu pakai sabun lalu basuh muka kamu pakai sabun juga" kata ibu ku kepada ku sambil menuntun ku entah kemana mungkin ibu ku menuntun ku ke kamar mandi. Lalu ibu ku pun membalaskan air ke tangan ku dan emnatuh sabun di tangan ku. Aku pun mulai mencuci tangan ku setelah selesai aku emncuci wajah ku dengan air dan juga sabun. Dan sedikit demi sedikit aku membuka mata ku rasa perihbya sedikit demi sedikit sudah tak terasa.


"Gimana udah gak perih kan?" Kata ibu ku kepada ku sambil melihat ke arah ku dan menghapuskan air mata ku yang masih mengalir di pipi ku.


"Iya buk udah gak perih" kata ku kepada ibu ku sambil melihat ke arah ibu ku sambil tersenyum.


"Ya sudah masih mau bantu ibu gak nih di dapur? Atau sudah kapok kamu yang mau bantu dan masuk ke dapur?" Kata ibu ku kepada ku sambil menaikkan sebelah alisnya dan melihat ke arah ku.


"Iya buk Aisyah masih mau bantu ibu kok, nantik kan Aisyah juga bakalan jadi istri dan Aisyah bakalan masak sendiri maka dari karena itu Aisyah mau belajar masak buk biar suaminya Aisyah nantik gak makan di luar terus buk" kata ku kepada ibu ku sambil berjalan ke arah dapur bersama dengan ibu ku.


"Iya ibu tau" kata ibu ku kepada ku smabil mebgelus rambut ku.


Setelah itu ibu ku pun menyuruh ku untuk memotong tempe dan juga tahu yang akan kami makan nanti. Ya seprti awal ibu ku embgajarkannya terlebih dahulu kepada ku setelah selesai aku pun memberikannya kepada ibu ku setelah itu aku di beritahu cara menggoreng telur dadar ya dari cara memecahkan terlus karena aku tak tau caranya aku pun mengocoknya bersam dengan seidkit kulitnya ibu ku yang melihat ya langsung emmbuang telur itu dan menggantinya dengan yang baru. Laku aku pun menggorengnya karena minyaknya yang terciprat kemana mana maka aku pun emnkatuhkan sepatulanya hingga jatuh ibu ku yang melihatnya kaget.


"Ada ap Syah?" Kata ibu ku kepada ku sambil berjalan cepat ke arah ku ya tadi ibu ku ke kamar mandi masih mencuci ikan yaam untuk di goreng sebentar lagi.


"Ini buk minyak ya cipratan kemana mana buk tangan Aisyah jadi perih" kata ibu ku kepada ku sambil menjauh dari kompor.


"Ibu pikir apa syah Syah" kata ibu kepada ku sambil menggeleng geleng kan kepalanya dan berjalan ke arah kompor dan mulai emmasak telurnya tak butuh waktu lama akhirnya pun selesai.


"Aisyah kan gak tau buk" kata kunkepada ibu ku.


"Iya sudah sana kamu tenun nak Sanusi kasian dia sendirian di ruang tamu Syah" kata ibu ku ekpada ku.


"Loh gak ada yang mau di bantu lagi nih sama Aisyah buk?" Kata ku kepada ibu ku.


"Gak usah sudah sana. Nantik kalau sudah selesai ibu panggil kamu" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku. Setelah itu aku pun berjalan ke arah ruang tamu di mana kak Sanusi berada. Dia duduk di sofa sambil memainkan game yang ada di hpnya dia melihat ku dan langsung berdiri dan berlari ke arah ku dan ya. Dia terlihat sangat khawatir kepada ku.