
" Ya sudha kalau gitu aku ke kamar dulu ya " jata ku keoada dona.
" Iya non, oiya ini adalah surat yang saya ceritakan tadi setelah istirahat nona baca ini dengan kepala dingin, saya yakin anda akan menemukan jawabnnya yang terbaik untuk nona dan juga bayi yang ada di dalam kandungan nona. Apa oun jawabannya itu jika Anda sudah embgambil keputusan saya akan selaku mendukung keputusan nona " kata dona kepada ku sambil memberikan sebuah amplop yang sudha cukup usang aju oun mengambil amplop itu.
" Iya makasih ya Don " kata ku ekpada dona.
" Iya non sama sama " kata dona kepada ku.
Setelah itu aku pun masuk ke kamar ku ya kamar yang sudah beberapa bulan aku tinggalkan. Aku menaruh tas ku di meja dan juga surat yang baru saja di berikan oleh dona kepada ku. Aku masuk ke kamar mandi laku mandi aku mandi menggunakan air dingin ya sekarang aku butuh uang dingin dingin. Setelah selsai aku pun mengambil baju di lemari dan memakainya. Setelah itu aku membuka semua korden yang ada di kamar ku agar cahaya masuk setelah itua ku menyalakan AC dan aku pun naik ke atas tempat tidur lalu tidur.
Entah lah aku ada dimana tapi aku melihat bahwa Tristan dia ada di sebuah kursi duduk sendirian aku pun menghampirinya tapi saat aku menghampirinya dia bangun dan menjauh dari ku. Aku terus mengejarnya hingga dia terus menghindar dariku. Aku pun mencoba menjelaskan semuanya keoada Tristan dan juga minta maaf kepada tristan tapi Tristan memegang ke dua pundak ku lalu tersenyum kepada ju mungkin dia mau memaafkan diri ku tapi setelah dia memeluk diri ku dia pergi dari ku ya dia pergi menjauh dari ku.
Aku oun langsung terbangun dari tidur ku ya barusan aku hanya mimpi tapi mimpi itu terasa nyata entah lah tapi di mimpi itu Tristan menajub dari ju dna aku sekana akan tidak rela kalau dia menjauh dari ku aku bingung harus bagaimana sekarang aku bangun dan langsung mencuci wajah ku. Aku duduk di sofa kamar ku sambil merenung ya aku hanya merenungkan kata kata dona dan juga Rico aku bingung harus bagaimana. Aku ingin minta maaf kepada tristan dan juga aku ingin kembali kepada tristan tapi aku gensi untuk itu ya entah lah aku bingung bagaimana harus menjelaskan ini smeua membuat ku makin bingung saja. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar ku.
" Masuk " kata ku keoada orang yang ada di luar pintu. Pintu oun terbuka ternyata dona entah apa yang dia bawa untuk ku ya karena di tangannya ada sebuah nampan.
" Apa itu ?" Jata ku kepada dona.
" Tadi saya mengantarkan makanan untuk nona ke sini tapi nona sednag tidur jadi saya membawanya lagi. Dan ini makanan untuk nona ini sudah malam nona harus makan karena anak dan tubuh nona butuh makanan " kata dona kepada ku smabil meletakan nampan itu tepat di depan ku.
" Aku gak selera buat makan Don " kata ku kepada dona
" Saya tau tapi nona harus makan meskipun hanya sedikit, karena nona butuh tenaga dan nona masih berfikir dan berfikir itu juga butuh tenaga maka dari karena itu nona harus makan. Ini saya sudah membuatkan makanan ke sukaan nona juga drngan minumannya " kata dona kepada ku smabil.memeberikan nampan itu kepada ku.
" Tapi fon aku benar benar masih kenyang " kata ku keoada dona.
" Iya say tau tapi nona harus makan, lakukan ini semua demi anak yang da di dalam perut nona " kata dona kepada ku ya begitu lah dia dari duku dia selaku begitu di saat aku sakit pun dia yang selaku merawat ku dan memaksa ku untuk makan jika aku tak mau makan.
" Ya baik lah aku akan makan " kata ku kepada dona.
", bagus lah kalau begitu, nona makan ini sampai habis jangan lupa habis kan juga susunya agar bayi di dalam kandungan nona baik baik saja. Kalau begitu saya keluar dulu ya non. Jika nona butuh sesuatu tinggal panggil saya saja " jata dona kepada ku.
" Iya Don " kata ku kepada dona.
Dia oun pergi saat dia menutup pintu kamar aku melihat makanan di depan ku ya aku snagat malas dan juga kenyang untuk makan tapi benar kata dona kalau aku harus makan demi anak yang ada di dalam perut ku dengan malas aku pun memakan semuanya ya awalnya aku snagat malas untuk emmakannya tapi setengah jam kemudian aku memakan semuanya tanpa sisa begitu pun susu kesukaan ku. Setelah selsai aku pun menaruh nampan itu di meja. Aku melihat ke arah surat usang itu aku mengambilnya dan membukanya. Aku bingung harus emmbacanya atau tidak ya karena aku sudha tau kebenarannya dna juga apa yang ingin aku ketahui semuanya sudha aku ketahui tapi aku juga penasaran dengan surat ini. Aku pun membuka isi amplop nya dan mulai membacanya.
" Di sini saya selaku orang tua kandung Tristan saya benar benar minta maaf atas apa yang terjadi kepada anak dan juga menantu tuan, saya benar benar minta maaf meskipun tuan sudha memaafkan kami tapi rasa bersalah kami masih mengikuti kami kemana pun kami berada. Saya sebagai sahabat baik menantu tuan saya merasa snagat bersalah setelah apa yang terjadi kepada menantu tuan apa lagi semua ini di sebab kan oleh keluarga saya maka dari karena itu saya benar benar minta maaf. Dan saya akan membayarnya semuanya karena saya tidak ingin di habtui rasa bersalah yang besar. Tapi jika boleh saya ingin meminta sebuah pertolongan kepada tuan ya walau pun saya tau kalau saya dan keluarga saya sudah tak pantas untuk meminta pertolongan kepada keluarga tuan tapi saya benar brnar minta tolong, tolong jaga anak kami Tristan dengan baik hanya itu saja. Dan jika suatu saat Adeva tau semua kebenarannya saya harap dia mau melanjutkan keinginan saya dan menantu tuan untuk menjodohkan mereka. Jadi saya mohon tolong jaga anak saya dengan baik hanya itu saja. Saya tau itu adalah tugas yang cukup besar bagi Anda tapi saya tidak tau harus berbuat apa lagi dan harus emminta pertolongan kepada siapa lagi kalau bukan kepada Anda tuan karena yang bisa saya percaya saat ini hanya lah Anda saja yang bisa melakukan semua dan tolong sampai kan kepada Adeva kami meminta maaf kepadanya yang sebesar besarnya "
Ya itu lah isi dari surat itu. Aku menutup surat itu dan menaruhnya ke dalam tas ku. Ternyata Kakek selama ini tidak memberitahukannya kepada ku karena tak ingin aku menderita sepeti sekarang seharusnya aku mengikuti kata kata kakek dari awla untuk melupakan semuanya pasti jika aku melupakan semuanya dan tak lagi menyimpan dendam mungkin aku tak akan pernah menderita sepeti sekarang ini. Ya oasti aju sudah bahagia sekarang hidup bersama drngan Tristan dan juga anak yang ada di dalam kandungan ku tapi karena keegoisan ku akhirnya aku sendiri yang membuat semuanya menjadi kacau dan diri ku juga lah yang sudah membuat diri ku sendiri menderita.
" Don " kata ku memanggil dona tak lama kemudian dona pun masuk ke dalam kamar ku dia menghampiri ku dengan sopan.
" Iya non ada yang bisa saya bantu ?" Kata dona kepada ku sambil berdiri di depan ku.
" duduk aku mau cerita " kata ku kepada dona sambil menepuk nepuk sofa kosong yang ada di Samping ku. Dona pun duduk di samping ku sambil menghadap diri ku.
" Iya non ada apa ?" Kata dona kepada ku.
" Aku sadar kalau aku salah, aku ingin minta maaf sama tristn dan aku juga pengen kembali ke dalam pelukannya dan hidup bahagia tapi " aku menghentikan kata kata ku ya aku bingung harus bagaimana mengatakannya kepada dona.
" Tapi kenapa non ?" Kata dona kepada ku.
" Aku malu Don, aku takut kalau Tristan gak mau maafin aku " kata ku kepada dona.
" Aku akan bantu kamu " kata seorang laki laki dari pintu kamar ku ya kebetulan pintu kamar ku tak di tutup aju dan dona langsung melihat ke arah laki laki itu dan itu adalah Rico dia tersenyum ke arah ku dna embghamorik diri ku.
" Kamu ada di sini ric " kata ku kepada Rico
" Iya karena kamu gak ada di rumah dan aku khawatir Sam kamu jadi aku nyusul kamu deh ke sini " kata rico keoada ku sambil duduk do sofa yang kosong.
" Don siapkan minum dan juga makanan untuk dia ya " kata ku kepada dona.
" Baik non " kata dona kepada ku setelah itu dia pun pergi.
" Kapan kamu Sampek ?" Kata ku keoada Rico.
" Baru aja kok, oiya kenapa kamu gak bilang ke aku kalau kamu mau ke sini ku bisa anterin kamu kok ke sini, kamu tau waktu kamu gak ada di rumaha ku bingung cari kamu " kata Rico ekpada ju.
" Iya maaf ya tapi aku ke sini harus mencari tau sesuatu jadi aku ke sini tanpan bilang bilang ke kamu " kata ku kepada Rico.
" terus kamu sudah menemukannya sesuatu yang kamu cari itu ?" Kata Rico kepada ku.
" Ya aku sudha tau semuanya aku sudha tau apa yang gak aku tau selama ini " kata Rico kepada ku aku pun mengangguk kan kepala ku.
" Trus apa keputusan terakhir mu sekarang ?" Kata Riko kepada ku.
" Aku pengen kembali ke Tristan dan aju menyesal karena aku sudha salah paham Dengan smeua ini aku hanya memikirkan diri ku sendiri tanpa bertanya dulu kebenarannya" kata ku ekpada Riko tiba tiba pintu kamar ku terbuka ya dona datang dan memberikan minuman dna juga makanan kepada ku dan Rico setelah itu dona keluar lagi dari kamar ku.
" Aku akan bantu kamu, dan aku rasa dia juga punya keinginan yang sama dengan apa yang kamu rasakan itu adalah hal mudah Dev " jata Rico kepada ku.
" Dia cinta mati sama kamu dan dia gak akan pernah menjauh dari kamu itu mustahil Dev " kata Rico kepada d a ku.
" apa kamu yakin ?" Kata ku kepada Rico ya aku sedikit tidak yakin.
" Yakin bahkan sangat yakin, kamu sudah gak usha mikirin itu aku bakalan bicara sama Tristan dan nyuruh dia ke sini oke, kamu tunggu di sini aja dulu Sampek dia jumput kamu " kata Rico kepada ku.
" Oh gitu oke kakau gitu " kata ku kepada Rico.
Setelah itu aku dan Rico pun membicarakan hal lain, karena sudha sore akhirnya Rico pun pulang aku mengantarnya sampai depan rumah setelah mobilnya pergi aku pun masuk ke dalam dona bertanya kepada ku apa kah ada yang bisa dia babtu aku pun menceritakan kepada dona kakau Rico mengatakan kakau dia akan membantu ku bicara dengan Tristan dona terlihat sennag. Ya aku berharap semoga saja Tristan mau datang menjumput ku aku merasa menyesal sudah emmbuatnya menderita seprti ini. Jika dia mau memberikan ku kesempatan lagi maka aku tak akan menyiapkan nyiakan kesempatan itu lagi.
Tak terasa dua hari sudah berlalu aku sudha mulai khawatir ya aku khawatir kalau Tristan tak akan mau memaafkan diri ku. Karena ini sudha dua hari berlalu bagaimana kalau Tristan tak mau memaafkan diri ku ya aku tau itu resiko ku. Aku sekarang sedang duduk di dekat jendela menghirup udara pagi ya aku melakukan injs etiap hari agar bayi yang ada di dalam kandungan ku menjadi sehat dan juga bisa merasakan segarnya udara di pagi hari. Sambil mengelus elus perut yang sudha mulai membesar aku sambil berharap kala7 Tristan akan datang ke sini dna datang menjumput ku. Entah lah tapi aku tak bisa berharap banyak ya meskipun aku tau kalau ini adalah resiko yang ahrus aku tanggung akibat dari keegoisan ku sendiri.
Setelah sarapan aku oun masuk ke kamar tiba tiba ada orang yang menarik tangan ku dan labgsung memeluk erat diri ku aku kaget dan hanya diam saja ya aku tak tau siapa laki laki yang sedang memeluk ku ini aku hanya diam sambil melihat ke arah samping tapi aku tak bisa melihat wajah laki laki yang sedang memeluk ku ini. Tapi alrntah mengapa aku serasa mengenalnya ya aku merasa snagat akrab sekali dengan aroma tubuh laki laki ini dan entah mengapa aku tak bisa melawan dan tak ingin jauh darinya.
" Kamu siapa kenaoa kamu pekuk aku ?" Kata ku kepada laki laki itu dia pun hanya diam saja tanpa mengatakan apa pun.
" Maaf aku baru datang aku baru tau semua ini, maaf " kata laki laki itu kepada ku sambil melepaskan pelukannya dari ku saat dia melihat ku air mata ku turun tanpa permisi ya bagaimana tidak menangis karena laki laki yang ada di deoan ku adalah Tristan.
" Hei kenapa kamu nangis " kata Tristan keoada ku smabil menghapus air mata ku. Entah lah tapi aku tak bisa berkata kata lagi
" Iya aku tau aku salah ku minta maaf, Rico beberapa hari ini sudha coba hubungi aju tapi aku sibuk banget ngurusin masalah kantor di luar negeri dan saat aku kembali rico langsung marah marah ke aku bilang kalau kamu pengen kembali. Setelah tau aku langsung ke sini. Aku minta maaf sayang karena baru sekarang aku bisa datang ke sini aku minta maaf aku mohon jangan nangis donk sayang. Terus gimana kabar anak kita dia baik baik saja kan ?" Kata Tristan keoada ku sambil menghapus air mata ku dan mengelus elus perut ku.
" Aku pikir kamu gak mau maafin aku " kata kunkepada Tristan smabil terus menangis.
" Apa oun kesalahan kamu aku pasti maafin kamu kok sayang, karena kamu itu hidup ku dna aku gak mau kehilangan kamu " kata Tristan kepada ku.
" Aku minta maaf karena sudha salah paham.ke kamu " kata ku kepada tristan.
" Iya gak papa kok sayang, terus gimana kabar bayi kita sayabg ?" Kata Tristan kepada ku.
" Dia baik baik saja kok " jata ku ekpada Tristan.
" bagus, ayo kita secepatnya laksanakan pernikahan kita, aku ingin agar bayi ini mempunyai ayah sebelum di lahir, dan aku janji aku akan rawat dia dengan baik begitu pun dengan kamu sayang " kata Tristan kepada ku.
" Iya aku percaya kok ama kamu " kata ku ekpada Tristan
" Oke sekarang kita pulang ke rumah ya syaang, kita siapkan kembali pernikahan kita dan aku gak mau nunda nunda lagi, aku mau pernikahan kita di laksanakan dalam waktu satu Minggu aku ingin kamu jadi istri ku dan ibu dari anak ku ini " kata tristannkeoada ku.
" Apa oun itu aku setuju " kata ku keoada Tristan
" Bagus kalau gitu " kata Tristan keoada ku.
Setelah itu Tristan pun memeluk erat diri ku. Tanpa aba aba dia langsung mengendong ku dna membawa ku masuk ke dalam mobilnya. Deonajng perjalanan dia terus mengenggam tangan ku ya meskipun aku sudha bilang agar dia tetap fokus menyetir tapi ya begitu lah dia snagat keras kepala. Dia hanya embgatakan kakau dia tak ingin kehilangan diri ku. Tak lama kemudian kami pun sampai di rumah Tristan dia langsung emmbawa ku masuk ke kamar ya kamar yang sama kamar yang aju tinggalkan beberapa bulan yang lalu.
***
Setiap hari trisatn sibuk menyiapkan acar pernikahan kita berdua sedangkan aku ya aku hanya diam di rumah tanpa melakukan apa pun. Aku ingin membantu Tristan tapi Tristan mengatakan aku tak boleh terlalu lelah karena aku sednag mengandung aku bingung harus bagaimana percuma sekarang untuk membantahnya karena dia snagat keras kepala dan ya aku tau dia melakukan ini semua demi kebaikan ku dna juga bayi yang ada di dalam kandungan ku. Bahkan apa oun yang ingin ku lakukan tak boleh oelh dia bahkan jika pelayan pelayan membiarkan ku berjalan e dikit saja mereka langsung di marahi habis habisan oleh Tristan ya itu yang membuat ku dan tristn sering bertengkar tapi akhirnya dia mengerti ya semuanya di lakukan pelayan hanya mandi dan makan yang aku lakukan sendiri.
****
Seminggu telah berlalu akhirnya pernikahan ku dan tristn pun akan terjadi beberapa jam lagi sekarang aku sedang di dandani ya oleh perkasa yang duku aku ingin kan semuanya masih sama persis dengan apa yang aku inginkan. Tristan selaku mengutamakan apa yang aku ingin kan ya dia selaku menepati janjinya kepada ku ya dia selalu mengutamakan diri ku dari pada dirinya.
Setelah selsai di dandani aku duduk di ruang tunggu tak lama kemudian aku mendengar kalau Tristan emmasuki altar fans ebabtar lagi giliran ku. Dan ya betul saj aaku pun di panggil beberapa pelayan mendatangi ku aku oun bersiap di depan pintu untuk masuk ke altar tak lama kemudian pintu pun terbuka entah kenapa tapi saat ini aku snagat gugup ya bagaimana tidak karena semua mata melihat ke arah ku. Aku berjalan ke depan agar tidak guvuo aku menatap lurus ke arah Tristan dia terlihat gagah sekali aku melihatnya meneteskan air mata ya aku pun begitu akhirnya setelah semua ini terjadi akhirnya pernikahan ku dengan Tristan terjadi meskipun beberapa Minggu yang lalu banyak sekali masalah tapi aku bangga memilikinya karena dia selalu ada untuk ku bahkan di saat aku tak ingin bersama dengabbya tapi dia selalu ingin bersama drngan ku aku bangga memiliki laki laki seprti dirinya. Saat sampai di depan altar dia memegang tangan ku dan berjalan menghadap oastur.
Setelah melakukan sumpah dan melakukan janji suci dan juga setelah sah di nyatakan sebgaai suami istri rasanya perasaan ku lebih tenang karena aku bisa tenang saat mengetahui laki laki yang aku cinta sekarang sudha sah menjadi suami dna aku bahagia ya bahkan ku snagat bahagia.
***
kehidupan pernikahan ku dengan Tristan berjalan dengan lancar ya tak terasa sudah sembilan bulan berlalu dan semuanya masih sama sekarang aku sudha melahirkan tiga bulan yang lalu sekarang aku dan Tristan sedang sibuk mengurus anak pertama kami. ya aku melahirkan seorang putri yang snagat mirip dengan ku aku berdoa semoga kebahagiannya terus menghampiri dirinya.
sekarang aku sedang dalam perjalan menujunke kantor Tristan ya dia emminta ku dan juga Anita anak kami ke sana entah lah tapi tiba tiba saja dia menelfon ku dan menyuruh kami ke sana ya akhirnya mau tak mau kamu pun ke sana. saat sampai di sana aku masih harus menunggu karena Tristan sedang rapat ya aku harus menunggu dua jam lamanya. saat dia datang aku marah sekali kepadanya karena sudha membuat ku menunggu.
" Sayang maaf ya aku sudah ninggalin kamu meeting " kata Tristan kepada ku ya karena masih marah aku tak menjawab kata kata Tristan.
" Aku janji gak ini semua gak akan terjadi lagi kok syaang jadi aku minta maaf ya syaang " kata Tristan kepada ku
" ya gak papa " kata ku kepada tristan
", buat apa kamu manggil ku ke sini sama Anita ?" Kata kunkepada Tristan
" sekarang kita ke studio ya buat foto keluarga karena aku ingin foto kita bertiga di pajang di ruang tamu biar semua orang tau kalau kita hidup dengan bahagia " kata Tristan kepada ku.
' iya " kata kunkepada Tristan
Aku bahagia mempunyai laki laki sepeti dirinya yang bisa di andalkan dan juga sayang kepada ku dna juga anak kita Anita. Aku harap semua ini tak akan berubah dan aku juga berharap kalau aku dan Tristan dapat hidup bahagia selamanya bahkan sampai maut memisahkan kita.
Tamat.