
Rasa takut yang aku alami sedikit mulai sedikit juga sudah mulai hilang karena perilaku Tante Ratna dan Om Edward yang sangat baik kepada ku.
Saat akan tidur tiba tiba pintu kamar ku terbuka saat aku melihat ternyata bryan masuk aku pun alngsung berubah menjadi duduk di atas ranjang dia berjalan ke arah ku.
"Ada apa?" Kata ku kepada bryan yang audah ada di dekat ku.
"Jadi gimana kamu mau gak jadi ke kasih aku." Kata bryan kepada ku.
"Aku jawab besok ya sekarang kamu keluar aku mau tidur audah malam aku juga ngantuk banget" kata ku kepada bryan mengusirnya untuk keluar kamar ku.
"Oke aku tunggu besok" kata bryan sambil tersenyum ke arah ku.
"Oke sana" kata ku sambil emnujuk ke arah pintu.
"Ok besok ya sayang" kata bryan smabil keluar kamar.
Setelah itu aku pun kembali tidur ya aku tak tau apa yang harus aku jawba lebih baik aku pikirkan besok saja. Sekarang aku juga sudah mengantuk.
****
Keesokannya aku bangun cukup pagi ya karena bryan membangunkan ku dan mengajak ku untuk lari pagi awalnya aku tidak mau tapi dia memaksa. Entah dia mendapatkan dari mana baju olah raga dia langsung saja memberikannya kepada ku akhirnya mau tak mau aku pun menuruti keinginannya. Sekarang kami ada di taman ya masih di sekitar rumah bryan kami berdua lari pagi tak jauh jauh. Cukup lama aku dan bryan berlari akhirnya aku kelelalahan dan bryan mengajak ku berhenti di dan duduk di kursi taman akhirnya kami pun duduk sambil meminum air yang di bawa oleh bryan.
"Hah capek banget" kata ku selesai meminum air yang di berikan oleh bryan
"Gitu aja udah capek" kata bryan kepada ku
"Aku gak biasa olah raga, biasanya aku bangun pagi pagi langsung masak buat bekal makan siang habis itu aku langsung mandi, siap siap, pas berangkat ke kantor" kata ku kepada bryan
"Oh gara gara itu setiap makan siang kami gak ngebolehin aku buat ganggu kamu?" Kata bryan kepada ku sambil menghadap diri ku.
"Bukan gitu" kata ku kepada bryan sambil melihat ke arahnya.
"Terus?" Kata bryan kepada ku.
"Aku itu banyak kerjaan jadi biar cepet selesai aku gak keluar makan siang, kalau ada kamu bisa bisa aku gak makan siang terus pekerjaan aku gak selesai selesai kan kamu tau sendiri belaknagan ini di kantor sibuk banget bahkan bebebrapa karyawan ada yang lembur demi nyelesaikan pekerjaannya" kata ku kepada bryan.
"Iya sih belakangan ini aku juga pusing banget sama urusan kantor, entah kenapa klien klien banyak yang proters sama barang yang dikirim kita tapi akhirnya berkata kalian semua akhirnya selesai juga urusannya" kata bryan kepada ku dia tampak tersenyum bahagia.
"Iya donk" kata ku dengan bangga kepada bryan.
"Terus gimana?" Kata bryan kepada ku.
"Apanya yang terus gimana?" Kata ku bingung dengan pertanyaan bryan
"Tentang hubungan kita" kata bryan kepada ku. Ah iya aku lupa soal itu karena tadi malam ku sangat mengantuk jadi aku tak memikirkannya. Aku bingung harus menjawab apa . Apa aku harus Nerima dia tapi gimana kalau dia sama dengan crisan hanya mengumbar janji palsu lalu ninggalin aku demi cewek lain dengan alasan demi kebaikan aku. Tapi dia sangat baik. Hah aku bingung apa yang harus aku jawab. Tiba tiba saja tubuh ku berguncang saat aku melihat ke samping ku ternyata bryan yang mengulang tubuh ku.
"Hah eh iya apa?" Kata ku sambil melihat ke arah bryan.
"Kamu kenapa kok ngelamun aku dari tadi bicara sama kamu loh Al" kata bryan kepada ku.
"Maaf tadi aku hanya kepikiran sesuatu aja kok, terus kamu bicara apa tadi?" Kata ku kepada bryan.
"Hmmm oke terus gimana dengan hubungan kita?" Kata bryan kepada ku.
"Aku jawab nantik ya sore sekarang aku bakalan pikirin baik baik oke?" Kata ku kepada bryan.
"Oke aku bakalan nunggu kamu sampai kapan pun kamu siap, aku tau kalau kamu masih trauma atau takut dengan sebuah hubungan tapi beberapa tahun ini aku nepatin janji aku buat kamu bukan. Bahkan papa dan Mama aku audah ngerestuin hubungan kita. Kamu tau bahkan waktu kemarin malam kamu tidur aku, mama, dan papa masih bicara di ruang keluarga mereka bilang kalau kamu gadis yang baik, mandiri, dan juga perhatian bahkan hal buat mereka berdua bangga sama kamu yaitu kamu mau ngehidupin ke dua orang tua kamu bahkan gak ngebolehin ke dua orang tua kamu buat kerja sama nyekolahin adik kamu. Kamu tau satu hal yang belom aku bilang sama kamu" kata bryan kepada ku.
"Apa itu?" Kata ku penasaran dengan hal yang belum di katakan oleh bryan kepada ku.
"Kamu wanita pertama yang aku bawa buat ketemu sama orang tua aku" kata bryan kepada ku.
"Masak?" Kata ku tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh bryan.
"Iya beneran" kata bryan dia tampak sungguh sungguh dengan kata katanya.
"Iya ayo" kata bryan berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah ku aku pun menerima tangannya.
Setelah itu aku dan bryan pun berlari santai menuju rumah saat sampai di rumah bryan aku pun langsung mandi ya karena bdan ku sudah snagat lengket dan bau. Setelah selesai aku pun langsung berganti pakaian dan langsung berdandan untungnya ada satu pelayan yang membantu ku untuk mengeringkan rambut. Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka saat aku lihat dari pantulan kaca ternyata Mama bryan menghampiri ku dengan senyuman yang sangat indah dan membuatnya tampak jauh lebih muda.
"Tante cantik banget" kata ku smabil.meligat ke arah Tante ratna yang sedang berjalan ke arah ku.
"Bisa aja kamu sih sayang" kata Tante Ratna kepada ku.
"Beneran kok Tan" kata ku sambil berdiri pelayan yang membantu ku pun pergi keluar dari kamar.
"Ya sudah sini duduk" kata Tante Ratna sambil menepuk sofa kosong yang ada di sampingnya aku pun berjalan ke arah Tante Ratna.
"Iya Tante?" Kata ku sambil duduk di sebelah Tante Ratna.
"Tabte mau tanya hubungan kalian sudah berapa lama?" Kata Tante Ratna kepada ku dan pertanyaan itu membuat ku tertegun.
"Kami dekat sejak empat tahun yang lalu Tan, maaf ya Tante ratna Al mau jujur hubungan alecia sama bryan masih gak tau statusnya apa jadi alecia bingung harus bilang gimana tapi kita berdua dekat sudah sejak 4 tahun yang lalu" kata ku kepada Tante ratna sambil menundukkan kepala ya karena aku merasa tak nyaman.
"Memangnya kenapa sayang? Apa bryan masih gak ngajak kamu buat pacaran, atau tunangan?" Kata Tante Ratna kepada ku.
"Eh ngak kok Tante ngak, bryan audah beberapa kali ngelamar aku buat jadi kekasihnya tapi aku nolak dia. Aku takut Tan. Aku takut di tinggal demi wanita lain. Entah lah Tante tapi aku benar benar takut" kata ku kepada Tante ratna.
"Oh itu, iya tabte ngerti kok apa yang kamu rasain karena Tante juga dulu pernah ngalami hal yang sama dengan kamu. Semua hubungan itu perlu pertimbangan yang sangat baik biar gak putus di tengah jalan. Tante ini kenal babget sama sifat bryan dia baik, dan perhatian kamu tau wanita pertama yang dia bawa ke sini hanya kamu, dari dulu kami selalu minta dia buat bawa pacarnya ke sini tapi dia bilang ke Tante kalau dia mau bawa wanita kalau dia sudah serius dengan wanita itu. Ya Tante awalnya biasa biasa aja tapi lama lama bryan hanya pacar dan pacaran gak pernah bawa cewek ke sini bahkan semua saudaranya sudah menikah hanya dia yang belum menikah. Tante mulai khawatir Tante takut ada sebutan sebutan yang gak enak di luar sana tapi tiba tiba dia sudah gak pacaran lagi sampai akhirnya dia bawa kamu ke sini. Awalnya kami kaget tapi kita juga seneng. Malam malam setelah makan malam dia Dateng dan cerita ke kami kalau dia mau bawa seorang cewek yang cantik, baik, perhatian, mandiri, dan juga tangguh namanya alecia. Sayang semua keputusan ada di tangan kamu jangan sampai kamu terpaksa Nerima bryan jadi kamu harus pikirkan baik baik dan juga dengan snagat matang karena semua itu buat kebahagian kamu" kata Tante Ratna kepada ku.
"Iya Tante aku bakalan pikirin baik baik kok" kata ku kepada Tante ratna.
"Ya ayo turun kita sarapan dulu. Kamu pasti udah laper habis di ajak jalan jalan sama bryan" kata Tante Ratna kepada ku
"Iya lumayan Tante" kata ku sambil tersenyum ke arah Tante Ratna
"Hheee iya sudah ayo sayang" kata Tante Ratna kepada ku.
Aku dan tabte Ratna pun turun ke bawa saat sampai di atas meja makan sudah ada bryan yang audah sangat rapi dengan pakaiannya dan juga ada Om Edward . Aku pun langsung duduk di dekat bryan sedangkan Tante ratna duduk tepat di sebelah Om Edward . Setelah lah itu kami semua pun mulai makan setelah selesai makan kami pun pergi ke ruang tamu untuk cuci mulut.
Setelah selesai aku dan bryan pun berangkat kerja sekaligus pamit pulang. Saat di perjalanan bryan tak berhenti memegang tabgan ku bahkan saat aku minta di lepas agar dia fokus dengan setirnya dia malah memegang tangan ku tambah erat. Jadi aku hanya bisa diam saat sampai di kantor aku pun langsung ke meja kerja ku ya karena beberapa pekerjaan sudah menumpuk. Kayaknya aku harus lembur hari ini ya karena aku tak membawa bekal makan siang. Setelah itu aku pun mulai mengerjakan tuga tugas yang sudah menumpuk di meja ku. Saat sedang mengerjakan tuga tugas Aiko dan beberapa teman ku yang lain menghampiri ku dan duduk di sebelah ku ya tentunya mereka membawa kursinya dari meja kerja mereka masing masing. Cukup lama mereka hanya diam dan menatap ku saja dengan pandangan yang tak dapat aku mengerti bahkan mereka senyum senyum tak jelas ke arah ku.
"Apa?" Kata ku kepada teman teman ku karena aku sudah jegah dengan mereka yang sejak tadi hanya diam sambil melihat ku dengab senyuman yang tak dapat aku mengerti.
"Kamu tadi malam ngapain aja sama pak bryan?" Kata Aiko kepada ku smabil terus melihat ke arah ku.
"Iya tadi malam kita semua ke apartemen kamu eh gak taunya kamu gak ada di apartemen jadi aku nelfon kamu tapi pas di angkat eh pak bryan yang angkat" kata salah satu teman ku kepada ku dan di jawab dengan anggukan oleh teman teman ku yang lainnya.
"Terus bryan jawab gimana?" Kata ku kepada mereka dan aku pun langsung menghentikan jari jari ku yang sejak tadi sibuk mengetik
"Dia bilang kamu masih ganti baju sama mamanya" kata Aiko kepada ku.
"Kamu sudah nikah ya sama pak bryan kok gak bilang bilang sih, atau audah ada calon keponakan ku nih?" Kata Aiko lagi kepada ku.
"Wah kayaknya aku bakalan jadi Tante nih, sudah gak sabar deh buat liat keponakan ku" kata salah satu teman ku sambil mengelus elus perut ku seakan akan aku sudah hamil.
"Apaan sih ngak aku gak hamil, gini kamrin malam dia ngajak aku ke rumahnya buat di kenalin sama keluarganya ya karena aku gak bawa baju jadi aku di pinjamin baju sama ibu bryan gitu. Bukannya malah hamil apaan sih" kata ku kesal kepada teman teman ku yang sedang mengelilingi ku saat ini.
"Oh gitu, terus gimana orang tuanya nakutin ngak galak ngak?" Kata Aiko kepada ku dan di jawab dengan anggukan oleh lainnya.
"Gak kok Tante Ratna baik banget dan Om Edward juga bijaksana babget mereka gak Mandang derajat orang tua ku apa, bahkan mereka ngerestuin hubungan ku sama bryan. Kamu tau tadi malam aku nginep di sana soalnya Tante Ratna yang minta aku buat nginep di sana awalnya aku gak mau soalnya gak enak dan gak bawa ganti baju tapi akhirnya aku mau soalnya Tante ratna maksa" kata ku kepada Aiko dan juga teman teman ku yang lainnya
"Jadi kamu gak usah takut lagi lagian kedua orang tua bryan baik banget kan sama kamu apa lagi mereka ngerestuin kamu. Jadi kamu harus bisa ngelupain yang di sana dengan cara dekat dengan bryan dan juga ada dukungan dari ke dua orang tua bryan" kata Aiko dan teman teman ku yang lainnya. Ya mereka sudah tau tentang kisah ku dan juga crisan dulu aku pernah menceritakannya kepada mereka.
"Terus gimana hubungan kamu sekarang sama pak bryan?" Kata salah satu teman ku kepada ku.
"Aku masih gak tau, dia juga tanyak tapi aku bilang kalau aku mau jawab nantik sore. Aku bingung harus jawab gimana" kata ku kepada teman ku itu