
Nama ku adalah Adeva Afsheen Myesha Gardapati panggil saja Deva. Beberapa tahun yang lalu aku adalah seorang ank dari orang yang kaya raya bahkan mobil ku dimana mana tapi semuanya berubah sejak kejadian malam itu. Ya sampai detik ini jujur saja aku masih tidak dapat melupakannya di malam itu Mama dan papa ku menitipkan ku di rumah Kakek tapi entah apa aku ingin sekali pulang untuk menemui papa dan Mama ku Kakek ku pun mengantarkan ku ke rumah ya awalnya Kakek tak setuju tapi aku menangis selama beberapa jam dan itu membuat ku pingsan. Lalu saat sadar aku sudah ada di perjalanan kata kakek kita akan pulang aku sennag sekali tapi kali ini kami mencari jalan lain ya Kakek dan aku biasanya lewat dari gerbang utama tapi tidak untuk kali ini kami masuk lewat gerbang belakang dan cara masuk ku dan Kakek pun seprti maling awalnya aku pikir kallu Kuta akan membuat kejutan untuk Mama dan papa ku tapi saat sampai di dalam aku kaget ya bukan hanya kaget bahkan sangat sangat kaget. Mama dan papa ku sudah di lantai berlumuran darah aku melihat seorang laki laki saat aku akan berteriak dan ingin berlari ke arah Mama dan papa ku yang sudah tak bernyawa Kakek menghentikan ku dna menutup mulut ku setelah itu Kakek membawa ku keluar aku menangis dan terus menangis.
Umur ku saat itu masih 10 tahun dan aku tak tau kenapa ke dua orang tua ku di bunuh secara sadis seprti itu padahal Mama dan papa ku adalah orang yang sangat baik dan juga perhatian. Setelah pemakaman Mama dan papa ku aku sering mengurung diri di kamar bahkan aku sudah tak seceria dulu lagi. Sekarang aku memilih diam. Yang aku pikirkan setiap hari kenapa Mama dan papa ku di bunuh begitu kejam apa yang salah dengan mereka berdua. Lambat lain hari sudah berganti dengan Minggu dan Minggu pun sudah berganti menjadi tahun. Tak terasa sudah 12 tahun berlalu dan aku sekarang sudah berumur 22 tahun ya aku sudah cukup dewasa dan hari ini adalah kelulusan ku. Setelah selesai mendatangi acara kelulusan sekolah aku langsung menghampiri Kakek ku ya sejak saat itu aku hanya hidup berdua saja dengan Kakek ku. Saat sampai di rumah sepeti biasa Kakek melatih murit muritnya di padepokannya.
"Kakek" kata ku sambil berjalan ke arah Kakek dan memanggilnya Kakek ku pun melihat ke arah ku sambil tersenyum.
"Gimana sayang lancar acaranya?" Kata Kakek kunkepada ku sambil mengelus rambut ku.
"Iya kek lancar" kata ku kepada Kakek.
"Ada apa kamu ke sini?" Kata Kakek ku kepada ku.
"Deva mau tanya tentang pembunuhan Mama dan papa yang terjadi bebebrapa tahun yang lalu. Kakek janji kan kalau Kakek bakalan ngasik tau aku kalau aku sudah dewasa dan sekarang aku sudah umur 22 tahun kek dan aku berhak tau apa yang terjadi dengan ke dua orang tua ku kek. Jadi aku mohon ceritakan semuanya ke aku kek" kata ku keoada Kakek ku ya aku sedang menangis janji Kakek untuk menceritakan tentang pembunuhan yang terjadi dua belas tahun yang lalu.
"Baik Kakek akan ceritakan semuanya ke kamu. Tapi kamu gak akan bisa berbuat apa apa. Bahkan kamu gak akan bisa balasan dendam ke dua orang tua kamu. Ya sudah ayo Kakek bakalan ceritakan semuanya tapi tidak di sini. Di dalam ayo" kata kakek ku kepada ku sambil berjalan ke dalam ruangan.
"Iya" kata ku keoada Kakek ku sambil mengikuti Kakek ku dari belakang menuju ruangannya. Saat sampai di ruangan Kakek biasa mengurus kerjaannya aku di suruh duduk di sofa.
"Jadi kek apa yang terjadi kenapa Mama di bunuh oleh orang orang itu?" Kata ku kepada Kakek ku aku sudah tak sabar untuk mendengar cerita Kakek tentang ke dua orang tua ku.
"Waktu itu Mama dan papa kamu ke sini dan menitipkan kamu mereka mengatakan kalau sepanjang perjalanan ada yang mengikuti mereka dan mereka khawatir ke kamu Dev jadi mereka menitipkan kamu di sini. Karena ada bebebrapa berkas yang harus di ambil Kakek sudah emnyuruh mereka untuk lapor polisi tapi mereka tak mau mendengarkan saran Kakek dan mereka mengatakan akan segera kembali ke sini setelah beberapa berkas mereka ambil di rumahnya. Tapi mereka gak kunjung kembali hingga Kakek dan kamu ke Sana. Setelah kita kembali ke sini Kakek nyobak nyarik tau siapa para pembunuh itu ternyata mereka adalah anak buah suruhan dari musuh bebuyutan keluarga kami. Mereka itu dengan kekayaan yang kami miliki dan ada sebidang tanah yang mereka inginkan tetapi papa mu tak mau menyerahkan tanah itu karena di sana tertanam minyak bumi yang sangat bagus dan juga tanahnya mengandung emang ya walau pun hanya sedikit. Akibat itulah mengapa mereka membunuh ke dua orang tua kamu. Kakek sudah mencoba untuk membalaskan dendam ke dua orang tua kamu tapi setiap orang yang Kakek suruh malah terbunuh mengenaskan. Jadi Kakek mohon iklaskan lah dan biarkan lah semua ini menjadi urusan Kakek. Kakek janji akan membalaskan dendam ke dua orang tua kamu. Sekarang Kakek ingin kamu sehat dan bahagia jadi Kakek harap kamu bisa hidup normal layaknya anak muda jam sekarang Dev" kata kakek ku kepada ku.
"Tapi kek aku gak bisa aku ingin membalaskan dendam ke dua orang tua ku" kata ku kepada Kakek ku.
"Dev kamu anak perempuan dan Mama papa mu juga gak akan setuju jadi sekarang kamu kemasi barang barang kamu. Bukan kah ini liburan panjang bukan jadi Kakek mau kamu liburan ke luar negeri kemana pun kamu mau. Kakek ingin kamu menenangkan hati dan pikiran kamu Dev" kata kakek ku keoada ku.
"Ya sudah ini buat kamu. Gunakan sesuai kemauan kamu. Sekarang pergi ya Kakek ingin kamu bersennag senang dan sudah jangan dipikirkan lagi oke. Nantik jika Kakek sudah tau dengan jelas siapa orang orang itu. Kakek pasti akan memberitahukannya ke kamu" kata kakek ku kepada ku sambil memberikan sebuah amplop coklat isinya adalah kartu kredit gold, visa, dan juga paspor.
"Iya kek" kata ku kepada Kakek ku.
Setelah itu aku pun langsung keluar dari ruangan Kakek menuju ke kamar. Saat sampai di kamar aku langsung mengemasi barang barang ku ya sudah saatnya untuk ku berhenti memikirkan semua ini. Dan aku percaya kalau Kakek akan memberitahukannya kepada ku kalau dia sudah mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan itu. Bukan karena aku tak menyayangi ke dua orang tua ku maka dari itu aku sangat sangat menyayangi ke dua orang tua ku yang sudah tiada aku tak ingin mereka khawatir dengan keadaan ku di sini. Aku ingin mereka tennag dan berfikir kalau anknya bahagia di sini. Setelah selesai membereskan barang barang ku aku pun berjalan ke arah padepokannya Kakek ya karena Kakek masih melatih jadi aku hanya bisa menemukannya di sana. Setelah berpamitan dengan Kakek aku oun langsung masuk ke mobil untuk menuju bandara ya karena sekarang sudah bisa memesan tiket lewat hp jadi aku tak perlu repot repot untuk antri di bandara saat sampai. Aku sudah memilih tujuan pertama ku yaitu Amerika. Tak lama kemudian aku pun sampai di bandara setelah sopir ku mengeluarkan koper ku ya aku hanya membawa satu koper dan beberapa baju saja karena nanti mungkin aku akan berbelanja beberapa baju baju yang lumayan banyak.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya aku sampai juga di Amerika. Rasnaya badan ku snagat lelah dan ingin rasanya aku segera mungkin membaringkan tubuh ku dengan cepat. Aku pun menghentikan taxi dan memberikan alamat tujuan ku. Ya karena hanya beberapa hari saja di sini jadi aku memutuskan untuk menginap di hotel saja.
Sekitar satu jam kemudian taxi yang aku tumpangi pun sampai di depan sebuah hotel yang cukup besar dan juga mewah. Aku pun membayar laku turun dari taxi tak lupa Dengan koper ku saat akan berjlana ke arah resepsionis aku tak sengaja menabrak seorang laki laki.
"Maaf saya gak sengaja" kata ku kepada laki laki itu sambil membantu asistennya memungut berkas berkas yang berjatuhan akibat aku menabraknya barusan. Ya karena melihat ke sekeliling dan isi hotel aku jadi tidak memerhatikan jalan sehingga menabrak seseorang.
"Gak papa kok" kata laki laki itu keoada ku. Sambil pergi meninggalkan ku aku melihatnya dari belakang ya aku tak sempat melihat wajahnya karena tadi dengan buru buru aku langsung memungut berkas berkas yang berjatuhan di lantai. Dari belakang dia tampak gagah dan juga tampan tapi ya siapa tau saja dia jelek. Aku pun melanjutkan jalan ku ke arah resepsionis setelah memesan kamar yang paling mewah aku pun di bantu pelayan membawa tas ku emnuju kamar ku. Saat sampai pelayan itu memberikan kunci otomatis keoada ku berupa kartu aku pun mulai membuka dan memasukan kunci itu ek dalam tas ku agar aku tak lupa saat akan keluar nanti. Setelah menaruh koper ku dan memberikannya sedikit tips pelayan itu pun keluar. Karena sangat lelah aku langsung membaringkan tubuh ku di ranjang tak lupa menyalakan ACnya.
Karena sangat nyaman tak terasa aku oun tertidur. Saat bangun hari sudah berganti malam. Aku pun langsung bangun dan mandi ya rencananya aju akan mencari jajanan di pasar tradisional di sini. Karena sejak tadi tak mengisi perut hanya mengisi perut sedikit waktu di pesawat akibatnya aku jadi sangat lapaar. Ya bukannya di sini tak menyediakan makanan untuk para tamu yang menginap tentunya menyediakan tapi aku bosan dengan masakan chef jadi aku memutuskan untuk pergi mencicipi masakan tradisional.
Setelah selesai bersiap siap dan berdandan aku pun langsung mengambil tas ku lalu pergi ya tak lupa aku memasukan dompet, hp, kunci kamar hotel, dan juga kamera untuk mengambil beberapa gambar ya kebetulan aku gemar sekali menggambar atau melukis dan juga aku sangat suka sekali membaca ya jika ada waktu luang aku habiskan untuk membaca novel atau buku. Tapi jika aku sedang kesal, marah atau frustasi dengan suatu hal maka aku akan melukis ya rasnaya menuangkan cat di atas Kanvas membuat ku bisa melampiaskan kemarahan dan juga kebencian ku aku tak pandai menggambar atau pun melukis aku hanya suka melukis dengan sembarang menggambar saja. Saat sampai di depan hotel aku oun menghentikan taxi. Dan langsung menuju ke tempat yang aku inginkan. Sekitar setengah jam kemudian aku pun sampai di tempat yang ku ingin kan karena tak ingin membuang buang waktu ku pun langsung saja membeli beberapa makan makan yang aku ingin kan bahkan saat aku mencicipi salah satu makanan aku langsung emnyukainya dna langsung memasukkannya ke daftar FAVORIT ku ya aku memang begitu jika rasnay pas di lidah ku maka makanan itu akan langsung menjadi makanan ke sukaan ku setelah mencicipinya aku pun langsung membungkusnya untuk di makan di hotel. Sejak dulu aku memang begitu tak suka makan di tempat yang ramai karena cara makan ku sangat sangat tak nak di kandang mata jadi aku membelinya untuk di makan di hotel setelah ke makanan aku langsung kembali ke hotel ya karena aku sudah tak sabar untuk memakan semua ini. Aku pun alngsung menghentikan taxi.
Saat sampai di kamar hotel aku pun langsung menaruh semuanya di meja dan membuka semuanya saat melihatnya perut ku sudah memberontak minta di makan. Ya aku oun langsung memakannya tanpa fikir panjang lagi begitu lah aku. Aku tak suka dengan masakan restoran karena menurut ku sama saja dan tak ada yang spesial tapi menurut ku saat aku makan masakan dari pasar pasar tradisional makanan itu terasa snagat enak dan juga lezat sekali membuat ku ingin.memakannya lagi dan lagi.
Tak sampai waktu satu jam semua makanan yang aku beli habis tak bersisa dan perut ku terasa sangat kenyang. Aku puas sekali dengan semua makanan yang aku beli. Aku pun langsung membungkus semuanya ke dalam plastik dan membuangnya ke tong sampah. Ya walu pun aku suka kalap saat makan tapi aku snagat suka dengan ke rapian dan juga ke bersihkan jadi setelah membuang sampah sampah itu aku langsung membersihkan meja. Dan menyemprotkan beberaoa pengharum ruangan tak lupa aku membuka jendela agar aroma makanannya keluar. Ya begitu lah aku. Dan soal makanan aku suka sekali makanan yang gurih dan juga sedap. Ya aku sama dengan papa ku dia sangat suka makanan gurih dan juga sedap sedangkan Mama ku suka sekali dengan makanan manis. Bukannya aku tak suka dengan makanan manis suka sih tapi saat memakan makanan yang gurih dan sedap aku pasti akan menjauhi makanan manis itu.