
“gimana kalok salsa.” Kata ratna tiba tiba
“apanya?” kata ku bingung
“gimana kalau nama anak kita salsa sayang?” kata ratna kepada Jason
“bagus, kamu terfikir dari mana?” kata Jason penasaran
“oh aku ambil dari nama syasa dan alzelfin karena lucu liat mereka berdua tengkar terus.” Kata ratna kepada Jason dan kepada kuserta alzelfin
“iya bagus kok, kalau nama panjangnya biar aku pikirin?” kata Jason kepada ratna
“iya.” Kata ratna kepada Jason
Setelah itu kami berbincang bincang mengenai si kecil salsa. Dia sangat imut dan lucu dengan pipinya yang sangat tembem ingin membuat k uterus mencubit pipinya tapi aku tega untuk mencubit pipinya. Tak lama kemudian orang tua Jason dan ratna datang berbarengan satu persatu dari mereka mengendong cucu pertama mereka yang akan menjadi tuan putri di keluarga ini. Aku bahagia melihat mereka seperti itu dan aku harap jika suatu saat nantik aku dapat merasakan hal yang sama dengan yang di alami oleh Jason dan ratna dan aku berdoa semoga mereka selalu bahagia dengan didatangkannya si kecil mungil salsa.
Tanpa terasa sekarang sudah 3 hari berlalu dan hari ini aku harus wawancara pertama ku dan ini membuat ku galau serta senang sekaligus kenapa? Karena aku tak bisa menjumput ratna pulang ke rumah. Aku sudah bilang sebelumnya ke ratna dan dia tak mempermasalahkannya tapi aku tetap saja tak enak kepadanya jadi aku sudah menyiapkan hadiah untuk si kecil mungil salsa. Hari ini aku nomer urut 25 aku datang jam 9 pagi dan ini sudah 3
jam aku menunggu dan masih menunggu giliran ku untuk di panggil aku sangat lapar dan ingin pergi makan tapi aku takut nanti tiba tiba di panggil jadi aku hanya bisa menahan perut ku yang terus berbunyi.
“ini?” kata wanita di sebelah ku sambil menyodorkan sebuah roti kepada ku
“gak usah makasih.” Kata ku kepadanya
“sudah gak papa ambil aja aku tau kamu dari tadi lapar kan? Nih udah makan aja.” Katanya sambil menaruh roti itu di tangan ku
“mmm makasih ya.” Kata ku sambil membuka roti itu dan memakannya
“nama kamu siapa?” kata wanita itu kepada ku
“aku syasa, kalau kamu?” kata ku berbalik bertanya kepadanya
“aku Dona.” Kata wanita yang baru saja aku tau namanya dona
“kamu nomer urut berapa don?” kata ku kepada Dona
“nomer urut 24, kalau kamu?” kata dona kepada ku
“aku nomer urut 25 nih.” Kata ku sambil menyodorkan nomer antrian ku
“aku tega dan takut gak lulus wawancara 01 dan dari yang aku dengar katanya beberapa mahasiswi ada yang gagal loh.” Kata dona dan itu membuat ku takut
“oh iya kenapa katanya?” kata ku penasaran
“di dalam katanya dia terbata bata waktu wawancara jadi hanya keluar beberapa kata dia sudah gak lulus.” Kata dona kepada ku
“hufh aku jadi makin tegang.” Kata ku kepada dona
“iya sama aku juga.” Kata ku kepada dona
“semoga aja aku lulus kan kamu tau kalauwawancara masih ada beberapa dosen lagi.” Kata ku kepada dona lagi
“iya semoga aja.” Kata dona kepada ku
Tak lama kemudian nomer urut 24 di panggil ya itu dona saat di panggil dia menatap ku dengan wajah yang tak dapat aku mengerti ya seperti perasaan takut dan tegang bersamaan dan ini membuat ku bertambah tegang dan takut saat aku menunggu hp ku berbunyi menandakan kalau ada pesan masuk dan itu dari alzelfin isinya “sayang kamu yang semangat ya wawancaranya dan semoga kamu lulus, biar kita cepet menikah dan punya anak seperti ratna dan Jason I Love You” kata alzelfin kepada ku dan itu membuat semangat ku mengebu gebu untuk wawancara aku pasti bisa lulus wawancara tak lama kemudian dona datang dan katanya dia tidak lulus karena tadi dia terlalu tegang saat di wawancara.
Setelah dona pergi aku di panggil, aku sudah siap dan aku pasti lulus kata ku dalam hati aku masuk, saat masuk beberapa dosen langsung melihat ku secara bersamaaan dan itu membuat ku tegang, tapi aku harus lulus setelah itu dosen pertama mengintruksikan untuk mulai wawancara tanpa terasa aku sudah menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan ini adalah saat dimana semua dosen memberitahukan kepada ku kalau aku LULUS atau TIDAK
“kamu lulus, dan bis alnjut ke wawancara selanjutnya, silahkan datang 7 hari lagi dan jangan lupa pelajari materi dengan benar.” Kata dosen kepada ku dan itu membuat ku sangat sangat gembira
“baik terima kasih.” Kata ku sambil meninggalkan ruang wawancara
Setelah itu aku kembali ke apartement,setelah selesai mandi dan berdandan aku langsung bergegas ke apartement ratna saat masuk ternyata orang tua ratna dan Jason masih ada disini aku langsung masuk dan duduk di dekat mamanya ratna
“kamu kapan menikah sya?” kata mama ratna kepada ku
“tahun depan kayaknya tante.” Kata ku kepada mamanya ratna
“tante doain semoga langgeng ya syaang.” Kata mama ratna kepada ku
“iya makasih tante atas doanya.” Kata ku kepada mamanya ratna
Setelah itu aku bermain dengan si kecil mungil salsa setelah itu saat salsa di mandi kan aku masukke kamar ratna di tiduran sambil memegang perutnya.
“kenapa?” kata ku khawatir
“sakit.” Kata ratna kepada ku
“sakit banget ya, Jason kemana kok gak ada di luar juga gak ada?” kata ku kepada ratna
“iya sakit banget, ohdia lagi beli obat soalnya tadi lupa katanya beli obat buat aku.” Kata ratna kepada ku
“gimana sih kok bisa lupa, kan kamu jadi kesakitan.” Kata ku kepada ratna
“gak papa di hanya terlalu gembira dengan datangnya salsa di dunia ini.” Kata ratna kepada ku
“terus kmu di lupain gitu?” kata ku kepada ratna
“aku gak di lupain kok, sudah yang penting sekarang dia lagi beli obat buat aku.” Kata ratna kepada ku
“hmmm iya iya.” Kata ku sambil duduk di sebelahnya
“kamu gimana sama wawncaranya?” kata ratna kepada ku
“oh itu aku lulus.” Kata ku sambil tersenyum lebar kepada ratna
“syukur deh kalau kamu lulus, jangan lupa pelajarin materi selanjutnya jangan males malesan.” Kata ratna sudah berbicara seperti dosen ku yang mewawancara ku tadi
“iya iya , kamu kayak dosen ku ajah.” Kata ku kepada ratna
“aku cerewet kan demi kebaikan kamu syasa,” kata ratna kepada ku
“iya aku ngerti kok, kemana sih Jason lama banget.” Kata ku kepada ratna
“sya aku ada yang mau di omongin sama kamu.” Kata ratna kepada ku
“iya apa?” kata ratna kepada ku tapi saat dia akan berbicara Jason masuk
“ini obatnya sayang.” Kata Jason teengah engah
“”sini, kamu lama banget sih ratna kan jadi kesakitan.” Kata ku kepada Jason marah
“maaf ya sayang aku gak becus jaga kamu sudah buat kamu kesakitan?” kata Jason sambil menangis, dan ini membuat ku bingung
“emangnya perkataan ku kasar banget ya? Kok Jason bisa langsung nangis?” kata ku kepada ratna dan Jason karena aku bingung dengan mereka
“gak papa kok.” Kata ratna kepada ku
Setelah itu Jason membantu ratna untuk bangun, setelah selesai minum obat aku meninggalkannya karena tadi dia
mengatakan ingin istirahat. Jadi aku pulang ke apartement karena ini juga sudah malam saat sampai di apartement alzelfin menganget kan ku karena dia langsung menghampiri ku dan memegang bahu ku dengan sangat kencang dan itu membuat pundak ku ngilu
“kamu dari mana aja sya, kamu tau aku bingung nyarik kamu dari tadi apa lagi kamu gak bawa hp?” kata alzelfin kepada ku
“maaf tadi aku ke rumah ratna.” Kata ku kepada alzelfin
“ya sudah gak papa tapi jangan di ulangin lagi.” Kata alzelfin kepada ku
“iya aku janji gak bakalan ngulangin lagi.” Kata ku kepada alzelfin
Setelah itu alzelfin masuk ke kamar untuk mandi karena tadi dia tak sempat mandi katanya sedangkan aku. Aku menonton TV sambil mengerjakan wawncara untuk selanjutnya tak lama kemudian alzelfin datang dengan pakaian santainya. Lalu dia duduk di samping ku
“gimana tadi wawancaranya sayang?” kata alzelfin kepada ku
“oh itu aku lulus.” Kata ku sambil melihat kepadanya dan tersenyum lebar
“bagus kalau gitu kamu harus berusaha terus sampai semua wawancaranya lulus?” kata alzelfin kepada ku
“itu pasti donk, oiya perusahaan kamu gimana?” kata alzelfin kepada ku
“oh aku sudah nemu dalangnya.” Kata alzelfin dan itu mengalihkan pandangan ku dari laptop
“oh iya siapa?” kata ku sangat sangat sangat penasaran
“joni.” Kata alzelfin dan itu membuat ku kaget
“joni, maksud kamu joni mantan tunangan aku?” kata ku tak percaya
“iya siapa lagi.” Katanya kesal
“kok bisa terus ekarang dia dimana?” kata ku kepada alzelfin
“dia sekarang sudah jadi buronan polisi.” Kata alzelfin kepada ku
“masih belum di tangkap ya.” Kata ku kecewa
“bentar lagi juga ketangkep kok tenang aja.” Kata alzelfin kepada ku
Setelah itu aku kembali sibuk dengan soal wawancara ku yang kedua. Tak lama kemudian hp alzelfin berbunyi yang menandakan kalau ada yang menelfon
“iya pak?” kata alzelfin kepada penerima itu
“oh baik.” Kata alzelfin lagi
“iya terima kasih atas kerja samanya.” Kata alzelfin sambil menaruh hpnya di meja
“kenapa?” kata ku penasaran
“gak papa.” Kata alzelfin kepada ku
“terus itu siapa barusan?” kata ku kepada alzelfin
“polisi.” kata alzelfin
“terus apa katanya?” kata ku kepada nya karena aku sangat sangat penasaran
“joni sudah tertangkap.” Kata alzelfin kepada ku
“wah bagus donk, biar dia kena ganjarannya.” Kata ku sangat senang
Setelah tiu aku kembali mengerjakan tugas ku kembali. Tak terasa sekrang adalah hari wawncara kedua dan aku mendapatkan nomer urut 10 dan ini tak akan memakan waktu lama aku datang ke kampus sekitar jam 9 pagi aku menunggu bersama dengan mahasiswa lainnya sekitar 5 jam kemudian aku di panggil. Aku masuk dan memulai wawancara sekitar 1 jam akhirnya selesai dan aku di nyatakan LULUS setalah itu aku berjalan menuju halte bus karena taxi di sekiat sini sangat jarang sekali setelah. Aku berjalan sendirian dan aku merasa seperti ada yang
mengikuti ku saat aku melihat ke belakang ternyata hanya kucing ternyata hanya perasaan ku saja. Aku melanjukan perjalanan ku ke halte bus saat sampai ternyata masih belum ada bus yang datang dan di halte itu sangat sepi sekali bahkan di jalan sekita ku pun sangat sepi aku duduk menunggu bus datang. Sekitar 1 jam kemudian bus yang aku tunggu tunggu akhirnya datang saat di dalam bus aku merasa seperti ada yang mengawasi ku saat di halte bus tadi jadi aku melihat kesekeliling dan tak ada orang saat aku sampai di apartement ternyata alzelfin sudah sampai di rumah aku bergegas mandi dan setelah selesai aku duduk di sampingnya di sepertinya tampak gelisah
“kenapa?” kata ku khawatir
“joni dia kabur waktu kemarin di bawa ke kantor polisi.” Kata alzelfin kepada ku
“apa kok bisa?” kata ku bingung
“aku juga gak ngerti.” Kata alzelfin sambil memegang dahinya dengan sebelah tangan
“sudah kamu yang sabar ya nanti dia juga pasti ketangkap kok.” Kata ku kepada alzelfin mencoba untuk menenagkannya
“iya sayang.” Kata alzelfin tersenyum kepada ku sambil mencium kening ku
“kamu sudah makan?” kata alzelfin kepada ku
“sudah barusan.” Kata ku kepada alzelfin
“kamu sudah makan?” kata ku lagi kepada alzelfin
“iya sudah itu aku beli barusan.” Kata alzelfin kepada ku
“hmmm ya sudah tidur yuk, jangan di pikirin nantik kamu sakit lagi?” kata ku kepada alzelfin
“iya ngak di pikirin kok.” Kata alzelfin kepada ku lagi
“ya sudah tidur yuk ngantuk aku besok wawancara terakhir kalau lulus kita bisa menikah.” Kata ku kepada alzelfin
“beneran?” katanya dengan sangat semangat
“iya beneran kok.” Kata ku kepada alzelfin
“oh ya sudah ayo tidur biar kamu besok gak kepekan biar semangat dan fit buat wawancara?” kata alzelfin kepada ku setelah itu kita masuk ke kamar dan mulai tidur
Keesokannya aku di antar oleh alzelfin ke kampus dan nantik katanya dia akan menjumpt ku saat pulang. Akuy masuk ke dalam dan mengambil nomer antrian setelah selesai aku duduk di bangku tunggu aku nomer 77. Dan sekarang katanya sudah nomer 40an wawancara kali ini memang sedikit lama karena ini adalah ujian terkahir, sekitar 7 jam kemudian aku di panggil dan ini membuat ku sangat lelah karena aku paling benci dengan yang
namanya menunggu saat aku masuk dosen langsung memulai wawancara ku sekitar 2 berlalu akhirnya selesai
“baik kamu LULUS, selamat.” Kata para dosen berdiri dan menyalami aku
Setelah itu aku keluar dengan memegang dengan sebuah gelar di belakang nama ku, aku berjalan keluar lalu aku menelfonalzelfin karena katanya tadi saat aku selesai aku harus langsung menelfonnya agar dia cepat datang menjumputku. Aku berjalan ke lobi dan mengambil hp ku untuk menelfon alzelfin
“halo?” kata ku saat terhubung dengan alzelfin
“iya kamu sudah selesai?” kata alzelfin kepada ku
“iya sudah bisa jumput sekarang?” kata ku kepada alzedlfin
“oke ini sudah mau jalan.” Kata alzelfin kepadaku
Setelah itu aku menunggu di pinggir jalan agar alzelfin langsung menemukanku. Saat sampai di sekeliling ku sangat sepi ya karena sebagaian mahasiswi masih di dalam kampus. Aku menunggu alzelfin sekitar 20 menit aku menunggu dia masih tak datang juga. Tapi tiba tiba ada yang menyekap mulut ku dengan bau yang sangat menyengat aku mencoba melawannya tapi tenanganya sangat kuat dan semuanya menjadi hitam pekat.