
( Bryan )
Hati ku snagat bahagia saat tau kalau alecia mau membawa ku menemui ke dua orang tuanya bahkan dari bahagianya aku langsung mengabari ke dua orang tua ku mereka juga bahagia. Bahkan mereka berharap setelah pulang dari Korea mereka akan mendengar kabar gembira ya seperti pertunangan atau pun yang lainnya. Hari keberangkatan ke Korea pun tiba aku menjuput alecia di apartemennya bahkan aku masih sempat sarapan di apartemennya setelah selesai sarapan aku dan alecia langsung ke rumah ke dua orang tua ku saat sampai di sana Mama dan papa ku sangat bahagia bahkan mereka ingin mengantarkan kami berdua ke bandara tapi aku melarangnya ya karena aku tak ingin merepotkan mereka berdua kami pun langsung berangkat ke bandara.
Saat di pesawat aku tak bisa tidur begitu oun dengan alecia. Aku terlalu bahagia dan tegang untuk bertemu dengan ke dua orang tau alecia ya karena ini adalah kali pertama aku bertemu dengan orang tua wanita yang aku cintai. Saat sampai di bandara Korea alecia labgsung melambaikan tangan ke sekelompok orang orang mungkin itu keluarga besar alecia. Alecia pun pun langsung berlari ke arah mereka dan berpelukan cukup lama satu persatu aku yang melihatnya ikut bahagia ya aku bahagia akhirnya kekasih ku bisa bertemu dengan ke dua orang taunya setelah sekian lama bahkan aku pun ikut meneteskan air mata.
Setelah cukup lama berpelukan akhirnya alecia mengenalkan ku kepada anggota keluarganya dan hal yang membuat ku kaget adalah Amelia padahal alecia sudah menjelaskan sifat Amelia maksud ku agar aku tak kaget tapi tetap saja aku kaget dia berperilaku seperti laki laki yang tak ingin kekasihnya di ambil. Tapi aku tau diaelakukan itu karena dia sayang kepada alecia. Setelah itu kami pun pulang saat sampai di rumah alecia langsung masuk ke kamarnya sedangkan aku duduk di kursi tamu ya aku tak tau Diman kamar ku. Tak lama kemudian alrcia pun keluar setelah itu kami makan bersama. Setelah selesai makan aku pun di antar ke kamar oleh alecia ya memang kecil tapi cukup nyaman. Untuk ku toh aku tak maslaah tidur dimana pun asalkan alecia bisa bertemu dengan keluarganya bahkan papanya snagat baik kepada ku ya karena dia mengizinkan ku untuk tinggal di rumahnya padahal awalnya aku akan tinggal di hotel tapi papa alecia melarang ku dan ya akhirnya di sinilah aku sekarang di kamar yang bersebelahan dengan alecia. Setelah membereskan barang barang aku pun langsung mandi. Setelah selesai aku pun langsung keluar ya di kami masih berbincang bincang mengenai bebebrapa hal.
Cukup lama berbincang bincang akhirnya papa alecia menyuruh ku dan alecia masuk karena aku dan alecia harus istirahat saat sampai di kamar aku mengambil hp yang aku taruh sejak tadi di dalam tas ya karena aku harus menelfon papa dan Mama. Tak lama kemudian telfon ku pun terhubung.
"Halo ma pa?" Kata ku kepada Mama dan papa
"Halo gimana sudah Sampek?" Kata mama kepada ku
"Iya ma sudah jadi kamu tinggal dimana?" Kata mama ku kepada ku
"Papa alecia nyuruh aku buat tinggal di rumahnya awalnya aku gak mau dan mau tinggal di hotel tapi papa alecia maksa jadi aku sekarang di rumah alecia ma" kata ku kepada Mama
"Terus gimana mereka Nerima kamu ngak di sana?" Kata mama kepada ku
"Iya ma mereka Nerima aku dengan baik kok di sini bahkan mereka juga sudah ngerestuin hubungan ku dengan alecia ma pa. Dan aku juga di suruh manggil mereka papa dan Mama" kata ku kepada Mama
"Bagus lah buat mereka bangga jabgan sampai mereka kecewa" kata Mama kepada ku
"Oke ma siap" kata ku kepada Mama
"Yan kamu sudha bilang ke alrcia kalau kamu akan kerja sama dengan grub valdor karena kedatangan kamu ke sana kan juga untuk menandatangani kerja sama dengan grub valdor?" Kata papa kepada ku.
"Belom pa aku gak mau buat alecia kaget bahkan aku berencana buat ke grub valdor sendiri aja oa. Tapi kalau ada waktu yang tepat aku bakalan bilang ke alecia tentang kerja sama perusahaan dengan grub valdor" kata ku kepada papa
"Iya sudah yang penting kamu buat alecia bahagia dan jangan buat dia sedih" kata papa kepada ku
"Siap pa" kata ku kepada papa
Setelah itu kami pun membicarakan hal lain. Setelah cukup lama berbicara akhirnya papa memutuskan telfon yang terhubung dengan ku aku pun langsung istirahat.
Keesokannya aku bangun dan langsung lari pagi awalnya aku ingin mengajak alecia tapi kata Mama alecia dana Melia sudah keluar sejak tadi untuk ke pasar membeli bahan makanan. Setelah merasa cukup berlari aku pun kembali ke rumah alecia.
Satu Minggu berlalu dengan sangat cepat sekarang sudah malam dan alrcia bersama Amelia sedang keluar membeli minuman dan juga makanan untuk di makan kami ya karena besok kami berencana untuk piknik.
"Alecia belum pulang juga?" Kata mama alecia kepada ku
"Masih belum ma" kata ku kepada Mama alecia
"Coba kamu susul Mama khawatir terjadi apa apa soalnya ini sudah lama banget apa lagi super marketnya dekat sekali dengan rumah kita" kata Mama alecia kepada ku
"Baik ma" kata ku kepada Mama alecia.
Setelah itu aku pun masuk ke kamar untuk mengambil jaket ya karena cuaca hari ini i snagat dingin setelah memakaikan jaket iu ke tubuh ku aku pun langsung bergegas berjalan ke arah super market tapi belum sampai aku pun melihat Amelia dan alecia sednag di krubuni oleh laki laki aku pun langsung menghampiri mereka. Dan ternyata para laki laki itu ada crisan ya dia adalah cinta pertama dari kekasih ku. Hati ku sakit saat tau crisan ingin kembali kepada alecia aku pun ikut berbicara tapi crisan malah memukul ku habis habisan alrcia pun melerainya dan saat kami akan pulang crisan berlutut di depan alecia itu membuat hati ku bertambah sakit tapi alrcia tak mempedulikannya dia terus berjalan smabil mengandeng ku. Tapi sepanjang perjalanan pulang alecia hanya diam bahkan aku bisa melihat kesedihan yang snagat dalam di matanya saat sampai di rumah dia langsung masuk ke kamarnya ya aku mengerti mengapa dia begitu pasti sakit rasanya orang yang di cintai meninggalkannya begitu saja setelah sekian lama dia mengajaknya untuk kembali akhirnya Mama dan papa menghampiri ku.
"Apa ada yang terjadi?" Kata mama kepada ku
"Tadi di jalan aku dan alrcia ketemu sama crisan tante" kata Amelia kepada Mama alecia
"Lagi lagi laki laki itu" kata Mama alecia
"Bahkan dia meminta alecia untuk kembali ke crisna tapi alecia gak mau" kata Amelia kepada Mama alecia
"Dasar laki laki tak tahu malu. Terus apa yang di lakukan kepada menantu ku ini Kenap wajahnya sampai lebam seperti ini" kata Mama alecia kepada Amelia sambil melihat wajah ku yang sudah lebab dimana mana akibat ulah crisan.
"Apa dia berani lakukan itu" kata Mama alecia marah
"Sudah ma aku gak papa kok sebaiknya mam dan Amelia ke kamar alecia buat nenangin alecia. Aku takut sesuatu terjadi apa apa sama dia" kata ku kepada Mama alecia.
"Ya sudah kalau gitu Mama tinggal dulu" kata Mama alecia setelah itu dia dan Amelia pun pergi masuk ke kamar alecia.
Papa alecia menyuruh ku untuk masuk ke kamar dan tidur saat sampai di kamar aku tak bisa tidur ya pikran ku melayang ke arah alecia yang menangis apa aku harus menyerah. Tapi bukan kah alecia sudah menjadi kekasih ku tapi aku bisa melihat di mata alecia kalau dia masih memiliki perasaan dengan crisan bahkan saat crisan brlutu di matanya seperti ada luka yang snagat dalam. Aku juga bisa mengerti dari caranya diam saat di perjalanan pulang.
Keesokannya crisan dan Tan temannya kembali mereka membuat keributan di depan rumah alecia. Tapi setelah cukup lama akhirnya mereka di perbolehkan untuk masuk dan ya setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya aku harus kembali berjuang. Ya aku harus kembali memperjuangkan hati alrcia. Aku tak tau apa aku bisa atu tidak tapi aku akan mencoba sebisa ku. Jika pun alecia tak bisa kembali ke sisi ku aku bisa lega karena ada laki laki lain yang lebih mencintai alecia di bandingkan dengan diri ku. Ya lagi pula aku hanyalah pelampiasan saja bagi alrcia aku tau dan aku sadar sejak pertama kali tau tentang hubungannya yang tragis dengan crisan. Apa lagi aku datang di saat di sedang terluka.
Dua hari lagi kami akan berangkat ke Kanada dan ya di sana akau harus berjuang selama satu bulan aku juga sudah memberitahukan tentang hal itu kepada mam dan juga papa ku awalnya mereka kaget tapi setelah mendengar penjelasan ku mereka mengerti bahkan mereka menyuruh ku untuk semangat mengejar cinta alecia. Tapi aku tidak tau bagaimana caranya agar alecia mau kembali kepada ku dan membuka hatinya untuk ku aku bingung bahkan sekarang aku ada di sebuah taman seorang diri ya karena aku butuh suasana untuk menenang kan diri dulu. Cukup lama aku hanya diam tiba tiba Amelia dtaang dan memberikan ku sebuah minuman.
"Makasih" kata ku smabil mengambil minuman hangat yang baru saja di berikan Amelia kepada ku
"Ngapain kamu di sini? Mau mati beku kamu? Kata Amelia kepada ku
"Gak lah" kata ku kepada Amelia smabil menyeruput kopi yang baru saja Amelia berikan dan rasnaya cukup hangat.
"Kamu harus berjuang, aku, Om, dan juga Tante dukung kamu buat dapetin alecia kembali ke pelukan kamu" kata Amelia kepada ku
"Percuma" kata ku kepada Amelia
"Percikan emang percuma kenapa?" Kata Amelia kepada ku dia tampak bingung.
"Ya percuma buat apa aku berjuang mati matian jika hati alecia masih ada di crisan. Aku tau dan aku juga bisa lihat bahkan aku bisa rasakan kalau aku sudah tidak ada tempat di hati alecia. Dia hanya mencintai crisan seorang bukan aku" kata ku kepada Amelia.
"Maka dari karena itu kamu harsu berusaha keras buat buktiin ke alecia kalau kamu bisa" kata Amelia kepada ku.
"Aku tau kalau akhirnya aku akan kalah. Jadi apa sebaiknya aku menyerah sampai di sini dan membiarkan alrcia kembali ke crisan." Kata ku kepada Amelia
"Apa kamu gila. Kamu memperjuangkan alrcia selama lima tahun dan sekarang akmu mau menyerah. Aku rasa kamu gak benar benar cinta sama alecia" kata Amelia marah kepada ku
"Bukan seperti itu" kata ku kepada Amelia smabil kembali meminum kopi ku.
"Terus?" Kata Amelia kepada ku
"Aku gak mau alrcia bingung menentukan pilihannya. Kalau soal cinta aku snagat mencintainya bahkan lima tahun aku berjuang buat daptein dia tapi ajhribya aku harus berjuang lagi. Lima tahun aku berharap sama alecia. Berharap cintanya dan aku juga berharap kalau di bisa lupain crisan dan yang ada di hatinya dan pikirannya hanya ada aku. Tapi malam itu aku bisa lihat cinta alecia kepada crisan masih snagat besar dia memang mengatakan kalau dia membenci crisan tapi mata dan hatinya gak bisa bohong Mel. Apa lagi air mata yang di keluarkan nya demi laki laki itu gak bisa bohong aju tau dan aku gak bodoh" kata ku kepada Amelia.
"Jadi apa rencana kamu selanjutnya? Menyerah?" Kata Amelia kepada ku
"Entah lah aku lelah bahkan aku sudah capek buat berjuang dengan semuanya tapi cinta ku sangat besar aku ingin memperjuangkannya tapi aku takut perjuangan ku akan berakhir sia sia" kata ku kepada d a Amelia.
"Kalau kamu gak mau perjuangan ku sia sia maka kamu harus berusaha keras" kata Amelia kepada ku
"Aku akan berusaha" kata ku kepada Amelia
"Bagus aku akan selalu bantu kamu. Aku gak mau alecia kembali ke pelukan crisan karena sampai sekarang ibu crisan masih tidak merestui hubungan mereka aku takut kalau mereka kembali sesuatu yang buruk akan terjadi" kata Amelia kepada ku
"Iya aku harap dia milih aku ya walau pun harapan itu kecil" kata ku kepada Amelia smabil menghela nafas pelan.
"Walau pun kecil yang penting ada" kata Amelia kepada ku
"Ya benar kata mu" kata ku kepada Amelia.
Setelah itu kami tak lagi bicara aku dan Amelia sama sama diam ya kami sibuk dengan pikiran kami masing masing. Aku bingung aku harus berjuang buat alecia apa aku menyerah karena aku tau kalau alecia masih mencintai crisan. Tapi benar kata Amelia aku harus berjuang meskipun peluang itu hanya kecil mungkin peluang kecil itu akan menjadi besar jika aku berusaha dengan keras. Ya mungkin saja. Oke aku akan berjuang ini semua demi cinta ku tapi yang terpenting ini semua demi kebahagian alecia. Ya karena semua yang aku lakukan selama lima tahun ini hanya untuk membuatnya bahagia.