
( Rico )
Entah mengapa pertemuan ku Dengan Adeva yang ke dua kalinya ini membuat ku snagat bahagia. Ya secara tak sengaja kami bertemu dan saling bertukar pikiran. Setelah mengantarkan nya ke sopirnya aku pun pulang juga saat sampai di rumah aku menyuruh asisten pribadi kepercayaan ku untuk mencari tahu tentang Adeva ya aku juga berjanji untuk membantunya menemukan siapa dalang di balik pembunuh ke dua orang tuanya ya aku akan mencari tahunya nanti tapi sekarang aku ingin tau dulu siapa sebenarnya wanita itu. Dia sangat menarik ya bahkan aku jarang sekali akrab dengan wanita wanita yang tak aku eknal cukup lama tapi dengan dirinya yang baru kenal dan hanya bertemu dua kali dengannya tapi aku dengan Adeva sudah cukup akrab ya bahkan kami sudah snagat akrab bahkan Adeva mau menceritakan masa kelamnya kepada ku.
****
Sekarang aku ada di kantor ya banyak sekali pekerjaan yang harus aku tangani dan ya salah satunya mencari strategi agar aku bisa mengalahkan perusahaan milik Tristan ya itu adalah perusahaan milik musuh ku ya kami memang tak bermusuhan secara terang terangan tapi di belakang kamu bersaing sangat ketat untuk mendapatkan sebuah proyek atau oun sebuah wilayah. Entah mengapa tapi setiap aku menginginkan sebuah proyek atau lahan tertentu pasti Tritan akan menyukainya juga ya selalu begitu dan ini sudah terjadi sejak dulu. Tak lama kemudian pintu kantor ku di ketuk aku pun menyalahkan pengeruk pintu untuk masuk ternyata Roberto dia adalah asisten kepercayaannya ku ya dia sudah berkerja dengan keluarga dan perusahaan ku sudah sejak aku masih kecil dia adalah orang kepercayaan ke dua orang tua ku terutama papa ku ya karena dia snagat setia dengan keluarga ku.
"Ada apa kamu ke sini ?" Kata ku keoada Roberto
"Maaf tuan menganggu tapi ini berkas yang Anda minta selama untuk menyelidiki wanita bernama Adeva, semuanya sudah selesai kami selidiki dan ada di dalam dokumen ini data datanya " kata Roberto kepada ku smabil menyerahkan sebuah map kuning ke arah ku.
"Oke makasih, kamu boleh lanjutkan perkerjaan kamu " kata ku kepada Roberto sambil embgambil berkas yang dia berikan kepada ku.
"Baik tuan " kata Roberto kepada ku dia pun pergi.
Setelah igu aku menyimpan pekerjaan ku dulu dan mengeluarkannya setelah itu aju mengambil berkas yang baru saja di berikan oleh Roberto. Aku pun mulai membacanya ternyata benar namanya adalah Adeva Afsheen Myesha Gardapati dia dulu dari keluarga Gardapati ya itu adalah salah satu keluarga terkaya di Korea tapi bangkrut sejak pembunuhan itu terjadi tapi di sini tertulis kalau ke dua orang tua Adeva meninggal karena sakit serangan jantung ya mungkin mereka ingin menghindari media sehingga memalsukan soal kematian ke dua orang tuanya. Dan ya satu hal ini membuat ku cukup terkejut bahkan aku snagat kaget ya karena gadis yang bernama Adeva ini adalah kekasih dari tristan musuh perusahaan ku. Dan sejak kematian kakeknya bebebrapa bulan yang lalu dia sudah tinggal di rumahnya tritana yang tak jauh dari kantornya dan ya dia dan Tristan adalah sepasang kekasih.
Aku tak menyangka karena wanita yang aku sukai ternyata sudah memiliki kekasih yang tak bisa aku apa apa kan ya karena Tristan dia akan melakukan segala cara agar apa yang di inginkan nya terkabul siapa yang tidak tau dengan dirinya apa pun yang dia sukai dan inginkan dia pasti akan mendapatkannya sampai dia dapatkan dan puas ya semua bos di negeri ini juga tau akan hal itu bahkan dia tak segan segan untuk berbuat jahat atau kasar untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. Dan sekarang wanita yang aku sukai ternyata adalah kekasih Tristan pasti snagat sulit bagi ku untuk mendapat kan hatinadeva ya aku pikir kekasihnya hanya lah seorang yang biasa biasa saja tapi aku tak bisa membayangkan kalau kekasih dari wanita ini adalah Tristan.
Dan di sini aku juga membaca kalau triatan belaknagan ini sering menyerahkan beberapa proyek besar karena kekasihnya ya dia memang cukup berubah akhir akhir ini bahkan beberapa minggu yang laku ada sebuah proyek besar yang bernilai triliunan rupiah tapi dia tak berkutik dan akhirnya aku yang mendapatkan proyek itu ya aku pikir saat itu dia sudah malas untuk memperebutkannya dengan ku tapi aku rasa alasan nya menolak proyek itu karena sebuah alasan tertentu. Ya mungkin saja dia sudah menemukan cinta sejatinya di dalam diri Adeva tapi saat ini aku juga menyukai Adeva ya entah kenapa tapi aju merasa kalau dia sangat sangat pas untuk diri ku.
Sudah lah sebaiknya aku tak memikirkannya dulu, pasti ada cara lain untuk mendapatkan hati dna juga perhatian Adeva ya pasti ada saatnya Adeva menjadi milik ku mungkin bukan di kehidupan ini tapi mungkin di kehidupan selanjutnya dia pasti akan menjadi milik ku ya aku pastikan itu. Tiba tiba hp ku oun berbunyi saat aku melihat ke layar hp ternyata Adeva baru saja aku memikirkan dirinya tapi sekarang dia sudah emenlfon ku. Aku oun embgambil hp dan mengangkat telfonnya.
"Iya Dev ?" Kata ku kepada adev saat mengangkat telfonnya.
"Gimana kamu sudah nemuin siapa pembunuh ke dua orang tua ku, maaf ya aku tanya soalnya aku buru buru pengen tau " kata Adeva kepada ku.
"Oh soal itu aku sudha nyuruh beberapa orang buat nyelidikin ini semua nantik kalau sudah dapat informasinya aku pasti bakalan kasih tau kamu kok. Kamu tenang aja aku gak bakalan ingkarin janji ku ke kamu aku pasti nepatin janji ku ke akmu kok Dev " kata ku kepada Adeva ya aku smapai lupa aklaua aku akan membantu Adeva mencari tau dalang di balik pembunuhan keluarganya.
"Oh ya sudah kalau gitu maaf ya aku udah tanya sama ka m u padahal baru kemaren kita bahas ini tapi aku tanya soalnya rasanya aku nurut buru pengen tau kebenarannya biar aku bisa tau siapa dalang di balik.epmbunuhan itu dan ya aku bisa balasan dendam ku ke mereka " kata Adeva kepada ku.
"Iya gak papa kok sekarang kamu tenang aja oke, ada temen kamu yang bakalan bantu kamu kok oke, tenang aja nantik pokonya kalau aku sudah dapat informasinya aku.paati albgsung kasih tau ke kamu oke " kata ku kepada Adeva.
"Oke akkau gitu ku tunggu kabar dari kamu ya " kata Adeva kepada ku.
"Oke siap" kata ku kepada Adeva.
Setelah itu Adeva oun mematikan telfonnya ya aku akan membantu Adeva siapa tau dengan membantunya emnemukan kebenaran tentang pembunuhan keluarganya aku bisa mengambil hati Adeva dan ya siapa tau saja dia mau berpaling ke sisi ku. Aku oun emmanggil Roberto ke dalam.kantor ku tak lama kemudian dia pun datang.
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu ?" Kata Roberto kepada ku sambil berdiri di depan meja ku dengan snagat sopan.
"Duduk ada yang mau aku bicarakan " kata ku kepada Roberto
"Baik tuan " kata Roberto kepada ku dia pun duduk di kursi depan ku.
"Gini aku mau kamu menyelidikisebuah kasus pembunuhan. Tapi ingat jangan sampai ada yang tau kalau aku menyuruh kamu buat menyelidiki tentang pembunuhan ini karena pembunuhan. Ini aku rasa di lakukan salah satu mafia di negeri kita " kata ku kepada Roberto
"Baik tuan siapa yang harus saya selidiki ?" Kata Roberto kepada ku.
"Oke bagus, kamu cari tau pembunuhan yang terjadi di keluarga Gardapati beberapa tahun yang laku sehingga harus meninggalkan putrinya. Kamu cari sedtail mungkin siapa saja dalang di balik pembunuhan itu dan siapa saja pelukannya. Ya pokoknya aku mau srdatil mungkin tentang pembunuhan itu dan jangan kembali sampai kamu mendapatkan informasi tentang pembunuhan itu mengerti " kata ku kepada Roberto
"Baik tuan saya mengerti dan saya akan emnajlanaknanya dengan baik " kata Roberto kepada ku.
"Bagus dan ibgat jangan sampai ada seorang pun yang tau, ini adalah rahasia hanya kamu dan aku yang tau ingat itu " kata ku kepada Roberto mengingat kannya kakau ini tak boleh bocor ke orang lain.
"Oke kamu sudah boleh pergi dan cari tahu mulai hari ini " kata ku kepada Roberto
"Baik tuan " kata Roberto kepada ku.
Setelah itu Roberto pun pergi ya aku harap semuanya akan baik baik saja dan Roberto akan emnemukan dalang di balik pembunuhan itu , tapi aku snagat berharap akan satu hal ya aku snagat snagat berharap kalau pembunuh itu adalah keluarga Tristan ya siapa yang tak tau kalau perusahaannya hanyalah kedok untuk menutupi siapa dia sebenarnya karena dia dan keluarga sejak dulu ada mafia nomer satu di negeri ini. Jika aku bisa membuktikan kalau keluarga Tristan lah yang membunuh ke dua orang tua Adeva ya mungkin saja aku bisa mengambil adev adari sisis Tristan dan aku akan snagat puas akan hal itu.
****
Audah dua Minggu lamanya tapi Roberto masih belum.kembali juga dna ya aku sudah menelfonnya Dan dia mengatakan kaku dia hanay emnemukan dlsedikit informasi. Dan sekarang aku dalam.perjalna menuju restoran ya aku ingin menemui Adeva kami sudah memiliki janji dan sekarang adalah jam makan siang. Tak lama kemudian aku pun sampai aju masuk ke dalam restoran dan saat masuk Adeva melambaikan tangan ke arah ku. Aku oun.emnbalas lambaian tangannya dan menghampiri dirinya. Saat sampai aku duduk di depannya.
"Sudah lama ?" Kata ku kepada Adeva smabil duduk di dekatnya.
"Gak kok baru aja " kata Adeva kepada ku.
"Oh oke " kata ku kepada adeva
"Pesen aja dulu, setelah itu kita baru bicara bicara biar tenang dna perut kamu ada usianya " kata adeva kepada ku.
"Oke " kata ku kepada Adeva.
Setelah itu aku oun memesan sebuah makan siang dna juga sebuah kopi ya aku cujuo mengantuk dan juga lelah karena di kantor tak ada Roberto dan itu membuat ku makin sibuk di kantor ya karena biasanya dia yang memegang kendali di perusahaan sebagian besar dan saya dia tak ada menjadi dampaknya snagat beara bagi ku. Ya aku harus mengurus ini dna mengurus itu membuat ku pusing. Tak lama kemudian pesanan ku oun datang aku pun elnagsung embaybtapnya begitu oun dengan adeva stelah selsai makan aku pun melihat ke arah Adeva yang sednagnlahap makan. Dia terlihat snagat polos dan juga cantik dengan wajahnya saat ini membuat ku makin jatuh cinta kepada dirinya.
"Ada apa ?" Kata Adeva kepada ku.
"Apanya ada apa ?" Kata ku kepada adev sambil melihat ke arah lain dan emyesap kopi yang ada di depan ku.
"Emang ada kotoran ya di wajah ku Sampek sampek.kamu liatin aku atau ada bekas makanan Sampek Sampek.kamu liatin aku ?" Kata Adeva kepada ku.
"Gak kok bukan, hanya saja kamu polos waktu makan dan mata kamu liat ke kanan dan ke kiri waktu makan seprti mengawasi sesuatu aja gitu " kata ku kepada Adeva.
"Oh aku emmav gitu sejak dulu" kata Adeva kepada ku.
"Oke oke " kata ku kepada Adeva.
"Oiya maaf ya asisten ku sampai sata ini masih belum menemukan siapa dalang di balik pembunuhan itu tapi dia terus bekerja dan nyarik siapa pembunuh itu. Jadi kamu gak usah khawatir oke aku bakalan cari sampai dapat dan aku akan cari informasinya sedetail mungkin " kata ku.kepadaa Deva.
"Oh itu iya gak papa kok, ya aku ngerti kakau kasusu itu snagat sulit aku juga gitu awal awlanya kok " kata Adeva kepada ku.
"Ya bagus lah habis aku gak enak dan akamu janji janji terus " kata ku kepada Adeva.
"Sudah lah gak usah di pikirin " kata Adeva kepada ku.
"Oiya seumpamanya misalkan ya kalau dalang di balik pembunuhan itu adalah orang yang kamu sayang dna kamu cintai apa yang bakal kamu lakukan ?" Kata ku kepada Adeva.
"Entah lah mungkin aku bakalan sangat kecewa dan ya mungkin aku bakalan nyusul ke dua orang tua ku dna juga Kakek nenek ku. Entah lah tapi.aku berharap itu gak terjadi " kata adev akepada ku. Kata katanya membuat ku terkejut ya karena dia mengatakan kakau dia akan mengakhirir hidupnya hanya karena dia tak snagguo jika orang yang di cintai nya lah yang telah membunuh ke dua orang tuanya.
"Kenaoa harus mengakhiri hidup bukannya kamu mau balas dendam ?" Kata ku kepada Adeva.
"Ya aku tau tapi kalau sampai itu terjadi ke aku dan sampai orang yang aju cintai adalah dalangnya pasti aku tak akan sanggup menerima ini semua. Entah lah tapi aku rasa aku gak siap " kata Adeva kepada ku.
" Ya sudah lah lagian itu kan hanya misalkan saja " kata ku kepada Adeva.