Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode


"Oh iya udah gak papa kok yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil tersenyum manis ke arah ku.


"Kamu udah dari tadi ya k duduk duduk di sini?" Kata ku kepada kak sanusi.


"Ngak yankkkk barusan aja paling sekutar tiga oukuh mebut dah aku duduk duduk di sini sendirian yank. Aku dari tadi chat sama belfon kamu yank aku pikir kamu keluar yank. Eh gak taunya lagi masak" kata kak Sanusi kepada ku.


"Hp nya aku taruh di kamar yank. Aku gak dengar suara hp vunyi soalnya di dapur berisik sama suara masakan yank. Aku gak bakalan kemana mana kok yank kakau aku keluar atau kemana aku pasti bilang kok yank sama kamu" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya iya oiya tapi ibu gak perlu di Bawak ke rumah sakit kan yank?" Kata kak Sanusi kepada ku


"Gak usah yank tapi kalau aku udah gajian aku bakalan bawa ibu ke rumah skaut ya yank soalnya sudah beberapa kali ibu skaut kepala aku takut kenapa kenaoa yank. Ya biar aku bawa periksa sekalian yank siapa tau kakau udah dapet obat dari dokter labgsubg sembuh dan gak sakit skaut lagi yank. Kemaren aku udah Bawak ke puskesmas eh hanya sembuh dua hati inj sakit kepalanya ibu Udha kambuh lagi yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya yank gak papa kamu bawa aja ibu ke rumah skaut siaa tau pas ketemu kenaoa ibu sebenarnya yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Hmm... Mmmmm yank" kata ku memabggil kak Sanusi


"Hmmm iya apa yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.


"Hmmm... Mmmmmm.... Mmmmm gi.... Gini aku ada yang mau aku bicarain ke kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku ya aku takut dna juga gugup saat akan mengatakan soal kontrak itu keoada kak Sanusi..


"Apa yank ya udah bilang aja yank" kata kak Sanusi keoada ku.


"Iya yank tapi janji ya yank jangan marah duku ya yank ke aku" kata ku kepada kak Sanusi.


"Apa sih yank Sampek bilang gitu, jangan bilang kamu hamil sama cowok Laen" kata kak Sanusi kepada ku sambil menuduh ku yang tidak tidak.


"Apa seh yank. Aku aja gak punya pacar di luar sana emangnya mau hamil sama sapa aku yank udah kaga yank gak usah nuduh aku yang ngak ngak yank kamu nih. Aku inj mau bicara serius ke kamu yank" kata ku jeoasa kak sanusi.


"Ya udah yank cerita aja yank gak papa kok wonkk kamu mau cerita aja pakek acara ini itu yank. Ya udha maaf dah yank oke jadi kamu mau cerita apa yank sama aku!" Kata kak Sanusi kepada ku..


"Ini masalah kerjaan ku yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Emangnya kenaoa sana kerjaan ku yank?" Kata kak snaysi kepada ku.


"Hmmm bentar aku ambil duku terus kamu baca sendiri ya yank" kata ku kepada kak Sanusi setekah itu aku pun pergi ke kamar untuk mengambil kontrak kerja ku yang ada di meja belajar


"Ini yank kamu baca sendiri deh yank" kata ku jeoasa kak snaysi smabil memberikan kontrak kerjanya itu.


"Hmmm iya iya" kata kak snaysi kepada ku.


"Yank kuta tunangan sudah hampir empat tahun, aku sudha nunggu kamu selama itu yank tapi kalau buat nunggu kamu lagi selama dua tahun setengah kayaknya aku gak bisa deh yank. Jujur aku sayang sama kamu yank sayang banget malah aku yank sama kamu yank. Tapi...... Kalau buat nunggu dua tahun setengah lagi maaf ya yank aku bener bener gak bisa yank. Kemaren aja ibu di rumah tabyak kapan adekbya yabg mau dinoamar buat nikah aku bilang ya aku masih mau bilang ke kamau smaa ibu di sini yank. Tapi ya itu terserah kamu yank aku gak maksa kamu kok yank. Ini cita cita kamu yank. Cita cita yang sejak kamu SMP pengen pengen yank ya udha sebaiknya aknu pikir pikir aja dulu ya yank. Tapi kalau aku dan keluarga ku maaf ya yank aku gak bisa nunggu lagi yank. Gini yank sebaiknya kamu oikirkn ini baik baik duku ya yank tapi satu hal yang hrus kamu tau. Kakau kamu nikah sam aku, aku janji kalau kamu gak bakalan aku buat kerja. Hanya aku yang bakalan kerja dan kamu hanya tinggal Nerima uang dna ngruurs anak sama rumah aja yank. Tapi ya udha kamu pikirin baik baik aja dulu ya yank" kata kak Sanusi kepada ku


"Hmmm iya yank" kata ku kepada kan Sanusi


Aku tak tau kak sanusi marah kepada ku atau tidak tapi kak Sanusi langsung pamit untuk pulang dan mengatakan kakau dia sedang ada keperluan yang sangat medesak. Aku makin bingung bagaiman aaku harus mengambil pilihan saat ibu ku tau kakau aku akan di kontrak kerja ibu ku terlihat sangat senang dan bahagia sedangkan kak Sanusi dia tak setuju kalau aku melanjutkan kontrak kerja itu. Dan ya aku tau dari caraa bicara kak Sanusi tadi kalau aku meneruskan kontrak kerja itu hubungan ku dengan kak sanusi akan berakhir ya meskipun kak snaysi tak secara langsung mengatakannya kepada ku tapi aku tau maksudnya mengatakan itu kepada ku jadi sekarang aku bibgubg.


Aku mengambil surat kontrak kerja ku dan membawanya ke dalam kanar ku padahal tadi aku snagat lapar sekali dna berniat untuk makan bersama dengan kak Sanusi kalau dia sudah datang tapi sekarang rasnaya perut ku sudah snagat kenyang sekkai. Aku habya diam saja smabil emlihat ke arah surat kontrak itu ya aku bingung aku harus bagaimana.


"Hemmm jadi bingubg kalau aku berhenti pasti ibu kecewa sama pilihan ku apa lagi tadi ibu dengarnya seneng banget terus kalau aku lanjutin kontrak kerja ku hubungan ku yabg audah jalan empat tahun bakalan hancur gitu aja. Aku gak mau nyakitin hati ibu ku tapi di sisi lain aku juga gak mau Sampek kehilangan kak Sanusi haaaahhhhhh pusing aku bingung padahal aku pengen mintak pendapat tapi kak Sanusi malah oukabg dan kayakbya dia marah sama aku. Tau gitu aku gak bilang ke Kaka Sanusi tentang Masalah ini hah gak tau lah capek aku pusing. Nantik aku cerita ke ibu aja deh dari pada bingung bingung kayak gini aku" kata ku berbicara dengan diri ku sendiri.


Setelah itu aku pun mengajak ibu ku bucara tapi belum sempat aku bicara ibubku sudha di panggil tetangga entah buat apa ibubku di panggil aku pun ke kamar dan mengambil hp ku ya biasanya sore hari seperti ini kak sanusi akan embgirimi ku chat. Saat ku buka hp ku tenyata gak ada chat atau pun telfon dari Kak sanusi aku rasa kak Sanusi pun benar benar marah aku mencoba mengirimi kak Sanusi chat tapi percuma kak Sanusi tak online. Aku pun mengirimkan pesan voice kepada kak Sanusi.


"Yank kamu marah ya yank, maaf kalau kamu marah yank tapi tadi aku itu pengen mintak pendapat ke kamau yank. Tapi kamu kayak yang marah iya aku tau kalau kamu pasti marah yank tapi aku juga bingung harus gimana yank. Aku harap kamu gak marah lagi sama aku ya yank dan tolong kasih aku waktu buat berfikir yank jangan kasik aku tuntutan kayak gini ya k aku malah makin bingung dan rasnaya pikiran ku udah penuh banget yank jadi aku harao kamu mau sabar dan nunggu kabar dari aku ya yank jangan ngambil kesimpulan seperti itu yank. Pekerjaan ini Menag cita cita ku dari SMP yank tapi kan gak seharusnya aku juga ngejar apa yank jadi keinginan ku kakau sekiranya aku kehilangan sesuatu yang buat aku gak semnagat kagi. Gini ya yank aku bakalan kaambarin kamu lagi besok ya yank aku bakalan kasih tau kamu gimana keputusan ku ya yank aku mau bgekanjutin kontrak itu apa ngak jadi tunggu keputusan ku Sampek besok sore ya yank" kata ku kepada kak Sanusi mengirimi voice melalui chat. Setelha utu aku mencari ibu ku ya siapa tau saja ibu ku sudah pulang dari rumah tetangga ku. Dan ternyata betul saja ibu sudha oulang dan sedang menyiapkan sayur yang sedang di kupas di halaman depan. Aku pun menghampiri ibu ku


"Buk" kata ku kepada ibu ku sambil duduk di depan ibu ku. Dan membantu mengupas kulit sayuran yang gampang gampang dan tak memerlukan alat alat seperti pisau dan yang lain lain nya.


"Hemmm apa?" Kata ibu ku kepada ku


Tadi kak Sanusi udah Dateng dan Aisyah juga udah cerita semuanya buk ke kak Sanusi soal kontrak kerja itu buk" kata ku kepada ibu ku.


"Terus apa kata nak Sanusi" kata ibu ku kepada ku.


"Kayaknya kak Sanusi marah deh buk sama aku dna gak setuju kalau aku neusin kontrak kerja itu buk. Soalnya kak Sanusi tadi bilang kalau kak snausi udah nunggu Aisyah tiga tahun lebih dan buat nunggu Aisyah selama dua setengah tahun lagi itu kak Sanusi gak bisa buk. Dan ibunya kak Sanusi juga udah tanyak sama kak snausi kapan kak Sanusi yang mau ngelamar Aisyah buat jadi istrinya kak sanusi gitu buk. Ya kak Sanusi bilang kakau kak snausi masih mau bicara dulu sama Aisyah dan ibu gitu buk. Jadi menurut ibu gimana Aisyah bingubg buk harus gimana" kata ku kepada ibu ku.


"Gini ya Syah apa yang ngebuat kamu nyaman ya kamu pilih. Apa lagi nak Sanusi itu gak setuju soalnya kan niatnya juga bagus Syah, dia mau jadiin kamu istrinya Syah gini ya Syah kalau ibu itu terserah kamu ymsyah yang penting kamu enak nyaman dan bahagia sama oikuhan mu Syah dan atau hak yang oakibg penting setelah kamu milih nantik jangan Sampek kamu bilang cobak aja aku gak pilih ini pasti aku udah ini. Nah itu gak boleh ngomong gitu karena pilihan mu utu berarti kamu udah pikirin dengan matang matang oikuhan mu Syah jadi gak ada penyesalan di belakang jadi sebaiknya kamu pilih dengan baik apa yang bakalan kamu pilih untuk masa depan kamu" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk Aisyah ngerti ya udah kalau gitu Aisyah mau ke kuburan ayah duku ya buk" kata ku kepada ibu ku.


"Iya cobak tabyak ayah mu insya Allah dia pasti bantu kamu Syah ya mungkin gak bisa bantu kayak duku tapi siapa tau aja ayah kamu Dateng ke mimpi kamu dna kasih kamu petunjuk" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku. Setelah itu aku pun langsung berjalan ke arah makan ayah ku ya makan ayah dengan rumah ku tak jauh malah snagat dekat. Saat sampai aku langsung mengaji dan beroa untuk ayah ku terlebih dahulu setelah selesai aku menyiramkan air yang aku bawa barusan.


"Yah Aisyah bingung harus gimana sekarang, Aisyah bingung mau pilih nikah sama kak Sanusi apa mau lanjutin kerjanya Aisyah yah. Aisyah bener bener bingung yah. Cobak aja ada ayah di sini Aisyah pasti gak bakaln sebingung ini sekarang. Tapi Aisyah juga tennag karena ayah gak ngerasain sakit lagi. Yah maafin Aisyah ya kalau aisyah banyak salah sama ayah selama semasa ayah hidup Aisyah selaku aja nyusahin ayah dan selkau nuntut buat di beliin ini itu sama ayah. Aisyah bener bener minta maaf ya yank. Tapi satu hal yang harus ayah tau meskipun ayah udah gak ada dan gak kumpul lagi sama Aisyah dna ibu Aisyah akan selkau sayang sama ayah sampai kapan pun. Yah aisyha pulang dukh ya yah karena Aisyah harus pikirin ini dengan bener bener biar Aisyah gak salah pilih. Ya udha kalau gitu ya yah assalamualaikum" kata ku berbicara sendiri dengan makan ayah ku ya aku sering datang ke makan ayah ku sekedar untuk berbicara dan saat aku rindu maka aku akan langsung ke makan ayah ku dan ya meskipun tak langsung terobati tapi rasa rindu ku kepada ayah sedikit terobati.


Setelah itu aku pun pulang ke rumah karena gri sudah sore aku pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah selesai aku dna ibu pun makan bersams dan ya rasa lapar yang tadi sudah sangat snagat terasa maka dari karena itu aku makan cukup banyak


Saat sampai di rumah aku langsung tidur. Tapi entah mengapa sekarang aku ada di sebuah padang rumput yang sangat indah dengan bunga bunga kecil di sebelah kiri dan sebelah kanan ku. Aku terus berjalan sambil melihat ke arah sekeliking ku udara di sini juga sangat sejuk dan enak. Aku terus berjaln dan tiba tiba ada sebuah benda yang berada di kaki ku. Aku pun langsung melihat ke arah kaki ku dan ternyata seekor kelinci yang menyentuh kaki ku. Kelinci itu sangat lucu sekali bulunya juga sangat indah dengan warna putih yang sangat bersih tampa adanya kotor sedikit pun. Tanpa berfikir panjang dan entah kelinci itu milik siapa aku pun langsung mengendongnya saat aku mengambil dan mengendongnya kelinci itu hanya diam saja dan menurut dengan apa yang aku lakukan kepadanya. Aku membawa kelinci itu berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya aku menemukan sebuah tempat duduk dengan pemandangan yang sangat indah di depannya. Aku pun duduk di kursi panjang itu sambil mengelus elus kelinvi yabg masih sejak tadi aku gendobg. Tak terasa ada sevuah tangan yang memegang pundak ku. Aku pun menoleh ke asal tangan ku. Dan betapa terkejutnya diri ku bahwa orang yang memegang pundak ku adalah ayah ku. Aku pun menaruh kelinci itu di tanah dengan hati hati lalu berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah ayah ku. Saat sampai di depan ayah ku aku pun langsung memeluk ayah ku dengan sangat erat ya aku sangat merindukan ayah ku.