
( Syasa )
Saat aku sadar aku ada di sebuah ruangan yang sangat kotor dan juga
lusuh, aku mencoba kembali mengingat ingat kejadian sebelum aku pingsan cukup
lama aku mengingatnya aku tau kalau aku waktu itu di bekap oleh seseorang dan
saat itu aku sudah tak sadar
Dan sekarang aku sudah ada di sebuah ruangan yang aku tak tau ini
dimana. Aku mencoba membuka pintu tapi tak berhasil karena di kunci dari luar
“TOLONG….” Kata ku siapa tau di luar ada orang
“APA ADA ORANG DI LUAR TOLONG BUKA PINTUNYA.” Kata ku lagi tapi tak
ada jawaban
Aku mencoba mendobrak pintu itu tapi malah lengan ku menjadi sangat
sangat sakit. Aku kembali duduk dan saat aku melihat keluar jendela tenyata di
luar hanya ada padang rumput hijau dan aku tak tau ini dimana. Aku ingin keluar
tapi jendela ini di pasangi besi yang cukup besar dan badan ku tak cukup aku
kembali mendobrak pintu aku sudah tak peduli jika lengan ku terluka tapi
hasilnya tetap saja tak berhasil. Aku duduk memikirkan bagaimana caranya aku
keluar dan tak lama kemudian seorang laki laki masuk ya laki laki yang sangat
sangat tak ingin aku temui. Ya dia adalah joni aku berjalan menghampirinya
“apa mau mu?” kata ku kepada nya
“tenang donk sayang.” Katanya sambil memegang pipi ku lalu aku
menepis tangannya
“terserah aku mau keluar.” kata ku sambil berjalan ke arah pintu
“eh mau kemana jangan buru buru donk sayang.” Katanya sambil
memegang lengan ku yang sakit dan itu membuat lengan ku menjadi tambah sakit
“apa mau mu jon? Kita sudah gak ada hubungan apa apa dan kamu juga
sudah punya istri aku harap kamu jangan pernah ganggu aku lagi jon.” Kata ku
kepadanya
“aku cinta sama kamu, dan aku ingin bersama kamu selamanya.” Kata
joni kepada ku
“tapi kamu yang sudah hianatin aku dulu jon apa kau lupa? Dan kamu
juga yang sudah buat kita bubar jon.” Kata ku kepadanya
“itu hanya sebuah kesalahan kecil sayang sudah lupakan dan mulai
saat ini kamu akan terus bersama aku SELAMANYA.” Kata nya kepada ku
“tapi aku gak mau sama kamu selamanya.” Kata ku kepada nya“
“terserah kamu aku gak peduli yang penting aku hanya mau sama kamu
selamanya.” Katanya marah kepada ku sambil melangkah keluar pintu
“aku mencintai alzelfin.” Kata ku kepadanya dan itu membuatnya
langsung menghentikan langkahnya
“gak kamu gak cinta sama bajingan itu dan kamu hanya cinta sama
aku.” Katanya sambil membentak diri ku lalu dia meninggalkan aku pergi dan
kembali mengunci pintu
“hei buka jon.” Kata ku sambil mengedor gedor pintu
“DIAM.” Katanya kepada ku
Aku hanya bisa diam dan duduk di kasur yang di sediakan aku sangat
takut dan aku berharap alzelfin bisa menemukan diri ku. Aku sangat pusing entah
sudah berapa lama aku tidur dan aku juga tak tau ini jam berapa karena jam
tangan ku hilang ponsel ku juga hilang. Tak lama kemudian joni masuk dan
memberikan aku sebuah mie instan
“ini di makan ya sayang?” katanya kepada ku
“aku gak mau makan aku hanya mau keluar dari sini.” Kata ku kepada
joni
“jangan donk sayang kan nantik aku sendirian lagi.” Katanya dengan
berkata kata sangat manis kepada ku
“jon kamu sudah punya istri dan istri kamu sedang hamil sekarang,
dia hamil anak kamu jon.” Kata ku kepadanya
“aku gak peduli yang aku mau dan yang aku peduli hanya kamu.”
Katanya marah kepada ku
“apa salah ku sama kamu jon, kamu kok sampek seperti ini kepada ku?”
kata ku kepadanya
“kamu ninggalin aku hanya sebuah kesalahan kecil dan kamu berani
beraninya pacaran dan tunangan sama laki laki berengsek itu.” Katanya kepada ku
“kamu gila jon.” Kata ku kepadanya
“iya aku gila gara gara kamu ninggalin aku dan selingkuh sama laki
laki lain bahkan kamu sampai membatalkan pernikahan kita.” Katanya marah kepada
ku
“AKU MAU KELUAR JON.” Katanya kepada ku
PLAKKK dan dia menamparkan itu membuat bibir ku mengeluarkan darah dia
hanya menatap ku dengan tatapan yang dangat marah lalu keluar dan membanting
pintu aku mendengar dari dalam kalau joni sedang mengamuk di luar karena
sepertinya berbagai barang hancur karenanya. Aku hanya diam dan menutup kedua
telingan ku dengan tangan ku dan badan ku juga bergetar karena aku sangat takut
akan di apa apa kan oleh joni.
Enntah berapa lama aku disini tapi sudah beberapa kali berganti
malam dan siang. tak lama kemudian joni masuk dan memberikan sebuah makanan
kepada ku
“ini makanan kamu.” Katanya kepada ku dan aku hanya diam saja tak
menjawab pertanyaannya
“sayang ini makanan kamu, jangan lupa makan ya.” Katanya kepada ku
aku hanya diam saja
“aku bilang MAKAN.” Kata joni membentak ku. Dan itu membuat ku takut
“kamu mau aku paksa buat makan HAH?” katanay kepada ku
“aku mau makan kalau aku denger suara alzelfin.” Kata ku kepadanya
“oke bentar.” Katanya kepada ku sambil mengambil hpnya dari dalam
sakunya
Setelah itu joni memencet nomer dan meletakkannya di kupingnya tak
lama kemudian telfon yang terhubung dengan alzelfin di angkat aku ingin teriak
tapi joni menodong ku dengan pisau di leher ku aku takut dan hanya bisa diam
setelah itu joni mendekat kepada ke aku menjauh
“denger jangan sampai bilang kamu dimana atau dia akan mati.” Kata
joni kepada ku, aku hanya bisa mengangguk aku takut kalau joni akan membunuh
alzelfin
“dan inget jangan macam-macam.” Kata joni lagi lalu menaruh hpnya di
telingan ku
Setelah itu aku berbicara dengan alzelfin suaranya serak dan
terdengar sangat lesu. Aku tak tahan aku menangis mendengar suaranya dia pasti
kesulitan gara gara diriku tak lama kemudian joni mengambil hp yang ada di
telingan ku dan berbicara dengan alzelfin. Aku sangat gelisah memikiri kan
semua ini dan aku sudah membuat alzelfin menderita gara gara diri ku tak lama
kemudian telfon yang terhubung dengan alzelfin di putuskan oleh joni
“lebih baik kamu bunuh aku jon.” Kata ku kepadanya karena aku tak
tega mendengar suara alzelfin
Malah aku akan buat kamu bahagai HA HA HA HA HA HA.” Katanya kepada ku sambil
tertawa
“aku sudah gak mau hidup lagi. Kamu tau aku bahkan sudah gak cinta
sama kamu dan satu hal yang harus kamu tau KALAU AKU MENCINTAI ALZELFIN DAN
HANYA DIA LAKI LAKI KU.” Kata ku kepadanya tapi lagi lagi dia hanya menampar ku
“bunuh aku jon, aku mohon bunuh aku.” Kata ku kepadanya
“gak secepat itu sayang.” Katanya sambil meninggal kan ku sendiri
Setelah itu joni keluar aku hanya duduk sambil meratapi nasib ku
yang tak pernah mulus. Pertama aku di hianati bahkan dia bersetubuh dengan
wanita lain yang kedua autyn dia sudah menikah dengan wanita lain bahkan
sekarang aku membuat alzelfin menderita gara gara diri ku. Bahkan aku sampai
merasa kalau aku di lahirkan hanya untuk sebuah kesialan saja. Aku iri kepada
ratna dia hanya di sakiti oleh 1 laki laki dan dia sekarang hidup dengan
bahagia bersama dengan Jason
Padahal aku pikir setelah gangguan daria ustyn kisah ku untuk
menderita berakhir tapi tidak. Kisah ku masih berlanjut sampai rasanya aku
hanya ingin mati saja agar orang orang di sekekeliling ku tak menderita lagi
gara gara diri ku yang tak berguna ini.
Setelah lamamenangis kepala ku sangat pusing bahkan saat aku melihat
ke sekeliling ku semuanya rasanya berputar aku mengambil air yang di berikan
joni dan meminumnya sampai habis lalu berbaring di kasus dan memejamkan mata.
Saat aku bangun aku ada di sebuah tempat yang di penuhi dengan bunga
bunga yang sangat indah bahkan sangat harum aku berjalan menyusuri bunga bunga
itu menikmati indahnya pemandangan ini. Saat aku sampai di suatu tempat aku
melihat alzelfin duduk dengan termenung saat dia mengankat kepalanya aku
melihat kalau dia menangis aku berlari kepadanya saat akan sampai rasanya ada
sebuah penghalang yang mengahalangi diri ku untuk mendekat kepada alzelfin aku
mencoba beberapa kali tapi aku akhirnya terpental dan terjatuh kembali
“AL?” kata ku sambil berteriak kepadanya tapi dia hanya diam dan
menangis
“AL INI AKU AL.” kata ku berteriak tapi dia tetap diam dan menangis
aku mencoba memukul mukul penghalang yang ada di depan ku tapi percuma alzelfin
hanya diam dan menangis
“al ini aku syasa al, aku ada yang mau aku ucapkan sama kamu al.”
kata ku sambil terisak
“al aku cinta sama kamu, aku cinta banget sama kamu al.” kata ku
kepadanya tapi dia hanya diam saja
“al aku mohon dengerin aku al, AKU CINTA SAMA KAMU ALZELFIN.” Kata
ku berteriak kepadanya tapi dia hanya diam saja lalu dia berdiri dan pergi dari
tempat duduk yang tadi dia duduki
Aku menangis sejadi jadi aku sangat merindukannya jika nyawa ku bisa
di tukar bertemu dengan alzelfin aku akan merelakannya bahkan aku iklas kalau
aku mati setelah bertemu dengannya.
Saat aku bangun dan membuka mata pipi ku basah dan ternyata semua
itu hanya lah mimpi. Aku harap jika suatu hari nanti aku bebas aku akan
mengatakan kalau aku mencintainya sampai akhir hidup ku. Aku mencari di sekitar
ruangan itu benda tajam karena menurut ku hanya dengan sebuah kematian aku akan
bisa bersama dengan alzelfin dan aku akan menunggunya dia akhirat. Tapi aku tak
menemuka apa pun bahkan gelas dan piring yang di letakkan oleh joni pun sudah
tak ada aku hanya diam duduk sambil menunggu joni untuk kesini. Sangat lama aku
menunggu sampai akhirnya siang berganti dengan malam aku sangat menunggu nunggu
kedatangannya dan ini pertama kalinya aku menunggunya yak arena aku sudah
menyiapkan sebuah rencana.
Tak lama kemudian joni masuk ke dalam kamar memberikan sebuah mie
instan kepada ku.
“aku ingin buah.” Kata ku kepadanya
“buah apa yang kamu pengen sayang?” katanya kepada ku
“apel tapia ku ingin mengupasnya sendiri.” Kata ku kepadanya
“oke oke kalau gitu kamu tunggu disini aku bakalan belikan buat
kamu.” Katanya dengan sangat senang
Setelah itu dia pergi meninggalkan ku. Aku duduk di pinggir ranjang
menunggu kedatangan joni. Sambil menunggunya aku berjalan ke arah jendela aku
melihat joni baru saja pergi meninggalkan gusanga ini dengan jalan yang sangat
pelan dan berpakaian serba hitam aku melihatnya sampai di tak terlihat lagi.
Setelah itu aku melihat kea rah langt begitu banyak bintang bintang yang
memenuhi langit
“al apa kamu baik baik saja kan sekarang, aku harap kamu akan baik
baik saja al dan aku minta maaf kalau aku menyusahkan kamu selama ini. Dan aku
juga berharap kalau kamu bisa menemukan seorang wanita yang pantas untuk kamu
lalu ngebuat kamu bahagia gak seperti aku yang selalu ngebuat kamu dalam
kesulitan dan maaf aku belum bilang ke kamu kalau aku mencinta kamu al.” kata
ku kepada langit berharap langit akan menyampai kan pesan ku
Aku kembali ke kasur lalu duduk menunggu joni untuk datang tak lama
kemudian dia datang dan memberikan ku sekantong apel fuji. Lalu dia hanya diam
dan melihat ku
“makasih sudah mau buka hati buat aku sayang.” Katanya kepada ku
tapi aku hanya diam tak menjawab sepatah kata pun pertanyaannya
“ya sudah kamu makan ya apelnya biar kamu sehat dan kembali
kenyang.” Kata joni kepada ku
“jon.” Kata ku kepadanya
“iya apa sayang?” kata joni kepada ku
“mana pisaunya, aku kan butuh pisau buat ngupas kulitnya. Kan kamu
tau kalaua ku gak suka kulit buah.” Kata ku kepada nya
“oh tunggu bentar.” Katanya sambil meninggalkan ku pergi
“ini pisaunya.” Katanya kepada ku
Aku mengambilnya aku melihat joni hanya diam saja di dekat pintu aku
mengambil apel dan mengupasnya setelah itu aku memakannya setelah melihat ku
makan buah yang dia beli dia meninggalkan ku dan kembali mengunci pintunya. Dan
ini adalah waktunya untuk menyelesaikan semuanya aku menaruh apel itu di kasur
dan mengambil pisau yang di depan ku
“mama,papa,alzelfin,ratna maaf sudah buat kalian sudah selama
menderita gara gara dan satu hal yang ahrus kalian tahu bahaw aku sayang kalian
selamat tinggal.” Kata ku kepadanya sambil terisak.
Aku mengangkat pisau itu tinggi tinggi lalu memejam kan mata ku “
Aku cinta kamu alzelfin “ kata dalam hati aku langsung melayangkan pisau itu ke
perut ku dan menusukannya dengan sangat keras yang aku rasa kan pertama ada
perih dan juga sakit yang sangat menusuk tapi aku bahagia bisa mati dalam
keadaan mencintai orang yang baik kepada ku sakit ini membuat badan ku menjadi
lemas dan semua yang aku lihat menjadi kabur dan lama lama semuanya menjadi
hitam pekat.