
( Alecia )
Beberapa bulan berlalu dengan sangat cepat tak terasa aku sudah menjadi kekasih bryan selama 5 bulan lamanya ya selama ini dia sangat perhatian kepada ku bahkan jika di lihat lihat dia lebih memperhatikan ku ketimbang memperhatikan dirinya sendiri. Pernah aku sakit dia yang sangat sibuk mengurus ini dan itu untuk ku bahkan hanya sakit panas saja dia mau membawa ku ke UGD bukan kah itu berlebihan ya aku tau kalau dia khawatir tapi menurut ku dia cukup berlebihan ya begitu pun kata Aiko dan teman teman ku yang lain saat mereka menemani ku di apartemen bahkan saat aku hanya ingin duduk dia memarahi ku dan menyuruh ku untuk tetap tiduran ya mau tidak mau aku tetap tiduran. Karena perhatiannya aku sembuh lebih cepat dari perkiraan dokter.
Dan ya sekarang aku sudah sembuh dan masuk kantor seperti biasa. Saat sedang fokus mengerjakan pekerjaan ku tiba tiba telfon berdering dan aku pun mengangkatnya ternyata bryan yang menelfon ku hemmm kenapa juga dia tidak mengirim SMS saja. Aku pun mengangkatnya dan bryan menyuruh ku untuk masuk ke ruangannya setelah menutup telfon dan menyimpan file pekerjaan ku aku pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke ruangan bryan. Saat sampai bryan menyuruh ku duduk di kursi yang ada di depannya.
"Ada apa kamu manggil aku? Aku banyak pekerjaan" kata ku kepada bryan setelah aku duduk di kursi tepat di depannya.
"Gini aku ada bisnis yang harus di urus di luar negeri dan itu memakan waktu lama" kata bryan kepada ku.
"Iya terus kenapa? Aku gak papa kok di sini lagian aku juga gak bakalan kemana kemana atau kenapa kenapa" kata ku kepada bryan ya aku tau mungkin dia khawatir untuk meninggalkan ku sendiri di sini tapi aku kan tidak sendiri di sini ada aiko, teman teman ku yang lain, ada Om Edward dan juga Tante Ratna.
"Bukan itu tapi kamu harus ikut untuk urusan kita kali ini sayang" kata bryan kepada ku
"Oh gitu oke kapan kita berangkat terus kita mau kemana?" Kata ku kepada bryan.
"Kita berangkat satu Minggu lagi dan kita akan ke ............ Korea" kata bryan langsung membuat ku kaget
"Ko... ko.... ko.... Korea?" Kata ku masih tak percaya dengan apa yang aku dengar.
"Iya sayang, kita ke sana sekaligus ke keluarga kamu bukannya kamu sudah lama banget bukan gak pulang ke Korea" kata bryan kepada ku.
"Tapi aku gak bisa" kata ku kepada bryan ya aku masih saja takut untuk bertemu dengannya atau teman temannya yang lain
"Sayang aku tau tapi sampai kapan kamu mau sembunyi dan sampai kapan kamu mau menghindar sayang. Kamu harus hadapin dengan kuat aku tau ini berat buat kamu tapi kamu harus hadapin. Aku percaya sama kamu kalau kamu bisa. Jadi kamu harus pulang orang tua dan teman teman kamu pasti sudah kangen banget sama kamu" kata bryan kepada ku sambil mengenggam ke dua tangan ku mencoba menguatkan diri ku.
"Iya aku pikir pikir dulu ya" kata ku kepada bryan.
'iya sayang" kata bryan kepada ku.
Setelah itu aku pun keluar dari ruangan bryan ya pikiran ku masih terngiang ngiang dengan perkataan bryan yang mengajak ku kembali ke kota asal ku ya Diman lagi kalau bukan Korea tapi aku bingung aku bimbang aku takut apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan orang orang yang sudah 6 tahun ini aku hindari aku takut bagaimana jika kejadian itu terulang lagi bagaimana. Aku hanya takut kalau perasaan ku akan berubah lagi jika bertemu dengannya aku tak ingin menyakiti bryan dia sudah sangat baik kepada ku. Bahkan dia yang selalu ada di samping ku di saat aku sedang susah dan terpuruk aku tak ingin menyakitinya tapi aku bingung harus bagaimana. Pikiran ku benar benar kacau sekarang aku juga bingung apa yang harus aku lakukan tiba tiba saja ada yang menepuk pundak ku secara pelan. Aku pun menoleh ke arah tangan yang menepuk pundak ku itu dan ternyata Aiko.
"Ada apa?" Kata ku kepada Aiko
"Kamu kenapa? Sakit?" Kata Aiko kepada ku
"Ngak kok" kata ku kepada Aiko
"Terus kenapa?" Kata Aiko kepada ku dan tampaknya dia khawatir kepada ku ya aku bisa lihat dari wajahnya.
"Bryan bakalan ngerjakan bisnisnya di luar negeri" kata ku kepada Aiko
"Oh jadi ceritanya galau nih mau di tinggal oleh sang kekasih?" Kata Aiko mengoda diir ku.
"Bukan bukan itu" kata ku kepada aiko ya aku bingung bagaimana aku harus menjelaskannya.
"Terus kenapa cobak kamu cerita sama aku Al. Aku jadi bingung" kata Aiko sambil duduk di kursi tepat di depan ku
"Bryan ngajak aku untuk bisnis ke luar negeri" kata ku kepada Aiko
"Terus kenapa?" Kata Aiko tampak makin bingung
"Aku gak bisa aku takut gimana kalok aku ketemu gimana kalok itu terjadi lagi" kata ku kepada aiko sambil menutup wajah ku.
"Apa sih yang kamu bicarakan cobak kamu bicara yang jelas jangan sepotong sepotong kayak gitu aku jadi bingung Al" kata Aiko mulai tak sabar.
"Bryan akan perjalanan bisnis ke Korea dan dia ngajak aku ke sana." Kata ku kepada Aiko sambil menutup wajah ku entah lah Aiko mendengar ucapan ku atau tidak.
"Apa yang salah kamu jalani saja, dia hanya ingin kenal ke keluarga kamu Al apa salah?" Kata Aiko kepada ku
"Gak kok gak salah tapi aku takut kalau nantik di sana aku bakalan ketemu dia dan aku takut perasaan ku jadi bimbang waktu ketemu dia. Aku gak mau nyakitin perasaannya bryan karena dia sudah baik dan perhatian banget sama aku bahkan dia mau nunggu aku Sampek 5 tahun lamanya aku hanya takut kalau perasaan ku tak bisa di kontrol" kata ku kepada Aiko
"Al aku tau perasaan kamu tapi kamu harus hadapi semua ini kamu gak bisa sembuh yi terus dan soal perasaan kamu. Kamu sendiri yang harus nentuin mana yang baik buat kamu dan mana yang ngak buat kamu Al" kata Aiko kepada ku
"Aku tau bryan juga bilang gitu ke aku tapi aku tetep aja takut" kata ku kepada Aiko
"Apa yang kamu takutin sekarang kamu harus berani Al. Ini sudah 6 tahun berlalu dan kamu sudah sembunyi cukup lama kamu gak bisa sembunyi terus kamu harus berani" kata Aiko kepada ku sambil emmegang tangan ku mencoba menguatkan diri ku.
"Iya aku tau tapi" kata ku kepada Aiko bingung harus mengucapkan apa
"Sudah gak ada tapi tapian sekarang kamu harus berani sampai kapan kamu akan sembunyi. Kamu gak bisa selamanya sembunyi Al kamu harus hadapi semua ini cepat atau lambat kamu pasti akna hadapin ini Al. Sampai kapan kamu mau sembunyi hah?" Kata Aiko kepada ku
"Tapi untuk sekarang aku masih gak siap" kata ku kepada aiko
"Satu tahun, dua tahun bahkan 5 tahun lagi kamu pasti akan bilang gitu juga Al. Kamu hanya terlalu takut Al. Sekarang kamu yakin kan perasaan kamu kalau kamu hanya jadi milik bryan bukan milik siapa siapa kamu wanita kuat aku tau itu. Dan kamu pasti bisa ngelewatin ini semua Al" kata Aiko kepada ku
"Tapi apa kamu yakin aku bisa?" Kata ku kepada Aiko ya aku masih ada sedikit perasaan ragu di hati ku.
"Aku yakin bahkan aku percaya kamu bisa lalui ini semua al. Ingat kamu lakukan ini semua demi Mama kamu, papa kamu, adik kamu, dan yang paling penting bryan laki laki yang sudah jadi kekasih kamu sekarang" kata Aiko kepada ku
"Oke aku akan coba" kata ku kepada Aiko ya benar kata Aiko aku harus mencobanya dan semua ini pasti akan berlalu aku tau kalau bryan pasti akan melindungi ku.
"Iya" kata ku kepada Aiko smabil menganggukan kepala.
"Sekarang kamu ke ruangan bryan dan bilang ke dia kalau kamu siap buat ke Korea untuk kenalain dia ke orang tua kamu" kata Aiko kepada ku
"Oke" kata ku kepada Aiko
Setelah itu aku pun berdiri dan berjalan menuju ruangan bryan ya aku meninggal kan Aiko di ruangan ku bahkan aku lupa menyimpan file biarlah nanti aku simpan. Aku pun berjalan menuju ruangan bryan saat sampai aku mengetuk pintu dan bryan menyuruh ku masuk aku pun masuk dan langsung berjalan ke arah bryan yang melihat ku dengan senyumannya yang snagat tampan.
"Ada apa sayang? Apa kamu butuh sesuatu?" Kata bryan kepada ku
"Ngak kok aku hanya mau bilang sesuatu ke kamu" kata ku kepada bryan
"Oh oke mau bilang apa sayang? Apa kamu sudah siap aku nikahin?" Kata bryan kepada ku dan itu membuat ku kaget tapi dia malah tersenyum ke arah ku
"Ayolah jangan bercanda aku serius" kata ku kepada bryan.
"Oke oke aku serius sekarang jadi apa yang mau kamu bicarakan sayang?" Kata bryan kepada ku
"Oke aku mau ke Korea bareng kamu dan kenalin kamu ke kedua orang tua aku" kata ku kepada bryan. Dan bryan pun langsung berdiri dari tempat duduknya membuat ku kaget.
"Ada apa?" Kata ku ikut berfikir karena aku kaget.
"Kamu serius dengan ucapan kamu?" Kata bryan masih melihat ku dengan tatapan tak percaya.
"Iya aku serius" kata ku kepada bryan.
"Aku gak salah dengar kan?" Kata bryan kepada ku
"Ngak kok" kata ku sambil melihat ke arah bryan bingung. Bryan langsung menghampiri ku dan memeluk ku dengan sangat erat membuat ku susah bernafas.
"Aku gak bisa nafas" kata ku sambil mencoba melepaskan pelukannya dan alhasil aku berhasil.
"Makasih sudah mau kenalin aku ke orang tua kamu aku janji bakalan buat mereka bangga" kata bryan kepada ku.
"Oke oke sekarang aku balek ke ruangan ku dulu soalnya masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" kata ku kepada bryan
"Tunggu dulu" kata bryan menghentikan langkah ku
"Ada apa lagi?" Kata ku kepada bryan
"Apa yang ngebuat kamu berubah pikiran bukannya kamu tadi bilang kalau kamu masih mau pikir pikir soal mau ikut ke Korea?" Kata bryan kepada ku
"Tadi Aiko ke ruangan ku dan ya dia ngasik aku nasehat kalau aku harus berani dan aku juga gak bisa kabur dari semua masalah ini untuk selamanya lagian ada kamu yang akan ngelindungin aku kan?" Kata ku kepada bryan.
"Pasti sayang, aku pasti akan selalu jaga kamu dan ngelindungin kamu dengan baik aku janji" kata bryan kepada ku
"Oke jadi apa aku sudah boleh balek ke kantor?" Kata ku kepada bryan sambil emnujuk ke arah pintu keluar.
"Oh iya boleh silahkan permaisuri" kata bryan kepada ku dengan suara yang di baut buat membuat ku geli.
"Apa sih ya sudah aku ke ruangan ku dulu" kata ku kepada bryan
"Oke" kata bryan sambil melambaikan tangannya ke arah ku.
Aku pun keluar dari ruangan bryan saat di luar aku mendengar dia berteriak kegirangan membuat geli sendiri saat mendengarnya. Dan kedengarannya di sangat bahagia sudah lah lebih baik aku kembali ke ruangan ku siapa tau Aiko masih ada di sana. Sebelum ke ruangan ku aku mampir ke kamar mandi setelah menyelesaikan urusan ku aku pun langsung berjalan ke ruangan ku saat sampai aku kaget ya karena Aiko dan teman teman ku sudah memenuhi ruangan ku bahkan mereka melihat ku dengan tatapan yang entah lah aku tak dapat mengerti mereka sepeti bahagia melihat ku dan mereka sepeti sudah tak bertemu dengan ku beberapa waktu yang lumayan lama.
"Tunggu kenapa kalian ada di sini?" Kata ku kepada Aiko dan teman teman ku
"Emang slaah?" Kata salah satu teman ku dan dia membawa makanan ke tempat ku
"Iya gak ada sih" kata ku terus berjalan menuju kursi ku.
"Jadi gimana kamu sudah bilang ke pak bryan kalau kamu mau ikut dia ke Korea dan kenalin dia ke kedua orang tua kamu?" Kata Aiko kepada ku dan tampaknya dia sudah tak sabar mendengar jawaban ku
"Iya sudah" kata ku kepada Aiko
"Terus apa katanya?" Kata salah satu teman ku kepada ku dan tampaknya dia lebih penasaran di bandingkan dengana Aiko.
"Dia langsung meluk aku Sampek Sampek tadi aku sudah mau mati ja di peluk dia" kata ku kepada Aiko
"Terus terus?" Kata Aiko masih penasaran.
"Terus ya dia bahagia bahkan waktu aku keluar aku dengar dia teriak teriak di dalam" kata ku kepada Aiko
"Bagus lah semoga hubungan kalian lancar ya tanpa ada kendala" kata Aiko kepada ku.
"Iya makasih ya sudah doain aku?" Kata ku kepada Aiko dan teman teman ku yang lainnya
"Iya" kata Aiko dan yang lainnya bahkan sebagian ada yang hanya mengangguk karena fokus dengan makanan yang di bawanya.