Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 08


Setelah selesai makan kami pun pulang ke rumah, saat sampai di rumah aku langsung masuk ke kamar. Dan langsung mandi


****


Hari ini aku sedang di luar ya seperti kebiasaan ku setiap minggu aku selalu datang ke makan Mama, papa, Kakek, dan juga nenek ku dan ya kebetulan makam mereka berdekatan jadi aju tidak susah susah mencarinya. Tadi pagi saat aku pamit akan pergi ke makam Tristan ingin ikut ke makam tapi aku tak memperbolehkannya. Ya karena biasanya aku menceritakan semua hal yang aku alami di depan makam Mama papa, Kakek , dan juga nenek. Entah mengapa tapi hal ituembuat ku tennag stelah menceritakan semuanya dindepan makam mereka. Tak lama kemudian aku pun sampai di makam aku turun dan berjalan ke makam. Saat sampai aku menaruh bunga di setiap makam ya itu semua adalah bunga kesukaan keluarga ku.


"Ma pa Mel kek Deva sudah Dateng. Ya sepeti biasa Adeva datang sendirian ke sini. Sebetulnya tadi ada yang mau ikut Adeva ke sini tapi Adeva nolak buat ngajak dia ke sini. Oiya kek sekarang Adeva tinggal sama dia sebenarnya aku pengen kembali ke rumah tapi di sana aku sendirian dan aku ngerasa gak punya siapa siapa di rumah itu jadi maaf ya kek kalau Adeva gak tinggal di situ tapi Adeva usahain kalau setiap Adeva ada waktu. Adeva pasti ke sana kok ..... oiya laki laki itu namanya Tristan dia baik dan kita gak sengaja ketemu waktu Adeva liburan waktu itu Adeva gak sengaja liat dia di pukuli oleh banyak orang ya udah Adeva tolongin dia ya sejak itu kita kenal. Dan waktu Adeva mau bunuh diri .... dia yang nolong Adeva dan buat Adeva sadar.... maaf ma pa kalau Adeva sempat berfikiran seprti itu tapi sekarang Adeva sudah sadar kok .... dan adeva juga gak mau buat kalian khawatir .... tapi sekarang Adeva lagi bingung ma pa. Laki laki itu Tristan dia Bawak adeva ke makam Mama dan papanya kemarin dan dia bilang di depan makam Mama dan papanya kalau dia suka dan syaang sama Adeva. Tapi sedangkan Adeva gak tau Gimana perasaan Adeva sama dia. Dia memang baik dan banyak nolong Deva tapi jujur perasaan Adeva saat ini masih gak tau harus apa dan gimana. Kalian gak marah kan kalau Adeva sudah tinggal dengan laki laki yang bukan siapa siapa Adeva tapi jujur aja Adeva hanya ngerasa kesepian waktu Adeva di rumah. Ma pa Mel kek Adeva pulang dulu ya soalnya sudah siang dan sepertinya sebentar lagi bakalan hujan deh. Minggu depan Adeva datang lagi kok oke" kata ku kepada makam Mama papa Kakek dan nenek ku.


Setelah itu aku pun pulang aku sebaiknya cepat cepat mencari taxi ya soalnya mobil yang tadi aku naiki aku menyuruhnya pulang dulu karena aku masih ingin pergi ke perpustakaan umum ya biasa lah aku anak yang suka sekali membaca. Aku berdiri di depan pemakaman sudah lumayan lama tapi masih belum ada tanda tanda kalau taxi akan datang aju embgambil hp ku ya aku berniat memesan taxi online. Tapi hp ku tak ada baterainya. Aku menaruhnya kembali hp ku ke dalam tas


Tiba tiba hujan turun dengan deras aku menutupi kepala ku dengan tas dan melihat ke arah sekeliling di sini tak ada tepat untuk berteduh dan juga masih tak ada taxi yang datang. Tiba tiba ada payung yang memenuhi diri ku aku melihat ke arah orang di samping ku dia tinggi, atletis, dan juga tampan


"Oh maaf tadi aku liat kamu kehujanan jadi aku payungin deh " kata laki laki itu kepada ku.


"Oh iya makasih" kata ku kepada laki laki itu sambil sedikit menyingkir darinya bahkan tubuh ku bagian kiri pun sudah terkena guyuran air hujan


"Oke oke aku tau kalau kamu takut tapi aku bukan orang jahat kok, " kata laki laki itu kepada ku ya aku memang sedikit takut dia akan berbuat jahat kepada ku dan kata katanya membuat ku malu karena ketahuan kalau aku sedikit menjauh dari dirinya.


"Mana ada orang jahat ngaku jahat. Semua orang pasti ngakunkalau dia baik lah" kata ku kepada laki laki itu.


"Ya kamu memang bener, bener banget apa yang kamu ucapkan tapi aku benar benar bukan orang jahat kok, aku seorang pengusaha dan aku ke sini habis dari makam Mama ku" kata laki laki itu kepada ku smabil menundukkan kepalanya.


"Oh gitu, aku juga ke sini habis ngunjungin makan keluarga ku" kata ku kepada laki laki itu.


"Siapa yang kamu kunjungi di sini?" Kata laki laki itu kepada ku.


"Mama papa Kakek dan juga nenek" kata ku kepada laki laki itu.


"Oh maaf aku gak tau" kata laki laki itu kepada ku.


"Gak papa kok, lagi pula mereka sudah tenang dna bahagia di sana" kata ku kepada laki laki itu sambil.melihat ke arahnya.


"Ya bener apa yang kamu bilang" kata laki laki itu kepada ku sambil tersenyum cerah ke arah ku.


"Oiya kamu mau kemana biar aku Anter" kata laki laki itu kepada ku.


"Gak papa gak usah aku nunggu taxi aja" kata ku kepada laki laki itu.


"Di sini taxi jarang banget sudah ayo kamu emang mau kemana?" Kata laki laki itu kepada ku.


"Aku mau ke perpustakaan umum" kata ku kepada laki laki itu.


Aku pun hanya mengangguk kan kepala saja, setelah itu itu mengeluarkan ponselnya dan menelfon setelah selsai dia menaruh kembali honya di saku celananya. Dan tak lama kemudian datang sebuah mobil dia menyuruh ku masuk aku pun masuk. Saat di dalam dia menyalakan penghangat dan juga memberikan ku handuk. Aku menerimanya dan memakannya karena baju ku dan juga rambut audah basah kuyup tak lama kemudian kami pun sampai di depan perpustakaan.


"Makasih ya sudah nganterin aku" kata ku kepada laki laki itu sambil.rmngambil handuk yang ada di tubuh ku ya walau pun tak seratus persen kering tapi lumayan lah cukup kering.


"Iya sama sama, tapi maaf aku hanya bisa nganterin sampek sini karena bentar lagi aku ada meeting ya cukup penting" kata laki laki itu kepada ku.


"Iya gak papa kok, ya audah kalau gitu aku pergi dulu bye" kata ku kepada laki laki itu.


Setelah itu aju pun turun dan langsung masuk ke dalam.perpustakaan ya karena di luar masih hujan dan hujan itu pun bertambah deras. Setelah itu aku pun mulai mencari buku buku yang aku ingin kan ya aku ke sini hanya ingin mencari novel karena bebebrapa buku yang ada di rumah triatan audah selesia aku baca. Karena di waktu luang aku suka sekali membaca.


Setelah memilih beberapa buku aku pun ke kasir untuk membayarnya ya di sini bisa meminjam buku atau punembeli buku. Karena aku lelah untuk mengembalikan buku buku jadi aku membelinya. Setelah selsai aku pun keluar tapi di sini masih tetap hujan untungnya ada taxi yang lewat. Aku berlari ke arah taxi yang audah berhenti dan langsung masuk. Setelah itu aku pun memberikan alamat kepada supir.


****


Sudah bebebrapa hari ini badan ku terasa tak nyaman badan ku juga sering terasa dingin dan juga aku tak selera untuk makan. Entah lah aku tak tau mengapa aku bisa begini ya mungkin saja aku hanya demam biasa saja. Aku snagat haus sekali tapi air di kamar ku sudah habis aju turun dari ranjang rasanya pusing sekali bahkan barang barang yang ada di depan ku seakan akan bergerak dan juga beputar. Aku memejamkan mata ku sebentar lalu kembali membuka mata ya audah cukup lebih baik aku mengambil gelas dan berjalan ke arah dapur ya meskipun rasanya pusing sekali tapi aku sangat haus. Saat menuruni tangga aku seprti akan pingsan dan akhirnya aku sampai di dapur aku pun mengambil air. Tapi saat akan menaiki tangga akhirnya aku gak kuat dan jatuh. Aku pikir aku akan jatuh ke lantai tapi untungnya ada yang menangkap ku saat aku membuka mata ternyata Tristan.


"Kamu sakit?" Kata Tristan kepada ku dia tampak snagat khawatir melihat diri ku.


"Gak kok aku baik baik aja" kata ku kepada tristan.


"Baik baik Giman kamu aja hampir jatuh gitu, ayo aku gendong aku antar kamu ke kamar" kata triatan kepada ku.


"Gak usah aku bisa sendiri kok" kata ku kepada tristan


"Udah ayo aku antar" kata Tristan kepada ku tanpa aba aba dia pun langsung mengendong ku dan membawa ku ke kamar. Saat sampai dia langsung menaruh tubuh ku dengan pelan dia kasur dan menyelimuti diri ku.


"Ambilkan termometer dan juga air dingin sekarang" kata Tristan kepada pelayan yang mengikuti kami.


"Aku gak papa kok, udah kamu kembali kerja aja" kata ku kepada triatan.


"Baik baik aja Giman kamu ini lagi panas, udah kamu gak usah ngebantah" kata triatan kepada ku aku pun hanya bisa diam saja.


Setelah itu dia pun menyuruh bebebrapa pelayan membawakan ku bebebrapa benda ya termaksud bubur untuk ku makan. Dia terlihat khawatir entah lah aku merasa dia sangat peduli kepada ku. Sejak dulu ya sejak Mama dan papa ku meninggal hanya Kakek lah yang selalu ada dan selalu merawat diri ku di saat aku sedang demam. Dan sekarang di saat aku sedang demam ada seorang laki laki yang mengatakan kakau dia mencintai ku ya bahkan aku sendiri tak tau bagaimana perasaan ku kepada tristan. Setelah pelayan pelayan itu datang dia pun mulai mengukur suhu tu uh ku dan ternyata cukup panas juga ya panas badan ku sekitar tiga puluh sembilan koma sembilan derajat Celsius dan dia marah marah kepada ku karena aku tak segera memberitahukan kepada tristan kalau sebenarnya aku sedang sakit. Ya aku hanya tak ingin merepotkan nya saja itu saja. Setelah itu dia punenyuapi ku bubur yang di bawa oleh pelayan awalnya aku tak mau ya karena aku tak berselera untuk makan karena setiap makan yang aku makan akan terasa pahit bahkan air putih pun akan terasa pahit saat aku meminumnya. Tapi Tristan memaksa dan emngatakan kakau ini demi kesembuhan ku ya karena dia snagat memaksa untuk memakan bubur itu akhirnya mau gak mau aku pun memakannya ya walau pun dengan perasaan terpaksa . Setelah selsai makan aku pun meminum obat setelah itu Tristan menyuruh pelayan.untuk.emngambilka air dingin untuk mengompres diri ku. Ya aku tak ingin karena dia pasti akan kerepotan jika masih harus mengompres diri ku. Tapi ya begitu lah dia sangat keras kepala aku bicara pun tak di dengarkan olehnya. Tiba tiba aku merasa sangat mengantuk sekali ya entah lah mungkin ini adalah efek samping dari obat yang baru saja ku minum. Tristan melihat diri ku yang terus saja menguap. Dia pun mengatakan akan kalau ku harus tidur aku oun mengangguk tanpa membuang buang waktu aku pun tidur.


Saat pagi hari aku bangun tubuh ku masih panas, ya Tristan dia terus ada di Samping ku bahkan dia keluar kamar ku hanya jika dia akan mandi dan juga Menganti pakaian. Ya dia melakukan semuanya di kamar ku katanya sih agar dia bisa menjaga diri ku dengan baik. Ya mulai dari mengurus pekerjaannya dan juga makan dia melakukannya di kamar ku. Entah lah tapi aku bahagia saat dia ada samping ku. Aku rasa dia gak bohong mengenai perasaannya kepada ku dia benar benar mencintai diri ku. Sudah lah aku tak perlu memikirkan itu dulu yang penting sekarang aku harus fokus pada sakit ku dulu ya itu yang penting untuk ku saat ini.


Setelah empat hari berlalu akhir ya aku pun sembuh ya aku sudah tak panas lagi bahkan aku sudah tak merasakan pusing lagi ya walau pununyuk makan masih terasa hambar dan juga pahit tapi berkat kesabaran Tristan aku bisa memakan makanan yang aku mau. Bahkan beberapa hari yang lalu aku menginginkan martabak mini manis yang di jual di dekat mall ya itu adalah makanan ke sukaan ku. Aku menginginkannya saya tengah malam. Setelah aku mengatakannya dia tak emnyuruh pelayannya melainkan dia langsung jalan sendiri dan beberapa pelayan di tugas kan untuk menjaga dan juga merasa diri ku. Saat dia sampai di rumah aku ahnay emmakannya satu gigitan setelah itu aku tak memakannya lagi relasanya snagat pahit sekali. Dia tak marah hanya diam dan memberikannya kepada para pelayannya aku rasa dia sangat snagat mengerti dan pengertian sekali kepada ku dan aku suka laki laki yang tak marah dan juga memberi dengan diri ku apa yang aku mau dan apa yang tak aku mau ya aku rasa tipe laki laki itu ada di dalam diri Tristan entah lah aku juga tak tau.