
( Alecia )
Hari hari ku sudah kembali seperti biasa ya karena liburan juga sudah usai dan hubungan ku dengan ke enam tuan muda itu sudah mulai membaik sejak crisan merayakan ulang tahun ku. Meskipun begitu crisan tak mau berhenti menganggu ku dan itu membuat ku lelah.
Hari ini crisan dan teman temannya akan menjemput ku karena crisan ingin mengajak ku ke suatu tempat entah lah dia akan membawa ku kemana kali ini. Jam pelajaran pun sudah selesai aku bergegas keluar dari kelas karena crisan dengan yang lainnya sudah ada di depan sejak tadi ya aku tau karena para siswa perempuan itu mereka berteriak histeris bahkan saat jam pelajaran para wanita banyak yang duduk di pinggir jendela hanya demi melihat mereka. Saat sampai di luar betul saja mereka sudah di kerubunin oleh wanita wanita cantik tapi saat aku sampai crisan langsung menghampiri ku dan menarik ku masuk ke mobil tak lama kemudian mobil pun jalan begitu pun dengan mobil yang lainnya.
"Kita mau kemana?" Kata ku kepada crisan karena sejak tadi dia hanya diam saja.
"Kamu akan tau nanti" kata crisan kepada ku dan itu membuat ku bertambah penasaran.
"Memangnya kenapa sih kalau kasih tau dulu, aku juga masih gak ijin sama ibu dan ayah ku" kata ku kepada crisan ya karena tadi pagi saat aku akan berpamitan ibu dan ayah ku sudah tak ada di rumah dan kata adik ku mereka sudah pergi berkerja dan itu membuat ku khawatir saat ini.
"Aku tau sudah tenang aja aku tadi sudah ijin sama ibu dan ayah mu dan mereka ngizinin kok" kata crisan membuat ku tertegun
"Oiya kapan kamu yang izin ke mereka?" Kata ku penasaran dan mulai serius berbicara kepada crisan.
"Tadi sudah jangan banyak bicara" kata crisan membuat ku kesal.
Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan melihat ke arah luar jendela saja entah lah tapi siang sudah berganti dengan sore dan perjalanan yang panjang ini membuat ku mengantuk bahkan mata ku sudah protes minta untuk di tutup tapi aku mencoba untuk tetap terjaga tapi hasilnya gagal.
Saat aku bangun aku ada di sebuah kamar yang sangat indah dengan bunga mawar merah dan putih mengelilingi ku. Aku pun langsung bangun entah aku harus bingung atau bahagia dengan semua ini karena aku tak tau ini di mana dan siapa yang meletakkan ku di kamar seindah ini. Aku pun melangkah kan kaki ku menuju keluar kamar saat sampai di depan pintu ada bunga mawar merah yang di buat seperti jalan aku pun mengikuti bunga bunga itu sampai akhirnya bunga itu berhenti tepat di depan sebuah kolam renang aku melihat ke arah sekeliling ku dan aku menemukan crisan sedang berdiri menghadap diri ku. Lalu dia berjalan ke arah ku sambil tersenyum dengan bunga mawar merah di tangannya.
"Apa ini semua?" Kata ku kepada crisan
"Waktu aku pertama kali ketemu sama kamu entah kenapa aku benci sama kamu tapi makin lama aku makin cinta sama kamu. Dan hari ini di hadapan semua teman teman ku dan sahabat mu kamu mau ngak jadi pacar aku? Iya aku tau mungkin kamu gak percaya sama apa yang aku katakan tapi percaya sama aku sejak dulu hingga saat ini kamu satu satunya wanita yang aku cintai" kata crisan menghentikan kata katanya dan itu membuat ku terkejut sekaligus bingung.
"Tapi kenapa harus aku? Kan masih banyak cewek lain di luar sana yang lebih sempurna dari pada aku" kata ku kepada crisan karena entah kenapa perasaan ku terhadap dirinya masih bimbang.
"Kenapa kamu? Ya karena aku tulus sayang sama kamu, jadi kamu mau jadi pacar aku?" Kata crisan lagi entah kenapa aku tak bisa berkata kata karena aku bingung harus mengatakan apa.
"Hmm... mmmm" aku hanya bingung dan melihat ke sekeliling.
"Dia gak main main dan kamu tau baru kali ini dia mau bersusah payah hanya demi wanita yang di cintai nya. Dari pertama kali aku mengenalnya aku tak pernah melihat dia membawa wanita yang di cintai nya ke vila ini apa lagi menggendongnya dari bawah hingga atas. Percaya sama aku dia bener bener cinta dan tulus sama kamu" kata kak galih kepada ku.
"Apa kakak yakin?" Kata ku lagi.
"Iya" kata kak galih dengan mantap aku pun melihat ke arah crisan dia memegang bunganya dengan senyuman yang masih tertuju kepada ku.
"Tapi...." kata ku bingung apa yang harus aku jawab karena aku masih bimbang dengan perasaan ku yang sebenarnya kepada crisan itu bagaimana.
"Tapi kenapa? Oh mungkin kamu masih gak cinta sama aku tapi kita jalanin ini semua sama sama ya." Kata crisan kepada ku.
"Iya." Kata ku secara spontan
"Jadi kamu mau jadi pacar aku?" Kata crisan kepada ku aku hanya diam dan mengangguk-angguk kepala seketika crisan langsung memeluk diri ku dan menciumi pipi kiri dan kanan ku tanpa henti.
"Makasih ya mulai sekarang kamu resmi jadi pacar ku jadi apa pun yang terjadi kita harus bersama sama jangan ada kata putus oke, aku janji kebahagian kamu akan jadi prioritas pertama ku" kata crisan kepada ku
"Iya" kata ku kepada crisan.
"Selamat ya Al, aku ikut seneng sekarang kamu sudah gak sendiri lagi" kata Amelia kepada ku
"Iya" kata ku sambil memeluk Amelia.
"Oh dan ini untuk kamu" kata crisan kepada ku sambil memberikan bunga dan sebuah kado entah apa isinya.
"Apa ini cris?" Kata ku menunjuk ke arah bungkusan kado.
"Buka" kata crisan kepada ku.
Aku pun memberikan bunga yang aku pegang kepada Amelia karena akan sulit jika aku memegang bunga sebesar itu sambil membuka kado yang di berikan oleh crisan. Aku pun mulai membuka bungkus kado itu sedikit demi sedikit tak lama kemudian kado pun terbuka. Dan isinya adalah hand phone aku memegang hp itu sambil melihat ke arah crisan dengan bingung.
"Buat apa kamu nhasih aku hp?" Kata ku kepada crisan.
"Kamu kan gak punya hp jadi aku kasih hp biar kita bisa saling ngasih kabar. Kan bakalan sulit buat aku hubungin kamu kalau kamu gak punya hp" kata crisan berbicara panjang lebar
"Kamu tau rumah ku, tau dimana toko ku, dan kita satu sekolah jadi dengan pasti kita bakalan ketemu setiap hari. Apa masih kurang ketemu setiap hari?" Kata ku kepada crisan karena aku kesal dia memberikan hp tanpa persetujuan ku terlebih dahulu.
"Apa yang kalian tertawaan?" Kata ku kepada Amelia dan teman teman crisan.
"Kalian baru pacaran langsung tukarang baru kali ini aku liat pasangan seperti itu" kata Kevin sambil tertawa terbahak bahak.
"Ya ya ya ya terserah kamu mau tertawaan gimana, dan kamu cris sebelum beli apa pun buat aku kamu harus bilang dulu dan dapat persetujuan ku dulu oke?" Kata ku kepada Kevin dan crisan.
"Kenapa harus gitu?" Kata crisan sambil duduk di bangku yang tak jauh dari tempat ku berdiri saat ini.
"Karena gak semua barang yang kamu kasih bakalan aku terima" kata ku dengan nada mengancam
"Hmm... mmmm oke oke" kata crisan sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Oke untuk yang satu ini aku terima, dan makasih" kata ku kepada crisan.
"Iya sama sama ya sudah kalau gitu ayo kita mulai pestanya" kata crisan sambil menarik ku pergi aku bingung dengan yang di katakan oleh crisan. Saat aku bertanya dia hanya menjawab kalau aku bisa bertanya kepada Amelia ya aku akan bertanya kepadanya nanti. Tapi sekarang crisan membawa ku menuju ruangan yang tadi aku tiduri.
"Sekarang kamu ganti baju yang sudah aku siapin di atas sofa oke" kata crisan sambil hendak meninggalkan ku di depan kamar tapi aku menahannya.
"Kita mau kemana? Kenapa aku harus ganti baju?" Kata ku bingung dengan perkataan crisan.
"Kamu juga bakalan tau nantik jadi sekarang kamu siap siap oke? Oh nantik di bantu sama Amelia kamu ya sayang ya sudah bye aku juga mau siap siap" kata crisan sambil mencium kening ku lalu dia pergi begitu saja.
Aku pun masuk ke dalam kamar saat masuk di atas sofa aku melihat sebuah paper bag aku pun berjalan ke arah sofa dan membukanya di dalamnya ada sebuah gaun,perhiasan, dan juga sepatu semuanya tampak sangat indah. Tak lama kemudian pintu kamar ku pun terbuka saat aku melihat ke arah pintu ternyata Amelia masuk dengan bunga yang aku minta pegangkan tadi kepadanya. Dia berjalan menghampiri ku.
"Ayo siap siap" kata Amelia saat dia ada di dekat ku
"Kita mau kemana? Terus pesta apa yang di katakan sama crisan tadi?" Kata ku kepada Amelia ya karena aku sudah tak bisa menahan rasa penasaran ku lagi.
"Oke aku jelasin satu satu oke dan jangan tanya tanyak lagi karena kamu harus cepat cepat siap siap" kata Amelia sambil membawa ku duduk di sofa.
"Crisan mengadakan pesta karena dia sudah sah jadian sama kamu dan kamu harus siap siap karena acara pesta akan di mulai sebentar lagi. Sudah jelas semuanya kan sudah ayo sekarang kamu pergi mandi sana" kata Amelia sambil mendorong ku masuk ke dalam kamar mandi
Aku hanya bisa diam dan mengikuti permintaan Amelia ya meskipun masih banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Setelah selesai mandi Amelia membantu ku memakai gaun dan yang lainnya tak lupa dia membantu ku merias wajah dan juga rambut sehingga satu jam kemudian aku seperti tak mengenal diri ku. Lalu aku bertanya apa Amelia dan yang lainnya akan ikut atau tidak dan ternyata Amelia dan yang lainnya akan ikut aku bertanya karena Amelia masih belum bersiap siap dan hanya mengurus keperluan ku saja. Setelah selesai dengan keperluan ku Amelia pun pergi mandi tak lama kemudian dia pun juga bersiap siap sedang kan aku. Ya aku hanya duduk diam di sofa saat sedang bosan menunggu Amelia yang sedang berdandan hp yang di berikan crisan berbunyi ternyata crisan menelfon ku aku pun mengangkatnya.
"Halo?" Kata ku saat mengangkat telfon
"Sudah selesai belum?" Kata crisan dengan nada tak sabaran
"Iya sudah" kata ku kepada crisan kesal
"Oke aku tunggu di bawah ya di lobi?" Kata crisan kepada ku
"Iya" kata ku setelah itu crisan pun mematikan telfonnya yang terhubung dengan ku
"Siapa?" Kata Amelia kepada ku
"Crisan nelfon" kata ku sambil meletakan hp ku di atas meja.
"Oh apa katanya?" Kata Amelia ya dia masih sibuk dengan dandanannya
"Dia nunggu kita di lobi" kata ku kepada Amelia sambil berjalan ke arahnya karena aku rasa dia perlu bantuan ya dia sejak tadi hanya memerhatikan rambutnya yang tak selesai selesai membuat ku jegah.
"Mau di apakan nih rambut? Ayo aku bantu biar cepet selesai" kata ku kepada Amelia.
Setelah itu Amelia pun menjelaskan kepada ku cara cara mengikat rambutnya tak lama kemudian selsai sudah urusan rambut dan juga dandanan amelia. Aku dan Amelia pun bergegas ke bawah aku tak ingin membuat crisan menunggu begitu lama saat di dalam lift Amelia hanya diam saja ya karena dia sibuk dengan hp yang di pegangnnya sejak tadi tiba tiba aku teringat dengan kata kata kak galih saat itu.
Saat itu aku sedang berbincang bincang dengan keluarga ku tentang crisan yang sangat perhatian dengan diri ku tiba tiba kak galih mengajak ku keluar untuk berbicara aku pun melihat ke arah crisan sebentar lalu berjalan keluar bersama dengan kak galih aku dan kak galih menuju balkon saat sampai kak galih memberikan ku segelas jus jeruk selepas itu dia hanya diam saja tanpa kata dengan mata yang tertuju ke arah kota yang sangat indah saat malam hari.
"Apa yang kak galih mau bicarakan?" Kata ku karena aku sudah mulai penasaran karena sejak tadi kak galih hanya diam saja membuat ku kesal.
"Al crisan itu orang yang baik sebetulnya tapi sejak dia kecil dia hanya di perhatikan oleh kakak perempuannya saja.tapi sejak kakaknya menikah dan jarang ada di sosialnya dia menjadi play boy tapi kita semua tau kalau setiap wanita yang di pacari oleh crisan mereka hanya di beri uang oleh crisan. Ya tentunya menyandang status sebagai pacarnya adalah hal yang besar bagi setiap wanita di kota ini. Itu yang kami fikir kan saat itu bahkan tak ada satu pun pacar crisan yang di biarkannya menaiki mobil kesayangannya kau tau siapa 2 wanita yang beruntung menaiki mobil kesayangan crisan?" Kata kak galih menjelaskan tentang crisan sambil melihat ke arah ku.
"Siapa kak?" Kata ku penasaran