
( Rico )
Saat aku pergi ke makan aku tak sengaja melihat Adeva ya tanpa berfikir panjang aku pun langsung menghampirinya untuk meminta maaf kepadanya tapi saat dia melihat ku entah kenapa dia jadi menangis di dalam pelukan ku. Saat melihatnya menangis hati ku snagat sakit sekali aku membalas pelukannya dan menyemangati dirinya. Karena dia tidak tau akan kemana aku oun membawanya pulang.
Saat sampai di rumah bertapa kagetnya diri ku kakau dia pingsan aku oun langsung membawanya ke kamar dan memanggil dokter pribadi keluarga ku. Dan setelah dokter memeriksanya aku kaget bukan kepalang ya bagaimana tidak kaget bahwa kata dokter dia sedang hamil 6 Minggu itu artinya usia kandungan Adeva sudah berjalan satu bulan dua Minggu ya apa adrva dan Tristan sudha menikah mengapa Adeva bisa sampai hamil.
" Robert " aku pun memanggil sekertaris kepercayaan ku tak lama kemudian dia pun datang.
" Cari tau apa Adeva dan Tristan sudah menikah dan juga cari tau apa yang terjadi bebebrapa hari belakangan ini keoada Adeva. Cari informasi nya sedatail mungkin " kata ku kepada Roberto
" Baik tuan " kata Roberto keoada ku.
" Ya sudha kamu boleh pergi " kata ku keoada Roberto
Setelah itu dia oun pergi aju melihat ke arah adeva ya dia terlihat pucat bahkan dalam tidurnya oun dia terlihat tak tenang ya enath apa yang dia mimpi kan sehingga membuat tidurnya menjadi tidak tenang. Aku mencoba memegang tangannya dan dan berbisik di telinganya.
" Tenang kamu gak sendiri Dev ada aku di sini " ya itu lah kata kata yang aku bisik kan ke telinga Adeva dan dia terlihat diam sesaat dan kerutan di dahinya sedikit demi sedikit menghilang ya mungkin dia sudha cukup tenang.
Aku bingung bagaimana aku akan mengatakan hal kehamilannya kepada Adeva sedangkan Adeva aku tak tau apa masalahnya dan sepertinya dia sedang ada masalah dengan Tristan ya jadi aju bingung harus bagaimana. Cukup lama aku menunggu akhirnya Adeva oun bangun ya aku mulai bertanya tentang ke adaannya d an ya akhirnya aku pun emngatakan kepada Adeva soal kehamilannya ya aku tak mungkin kan kalau aku menyembunyikannya terus karena cepat atau lambat dia juga pasti akan mengetahuinya. Dia awalnya terlihat syok dan juga kaget tapi aku mencoba untuk menghibur dan menguatkannya dan untungnya dia mau mengerti akan diri nya yang sedang mengandung sekarang ini.
Bebebrapa hari sudah di lewati aku habis datang dari kantor dan aku mencari adeva di seluruh rumah tapi aku tak menemukannya aku pun bertanya kepada salah satu pelayan dna katanya kakau Adeva ada di taman belakang aku pun menghampirinya ya dia terlihat bosan tapi aku tak bisa apa apa di luar sana pengawal Tristan mencari adeva bahkan di beberapa pelosok kota audah di sebarkan foto foto Adeva jadi aku emngatakan keoada Adeva kakau dia tak boleh keluar untuk sementara waktu duku ya karena aku tak ingin Tristan tau akan hal ini. Ya meskipun beberapa kaki Tristan datang ke kantor ku dan tampaknya dia sudah mulai mencurigai diri ku.
Saat sedang asik berbicara dengan Adeva tiba tiba pelayan ku pun datang dan emngatakan kakau Tristan datang. Ya akhirnya datang juga hari di mana Tristan tau kalau Adeva ada di sini ya aju sudha emcnoab sekuat dan semaksimal ku agar Adeva tak ketahuan di sini tapi akhirnya informasi nya oun bocor juga. Ya aku akan mencari tau siapa dalang yang telah memberitahukan keberadaan Adeva di sini nantik. Sekarang aku harus mencari tau dulu untuk apa tristan ke sini ya meskipun aku tau kalau dia ke sini ingin menjumput Adeva.
D an bertul saja Tristan emnganuk seprti orang gila dan Tristan bukan seperti tidak i orang yang aju kenak seprti dua puluh tahun belakangan ini ya laki laki yabg ada di deoan ku saat ini adlaah laki laki yabg tak beraus dan juga laki laki yabg tak merawat dirinya meskipun diri ku tau kalau Tristan adalah laki laki penakluk wanita yang di kenal okay boy tingkat dewa bahkan dia tak pernha membiarkan wanita wnauta di luar sana menyentuhnya. Ya dan dia di kenal adalah bos yang rapi dan suka kebersihan bahkan di kantor kantornya syarat untuk menjadi karyawan nya adalah orang yang brrsih dna juga rapi ya itu lah dia tapi sekarang orang yang ada di depan ku se akan akan sangat jauh sekali dengan apa yang di katakan oleh orang orang di luar sana. Ya mengapa aku emngatakan begitu Karen alami laki yang ada di depan ku saat ini adalah laki laki yabg sedang jatuh cinta dan tak ingin kehilangan cintanya sehingga dia tak merawat dirinya lagi. Bisa aku pastikan itu.
Adeva dan Tristan mulai berbicara setelah itu Adeva oun berlari ke kamarnya sednagkan Tristan dia mencoba emngejar Adeva ke kamarnya tapi aku mencoba untuk emncegahnya dia melihat ke arah ku.
" Sebaiknya biar kan duku dua tenang " kata ku keoada Tristan.
" Apa hubungannya dengan kamu, kamu gak tau apa aap sebaiknya kamu jabgan halangi aku atau kamu tau akibatnya dan kamu akan menyesal " jata Tristan kepada ku ya lagi lagi dia mengancam diri ku.
" Aku gak takut dengan ancaman mu bahkan jika kamu mau buat aku bangkrut oun aku gak peduli tersrrah tapi untuk saat ini biarkan dulu Adeva tenang dia masih syok dengan apa yang dia ketahui apa lagi keadaannya sednag lemah " jata ku kepada tristan sambil terus memgang tangannya agar dia tak ke atas dan masuk ke kamar Adeva.
" Dia istri ku dan aku berhak untuk bertemu dengannya " jata Tristan kepada ju dia menatap diri ku lekat lekat dan matanya oun juga sudha merah bau alkohol menyeruak di hidung ku ya aku tau kalau fia sednag mabuk tapi aku juga tau kalau fia masih sadar dengan apa yang dia lakukan sekarang.
" Tapi ini rumah ku sekarang, dan kamu gak berhak untuk ke atas dan menganggu tamu ku. Meskipun aju bukan siapa siapa Adeva tapi dia tamu di rumah ku dna dia minta ke aku buat usir kamu dan tugas ku sekarang usir kamu keluar dari sini . Jadi aku mintak kamu pergi dari sini sekarang juga " jata ku kepada tristan.
" Aku gak peduli aku mau ketemu Adeva " jata Tristan kepada ku.
Setelah itu Tristan oun emnujuk mukul diri ku tanpa henti aku menghentikan pengawal ku yang hendak menolong ku ya aku tau karena Tristan sata inis ednag emosi dan emosinya lah yang sudha mengendalikannya. Aku habya tidak mau dia bertambah emosi setelah emnujuk diri ku dia melihat ke atas dan albgsung berlari ke atas bersama dengan sekretaris kepercayaan Albert. Roberto membantu ku untuk babgun.
" Tuan Anda baik baik saja " jata Roberto kepada ju.
" Gak papa kok " jata ku ekpada Roberto sambil mengelap darah yang ada di pinggir bibir ku.
" Dia sepetinya bukan orang yang kita kenal tuan, dia terlalu lemah untuk kita " jata Roberto keoada ku ya dia tau betul bagaiman sifat asli Tristan dan semuanya berbanding terbalik dengab yang sekarang datang ke rumah ku ya karena cinta dia berubah seratus delapan puluh derajat.
" Betul tuan ini snagat berbanding terbalik sekali " jata Roberto kepada ju.
" Ya aju tau itu, sebaiknya kita kejar dia sebelum dia menghancurkan semua isis rumah ku " jata ku kepada Roberto
" Baik tuan " jata Roberto kepada ku.
Setelah itua ku dna Roberto oun naik ke atas saat sampai di atas aku melihat Tristan memohon mohon agar Adeva mau mendengarkan penjelasannya duku tapi Adeva adalah wanita yang keras kepala dia tak akan pernah emndengarkan ucapan Tristan saat ini. Aku oun memaksanya untuk pergi dari sini sampai akhir ya terjadi lah perkelahian dan Adeva oun keluar dari kamarnya dia terlihat habis menangis. Setelah memarahi Tristan Adeva menarik Tristan keluar rumah ya aju tak percaya dia melakukan hal itu.
Bukan hanya itu sjaa bahkan ku snagat syok dna juga sangat kaget sekali bahwa Adeva embgatakan keoada Tristan kakau aku dan Adeva sudha menikah dan akan memiliki seorang anak. Ya Tristan tampak terkejut dan dia terlihat syok dengan aoa yang di katakan oleh Adeva. Awalnya dia tak percaya tapi akhirnya dia oun percaya. Tanpa sepatah kata pun dia pergi dari hadapan ku dan juga Adeva. Saat Tristan pergi Adeva berbalik dan berlari ke arah kamarnya. Aku melihat punggung Tristan bergetar aju rasa di menangis aju ingin menjelaskan semuanya keoada trsiatn tapi aju tak bisa. Aku pikir denga. Memanfaatkan Deva aku bisa mengrauk sedikit keuntungan tapi aku tak bisa karena aku merasa kasihan keoada trsiatn. Dia masuk ke dalam mobilnya dan saat masuk dia hanya diam dan melihat ke arah ku dengab tatapan kosong ya dia bagaikan orang yang sudha tak bernyawa lagi. Dia oun pergi.
Sudha beberapa hari ini Deva terus menangis sepanjang hari ya aju tau kalau Deva masih snagat mencintai Tristan tapi dia tak bisa berbuat apa apa karena Tristan lah yang sudha membunuh ke dua orang tuanya. Aku ingin membantu Meraka ya aku ingin menyaksikan mereka berdua tapi aju tak tau dan juga aku bingung bagaimana aharus membantu mereka berdua. Bahkan sudah beberapa hari ini aku mendengar kabar kalau Tristan bertambah kejam di kantornya dan juga dia sudha tak pernah berbicara baik baik kepada orang lain dan selalu membentak karyawan karyawannya ya aju jadi mulai khawatir tapi aku juga bingung bagaiman harus membantu mereka berdua.
****
Sekarang aku ada di kantor ya aku Berama debgab Roberto dan yang aku fikirkan adalah bagaimana menyatukan mereka berusaha kembali. Ya bahkan sudha beberapa hari ini aku tak konsentrasi dengan. Pekerjaan ku karena aku memikirkan mereka ber dua.
" Ada apa tuan tampaknya Anda sednag gelisah " kata Roberto kepada ku.Y a tampaknya Roberto juga sudha menyadari kegelisahan yang ada di dalam diri ju.
" Enath lah rasanya bosan berkerja seprti ini, smeuanya lancar lancar saja tanpa ada tantangan seprti duku sehingga membuat ku menjadi bosan untuk bekerja " jata ku kepada Roberto
" Saya tau mengapa Anda begini dna juga merasa bosan " jata Roberto kepada ju.
" Memangnya apa ?" Kata ku kepada Roberto
" Ya karena musuh Anda satu satunya yaitu tuan Tristan tak pernah menanggapi apa yang Anda ajukan bahkan semuanya menjadi lancar belakangan ini. Mulai dari proyek proyek kecil sampai proyek proyek besar semuanya nada dapatkan dengan mudah. Tldan juga tak ada perlawanan dari tuan Tristan jadi intinya karena Anda sudha terbiasa mendapatkan semuanya dnegan suah jadi Anada sekarang merasa bosan karena tidak ada tantangan " kata Roberto kepada ku setelah di oikri pikir apa yang di katakan oleh Roberto ada benarnya juga.
" Aku bingung sekarang " kata ku kepada Roberto
" Silahkan veritakannekpada saya tuan siapa tau saya bisa membantu dan mencarikan sebuah solusi untuk Anda " kata Roberto kepada ju.
" Aku ingin embaytuka adev dan juag Tristan lagi tapi aku bingung bagaiman caranya " jata ku kepada Roberto
" Begini tuan beberapa saat yang lalu tuan Tristan pernah ke rumah dna embgatakan kakau semuanya tidak seperti apa yang di pikirkan oelh nyonya Adeva. Jadi menurut saya pembunuhan itu pasti ada penyebabnya dan setau saya keluarga Adeva adlah orang kepercayaan nomer satu dari keluarga tuan Tristan. Jadi semuanya pasti ada jawabannya. Sebaiknya anda ke rumah tuan Tristan untuk mencari tau semuanya " jata Roberto kepada ju.
" Tapi dia gak bakalan merima aku di rumahnya " jata ku keoada Roberto
" Ceritakan semua kebenarannya di depan tuan Tristan sendiri, tentang anda dan juga nyonya Adeva dia pasti mengerti dan bilang juga kakau tuan ingin membantu mengembalikan nyonya Adeva dia pasti mau menceritakan semua masalahnya alkunya yang menyebabkan pembunuhan itu terjadi " kata Roberto kepada ku
" Ya kamu benar juga aku akan ke sana, sekarang akmu atur kan sebuah jadwal untuk ku ke rumah Tristan kakau bisa secepat mungkin. Karena ku gak tega liat Adeva menangis setiap hari " jata ju kepada Roberto
" Baik tuan saya akan siapkan semuanya dengan baik " jata Roberto keoada ku.
" Oke bagus " jata ku kepada Roberto.